
Hari ini Azmi mendapat undangan untuk acara pembukaan santunan anak yatim,yang ada di dekat pesantren nya.
"Loh Gus,udah siap?"Aisah baru saja keluar dari kamar nya.Melihat sang kakak dengan pakaian rapi nya.
"Gus akan pergi,titip pesantren ya dik,hanya beberapa jam saja.Temani Kak ipar untuk mengajarkan anak-anak"
"Iya Gus"
Azmi pun pergi meninggalkan ruangan tersebut,menuju mobil nya.Dari teras rumah,Aisah memperhatikan Azmi yang masuk ke dalam mobil.
"Apa yang kami liat?"
Suara itu membuat Aisah terkejut,lalu ia pun menoleh.
"Kak ipar"
Maryam tersenyum.Lalu,mendekat ke arah Aisah."Mari pergi,anak-anak sudah menunggu"
"Iya"Aisah pun mengikuti Maryam dari belakang.
Mesjid Besar Al-Hadi Banyuwangi . . .
Azmi sudah memarkirkan mobil nya di tempat parkir yang telah di sediakan.Terlihat banyak tamu yang telah tiba di sana.
"Assalamualaikum"ucap Zaki,yang baru tiba disana,bersama dengan keluarga nya.
"Waalaikumsalam.Ustaz Zaki ya?"tanya Azmi,ustaz Zaki adalah orang yang di kenal Azmi di kairo-mesir beberapa tahun lalu.
"Benar,sedang bertemu dengan Anda disini Gus" mereka berdua pun bersalaman,serta Azmi bersalaman dengan ke dua orang tua Zaki,yang menjadi tamu istimewa di acara itu.
Mereka pun masuk ke dalam masjid,di mana acara itu di selenggarakan.
Tak lama,datang sebuah mobil,dan langsung perparkiran di tempat parkir.Gus Zayn,datang ke tempat itu,karena ia sendiri mendapatkan undangan peresmian acara tersebut.
Sebuah mobil mewah,juga ikut masuk ke dalam pekarangan itu,dan langsung berhenti di tempat parkir.
Ceklek !
Satria membuka pintu untuk Azizah.Wanita itu segera turun,dan ia mengambil tas milik nya.
"Assalamualaikum"ucap Zayn,saat melihat Azizah dan Satria.
__ADS_1
"Waalaikumsalam"jawab ke dua nya bersamaan,lalu melihat Zayn,yang berdiri di depan mereka.
"Gus Zayn?"Azizah tersenyum melihat pria itu,yang datang menyapa.
"Bagaimana kabar Ning Gus?"tanya Azizah.
"Alhamdulillah baik.Senang bertemu kalian di acara ini"
"Kami juga senang bertemu dengan Anda"Satria merangkul pinggang Azizah,entah kenapa ia merasa cemburu dengan Zayn.
Melihat sikap Satria yang begitu posesif terhadap Azizah,membuat Zayn tersenyum.
"Mari masuk"ajak Zayn,kemudian tidak ingin suasana menjadi canggung.
* * *
Beberapa jam telah berlalu,acara pun berjalan dengan lancar.
"Assalamualaikum ustaz"sapa Azmi,
"Waalaikumsalam"ustaz yang di sapa oleh Azmi adalah seseorang yang bertanggung jawab di acara amal itu.
"Terimakasih ustaz,Anda sudah banyak membantu pesantren kami"
"Jangan sungkan,Abah mu adalah teman dekat saya"ustaz Zakaria memegang bahu Azmi,lalu menuntun pria itu untuk bertemu dengan seseorang di sebelah mimbar.
Terlihat dari jauh,banyak orang yang sedang berbicara dengan pria yang ingin di kenalkan oleh ustaz Zakaria kepada Azmi.
"Assalamualaikum ustaz"sapa Zayn dan Satria secara bersamaan.Tidak terlihat ada nya Azizah disana,karena Satria menyuruh sang istri untuk menunggu nya di mobil.
"Waalaikumsalam"jawab ustaz Zakaria dan Azmi secara bersamaan.Mereka pun berkenalan dan bersalaman.
"Ini Satria,salah satu donatur di acara amal hari ini"tukas Zayn,
"Terimakasih nak Satria,semoga melipat ganda 'kan rejeki anda"
"Amiin"
Ustaz Zakaria pun melangkah mendekat,dan orang-orang pun memberikan jalan untuk ustaz Zakaria.
"Tuan,ustaz Zakaria ada disini"bisik Jos sang asisten kepada Justin.
__ADS_1
"Assalamualaikum Nak Justin"panggil Ustaz Zakaria,pria yang lebih tua dengan Justin sekitar dua puluh tahun.
"Waalaikumsalam"jawab Justin,
"Gus Azmi kemari lah"Azmi pun melangkah mendekat,namun pandangan di depan nya membuat ia terkejut.
Justin tersenyum melihat Azmi yang menghampiri nya.Namun,sebalik nya dengan Azmi yang masih tak percaya jika orang yang di bicara 'kan oleh Ustaz Zakaria adalah Justin.Orang yang pernah datang ke pesantren untuk melamar adik nya.
"Ini Gus Azmi,pemilik pesantren tempat dimana Anda menyumbang dana.Dan Gus Azmi,ini Nak Justin,dia adalah murid saya di Thailand tiga bulan yang lalu,orang yang pernah saya cerita kepada Anda .Nak Justin mendapat hidayah melalui seseorang,saya yakin Allah telah mengirim orang itu sebagai perantara nya"ungkap sang ustaz yang kagum akan pilihan Justin,untuk memeluk agama Islam.
"Eem,Gus Azmi"Azmi mengulurkan tangan nya,Justin menyambut nya dengan hangat,tidak ada dendam dalam diri nya.
"Kebetulan kita bertemu disini Tuan Satria"sapa Justin,saat melihat Satria dan Zayn juga ada di antara ustaz Zakaria.
"Saya juga salah satu donatur di acara amal ini.Tidak heran,kalau anda salah satu orang yang menjadi donatur paling banyak disini.Karena anda memang orang baik,apalagi saat menolong saya waktu kecelakaan pesawat beberapa bulan yang lalu,saya sangat berterimakasih akan hal itu"pungkas Satria.
Azmi tercengang mendengar setiap orang yang memuji akan kebaikan Justin.Dan Azmi juga baru tahu,kalau Justin telah menjadi mualaf tiga bulan yang lalu.
Ustaz Zakaria pun berbincang dengan Justin dan juga Azmi,tentang apa yang ingin Justin bangun di pesantren Azmi.Justin memiliki banyak harapan untuk pesantren itu,apalagi Justin meminta kepada Azmi untuk memperdulikan beberapa anak yatim-piatu yang mungkin banyak yang terlantar di jalan.
"Saya berpendapat dengan Anda,saran nak Justin,akan di terima dengan baik oleh Gus Azmi.Karena pesantren Gus Azmi salah satu pesantren yang peduli terhadap anak-anak jalanan yang tidak memiliki tempat tinggal"
"Terimakasih sebelumnya kepada Anda,yang sudah mengulurkan tangan anda terhadap pesantren kami"
Justin kembali tersenyum saat mendengar ucapan Azmi.
"Jadi,Gus kapan kami bisa berkunjung ke pesantren ?"tanya ustaz Zakaria.
"Eeemm,ustaz bisa kah saya berbicara dengan anda lebih dulu?"
"Tentu bisa"
Ustaz Zakaria pun berpamitan dengan Justin,lalu ia pergi dengan Azmi beberapa langkah sedikit menjauh dari mereka.
"Apa yang ingin anda bicarakan? apa ada hal penting yang mungkin tidak ingin orang lain tau Gus?"
"Begini ustaz. . ."
Azmi pun menceritakan problem sebelum nya antara dia dan Justin.Azmi tidak ingin Justin dan dia memiliki kesalahpahaman,jadi Azmi meminta ustaz Zakaria untuk menjelaskan semua nya kepada Justin,lebih dulu sebelum mereka akan berkunjung ke pesantren.
Saran Azmi pun di terima dengan baik oleh ustaz Zakaria.Dan sebisa nya ustaz Zakaria akan membantu Azmi dalam hal itu.Dan menghilangkan rasa ke khawatiran yang ada dalam diri Azmi terhadap Justin.
__ADS_1