Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Makan siang


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Aisah mengantar Justin dan Al ke teras yang sudah siap dan rapi. Ke dua nya terlihat begitu bersemangat.


"Hati-hati mas"


"Iya sayang" Justin mencium kening Aisah, begitu juga Aisah mencium punggung tangan Justin, hal itu juga di lakukan Al kepada Aisah.


Setelah mereka pergi, Aisah kembali masuk ke dalam rumah, dan mendapati Bi Raya yang sedang memasak di dapur untuk siang nanti.


"Bi sedang apa?"


"Masak nasi kuning Nyonya, kata nya tadi Nyonya mau antar makan siang Tuan" ujar Bi Raya.


"Oh, iya benar. Nanti masukin ke kotak makan langsung ya Bi, sekalian di kasih udang, Tuan suka ada udang!"


"Baik "


Sembari menunggu Raya memasak, Aisah juga ikut membantu, agar cepat selesai, ia memasak ayam kecap serta udang goreng.


Mengingat Al akan ikut, Aisah menggoreng sosis dan sedikit nugget untuk anaknya.


Setengah jam berlalu, setelah berperang dengan alat masak, Aisah pergi ke kamar untuk membersihkan diri, karena dia harus menjemput Al lebih dulu, sebelum ke kantor Justin.


Tak lama kemudian Aisah kembali dengan pakaian rapi, serta tas kecil di tangan nya.


"Nyonya mau berangkat sekarang?"


"Iya"


"Tunggu disini, saya ambilkan paperbag nya"


"Baik lah!"


Aisah berjalan ke arah ruang tamu, dimana ia meletakkan ponsel nya tadi, lalu segera memasukan benda pipih itu ke dalam tas nya.


Setelah Raya memberikan paperbag itu kepada Aisah, ia pun pergi untuk menjemput Al di sekolah nya.


Jalan lumanyan macet, sehingga Aisah sedikit telat tiba di sekolah Al, melihat anak nya sudah menunggu begitu lama, ia pun bergegas menghampiri Al.


"Sayang, maafkan mami ya, tadi jalanan sedikit macet"


"Iya Mi, Al enggak apa-apa, jadi kita ke tempat Papi?"


"Jadi, ayo!"


Setelah berpamitan kepada guru yang menemani Al tadi, Aisah dan Al pun pergi dari tempat itu, menuju kantor Justin, dimana saat ini Justin sedang sibuk mempersiapkan sebuah proyek baru, tidak ada Jos yang membantu nya.


Tiba di kantor Justin, Al dan Aisah segera turun dari mobil, tidak lupa paperbag juga ikut di bawa oleh Aisah.


"Selamat siang Nyonya" sapa seorang penjaga yang berjaga di pintu lobi. Aisah hanya mengangguk sembari tersenyum.


"Selamat siang Nyonya" sapa orang lain, saat melihat Aisah dengan Al, baru saja tiba di lobi.


Justin sedang membereskan banyak berkas di atas meja nya, bahkan ia terlihat sangat lelah. Justin sedikit melonggarkan dasi nya, lalu membuka jas, meletakkan nya di sisi kursi.

__ADS_1


Ceklek !


"Papi..." teriak Al yang berlari ke arah Justin, raut wajah Justin yang kusut langsung berubah menjadi lebih baik, dan sedikit tersenyum.


"Mas, ayo makan dulu, mumpung masih hangat" ujar Aisah, meletakkan paperbag tersebut di atas meja sofa di dalam ruangan Justin.


Justin langsung berdiri, dengan menggendong Al membawa nya bersama. Justin meletakan Al di atas sofa, Aisah membuka kotak makan, dan meletakkan nya di depan Justin.


"Wah ada sosis, aku mau Mi" seru Al, saat melihat sosis di kotak makan Justin, Aisah langsung memberikan nya untuk Al.


"Mau makan sayang?" tanya Aisah, Al menggelengkan kepala mulut sudah penuh terisi dengan sosis.


"Mami besok wali murid di suruh hadir ke sekolah, karena ada rapat!"


"Rapat, rapat apa?" tanya Aisah, karena wali kelas Al belum menghubungi nya, jadi Aisah belum tahu.


"Sayang kamu tidak tahu? bukan kah kamu punya nomer wali kelas Al?"


"Iya mas, tapi mereka tidak menghubungi ku!" ujar Aisah, lalu duduk di samping Al, menyuapi anaknya makan, agar mau makan sedikit.


"Jam berapa besok Mami harus ke sekolah?"


"Kita pergi sama Mami, ajak Papi juga"


"Papi besok ada meeting sayang" sahut Justin, yang sedang menikmati makan yang ada di tangan nya.


"Tapi pulang nya pasti lama mas, entar nyusul aja, kalau jam istirahat mas"


"Aku ushakan ya sayang, soal nya Jos masih cuti"


Begitu lah keluarga kecil ini menikmati hari-hari mereka, dan Aisah sudah memutuskan untuk tidak memikirkan masa lalu yang datang dan sempat mengusik nya kembali.


...****...


Ke esokan pagi nya, Justin sudah pergi lebih dulu, hari ini Aisah yang mengantar Al ke sekolah karena hari ini ada rapat pertemuan wali murid di sekolah Al.


"Mami, kenapa kita tidak berangkat bersama Papi?"


"Karena Papi sudah berangkat lebih dulu, ayo sayang"


Al pun segera turun dari sofa dan mengikuti Aisah, menuju pintu, tidak lupa bekal untuk Al Aisah sudah siapkan.


Terlihat Al yang sangat bahagia, pagi ini di antar oleh Aisah meskipun dengan alasan rapat di sekolah.


Begitu tiba di sekolah, terlihat semua wali murid sudah tiba, Aisah dan Al segera turun dari mobil, dan berjalan ke arah ruangan yang di gunakan untuk rapat.


"Untuk wali murid, silahkan masuk ke dalam ruangan ini, rapat akan kita mulai sekitar lima menit lagi" pemberitahuan dari seorang guru di dalam ruangan.


"Mami, Al akan masuk ke kelas"


"Iya sayang, semangat belajar nya ya sayang"


"Baik Mi" setelah mencium punggung tangan Aisah, Al segera pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Aisah dan orang tua lain nya segera masuk ke dalam ruangan yang telah di tentukan oleh pihak sekolah untuk rapat.


Rapat berjalan dengan sangat lancar, ada banyak hal yang di bahas oleh mereka, mereka juga membahas acara wisuda yang akan berlangsung beberapa bulan lagi.


Hampir dua jam berada di tempat itu, akhirnya rapat pun selesai, setelah semua orang keluar dari ruangan tersebut. Aisah pergi untuk menemui anak nya, karena ia tahu sebentar lagi Al juga akan pulang, Aisah menunggu nya sebentar.


"Mami..." teriak Al dengan keras, saat melihat Aisah menunggu nya di bawah pohon, dan ada murid lain yang baru keluar dari kelas juga.


"Mami, guru bilang besok libur"


"Iya sayang, libur dua hari "


Aisah mengambil tas yang ada di pundak anak nya, lalu mengajak Al untuk pulang.


Ceklek !


"Ayo masuk sayang" Aisah membuka pintu untuk Al, dan anak itu langsung masuk dengan patuh.


"Aisah!" seseorang memanggil nama Aisah, dan itu membuat Aisah terkejut, lalu menoleh.


"Yudha?" gumam Aisah, sembari mata ikut melotot.


"Akhirnya aku menemukan juga dimana sekolah anak mu" seru pria itu mendekat ke arah Aisah. Namun, Aisah segera pergi dan ingin masuk ke dalam mobil.


"Apa yang kamu lakukan, lepas!" titah Aisah, saat tangan nya di pegang oleh Yudha, namun terlihat Yudha tidak menggubris ucapan Aisah. Yudha semakin mempererat genggaman nya, sehingga membuat Aisah sedikit meringis kesakitan.


"Yud, lepas!" ucap Aisah, sedikit berteriak, membuat pria itu menyeringai.


Dugh!


"Aah"


Dugh ! Dugh !


Justin memukul Yudha, membuat Aisah terkejut, lalu berdiri di sisi mobil nya.


"Sialan, siapa kau, Haah?" teriak Yudha, yang kini berdiri dan berbalik ingin menyerang Justin, namun pria ini secepat kilat menghindar.


"Aku suami nya"


Dugh!


Dugh!


Jawaban Justin membuat Yudha terperangah, pasal nya Yudha belum mengenal suami dari Aisah, namun ia tahu jika wanita ini telah menikah, Yudha pikir Aisah menikah dengan Pak menteri.


"Mas, cukup. Kamu bisa membunuh nya" ujar Aisah, menarik lengan Justin yang ingin menghajar Yudha kesekian lalu. Mendengar ucapan Aisah, Justin berhenti lalu menatap Aisah dengan lekat, wanita ini menunduk ketakutan. Karena ia tahu, jika Justin sudah marah, maka Justin akan sulit untuk di tenangkan.


"Kita pulang" Justin menarik lengan Aisah, dan membawa nya masuk ke dalam mobil. Namun, terlihat Yudha yang belum menyerah begitu saja.


"Kamu pikir kamu bisa membahagiakan Aisah, kamu hanya orang baru, aku sudah mengenal nya selama sepuluh tahun, dan kamu pasti paham apa maksud yang ku katakan, rasa cinta di antara kami tidak akan hilang meskipun ada orang baru" teriak Yudha, Justin yang saat ini ingin masuk ke mobil, berhenti karena mendengar ucapan Yudha, membuat Justin ingin menghajarnya sekali lagi.


"Apa yang kau katakan!" teriak Justin tidak kalah lantang, dan pada saat yang bersamaan, semua orang telah berkumpul di tempat itu, melihat ke arah mereka berdua.

__ADS_1


"Mami, kenapa Papi berantem, apa yang terjadi?" tanya Al, sedikit takut, Aisah langsung memeluk anak nya dan menenangkan Al.


Melihat semua orang sudah berkumpul disana, Justin segera masuk ke mobil dan memutarkan arah mobil, saat ini Justin pulang dengan mobil Aisah, karena ia tadi pergi dengan menggunakan taxi.


__ADS_2