
Ketty yang mengetahui pengacara nya sudah pulang lagi,membuat ia marah besar,bahkan Ketty mengacak-acak seluruh kamar nya hingga semua barang berantakan.
"Sialan!"teriak Ketty dengan keras,
"Aaaggrh!"ia mulai mengacak rambut nya,lalu menarik sprei serta membuang semua bantal yang ada di atas kasur ke lantai.
Ceklek !
"Ketty,apa yang kau lakukan!"Cakra,baru saja kembali dari kantor,dan mendapatkan Ketty yang sedang marah dan berteriak.
"Bagus kau sudah pulang! dasar laki-laki tidak berguna!"teriak Ketty melempar botol parfum ke arah Cakra,pria itu secepat kilat menghindari nya.
Prang!
"Apa kau gila,kalau sampai mengenai kepala ku bagaimana?"teriak Cakra berjalan ke arah Ketty yang berdiri di depan kaca rias.
"Kau tidak membantu apapun,selain hanya bisa berteriak saja,aku seharian memikirkan cara bagaimana mengubah surat kepemilikan properti rumah ini!"Pungkas Ketty,Cakra membulatkan mata nya.
"Kau memang gila,pantes saja Justin marah-marah dan menelpon ku dari tadi,jadi ini ulah mu Ketty!"Cakra kembali meneriaki nama Ketty,dan membuat Ketty membulatkan mata nya,menatap Cakra dengan wajah tak suka.
"Memang itu tujuan kita tinggal disini,apalagi ?"Ketty menatap nyalang ke arah Cakra.
"Kau dan Aku menginginkan harta keluarga Arlando.Tapi,Ketty tidak secepat itu juga masih ada Justin yang harus kau pikirkan,dia pria yang bisa melakukan apa saja kepada orang lain,kalau ada orang yang berani menyentuh milik nya!"jari telunjuk hampir mengenai wajah Ketty,Wanita ini mundur sedikit,lalu menepis tangan Cakra.
"Tidak perlu kau mengangkat tangan mu ini,kalau kau tidak bisa merebut harta keluarga Arlando,percuma aku menikahi mu,buang-buang waktu Ku saja!"tukas Ketty,yang kini duduk di tepi ranjang,dan melipatkan ke dua tangan nya di dada.
"Memang kau wanita mata duitan,kau berani mempermainkan aku!"Cakra mulai mencekik leher Ketty,wanita itu memberontak untuk melepaskan tangan Cakra.
"Ca-kra,apa kau sudah gi-la! le-pas!"Ketty berusaha melepaskan tangan Cakra di leher nya.Namun,itu tidak berhasil,disaat ia sudah kehabisan akal,Ketty meraih botol pewangi aromatik di atas nakas dan memukul kepala Cakra.
Dugh !
"Aagrrh!"Cakra berteriak saat merasakan sakit di kepala nya,akibat pukulan Ketty.
"Sialan kau Ketty!"
Tok ! Tok ! Tok !
Suara ketukan pintu kamar,membuat Ketty dan Cakra berhenti bertengkar,bahkan Cakra sudah bersiap untuk mencekik leher Ketty lagi,namun ia mengurungkan niat nya.
Cakra berjalan ke arah pintu kamar dan membuka pintu.
Ceklek !
Cakra hanya mengintip sedikit.
"Ada apa Phi?"tanya Cakra,saat melihat Mila di depan kamar nya.
"Tuan Justin,memanggil Anda ke ruangan kerja nya!"
"Justin sudah pulang?"
"Iya!"
"Baik,aku akan menemui nya,tunggu aku ganti baju"
"Baiklah Tuan,saya permisi!"Kepala maid pun pergi meninggalkan kamar Cakra.
Blam!
Cakra menutup pintu kamar nya kembali.Ketty sudah berdiri di depan Cakra dengan tangan di lipat 'kan di dada.
"Berhenti bertengkar,ada yang harus kita lakukan saat ini,kalau kau butuh harta ini,aku tahu cara nya,tanpa harus melakukan trik kotor dan murahan!"pungkas Cakra,berjalan ke arah nakas,dan mengeluarkan kotak p3k.
"Apa maksud mu?"
"Obati luka ku,maka aku akan memberitahu mu rencana ku!"
Dengan patuh Ketty mendekat,dan ia segera membantu mengobati luka suami nya.
Di lantai bawah,Aisah sedang membantu membaringkan Causalia di atas kasur nya.Lalu meminta Maid untuk menyediakan bubur untuk Causalia makan di jam 10:20,sebentar lagi.
Di dalam ruangan kerja nya,Justin sedang membuka lemari dan mengambil beberapa file penting di dalam nya.
Tok ! Tok ! Tok !
"Masuk!"
Ceklek !
Cakra datang menemui Justin yang sedang berada di ruangan kerja nya.
"Kamu tahu,kenapa aku menyuruh mu kemari?"
Terlihat Cakra yang menggelengkan kepala nya,lalu Justin menyuruh nya untuk duduk.
"Yang pertama,istri mu tidak becus menjadi pemegang kunci Arlando,dia menyebabkan Oma masuk rumah sakit.Yang ke dua,dia memanggil pengacara ke mansion tanpa sepengetahuan kami.Jadi,menurut kamu cara apa yang tepat mengatasi masalah ini?"
__ADS_1
Cakra terdiam sejenak,lalu melihat wajah datar Justin,tanpa ekspresi,jika sedikit saja ia salah berbicara,maka Justin akan menyerang nya bertubi-tubi.
Justin terlihat begitu tenang,namun sebalik nya ia sedang menunggu waktu yang tepat untuk membalas semua ucapan Cakra,sehingga ia tidak ada lagi bahan untuk mempertahankan diri nya di mansion.
"Justin,aku tahu Ketty salah,maafkan dia.Hanya aku yang merasa sangat lelah akhir-akhir ini dengan kondisi kehamilan dia yang baru satu Minggu itu,aku sudah menjaga dan merawat nya agar tidak membuat kekacauan.Namun,kamu tahu wanita hamil,susah di tebak apa mau nya,itu bawaan bayi"pungkas Cakra,dengan wajah yang memelas,untuk menarik simpati Justin.
"Hamil?"ulang Justin,
'Yes,rencana ku berhasil'Cakra tertawa dalam hati nya.
"Benar,aku juga baru mengetahui nya tadi.Ketty sudah meminta maaf apa yang telah terjadi kepada Oma,untuk mengantikan kepemilikan properti Arlando,itu hanya bawaan bayi saja yang ingin terlihat memiliki segala nya,bukan keinginan Ketty.Aku harap kamu mengerti.Aku tau,kamu belum paham,karena istri mu,belum hamil jika dia hamil kamu akan mengerti maksud ku!"
Justin menaikan alis nya,lalu mengerutkan dahi melihat tajam ke arah Cakra.
"Kamu tahu apa resiko nya kalau kamu berbohong atas nama calon baby mu?"pertanyaan itu membuat Cakra terkejut.
"Ke-kenapa aku harus takut,kalau yang ku katakan adalah kebenaran!"
"Baiklah,kali ini anggap saja sebagai ucapan selamat ku atas kehamilan istri mu.Ku lepaskan kalian berdua,jika ada di lain waktu kesalahan yang sama,kau tau akibat nya!"Justin menekan ucapan terkahir nya.
Setelah berbicara dengan Justin,Cakra pun keluar,di waktu yang sama Justin menerima panggilan dari Jos.
"Baiklah,aku akan segera memeriksa nya!"
Justin menyimpan kembali ponsel nya,lalu memeriksa email yang di kirim oleh Jos.
Tok ! Tok ! Tok !
"Masuk!"
Disaat pintu terbuka,Justin melihat kepala maid yang datang keruangan kerja nya,Justin menghentikan aktivitas nya sejenak,lalu berbicara dengan kepala maid.
"Ada apa?"
"Tuan,liat lah ini!"
Kepala maid memberikan iPad kepada Justin,dan pria itu melihat nya,seketika amarah nya membludak kembali,lalu ia menatap tajam ke arah maid.
"Kau baru memberitahu ku hari ini?"
"Aku baru memeriksa cctv hari ini,ternyata cctv nya mati selama satu Minggu ini,dan ternyata ada cctv yang tersembunyi yang tidak menggunakan kabel yang masih menyala.Karena curiga aku pun memeriksa nya,dan benar saja,ternyata Nyonya muda ke dua melakukan kecurangan terhadap Nyonya Muda pertama,makanan yang di pesan oleh Tuan Cakra dari luar mampu membuat Nyonya muda kedua menang,dan berhasil mengambil keuntungan atas kecurangan nya itu!"Pungkas Kepala maid.
"Aku akan membicarakan ini dengan Oma!"tegas Justin,
"Saya permisi Tuan!"
Mila pergi meninggalkan ruangan kerja Justin,lalu pria itu fokus kepada layar laptop nya kembali.
* * *
Aisah sedang menyuapi Causalia makan,lalu Justin datang menemui Causalia di kamar nya.
Ceklek !
"Belum selesai sayang?"tanya Justin,
"Belum mas,ada apa?"
"Aku ingin berbicara dengan Oma"
"Aku akan pergi!"tukas Aisah,yang membawa mangkuk dengan isi bubur di dalam nya.
"Kenapa kamu pergi?"Justin menahan sang istri,yang hendak pergi,meninggalkan kamar Causalia.
"Tapi mas,mau bicara sama Oma?"
"Kamu tetap disini,Oma tidak akan keberatan!"
"Benar,lanjut saja suapi Oma,karena Oma bisa makan sambil mendengar apa yang ingin Justin bicarakan!"
Justin pun duduk disisi kiri Causalia,dan di sisi kanan ada Aisah yang sedang menyuapi Causalia.
"Bagaimana kesehatan Oma?"
"Baik,Oma jauh lebih baik,ada kalian disini,Oma tidak perlu khawatir bukan?"
"Benar,apalagi sebentar lagi Oma akan kedatangan tamu baru!"
"Maksud kamu?"Causalia menatap Justin,lalu melirik ke arah Aisah,yang saat ini juga bingung.
"Istri Cakra,Ketty tengah mengandung cucu Oma!"
"Benar?"Causalia terlihat terkejut,seketika wajah nya terukir senyuman manis.
"Benar,Cakra yang memberitahu aku,maka nya aku ingin berbagi kabar bahagia ini untuk Oma!"Justin memegang tangan Causalia.
Melihat Causalia yang sangat bahagia,Justin mengurungkan niat nya untuk memberitahu Causalia tentang kecurangan yang di lakukan oleh Ketty dan Cakra.
__ADS_1
Aisah sudah selesai menyuapi Causalia,dan memberi nya obat.Setelah membantu menidurkan Causalia,Justin dan Aisah keluar dari kamar Causalia.
Di dalam kamar,Justin terlihat begitu gelisah,bahkan ia terlihat sangat murung.
"Mas,apa yang terjadi?"tanya Aisah,menyentuh dada Justin,dan mengusap nya dengan lembut.
"Kenapa kamu tidak pernah mengeluh dengan apa yang terjadi di keluarga ini,harusnya kamu yang menjadi orang pemegang kucing Arlando,karena kamu istri ku,tapi kenapa harus orang lain?"
"Siapa orang lain,yang mas maksud,Ketty? dia istri Cakra,masih keluarga mas,mereka adalah keluarga kita,bukan orang lain.Satu hal lagi mas,siapapun yang memegang kucing itu,asal dia bertanggung jawab sudah cukup untuk ku mas"
"Kamu tidak keberatan? sebagian istri tertua disini,tapi malah tidak mendapatkan kesempatan itu?"
"Tidak,aku tidak keberatan,aku sangat keberatan jika suami ku berhenti untuk peduli padaku,dan berhenti untuk ridho pada ku,apakah hari ini mas sudah ridho terhadap apa yang ku lakukan ?"
"Aku ridho,tidak ada satu hari pun aku tidak ridho pada mu,dan satu lagi,bagaimana matahari terbit dan terbenam,cinta ku pada mu akan selalu bersinar bagaikan matahari dan bintang,meskipun mereka jauh,namun kita dapat melihat cahaya nya!"
Justin memegang kedua tangan Aisah,lalu mengecup punggung tangan Aisah sekilas dan lembut.
"Apa mas,sudah tahu semua nya?"
Melihat Justin,yang mengangguk,awal nya Aisah terkejut,lalu ia tersenyum.
"Aku ikhlas,aku tidak mempermasalahkan nya,selagi mereka masih di batas wajar,maka memaafkan mereka adalah satu cara untuk mengubah mereka agar lebih baik lagi!"
"Aku tidak salah menikahi mu,kamu adalah wanita dengan segala sisi baik,aku beruntung mendapatkan mu"Justin,memeluk erat tubuh Aisah,dan Aisah mengusap lembut punggung sang suami.
Malam itu terlewat begitu saja,kedua nya terlihat bahagia dengan kehidupan mereka yang saat ini.Meskipun belum ada tanda - tanda Aisah akan hamil,namun tidak mengurangi rasa cinta Justin terhadap Aisah,ia masih mencintai Aisah dengan begitu besar,sebagaimana saat pertama kali ia melihat Aisah.
Ke esokan pagi nya. . .
Ketty dan Cakra sudah bangun lebih dulu,saat ini Causalia yang di bantu oleh Mila pun sudah berada di meja makan.Ada beberapa pelayan yang sedang menghidangkan segala menu ke atas meja.
Justin menarik kursi untuk Aisah,dan membuat Aisah tersenyum.
"Biar aku saja!"Justin kali ini mengambil nasi untuk Aisah,melihat sikap Justin yang peduli kepada Aisah,membuat Ketty cemburu dan menyindir nya.
"Aku yang hamil saja enggak segitu nya menyuruh suami ku untuk melayani aku,bahkan aku sebagai wanita tahu untuk melayani suami ku!"cibir Ketty,Aisah tertegun dan segera melihat ke arah Ketty,
"Mas, cukup aku bisa sendiri"ujar Aisah,Justin masih tetap ingin melayani Aisah,dia tidak peduli dengan ucapan Ketty.
"Ayo kita makan,kalau bicara terus kapan makan nya"timpal Causalia menengah.
Mereka semua langsung melahap hidangan yang telah di siapkan.Dan terlihat Justin,memang sangat peduli akan Aisah,dari dia ingin mengambil nasi untuk Aisah,dan juga menyuapi nya makan.
"Lebay"gumam Ketty yang terlihat kesal,
"Kau cemburu?"bisik Cakra,Ketty langsung memelototi sang suami,sehingga membuat Cakra terdiam,dan lanjut makan.
Setelah selesai makan,Justin bangkit dari duduk nya,lalu ia mengecup kening sang istri.
"Sayang,aku pergi dulu Jos sudah menunggu nya di luar!"
"Hati-hati mas"Aisah mencium punggung tangan Justin.Lalu,Justin berpamitan dengan Causalia,dan bergegas pergi meninggalkan meja makan.
Di luar Jos sudah menunggu.
"Bagaimana ? kau sudah mengirim semua file nya ke email ku?"
"Sudah Tuan,sesuai yang anda minta!"
"Bagus!"
Ceklek !
Justin langsung masuk begitu pintu terbuka,Jos segera masuk dan duduk di kursi kemudi nya.
"Kirim berkas ini ke perusaan Purna,aku tahu saat ini yang memimpin pasti Raka!"
"Baik Tuan"
Setelah mobil Justin pergi,Ketty dan Cakra keluar,Cakra juga akan pergi kerja.
"Ingat,jangan sampai membuat mereka curiga kalau kamu pura-pura hamil"
pak!
Ketty memukul mulut Cakra,
"Kau terlalu berisik,kalau mereka sampai dengar bagaimana?"
"Ya ya maaf,tidak harus memukul juga kali!"kesal Cakra,yang mengusap mulut nya.
"Pergi dah,bosan aku lihat kamu lama-lama!"ketus Ketty yang berbalik dan segera masuk ke dalam.Melijat istri nya yang sudah masuk,Cakra pun juga segera pergi ke kantor.
Ketty melihat Aisah yang sedang duduk di sofa ruang tamu,Aisah sedang melihat koleksi Arlando bulan ini,dan itu banyak model terbaru dan gaun terbaru yang mereka luncurkan,terlihat desainer nya adalah Azizah,itu desainer yang mereka dapatkan beberapa tahun yang lalu,saat Azizah masih ada.
"Urusan dapur aku serahkan padamu,aku mau istirahat dulu capek!"Ketty langsung pergi,setelah mengatakan itu,Aisah hanya bisa menghela nafas,lalu bangkit dari tempat duduk nya,menuju dapur,dan melihat menu apa yang disiapkan oleh para maid.
__ADS_1