
Tidak ada yang di lewatkan Aisah,dari memeriksa menu sarapan untuk seluruh keluarga,Aisah juga membantu merawat Causalia setiap pagi nya.
Hari ini Justin berangkat lebih awal ke tempat kerja,sehingga ia tidak dapat sarapan pagi bersama dengan Aisah dan yang lain.
Ketty sedang bersantai di balkon kamar nya,Cakra yang kesal pun menghampiri Ketty.
"Kamu masih bisa bersantai disini,bukan nya mikirin cara agar pemeriksaan itu batal!"ketus Cakra yang kesal,kini duduk di depan Ketty.
"Kenapa harus membatalkan nya?"Ketty melirik Cakra yang saat ini memelototi nya,saat mendengar pertanyaan dari Ketty.
"Iya harus batal agar mereka tidak mengetahui kalau kamu pura - pura hamil!"
"Kamu tenang saja,mereka tidak akan tahu,terlebih lagi aku sudah mengatur semua nya,dokter yang di Chiang Mai adalah dokter pribadi ku,jadi aku bisa meminta nya untuk membuat surat pernyataan kehamilan palsu!"pungkas Ketty dengan bangga.
"Kali ini aku mengandalkan mu,jangan buat aku kecewa,aku pergi dulu!"Cakra pun pergi meninggalkan sang istri yang masih bersantai di balkon kamar nya.
Di ruang dapur,Aisah sedang di mintai Mila untuk mencicipi bubur untuk Causalia.
"Phi Mila,ini sudah pas,rasa nya sedikit hambar,aku akak buat 'kan Oma segelas susu!"
"Nyonya besar minum susu sapi murni Nyonya,tunggu aku akan suruh pelayan untuk memanaskan nya!"
"Baiklah!"
Kepala maid langsung meminta pelayan untuk memanaskan susu untuk Causalia.Disaat Aisah ingin menyentuh panci sayuran yang sudah masak,Mila secepat nya melarang Aisah untuk menyentuh panci tersebut.
"Jangan Nyonya,biar kami saja,urusan dapur biar kami saja yang mengerjakan nya,anda cukup memantau saja,jika anda membantah saya takut Tuan akan marah!"
"Baiklah,Phi aku menunggu di luar susu dan bubur Oma!"
Kepala maid hanya mengangguk,lalu melihat susu yang di panaskan oleh pelayan barusan setelah selesai ia pun memberikan nya kepada Aisah.
Aisah membawa nampan berisi bubur dan juga susu hangat untuk Causalia.Setiap jam 12:00.Causalia akan di hidang 'kan bubur dan segelas susu,karena ia tidak di perbolehkan untuk makan makanan yang lain setelah minum obat.
Malam pun tiba,semua orang telah bersiap-siap akan pergi ke pemeriksaan kehamilan Ketty.Aisah hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semua nya.
Ketty terus saja melirik ke arah Aisah sembari tersenyum mengejek.Aisah tidak memperdulikan itu,karena sejauh mana Ketty sanggup berbohong,pasti nanti akan ketahuan juga.
"Kenapa Justin belum kembali? bukan kah,ia sudah janji akan ikut ke Chiang Mai?"Ketty terlihat kesal saat sudah menunggu lama.
"Masih aku yang bayar biaya nya kau masih bisa mengeluh?"tukas Justin yang baru saja tiba,terlihat Justin berjalan ke arah Aisah yang duduk di dekat Causalia,lalu Justin mengecup kening sang istri sekilas,baru ia bersalaman dengan Causalia.
"Kapan kita akan berangkat?"tanya Causalia,
"Sekarang kita akan berangkat,Oma kita tidak bisa pergi ke Chiang Mai,karena aku sibuk untuk besok,tidak mungkin kita pulang pergi,jadi aku meminta dokter delta untuk mengosongkan jadwal nya malam ini agar bisa memeriksa kehamilan Ketty!"pungkas Justin,Causalia pun mengangguk setuju dengan keputusan Justin.
"Tidak bisa gitu Oma,kalau Justin tidak bisa ikut tidak apa - apa,kita bisa pergi kesana!"Ketty masih ngotot tetap ingin pergi ke Chiang Mai,berbeda dengan Cakra yang sudah panik saat mendengar jawaban Justin yang membatalkan pergi ke Chiang Mai.
"Keputusan ada pada Justin,Ketty kamu harus menerima nya!"
"Oma benar kata Ketty,dia sudah menghubungi keluarga dan juga dokter pribadi nya,sekarang mereka pasti sedang menunggu kedatangan kita!"timpal Cakra yang sejak tadi mulai bingung,harus berbuat apa.
"Sudah aku putuskan! kita berangkat sekarang ke rumah sakit,dimana Delta sudah menunggu nya!"
"Tuan,mobil nya sudah siap!"seru Kepala maid,Causalia pun menyuruh yang lain untuk segera keluar dan pergi.
Di dalam mobil,Ketty dan Cakra sedikit gugup dan takut,bahkan mereka berdua terlihat begitu takut.Jika Kehamilan itu terbongkar.
Aisah,tersenyum bahagia,akhir nya kebohongan itu akan terbongkar tanpa campur tangan Aisah.Ketty tidak berpaling dari menatap Aisah.
'Ini pasti perempuan sialan itu,yang mengusulkan nya kepada Justin!'Ketty memakai Aisah dalam hati nya.
Cakra menghentikan mobil di depan rumah sakit,Justin segera turun lalu membuka pintu untuk Aisah dan Causalia.
"Ayo kita semua masuk,Delta sudah menunggu!"
Terpaksa Ketty menuruti semua keinginan mereka,dan kini Ketty dan yang lain berada di dalam sebuah ruangan.Semua orang masuk ke dalam ruangan itu,kecuali Cakra dan Justin.
"Mas,tunggu disini saja,biar aku dan Oma yang ikut ke dalam!"
"Iya!"
Ketty pun segera masuk,dengan di ikuti oleh Causalia dan Aisah.Tiba di dalam ruangan Delta meminta Ketty untuk berbaring,ada rasa panik dan khawatir terpancar di raut wajah Ketty.Namun,Aisah meminta nya agar lebih tenang,tidak perlu tegang.
Di luar ruangan Cakra terlihat sangat panik,ia seperti seseorang yang menunggu istri nya untuk melahirkan.
"Kamu kenapa?"Justin melemparkan pertanyaan itu kepada Cakra,membuat pria itu terkejut,lalu melirik Justin.
"Tidak ada apa-apa!"
__ADS_1
Ceklek !
Pintu terbuka,Aisah dan Causalia segera keluar,dan di susul oleh Ketty.
"Bagaimana sayang ?"tanya Justin kepada Aisah,
"Janin nya sehat,dan juga perkembangan janin normal-normal aja,tidak ada yang perlu di khawatirkan!"ujar Aisah,yang kini melirik ke arah Ketty,wanita itu tersenyum smirk kepada Aisah.
Cakra akhirnya lega mengetahui jika Ketty benar-benar hamil,dan mereka tidak perlu bersandiwara lagi.
Justin membawa seluruh keluarga untuk kembali ke Mansion.
...***...
Satu bulan kemudian. . .
Setelah satu bulan berlalu,kini kehamilan Ketty memasuki bulan ke tiga,dan itu tentu saja membuat Causalia sedikit khawatir dengan kondisi Aisah yang tak kunjung hamil.
Di meja makan,hanya ada Aisah dan juga Causalia,serta Ketty.Karena Justin dan Cakra telah pergi kerja lebih awal,karena ada beberapa proyek yang harus di selesaikan oleh Justin.
"Nyonya muda pertama,Tuan Jos disini!"
"Selamat pagi Nyonya,Tuan Justin meminta saya untuk membawa anda ke butik!"ujar Jos,
"Baiklah,tunggu sebentar saya akan pergi mengambil tas "
Setelah selesai membantu Causalia,Aisah pun bergegas menuju kamar untuk mengambil tas nya.
Tak lama kemudian,ia turun kembali dan berpamitan dengan Causalia.
"Heeh,enak benar hidup mu kemana-mana anterin,aku yang hamil saja bisa pergi sendiri!"cibir Ketty,Aisah tidak menggubris nya.
Setelah Aisah pergi dengan Jos,Ketty pun duduk di sebelah Causalia.
"Oma,kenapa Aisah belum juga hamil,padahal mereka menikah telah lama bukan? apa jangan- jangan memang dia tidak bisa hamil?"
"Apa yang kamu katakan? belum hamil bukan berarti tidak bisa hamil.Kamu urus saja kehamilan mu,jangan terlalu ikut campur urusan rumah tangga mereka!"
Setelah mengatakan itu,Causalia pun bangkit dan kembali ke kamar nya.
Di meja makan,Ketty mendapatakan pesan dari seseorang ia pun pergi meninggalkan meja makan.
"Nyonya ini tempat nya.Tuan meminta anda untuk mengecek semua barang yang masuk hari ini,karena sebagian sudah di pesan oleh customer,Tuan Justin meminta anda untuk menghubungi customer yang lain,agar segera bisa mengirim barang mereka!"
Begitu Aisah tiba di sana,memang semua karyawan menyambut nya dengan ramah.Bukan tidak ada karyawan,hanya saja mereka kekurangan tenaga kerja,padahal sudah ada dua puluh karyawan yang mengurus butik,tapi masih saja kurang tenaga.
Aisah pun mulai membantu karyawan yang lain,serta memeriksa barang baru yang masuk.
"Jos bantu saya untuk memindah 'kan barang ini ke depan,nanti akan ada yang menjemput nya!"
"Baik Nyonya!"
Di saat Aisah sedang memeriksa semua pesanan costumer tanpa sengaja ia melihat Ketty bersama dengan pria waktu itu.
"Ketty?"gumam Aisah,yang saat ini sedang melihat ke arah Ketty bersama dengan seorang pria.
"Jos,tolong bantu aku periksa semua barang ini ya,aku ada urusan mendadak!"Aisah langsung memberikan buku yang ada di tangan nya.
"Tapi Nyonya..."
"Hanya sebentar!"ujar Aisah yang berlalu pergi.
Jos pun melanjutkan pekerjaan Aisah yang tertinggal.
Drrt...Drrt...
"Iya Tuan!"
[Dimana istri saya Jos?]
"Nyonya tadi disini Tuan,namun kata nya ia pergi sebentar"
[Jos,sudah ku katakan,jangan tinggalkan istri ku sendiri,dia belum paham betul daerah sini!]
"Kalau begitu saya tutup dulu Tuan,biar saya cari Nyonya dulu!"
[Iya cepat!]
Panggilan nya terputus,Jos bergegas pergi untuk mencari Aisah.
__ADS_1
Sementara Aisah,sudah pergi mengejar Ketty.Di sebuah toko perhiasan,Ketty bersama dengan seorang pria sedang memilih perhiasan yang ingin mereka beli,dari jauh Aisah hanya memantau mereka saja tanpa mendekati mereka berdua.
"Apa yang Ketty lakukan bersama dengan pria lain,apa Cakra mengetahui ini?"gumam Aisah,yang masih melihat ke arah ke dua nya.
"Mas,apa ini cantik?"tanya Ketty dengan nada manja,sembari memperlihatkan kalung yang ada di tangan kepada pria yang ada di depan nya.
"Tentu cantik,apapun yang kamu pakai akan terlihat cantik,karena kamu sudah cantik,jadi apapun akan cocok dengan mu!"pungkas pria itu,mengelus perut buncit Ketty.
"Astagfirullah"ucap Aisah,sembari menutup mulut nya.
"Bagaimana Ketty membiarkan pria lain menyentuh perut nya,ini tidak boleh di biarkan,bagaimana pun Ketty itu ipar nya suami aku!"lanjut Aisah,yang masih melihat kelakuan dua orang yang ada di toko perhiasan.
Setelah Ketty memilih perhiasan,dan memberikan nya kepada pelayan untuk mereka bayar.
"Ini hadiah untuk wanita yang berhasil mengandung anak ku!"ucap Pria itu yang masih belum di ketahui namanya oleh Aisah.
"Hah? anak?"Aisah kembali terkejut,lalu ia bersembunyi,saat mengetahui Ketty dan pria itu akan keluar dari toko.
"Nyonya,sedang apa anda disini?"tanya Jos,Aisah terkejut,lalu menoleh ke arah jos yang ada di belakang nya.
"Jos,aku ingin pulang,bisa kah kita pulang sekarang ?"
"Bisa Nyonya,mari saya antar!"
Jos dan Aisah pun pergi meninggalkan tempat itu.Di dalam perjalanan pulang,Aisah masih memikirkan ucapan pria yang bersama dengan Ketty tadi.
Tiba di mansion,Justin pun sudah pulang.
"Sayang,baru sampai?"tanya Justin,yang menghampiri sang suami di pintu,Aisah tidak menjawab,ia masih memikirkan Ketty dan pria misterius tadi sore.
"Sayang"Justin menepuk pelan bahu Aisah.
"Hah? iya mas!"Aisah langsung menoleh ke arah Justin,yang ada di samping nya.
"Ada apa? kenapa kamu melamun?"
Justin dan Aisah berjalan ke arah tangga,dan ke dua nya mulai menginjak satu persatu anak tangga.
"Kamu pulang terlambat? kamu pasti habis keluyuran kemana-mana,tidak merawat Oma dengan benar!"cibir Ketty yang berdiri di pinggir tangga di lantai atas,lalu Aisah melihat kalung yang ada di leher Ketty,persis yang Aisah lihat waktu Ketty beli tadi sore bersama dengan pria misterius.
"Tutup mulut mu!"tegas Justin,Ketty langsung terdiam.
"Heeh!"Ketty pun berlalu ke kamar nya.
"Sayang ayo kita masuk!"Justin membawa Aisah ke dalam kamar.
Setelah sehat insya.Terlihat Aisah yang melamun saja sembari menyandar di sisi ranjang.
"Ada apa? kamu terlihat murung? apa kamu memikirkan ucapan Ketty tadi ?"
"Bukan!"
"Lalu apa yang membuat mu tidak tenang,dan aku perhatikan kamu gelisah sejak pulang tadi sore!"
"Mas,jika ku katakan sesuatu pada mu,berjanji lah kamu tidak akan marah?"Aisah memegang tangan Justin,langsung saja ekspresi Justin berubah.
"Jangan katakan kalau kamu akan meninggalkan aku,Aisah katakan apa yang kamu mau,aku bisa menuruti nya.Apa yang kurang dan salah dari ku akan ku perbaiki,asal kamu tidak meninggalkan aku!"Justin segera memeluk sang istri dengan erat.Aisah menepuk pelan punggung Justin.
"Mas,bukan itu yang ku maksud!"
"Jadi apa?"Justin memegang ke dua tangan Aisah,dan kini menatap lekat ke arah netra wanita yang duduk di depan nya.
Aisah langsung menceritakan perihal Ketty yang berpura-pura hamil,dan sampai hamil benaran.Lalu,Ketty juga memberitahu Justin soal makanan yang menyebabkan Oma sakit.
Bahkan Aisah,menceritakan kepada Justin pria misterius yang bersama dengan Ketty tadi sore di mall.Dan soal kalung yang di pakai oleh Ketty,semua pernyataan Aisah membuat Justin terkejut dan membulatkan mata nya.
Bagaimana tidak,Ketty telah membohongi seluruh keluarga Arlando.
"Mas,berjanji lah,kamu tidak akan marah!"
"Bagaimana bisa sayang,ini sudah keterlaluan,Ketty membohongi kita semua,terutama Oma.Dan dia mengkhianati Cakra suaminya,apalagi anak yang di kandung Ketty bukan anak Cakra!"teriak Justin dengan lantang,yang berdiri di depan nya.
Karena sudah tidak tahan keluarga nya di bohongi Ketty,Justin pun segera keluar kamar dan melapor hal itu kepada Causalia,dan Justin berniat untuk mengakhiri kebohongan itu malam ini juga.
"Mas,dengar 'kan aku dulu,kita bisa menyelesaikan ini secara baik-baik,jangan emosi,ingat saat ini dia sedang hamil,bagaimana kalau kandungan nya bermasalah "ujar Aisah,yang kini mulai menenangkan sang suami.
"Tidak bisa,aku harus menyelesaikan malam ini juga!"
Justin segera keluar kamar,dan Aisah mengikuti nya dari belakang,Aisah tahu betul kalau Justin sudah marah,dia tidak akan menerima toleransi apapun.
__ADS_1