Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Mengejar Cinta Aisah


__ADS_3

Tepat pada jam yang telah di janjikan oleh Nayra.Justin telah tiba dua puluh menit lebih awal.Jos menunggu mereka berdua di luar mobil,begitu melihat Aisah dan Nayra telah keluar dari kontrakan,Jos pun menyambut mereka dengan ramah.


"Selamat pagi!"sapa Jos,sembari membungkuk sedikit badan nya.


"Pagi!"sahut ke dua wanita itu dengan serentak.


Jos membukakan pintu mobil untuk mereka,namun Aisah dan Nayra langsung saling pandang satu sama lain.


"Aku akan pindah ke depan!"ujar Justin,yang segera turun dari mobil nya dan pindah tempat duduk di sebelah sopir.


Melihat Justin sudah pindah,Aisah dan Nayra segera masuk ke dalam mobil,dan begitu juga dengan Jos.


Beberapa jam kemudian. . .


"Kamu yakin memilih tempat ini?"Justin bertanya kepada Jos,saat pria itu menghentikan mobil nya tepat di depan Terminal 21 pusat pembelanjaan.


"Ini pilihan dari dua Nona ini Tuan!"sembari melirik ke arah Nayra dan Aisah,ke dua wanita itu tersenyum datar.


"Kalau Tuan tidak terbiasa tidak apa-apa,kami bisa pergi sendiri!"ujar Aisah,ingin membuka pintu mobil.


"Baiklah,Aku ikut bersama kalian!"dengan berat hati Justin pun ikut menemani dua wanita itu,tempat itu memang terkenal di thailand.Namun,Justin tidak pernah berkunjung kesini untuk keperluan apapun,kecuali urusan perusahaan nya.


Kota yang ramai dengan hiruk-pikuk para penduduk lokal dan turis yang sedang menikmati terik di kota ini. Bunyi kendaraan tuk-tuk yang lalu-lalang.Pengorengan para penjual jajanan dan segala aktivitas di kota ini.


Dengan total 21 lantai yang bertema dari beberapa-negara di dunia.Hanya dengan mengunjungi Terminal 21 Bangkok,kita serasa keliling dunia. Di Mall ini kita bisa menjelajah ke negara, London, San Francisco, Jepang bahkan Istanbul. Tidak hanya asal tema saja. Barang-barang yang dijual juga bersangkutan dari negeri yang dijadikan tema.Tidak tanggung-tangung, sekuriti yang menjaga di setiap lantai ini juga memakai pakaian sekuriti khas dari negara masing-masing, dan yang tak kalah niat adalah konsep toiletnya juga disamakan dengan negara tema di setiap lantai.


Sungguh tempat ini yang paling ingin di kunjungi oleh Aisah dan Nayra,ke dua nya begitu bahagia,akhirnya tiba di tempat ini.


Justin,memperhatikan senyuman yang terukir indah di netra nya,senyuman sang wanita yang telah mengobrak -abrik hati nya.


"Kenapa milih istanbul,padahal kita bisa melihat negara Paris di lantai lain?"seru Justin,Aisah menoleh,karena Istanbul adalah pilihan nya.


"Karena Turki adalah impian ku setelah Mesir!"ungkap Aisah,lalu berlalu melihat tempat tersebut.Justin,segera mengikuti nya dari belakang,saat melihat Nayra yang tertinggal bersama dengan Jos.


"Nona,saya akan menemani Anda!"tukas Jos,Nayra tersenyum,


"Terimakasih Tuan"

__ADS_1


"Eeemm"mereka berempat pun,pergi untuk melihat-lihat tempat tersebut.


Terlihat dari jauh,Aisah selalu menghindar saat Justin mendekati nya,membuat Justin merasa jengkel dan kesal,hanya saja ia memilih untuk tidak menanggapi wanita itu,karena rasa cinta Justin lebih besar dari rasa kesal nya kepada Aisah.


Aisah mengambil tasbih mutiara yang indah yang terpanjang disana,lalu ia tersenyum,sembari mengambil dua benda itu.


"Kamu menyukai nya?"tanya Justin,


"Eeemm,tasbih ini indah,ini akan menemani ku sepanjang waktu!"ungkap Aisah,menyentuh setiap anak tasbih yang ada di benang tersebut.


"Biar Aku hadiah 'kan untuk mu!"


"Memang nya Tuan tau ini apa?"Justin menggelengkan kepala nya.


"Meskipun aku tidak tahu ini apa,namun benda ini membuat mu bahagia,aku ingin menghadiahkan ini kepada mu.Tolong,jangan menolak nya!"


"Baiklah,terimakasih!"Aisah pun lelah berdebat dengan Justin,mengiyakan adalah jalan ninja bagi nya,untuk membuat pria itu berhenti memaksa nya.


Setelah Aisah dan Nayra,mendapatkan beberapa benda yang menjadi oleh-oleh nya saat pulang ke Indonesia.Mereka pun memilih untuk kembali ke kontrakan.


"Kenapa Kamu selalu menghindar saat aku mendekati mu,padahal saya tidak menyentuh atau menganggu mu?"tanya Justin,yang saat ini berada tepat di belakang Aisah,menaiki eskalator.


"Aisah,kamu tahu,aku mendekati mu bukan karena aku ingin menganggu mu,tapi aku ingin melamar mu,jadilah istri ku!"Aisah tidak menjawab,dan bahkan ia mengabaikan ungkapan hati Justin.


Tiba di depan mall terminal 21,


"Tuan,kami berdua akan pulang dengan taxi saja,seperti nya kami telah banyak merepotkan Anda berdua!"pungkas Aisah,


"Tidak,hari ini saya kosong,tidak ada jadwal apapun di kantor!"


Drrt...Drrt...Drrt...


Ponsel Jos bergetar,tentu saja itu dari perusahaan.


"Tuan,hari ini ada meeting!"bisik Jos,Justin melirik Jos dengan tatapan tidak senang nya.


"Maaf!"Jos pun mundur dua langkah ke belakang Justin.

__ADS_1


"Aisah,bagaimana dengan tawaran saya tadi,saya ingin anda menjadi istri saya!"tegas Justin,tentu membuat Nayra yang ada di situ merasa tak nyaman.


"Aku akan mencarikan taxi!"ujar Nayra,lalu pergi meninggalkan Aisah.


"Bagaimana ?"tanya Justin lagi,ia ingin segera mengetahui jawaban Aisah.


"Tuan,berhenti berharap,besok saya akan kembali ke negara saya,dan kita tidak akan bertemu lagi!"


"Apakah sulit bagi saya untuk mengejar anda kesana?"


Aisah membulatkan mata nya,ia tidak percaya jika Justin benar-benar memaksa nya kali ini.


"Anda hanya penasaran dengan saya,karena selama ini tidak ada wanita yang akan menolak anda,tapi begitu melihat saya berkali-kali menolak anda,mungkin itu menjadi daya tarik anda karena rasa penasaran!"


"Kamu salah paham!"tukas Justin,Aisah berusaha untuk tenang dan tersenyum.


"Tuan,kita berdua berbeda.Dalam arti berbeda itu,semakin anda berusaha untuk kita bersatu,maka semakin kita tidak akan pernah bersatu.Saya permisi!"Aisah menangkup 'kan kedua tangan nya,begitu melihat taxi sudah tiba.


Justin menatap wanita itu masuk ke dalam taxi,tangan nya mengepal,ia tidak tahu harus berbuat apa,dan bagaimana cara nya untuk meluluhkan hati Aisah yang sekeras batu itu.


"Tuan,kita sudah bisa pergi,mereka telah lama pergi!"seru Jos,yang melihat Justin tidak bergerak dari tempat ia berdiri.


Justin segera berbalik dan berjalan ke arah mobil nya,Jos mengikuti pria itu dari belakang.


Di dalam mobil,Justin memikirkan ucapan Aisah.


"Jos,batalkan meeting hari ini,kita kembali ke rumah,aku ingin bertemu dengan Oma"


"Tapi Tuan,meeting ini sangat penting bagi anda,bagaimana bisa anda membatalkan nya?"


"Disini yang jadi Bos,saya atau kamu?"


"Anda Tuan!"


"Eeemmm,lakukan apa yang ku katakan!"


"Baik Tuan!"

__ADS_1


Jos menghela nafas nya,lalu mengambil ponsel di saku jas untuk menghubungi sekretaris di showroom.


__ADS_2