
Semua orang terlihat sedang mencicipi hidangan tersebut.Ada Justin yang langsung memakan kue milik Aisah hingga abis dan itu membuat Causalia dan orang lain terkejut,bahkan mereka memandang ke arah Aisah dengan sinis.
"Jadi setelah kalian cicipi bagaimana perasaan kalian!
"Oma langsung saja penilaian!"
"Baik lah,siapa yang memilih makanan Ketty tunjuk tangan! dan yang memilih makanan Aisah,silahkan tunjukan tangan kalian.
Tentu saja Martin,dan Cakra berpihak kepada Ketty.Begitu juga dengan Justin,dan Kepala maid memihak kepada Aisah.
Lalu Oma berdiri meminta para pelayan sekitar sepuluh orang untuk memberi nilai kepada masakan penutup tersebut.
Oma tidak memberi nilai,karena ia tidak ingin Martin dan Justin kembali berselisih.Setelah para pelayan memilih ternyata Aisah kurang dua suara,dan Causalia segera mengumumkan pemenang nya.
"Selamat Ketty,semoga kamu amanah dalam menjaga aset rumah ini,dan kunci ini Oma serahkan kepada mu!"tukas Causalia,tentu saj Ketty tersenyum dan mengambil kunci di tangan Causalia.
"Mas liat,sudah ku katakan aku mampu!"Ketty terlihat begitu senang,dan langsung memeluk Cakra.
"Tidak apa-apa sayang,aku ada di pihak mu,tanpa mereka sadari makanan mu lah yang paling nikmat,kamu membuat nya dengan segenap jiwa dan raga mu,serta sedikit cinta yang tulus di dalam nya,ini seperti hidangan pada puluhan tahun yang lalu!"Justin,mencium punggung tangan Aisah.
"Selamat ya Ketty!"Aisah mengulurkan tangan nya,namun Ketty tidak mau menerima nya,wanita itu malah menoleh ke arah lain.
"Tidak apa-apa,ayo kita masuk!"Justin pun membawa Aisah masuk ke kamar,Causalia menatap kepergian ke dua nya.
"Oma,jadi kapan kamu bisa tinggal disini,kami hanya butuh satu kamar saja,disini banyak kamar,tidak mungkin anda melarang kami untuk tinggal?"
"Tentu kamu bisa tinggal Cakra,kalian bisa pindah hari ini,tapi hanya Cakra dan Ketty.Untuk kamu Martin,kamu punya tempat tinggal sendiri!"
Setelah mengatakan itu,Causalia pun pergi meninggalkan mereka.
"Tidak apa-apa Pa,aku bisa mengatasi semua nya,dan kita lihat saja siapa yang akan berkuasa disini"tegas Cakra,menatap seisi tempat tersebut.
Di dalam kamar,Aisah membantu Justin untuk mengambil baju ganti nya,karena saat ini sang suami tengah mandi.
Drrt...Drrt...Drrt...
__ADS_1
Ponsel Justin bergetar ada panggilan dari Jos.Aisah hanya melihat sebentar lalu ia membiarkan ponsel itu bergetar.
Ceklek !
"Mas,tadi Jos menelpon!"
"Kenapa enggak di angkat sayang?"
"Aku tidak berani mas!"
"Kamu istri ku,kenapa sungkan!"
Justin meraih ponsel yang ada di nakas,lalu duduk di tepi ranjang,dengan keadaan masih memakai baju mandi,tangan satu lagi langsung menarik Aisah hingga duduk di pangkuan nya.
"Mas...!"lirih Aisah yang malu,wajah nya memerah,Justin hanya tersenyum melihat itu,ia masih menunggu Jos mengangkat panggilan nya.
[Hallo,Tuan]
"Jos,ada apa?"
"Cakra?"
[Iya Tuan!]
"Benar,terima saja,dia akan mulai bekerja besok.Jos,dia tetap karyawan baru kalau di kantor tidak perlu sungkan,kalau di mansion baru Tuan muda ke dua!"
[Aku haru menempatkan nya di bagian mana Tuan!]
"Dia bisa menjadi Asisten mu Jos,tempat 'kan dia di meja 10"
[Tapi Tuan..]
"Jos,lakukan yang ku katakan,aku masih sibuk,jangan ganggu Aku!"
[Ba-Bik Tuan]
__ADS_1
Panggilan terputus,Justin langsung menyimpan ponsel nya kembali.
"Mas,lepas bukannya kamu bilang Kamu masih sibuk?"tanya Aisah,berusaha melepaskan tangan Justin di pinggang nya,yang sejak tadi menahan dirinya.
"Ini lah kesibukan ku! Aku hari ini ingin bersama dengan istri ku sepanjang hari,apa boleh?"Justin langsung menatap Aisah,dengan mata nya yang berbinar-binar.
"Apa ini,kenapa wajah nya lebih imut dari bayi"goda Aisah,yang mencubit pipi Justin.
Justin lalu memeluk sang istri dengan erat,seakan-akan tidak ingin melepaskan pelukan itu.
"Apa kamu bahagia ?"tanya Justin,tanpa melihat ke arah Aisah,ia masih membenamkan wajah nya di dada sang istri.
"Tentu saja aku bahagia,ada mas dan juga Oma yang sangat mencintai ku!"jawab Aisah tanpa ragu.
"Kamu pasti kaget melihat keluarga Arlando yang sedikit arogan.Begitu lah kami semua Aisah,jika kita hanya duduk diam seperti orang lemah,banyak orang yang akan menindas kita.Kenapa aku belajar menjadi orang kuat,agar orang lain,bisa menghargai kehadiran kita!"pungkas Justin,dengan lembut Aisah mengusap rambut Justin.
"Ada kala nya kita harus menjadi kuat,agar bisa bertahan.Namun,tidak semua hal harus di selesaikan dengan kekerasan,ingat terkadang bersikap lembut dan baik bisa meluluhkan hati orang lain"
Justin mendongakkan kepala nya menatap netra Aisah yang begitu indah.Justin sudah jatuh hati sejak pertama kali menatap netra Aisah di gedung amal beberapa bulan lalu.Sikap Aisah membuat nya jatuh cinta, sehingga kelembutan Aisah membuat Justin untuk mengejar dan memperjuangkan cinta mereka.
"Berjanji lah akan selalu ada disisi ku,dalam keadaan apapun,jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan ku!"Justin menyentuh lembut wajah sang istri,Aisah memejamkan mata nya,merasakan hangat nya tangan sang suami yang kini mengelus wajah nya.
"Aku telah berjanji pada Allah,hanya Mas pria yang pertama dan terakhir,aku akan berusaha semampu ku untuk berada disisi mas selalu,semua nya sudah ku serahkan pada yang Agung,bagaimana ke depan nya hanya Allah yang tahu,namun saat ini hanya mas satu-satu nya pria yang ada dalam hidup ku!"Aisah memegang ke dua pipi Justin,lalu mengecup sekilas dahi Justin.Membuat Justin,semakin mempererat pelukan nya.
Justin merebahkan tubuh Aisah secara berjalan hingga menyatu dengan kasur.Kini Justin berada tepat di atas Aisah,mengecup kening nya dan juga ke dua pipi Aisah.
"Aku ingin memiliki anak dengan mu!"bisik Justin,langsung wajah Aisah,bersemu merah,ia malu dan bahkan tidak berani menatap Justin yang begitu dengan nya.
"Kenapa? apa kamu malu?"Justin memegang dagu Aisah dan membalikkan wajah itu agar kembali menatap nya.
"Mari melakukan nya bersama,mari berjuang bersama"
"Eemmm,insyaAllah aku ridho mas"jawab Aisah dengan lembut,spontan Justin mengecup kening Aisah sekali lagi,dan tanpa sengaja air mata itu menetes,membasahi wajah Aisah.
Aisah tahu,jika saat ini mereka bahagia,air mata yang menetes adalah bukti kalau mereka bahagia dengan hidup mereka saat ini.Merencanakan untuk memiliki punya anak sudah seharusnya di rencana 'kan oleh mereka pengantin baru.
__ADS_1