
Seperti biasa setiap pagi nya,Aisah selalu memeriksa makanan yang di sediakan di dapur.
"Phi Mila,kalau hari ini Oma belum pulang tolong siapkan bubur ayam untuk Oma ya,aku akan membawa nya ke rumah sakit!"
"Baik Nyonya muda.Tapi di mana Nyonya muda ke dua harus nya 'kan beliau yang di sini?"
"Mungkin masih di kamar"Aisah pun berlalu pergi menuju ke atas untuk memanggil Ketty yang berada di kamar nya.Karena,hari ini pengacara keluarga Arlando akan datang,dan semua berkas milik keluarga Arlando ada di tangan Ketty.
Tok ! Tok ! Tok !
Aisah mengetuk kamar Ketty dengan sopan,ia tidak ingin menganggu tidur wanita itu,namun Aisah sendiri tidak bisa hanya diam saja,saat yang lain sedang sibuk di dapur,orang yang memegang tanggung jawab penuh terhadap mansion hanya berdiam diri saja dan menikmati mimpi mereka.
Tok ! Tok ! Tok !
Ketukan ke dua pun di lakukan Aisah,saat Ketty tak kunjung membuka pintu kamar.
Tok !
Ceklek !
Tangan Aisah terhenti,saat handle pintu mulai memutar dari dalam.
"Ada apa sih,pagi-pagi ganggu orang tidur!"ketus Ketty,yang berusaha mengucek mata nya,dengan hanya memakai baju tidur.
"Phi Mila,menunggu Kamu di dapur,sebentar lagi,jam 10:21 pagi,akan kedatangan pengacara keluarga Arlando,mohon segera bersiap,karena orang yang mau di temui mereka adalah kamu!"tukas Aisah,
"Bisa enggak,kamu enggak menganggu aku,aku itu masih ngantuk,kalau kamu mau,kamu saja urus dapur,soal makanan hari ini,ku serahkan ke kamu!"
"Tapi..."
Blam!
Ketty langsung menutup pintu kamar nya,dan ia berjalan ke arah ranjang,disana masih ada Cakra yang masih tertidur.Karena,mendengar suara bising,Cakra pun terbangun.
"Ada apa sih? pagi-pagi buta sudah ribut!"
"Salahin istri Justin jangan aku,dia pagi-pagi sudah cari ribut sama aku!"Ketty pun kembali berbaring di samping Cakra,dan melanjutkan mimpi nya yang sempat tertunda.
"Astagfirullah!"ucap Aisah,sembari memegang dada nya,lalu berbalik,dan turun kembali untuk menemui kepala maid di dapur.
"Nyonya,Tuan Justin tidak bisa pulang,karena Oma belum siuman,jadi aku akan pergi untuk mengantar baju ganti untuk Tuan!"
"Biar saya saja,siap 'kan bubur dan juga sarapan untuk Tuan,aku akan mengantar nya sendiri ke rumah sakit!"
__ADS_1
"Baiklah,biar sopir yang mengantar anda!"
"Eeemm"Aisah kembali ke kamar,lalu mengambil beberapa baju ganti untuk suami nya di rumah sakit.
Tak lama kemudian,Aisah kembali lagi ke dapur,ia melihat sayur yang mendidih sudah meluap hampir tumpah dari panci.Aisah segera menghampiri dan mematikan kompor elektrik,tanpa sengaja percikan sayur mengenai tangan nya hingga sedikit melepuh.
"Aagrh"pekik Aisah,pelayan yang bertugas di dapur pun berhamburan datang untuk melihat.
"Apa yang terjadi?"tanya kepala maid,
"Tidak apa -apa,hanya tanpa sengaja percikan sayur mengenai tangan ku!"
Kepala mendekat,dan melihat punggung tangan Aisah yang memerah,ia segera mengambil kotak P3K dan memberikan sedikit salep agar tidak melepuh lebih parah,dan salep itu terasa dingin di punggung tangan Aisah.
"Siapa yang menyediakan sayur ini?"tanya Kepala maid kepala pelayan yang berdiri di depan nya,ada tiga orang yang menunduk tanpa berani mengangkat kepala mereka.
"Saya tanya sekali lagi,siapa yang menyediakan sayur ini?"
"Sa-saya!"perempuan di sebelah kiri mengangkat tangan nya.
"Mulai hari ini,kamu tidak perlu bekerja lagi,aku tidak akan menerima mu di bagian sini,silahkan tinggalkan tempat ini!"titah Mila dengan murka,
Dugh !
"Tolong Phi,jangan pecat saya.Saya mohon,kalau saya di pecat bagaimana anak-anak saya di kampung!"
Aisah pun merasa iba,dan ia tidak tega melihat orang mengemis seperti itu.Namun,pelayan di mansion adalah tanggung jawab Mila.
"Tidak ada toleransi,segera pergi!"
"Tidak jangan! ku mohon !"
"Phi Mila..."Aisah memegang bahu wanita itu,
"Lepaskan dia,mungkin dia tidak sengaja!"Kepala maid melirik Aisah,
"Apa anda yakin Nyonya muda?"
"Iya,beri dia kesempatan sekali lagi,kasian dia,mungkin hidup dia tidak seberuntung kita saat ini"
"Baik lah,kau dengar.Nyonya muda yang menyelamatkan mu kali ini,padahal kamu yang menyebabkan Nyonya dalam bahaya!"
"Terimakasih Nyonya muda"Wanita itu mau menyentuh kaki Aisah,namun Aisah segera menghindar dan memegang bahu nya.
__ADS_1
"Berdiri lah!"Aisah membantu pelayan itu untuk berdiri.Kepala maid tersenyum melihat kemurahan hati Aisah.
"Berikan kotak makanan itu kepada saya!"
"Biar saya yang membawa ke mobil,anda pergi lah lebih dulu"
"Baiklah"Aisah pun pergi meninggalkan dapur,Kepala maid mengikuti nya dari belakang dan membawa kotak makanan bersama nya.
Di luar,seorang sopir sedang menunggu Aisah untuk pergi,dengan mesin mobil dalam keadaan menyala.
"Tolong hantarkan Nyonya muda untuk bertemu dengan Tuan Justin.Beliau ada di rumah sakit Papaya swasta!"
"Baik Phi!"
"Saya pergi dulu"
"Hati-hati Nyonya!"Phi Mila,sedikit menunduk 'kan kepala nya saat Aisah telah masuk ke dalam mobil.
Meskipun memakan waktu hampir dua puluh menit,dan sedikit macet di jalan karena banyak orang yang lalu lalang berangkat kerja.
Sopir menghentikan mobil nya di depan rumah sakit Papaya swasta,Aisah segera turun.
"Nyonya,saya sudah menghubungi Tuan Justin,mungkin saat ini Tuan sedang menunggu Anda di depan pintu utama!"
"Baik terimakasih banyak Khun!"
Sopir tersebut segera pergi meninggalkan Aisah di rumah sakit.Aisah segera berjalan ke arah pintu utama rumah sakit.Ini pertama kali bagi nya menginjakkan kaki disana,karena berbeda dengan tempat Chai dan Akara dulu di operasi.
"Sayang!"teriak Justin dari jauh,Aisah langsung menoleh dan terkejut.Melihat Justin yang berteriak begitu kencang,padahal jarak mereka masih lumanyan jauh.Tidak sedikit orang memperhatikan nya.
"Sayang!"Justin melambaikan tangan nya ke arah Aisah yang kini mulai dekat.Justin segera memeluk dan mengecup kening Aisah, tanpa memperdulikan banyak mata memandang mereka dan bahkan banyak orang yang iri melihat keromantisan mereka.
"Aku merindukan mu"
Kata-kata itu pertama kali di dengar Aisah,saat Justin melepas pelukan nya.Aisah tersenyum.
"Aku merindukan mu juga!"balas Aisah,yang menyentuh wajah Justin.
"Aisah!"Justin memegang tangan Aisah yang memerah,Aisah langsung menarik nya dan menyembunyikan tangan itu di belakang.
"Aisah!"panggil Justin lagi,dengan nada tinggi,lalu berusaha menarik tangan Aisah yang ia sembunyikan di belakang punggung nya.
"Apa ini ? kenapa bisa begini? kita hanya berpisah beberapa jam saja,dan kamu memberikan aku ini?"Justin menatap Aisah penuh pertanyaan.
__ADS_1