
Waktu yang berlalu tak akan pernah kembali, begitu juga dengan waktu yang sudah di lewat 'kan oleh Aisah dan Justin, yang kini di tengah kebahagian mereka telah hadir buah hati dari rasa sabar yang selama ini di jalani Aisah.
Alfarisi adalah anugerah terindah yang di miliki Aisah dan Justin. Mereka telah kembali ke rumah, dan saat ini sedang berada di dalam kamar. Semenjak Aisah melahirkan, Justin memilih untuk menemani sang istri agar ia bisa selalu melihat keadaan Aisah dari dekat.
"Iya, bagaimana dengan proyek baru yang baru saja kita terima?" Justin sedang berbicara di telepon dengan Jos, yang saat ini ada di perusahan cabang Arlando.
[Aman Tuan, Saya mendapat email kerjasama dari Tuan Arkana, beliau meminta anda untuk datang ke rapat besok pagi pada jam sepuluh]
"Katakan pada nya, aku akan datang besok"
[Baik Tuan]
Justin memutuskan panggilan nya, setelah merasa urusan nya dengan jos telah selesai. Melihat Aisah, yang sedang mencoba menyusui Alfarisi, Justin mendekat.
Baru beberapa hari, sedikit terasa nyeri di bagian ****** Aisah, namun ia berusaha untuk sabar, agar Alfarisi dari menyusui dengan benar, dan sampai kenyang.
Justin untuk menyiapkan pompa asi untuk Aisah, jika sewaktu - waktu di butuh 'kan. Bahkan, obat vitamin untuk pelancar asi juga ada di atas nakas.
"Ada apa? kenapa mas gelisah?"
"Aku menunggu seorang baby sitter, namun kenapa dia belum datang?"
"Mas,memperkerjakan baby sitter?" tanya Aisah, yang tidak pernah tahu rencana sang suami.
"Iya, aku kasian dengan mu yang merawat Alfarisi, apalagi kamu baru saja selesai operasi, biar 'kan Alfarisi di bantu baby sitter, nanti kamu aku yang bantu" ujar Justin, menyentuh kepala Aisah, dan mengusap nya.
Setelah Aisah selesai menyusui, ia dengan sangat hati - hati meletakan kembali Alfarisi di dalam box baby.
"Kamu pasti belum minum obat, nih aku bantu ambil 'kan"
Justin mengambil obat di atas nakas, lalu memberikan itu kepada Aisah. Justin mendapat pesan, jika Arkana dan Mentari ada di depan pintu.
"Mau kemana mas?"
"Mau menjemput Arkana dan istri nya, mereka datang berkunjung"
"Mas, ambilkan hijab ku"
Justin mengambil hijab kurung untuk Aisah kenakan, karena tidak ingin aurat nya di lihat oleh Arkana, padahal Justin tentu tidak menginginkan Arkana untuk masuk, karena bagaimana pun saat ini Aisah tengah sedang bersalin.
Justin langsung keluar menuju pintu utama, dan benar saja mobil Arkana sudah terparkir di depan rumah.
Ceklek !
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap Arkana.
"Waalaikumsalam, masuk"
"Terimakasih Paman"
Mereka langsung masuk, dan mengikuti Justin dari belakang.
"Biar Mentari saat yang masuk, kita cukup mengobrol di sini" tukas Arkana, saat mereka sudah sampai di kamar Justin.
"Baik lah, Mentari langsung masuk saja"
"Baik Paman"
Setelah Mentari masuk ke kamar Aisah, kini Arkana dan Justin kembali ke ruang tamu.
"Tunggu sebentar" Justin meninggalkan Arkana di ruang tamu, ia berjalan ke arah dapur, untuk mengambil beberapa minuman kaleng yang tersedia di kulkas nya.
"Kenapa harus repot - repot?" Arkana melihat Justin yang membawa minuman kaleng di atas nampan.
"Tidak repot, hanya ada minuman siap saji, silahkan di nikmati saja"
"Terimakasih banyak paman"
Justin dan Arkana sama - sama menikmati minuman yang di sediakan Justin. Sembari membahas kerjasama sama yang baru saja mereka bertanda tangan.
...****...
Di tempat lain, ada Nayra yang sedang menghandle semua perkejaan Jos di dealer, sementara Jos ada di perusahaan cabang Arlando, membantu Justin menghandle semua pekerjaan nya.
Nayra begitu cekatan mengurus perkejaan Jos, dan terlihat dia cukup berpengalaman, tidak ada satu pun kesalahan yang di lakukan Nayra, sehingga membuat Jos rugi, hanya saja, hari ini terlihat pemasukan nya cukup bagus.
Jam menunjukkan pukul empat sore, dan sudah waktunya untuk pulang. Nayra langsung membereskan berkas yang ada di atas meja nya, lalu ia berdiri mengambil tas milik nya setelah semua pekerjaan selesai.
Begitu tiba di lobi, Nayra melihat Jos yang menunggu nya, dengan raut wajah yang bahagia, Nayra menghampiri Jos di meja tunggu.
"Mas..." panggil Nayra, Jos langsung berdiri dan tersenyum.
"Kita pulang?"
"Iya mas"
Jos merangkul pinggang Nayra, dan ke duanya keluar dari tempat itu, dan menutup tempat tersebut.
__ADS_1
Setelah memastikan tempat itu aman, mereka berjalan ke arah tempat parkir dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Bagaimana pekerjaan mas hari ini lancar?" tanya Nayra, tangan Jos yang sejak tadi menggenggam tangan Nayra belum terlepas.
"Alhamdulillah, lancar sayang" Jos tersenyum, dan mengusap kepala Nayra dengan lembut.
Mobil Jos, memasuki halaman rumah Justin, terlihat seseorang yang sedang berusaha menekan bel rumah Justin.
Nayra langsung turun, dan menghampiri wanita itu.
"Permisi, cari siapa ya?" tanya Nayra,
"Ah, maaf Bu, apa ini benar alamat Tuan Justin?"
"Benar, apa anda baby sitter yang di pesan Tuan?"
"Benar"
"Tunggu sebentar, ayo masuk"
Nayra membuka pintu tersebut dengan kunci cadangan, Jos dan Baby sitter itu segera melangkah masuk, dan melihat seisi ruangan itu.
"Kalian sudah pulang?" tanya Justin yang baru keluar dari kamar nya.
"Sudah sampai?" lanjut Justin, saat melihat baby sitter tersebut ada di samping Nayra.
"Hallo Tuan, saya Nora. Saya akan bekerja sebagai baby sitter di tempat anda, saya akan mengurus baby anda selama enam bulan, sesuai isi kontrak, saya punya keahlian yang lain, bisa memasak dan membantu membereskan rumah, asal gaji saya di sesuaikan" pungkas Wanita itu dengan sopan dan ramah.
"Tentu saja, dan Nora kamar kamu ada di sana, dan besok kamu sudah boleh bekerja, hari ini kamu bisa istirahat dulu, soal menu yang ingin kita makan, besok aku akan memberikan catatan nya pada mu, dan besok aku akan memesan bahan makanan untuk kamu masak"
"Baik Tuan" Nora menunduk sopan, sebelum ia pergi meninggalkan tempat tersebut, menuju kamar tamu.
Jos memberikan dua buah file untuk Justin periksa, yang baru saja ia baru pulang dari kantor. Begitu juga dengan Nayra, memberikan iPad kepada Justin, di dalam iPad itu sudah ada semua rincian dari penusukkan hari ini.
"Terimakasih banyak, kalian sudah bekerja sangat keras, dan aku janji akan memberikan tiket liburan ke mesir untuk kalian berdua"
"Terimakasih banyak Tuan, tidak perlu sungkan. Tidak ada hadiah pun kami tidak akan keberatan untuk membantu Tuan, kami sangat senang bisa jadi bagian dari keluarga ini" pungkas Jos yang kembali merangkul pinggang Nayra, membuat Justin mengulum senyum nya.
"Yasudah, kembali lah ke kamar, kalian pasti capek, dan butuh istirahat"
"Permisi Tuan"
Nayra dan Jos pun berlalu dari hadapan Justin, sementara Justin kembali ke kamar dan membawa file yang ada di tangan bersama dengan iPad yang di berikan Nayra barusan.
__ADS_1