
Setelah selesai mengkremasi jenazah Causalia, Justin kembali ke mansion, saat ini sudah ada Martin dan anaknya disana.
Baru saja Justin duduk mereka sudah ingin membahas harta peninggalan Causalia.
"Jadi, Justin, bagaimana dengan pembagian harta milik Arlando?"
Tanpa menjawab, namun ekspresi Justin sudah mewakili sekali apa jawaban dari dia untuk Martin dan Cakra.
"Pembagian Harta?" ulang Justin, namun Martin dan Cakra saling pandang satu sama lain.
"Justin, apa salah nya kau memberikan hak Papa untuk nya sekarang, bukan kah kau tidak akan miskin?"
"Aku senang jika kau berpikir jauh dari itu, namun akhirnya aku sadar yang kalian kejar hanya harta, dan Kamu rela membunuh ibu mu hanya untuk harta yang tak seberapa ini" pungkas Justin, Cakra terkejut, pasal nya ia tidak terlibat dalam hal itu.
"Apa yang kau maksud?" Martin langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Jos!"
Pria itu langsung memperlihatkan hasil cctv yang tersembunyi di dalam mansion, dan benar saja, pelaku nya Martin dan di bantu oleh dua orang pelayan.
"Dua orang pelayan telah mengaku nya, dan mereka saat ini ada di kantor polisi, tinggal anda, apa Anda mau jujur atau tidak " tanya Justin, masih dalam posisi yang tenang.
"Aku tidak melakukan itu, mereka pasti menjebak dan memfitnah ku!" Martin ingin pergi, namun pihak yang berwajib telah tiba di sana dan meringkus Martin.
"Papa, aku tidak menyangka Papa dapat melakukan hal keji seperti ini" Cakra terlihat kecewa kepada Martin, namun pria itu tidak bisa berbuat apapun untuk membebaskan Martin, karena semua keputusan ada pada Justin.
Meskipun Martin memberontak dan memohon kepada Justin, Pria ini tidak akan mentoleransi nya, jika tidak memikirkan istri nya yang sedang hamil, mungkin ia memilih untuk menghukum Martin dengan tangan nya sendiri.
Setelah Martin di bawa oleh pihak kepolisian, kini hanya tinggal Cakra dan Justin di ruang tamu, terlihat Cakra yang sangat lesu akan kejadian itu.
"Aku minta maaf, Aku tidak menyangka demi harta Papa bisa melakukan hal keji itu" ungkap Cakra,
"Aku juga tidak menyangka Paman bisa melakukan hal itu" tukas Justin,
"Tuan, ini dokumen yang anda minta" Jos membawakan beberapa dokumen kepada Justin, terlihat banyak nya tumpukan dokumen di tangan Jos.
"Letakkan di atas meja"
Jos pun meletakkan semua nya di atas meja. Dan membiarkan Justin memeriksa nya.
"Untuk apa ini semua?" Cakra dapat melihat jika itu dokumen harta milik keluarga Arlando.
"Aku akan menyerahkan semua tanggung jawab ini untuk mu, aku akan memulai bisnis baru di Indonesia, karena aku memilih untuk tinggal disana!" pungkas Justin, tentu saja keputusan Justin membuat Cakra terkejut.
"Bagaimana bisa, aku tidak akan mampu !" Cakra menolak nya,
"Kamu harus bisa, karena sudah waktu nya kamu yang harus mengelola tempat ini, aku seharusnya tidak berhak atas harta keluarga Arlando, semenjak aku keluar dari rumah ini"
__ADS_1
"Apa kamu sudah yakin? apa kamu sudah mempersiapkan bisnis baru mu disana?"
"Sudah, aku sudah memikirkan nya, bisnis kecil-kecilan juga tidak apa-apa"
"Bisnis apa yang ingin kamu bangun disana, mungkin aku bisa membantu nya"
"Aku akan membuka dealer mobil, meski tidak sebesar yang ada disini, setidak nya aku bisa memulai nya dari nol" ujar Justin,
"Bukan kah, aku bisa membantu mu dari sana, jadikan aku salah satu klien bisnis mu, kita adalah keluarga jangan saling melepaskan atau meninggalkan, meskipun kita sudah berbeda, namun kita tetap Keluarga, kita bisa sukses jika kita saling membantu " Cakra mengulurkan tangan nya kepada Justin, tanpa ragu Justin menerima dan mereka berjabat tangan.
"Jos, kamu boleh ikut aku atau Cakra" tukas Justin,
"Biar 'kan aku ikut dengan mu Tuan, aku akan membantu mu membangun bisnis baru, kalau Tuan Cakra pasti tidak kekurangan Karyawan disini"
"Baiklah!"
Mereka bertiga pun bertanda tangan di dokumen serah terima dan pengalihan hak waris atas keluarga Arlando.
Meskipun Justin sudah lama memimpin Arlando, namun ia tidak keberatan untuk melepaskan nya.
Justin percaya jika Cakra mampu mengelola dan menjaga harta milik keluarga Arlando. Setelah mengurus semua dokumen, dan menyuruh Cakra untuk mengurus semua yang berkaitan dengan Causalia. Karena bagaimana pun kini tanggung jawab itu, telah menjadi milik Cakra.
Justin meminta Jos untuk memesan tiket dari hari ini, karena mereka akan kembali besok malam ke Indonesia.
"Apa ini tidak terlalu cepat?" tanya Cakra.
"Kalau begitu, kembali lah semua masalah disini serahkan kepada ku, aku bisa mengurus nya"
"Terimakasih banyak" Justin, memeluk Cakra, sebagai salam perpisahan.
Jos mengumpulkan semua dokumen, lalu menyerahkan semua dokumen tersebut kepada Cakra, pria itu dengan senang menerimanya, dan tidak lupa Cakra meminta Jos untuk memotret foto Justin dan Cakra.
Tiga hari berlalu. . .
Kini Justin sudah tiba di Indonesia lagi, tanpa beristirahat, tempat pertama yang di tuju Justin adalah tempat Aisah, saat ini Aisah masih berada di rumah sakit.
"Assalamualaikum" ucap Justin,
"Waalaikumslam, Mas" seru Aisah, sedikit berteriak saat mengetahui jika Justin telah kembali ke sisi nya.
Nayra yang sedang menemani Aisah, langsung berdiri dari tempat duduk nya begitu tahu Justin sudah kembali.
Justin langsung memeluk Aisah yang sedang duduk di atas ranjang pasien. Nayra sangat bahagia melihat senyuman di raut wajah Aisah.
"Akhirnya kamu tersenyum lagi!" ucap Nayra, Justin langsung menatap Aisah dengan lekat.
"Apa yang terjadi?" tanya Justin,
__ADS_1
"Beberapa hari ini Aisah, terlihat murung, katanya rindu akan Tuan, juga katanya kesepian, padahal Aku, dan Kak Maryam serta Gus Azmi, tidak pernah jauh dari nya, tapi orang yang di inginkan Aisah, hanya Tuan, mau gimana lagi" gerutu Nayra, Jos terus memperhatikan wanita ini yang sedang berbicara.
"Sekarang aku sudah disini, bagaimana keadaan mu? kapan dokter memperbolehkan kamu untuk pulang?"
"Kata dokter tiga hari lagi, sudah boleh pulang. Jos, bisakah Kamu mengantar Nayra untuk pulang, dia sudah disini sejak tadi pagi, biarkan Nayra pulang dan istirahat sebentar"
"Tentu bisa Nyonya" Jos langsung mengiyakan terlihat ekspresi wajah bahagia dari dua orang tersebut, Nayra dan Jos sama- sama ada rasa hanya saja malu untuk mengatakan nya.
"Kami pamit pulang dulu"
"Hati - hati"
"Iya"
Jos dan Nayra segera pergi meninggalkan ruangan Aisah. Setelah itu, Justin membantu Aisah untuk makan siang, dan menyuapi sang istri untuk makan, setelah itu baru ia memberikan obat.
...***...
Setelah hampir satu Minggu di rumah sakit, dan akhirnya Aisah sudah bisa pulang, Aisah melarang Maryam dan Azmi untuk menjemputnya, karena ia akan pulang dengan Justin dan juga Nayra serta Jos.
"Mas, ini mobil kita?" tanya Aisah, saat melihat mobil baru yang di belikan sang istri, sebelumya Justin sudah menceritakan soal doa pindah ke Indonesia sama Aisah, dan memulai bisnis mereka dari awal lagi.
"Ini hadiah untuk kamu sayang, untuk menyambut sekecil" ungkap Justin, mencium punggung tangan Aisah, lalu Justin memeluk nya sekilas.
Setelah itu, mereka semua langsung masuk ke dalam mobil Alphard, mobil baru Justin, yang akan ia gunakan selama tinggal di Indonesia.
Di dalam sangat nyaman, dan membuat Aisah begitu rileks, Justin dan Aisah duduk di belakang, sementara Jos dan Nayra ada di depan.
"Mas, sebelum pulang boleh enggak mampir di toko kue dulu, aku ingin brownies" ujar Aisah, dengan bibir yang berasa ngiler saat mendengar nama makanan.
"Tentu boleh, apa sih yang enggak" Justin mengusap lembut perut rata Aisah.
Begitu melihat toko kue yang lumanyan besar, Aisah langsung turun dengan di temani Justin.
"Ayo Nay, kamu juga harus berbelanja, anggap saja sebagai tanda terimakasih ku selama ini kamu sudah merawat ku"
"Terimakasih, tapi aku tidak butuh apapun Aisah, aku tunggu disini saja" Nayra, tetap menolak nya, dia tidak pantas menerima semua kebaikan Aisah, setelah apa yang di lakukan Aisah kepada nya, Aisah sudah banyak membantu Nayra.
"Aku juga tunggu disini saja Tuan" sambung Jos.
"Baik lah, Kami pergi berbelanja dulu"
Nayra dan Jos mengangguk secara bersama, Justin dan Aisah segera berbelanja roti dan bolu yang ingin di beli oleh Aisah.
Di luar toko, di tempat parkir, Nayra dan Jos terlihat semakin dekat, kali ini mereka mengobrol lebih banyak dari sebelum nya.
Jos, juga minta nomer ponsel Nayra, untuk menjadi teman wa nya, karena Jos akan menggunakan ponsel baru selama di Indonesia.
__ADS_1