
Ceklek !
Seseorang yang berdiri di depan pintu tentu saja membuat Aisah terkejut.Pria yang telah berbicara dengan nya tadi pagi,bahkan berpamitan untuk bertugas,tapi malam ini malah berdiri tepat di depan nya.
"Kenapa kamu menolak lamaran ku? apa yang kurang dari ku? berapa mahar yang kamu ingin 'kan?"Justin mencengkram pergelangan tangan Aisah dengan kuat membuat Aisah meringis kesakitan.
"Tuan,anda menyakiti saya,tolong lepaskan tangan saya!"titah Aisah,Justin tidak menggubris nya.
"Tu-Tuan Justin,tolong lepaskan tangan nona ini,Anda sudah menyakiti nya!"Jos berusaha untuk membujuk Justin.Jos tahu,tidak mudah membujuk Justin,apalagi dengan keadaan yang tengah di landa emosi.
Kriing...Kriing...
Ponsel Jos berdering,seseorang menghubungi nya,tentu saja itu dari kolega bisnis yang ada di Jepang.
"Hallo,Tuan Namora?"
"Jos,kamu tahu,Tuan Justin telah meninggalkan rapat penting,dia kembali ke Thailand dalam keadaan kami sedang rapat.Sungguh membuat saya kecewa!"tukas Namora,salah satu kolega bisnis paling menguntungkan untuk keluarga Arlando.Ke dua perusahaan ini sudah bekerja sama begitu lama,sehingga perusahaan milik Justin sangat menghargai Tuan Namora.
"Tuan,maafkan saya.Anda tahu,tidak ada satu orang pun yang bisa menentang keputusan Tuan Justin.Saya meminta maaf sebesar-besarnya,atas nama Tuan Justin!"setelah mendengar itu Namora memutuskan panggilan nya dengan Jos.
"Heeemm hufff!"Jos menepis keringat dingin yang mulai membasahi jidat nya,lalu ia kembali melirik ke arah dua orang yang terus berdebat tanpa henti.
"Tuan,antara kita berdua tidak ada masalah apapun,tolong jangan memaksa saya!"regas Aisah,berusaha melepaskan lengan nya.
"Aku tidak menganggu mu,tidak bermaksud untuk bermain-main dengan mu,lamaran ku adalah murni dari ketulusan ku,aku ingin menikahi mu!"pungkas Justin,kali ini berbicara lebih lembut dengan Aisah.
"Maaf,aku terlalu kasar padamu!"lanjut Justin yang melepaskan tangan Aisah.
"Tunggu!"Justin kembali menghentikan Aisah,disaat wanita itu hendak masuk ke dalam rumah.
"Boleh kah aku mengenal mu lebih dekat,bukan sekedar teman atau sahabat,tapi aku ingin mengenal mu jauh dari apa yang sudah ke kenal sebelumnya.Jujur,aku ingin mengenal mu lebih!"pungkas Justin,meskipun Justin tidak dapat sepenuh nya mengontrol emosi nya.Aisah dapat mengerti jika Justin bukan pria jahat.Hanya saja sikap Justin berbeda dengan pria pada umum nya.Apalagi Justin,yang terbiasa hidup dalam kemewahan,dan segala keinginan nya terpenuhi.
"Silahkan,tidak ada larangan bagi kita manusia untuk mengenal individu lain nya,apalagi seorang manusia.Bahkan kita hidup dikelilingi oleh banyak makhluk hidup!"
__ADS_1
"Terimakasih !"Justin mengulurkan tangan nya,
"Sama-sama"Aisah,menangkup ke dua tangan nya,menghargai Justin yang mulai berbicara lembut kepada nya.
"Aisah!"panggil Nayra yang ikut menyusul wanita ini ke pintu depan.
"Oh,Tuan Justin,selamat malam"sapa Nayra dengan ramah,sembari menundukkan kepala nya.
"Malam!"sahut Justin,dengan datar,pandangan nya tidak dapat berpindah ke arah lain,selain hanya fokus melihat ke arah Aisah.
"Aisah,aku sudah berhasil membeli tiket untuk kepulangan kita,dan itu jatuh pada malam Minggu!"
"Pulang?"ulang Justin,dengan raut wajah yang kaget,mendengar ucapan Nayra.
"Benar Tuan,kami akan kembali ke Indonesia,dan hari ini Kami sudah selesai membeli beberapa oleh-oleh untuk saudara kami di Indonesia!"pungkas Nayra panjang lebar.
Jos kini menyusul Justin,namun ia tidak berani mengatakan apapun yang dikatakan Namora kepada Justin,Jos memilih untuk diam saja.
"Anda akan pulang malam Minggu,ijinkan untuk saya membawa anda berdua untuk keliling Thai besok,sebagai bentuk rasa terimakasih saya kepada anda,yang telah membantu menyelesaikan pekerjaan amal dengan begitu lancar!"ungkap Justin,
"Sudah terima saja,lagian Tuan Justin sudah bersikap baik kepada kita,dan juga kepada Chai dan Akara!"bisik Nayra.
"Tapi Nay.."
"Tidak ada tapi-tapi.Tuan,kami setuju untuk ikut Anda pergi besok,anda bisa menjemput kami di jam 08:20 pagi"
"Baiklah kalau begitu keputusan kalian,sampai bertemu besok pagi,saya pamit !"
"Baik Tuan!"
Justin dan Jos segera pergi meninggalkan kontrakan itu.
Di dalam mobil,terlihat Jos yang terus memperhatikan raut wajah Justin yang khawatir dan bingung.
__ADS_1
"Tuan,apa ada yang sedang anda pikirkan,katakan pada ku,maka aku akan membereskan nya untuk Anda!"Jos melirik.
"Apa kamu bisa membuat Aisah menerima lamaran ku?"
Pernyataan Justin membuat Jos membulatkan matanya.Jos akan berpikir keras dengan apa yang di katakan Justin,sebagai asisten pribadi Justin tentu saja Jos bukan apa-apa bagi Aisah.
"Tuan,Nona Aisah bisa menolak anda,apalagi saya yang hanya seorang asisten!"ujar Jos kemudian.
"Menolak? apa kamu juga melamar nya?"Justin memincing 'kan matanya.
"Bu-bukan Tuan,menurut pengalaman saya mengikuti Tuan,belum ada wanita yang pernah menolak Tuan,mendengar nama Tuan saja,mereka sudah mengejar anda dari jauh.Tuan,apa Nona Aisah begitu istimewa bagi Anda,sehingga Anda begitu menginginkan pernikahan antara Tuan dan Nona Aisah harus tetap terjadi? maaf kalau saya lancang!"
Justin tidak langsung menjawab,namun ia terus mencerna ucapan Jos.
"Istimewa? dari segi apapun ia tentu istimewa,dari cara dia berbicara,tatapan nya,senyuman nya dan juga sikap lembut nya,yang jelas dia penyayang dan juga tahu cara memperlakukan orang lain dengan baik!"ungkap Justin,
"Tapi Tuan,Aku tidak pernah melihat Nona Aisah memperlakukan Anda seperti yang anda katakan?"
"Benar.Tapi,dia akan bersikap lembut kepada Anak-anak dan orang tua,hanya kepada laki-laki dia akan bersikap cuek dan datar,mungkin itu dalam bentuk kewaspadaan dia terhadap lawan jenis!"
"Eeemmm, Tuan jadi,apa rencana anda?"
"Kita lihat saja besok,besok adalah kesempatan untuk mendapatkan cinta Nona Aisah!"ujar Justin,
"Tuan,Aku ada di pihak anda,aku mendukung anda.Tapi..."Jos tidak melanjutkan ucapan nya.
"Tapi apa?"
"Tapi,Tuan Namora marah besar tadi di telepon,dia mengatakan sangat menyesal telah bekerjasama dengan kita!"
"Kirim hadiah pulau yang ada di Jepang milik Arlando untuk dia,aku yakin dia akan luluh dan tidak akan marah!"
"Anda yakin? bukan kah pulau itu yang Tuan incar 'kan selama lima tahun yang lalu?"
__ADS_1
"Benar,tapi aku sudah memiliki pengganti nya!"ungkap Justin,dengan wajah yang tersenyum.
"Sangat jarang dapat melihat anda tersenyum"tukas Jos,Justin langsung menatap tajam ke arah Jos,membuat pria itu menelan ludah dan fokus menyetir.