Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Sebulan kemudian


__ADS_3

Jam 21:00 malam. . .


Justin menuntun Aisah untuk masuk ke dalam rumah.Semua orang menyambut Aisah dengan gembira.


Bahkan Causalia membuat pesta Kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan Aisah.


"Selamat datang kembali Nyonya muda"seru semua pelayan yang berbaris di dekat tangga.Wajah Aisah memancarkan ke bahagian.Dia bahagia bisa berada di antara mereka semua.Ada banyak orang yang menunggu nya untuk kembali,begitu banyak cinta yang di berikan Justin kepada Aisah.


"Selamat datang kembali menantu ku"ucap Causalia memeluk Aisah,


"Terimakasih Oma"Aisah membalas pelukan Causalia,yang begitu hangat.


Setelah penyambutan itu di terima dengan baik oleh Aisah,Justin lalu menuntun sang istri menuju kamar,agar Aisah bisa istirahat di kamar,setelah satu bulan berada di rumah sakit.


Di dalam kamar,Justin menyambut Aisah sebagian pengantin bagi nya,ada kelopak mawar yang bertaburan di atas ranjang,dan wangi kamar sangat khas,persis seperti saat malam pertama mereka satu tahun yang lalu.


"Wangi nya masih sama!"


"Tentu,karena orang nya masih sama"jawab Justin,memeluk Aisah dari belakang.


"Tidak,sekarang aku berbeda mas,aku tidak dapat lagi memberi mu keturunan,aku adalah satu-satu nya istri yang gagal untuk memberi keturunan kepada suami ku!"tukas Aisah,


"Sstt.Apa yang kamu katakan,kamu tidak pernah gagal,aku mencintai mu bahkan tidak kurang secuil pun,aku masih mencintai mu sama seperti dulu!"Justin membalikkan tubuh Asah agar menghadap dirinya.


"Jangan pernah berpikir kalau kamu gagal,kamu tetap wanita yang sama,tidak pernah berubah!"Justin kembali memeluk Aisah.


Bagaimana pun Justin menjelaskan kepada Aisah,tetap Aisah berpikir jika dirinya gagal menjadi seorang istri.Apalagi keluarga Arlando,membutuhkan pewaris,karena Justin anak tunggal.


"Sayang,istirahat lah.Aku akan meminta pelayan untuk membawakan bubur untuk mu,dan kamu bisa tidur setelah minum obat!"


"Baik Mas!"


Setelah menutupi tubuh Aisah dengan selimut,Justin melenggang pergi meninggalkan Aisah di dalam kamar.


Kini Justin berada di lantai dasar,berbicara dengan kepala maid,meminta kepala maid untuk menyediakan bubur ikan salmon untuk Aisah.


Setelah berbicara dengan kepala maid,Justin pergi bertemu dengan Causalia di kamar nya.


Tok ! Tok ! Tok !


"Masuk!"


Causalia menyimpan kaca mata dan iPad di tangan nya,saat mendengar ketukan pintu.Justin melangkah masuk,ia melihat Causalia yang duduk di sofa,lalu Justin menghampiri nya.


"Apa yang Oma lakukan di jam segini,kenapa belum tidur?"


"Oma sedang memeriksa perkembangan perusahaan,sudah sejauh mana?"


"Oh,perusahaan aman-aman saja.Oma Justin meminta dokumen yang Justin titipkan pada Oma satu Minggu yang lalu"


"Tunggu sebentar Oma ambil 'kan"


Wanita tua itu bangkit dan berjalan ke arah lemari kaca yang ada di sudut kamar,melihat Causalia telah pergi,Justin pun mengambil iPad milik Causalia dan membuka nya,kebetulan Causalia belum keluar dari obrolan sosialita nya.Semua teman Causalia memamerkan cucu mereka di komentar itu,hanya Causalia yang terlihat berkomentar memberi ucapan kepada mereka.


Ada satu komentar yang membuat Causalia sedih,


"Sudah lama menikah,apa belum bisa memberikan keturunan untuk keluarga Arlando.Dari pada menunggu lama,mending nikahkan cucu Mu Causalia dengan wanita lain!"


"555"


Hanya itu balasan dari email Causalia untuk komentar pedas di atas,Causalia bukan tidak bisa membalas,hanya saja ia tidak ingin semua orang tahu,apa yang di alami menantu nya itu.


Justin,meletakkan kembali iPad di atas sofa,saat melihat Causalia berjalan ke arah nya.


"Setelah kamu tanda tangan,berikan ini kepada Jos,dia akan mengirim proposal baru ke Chiang Mai besok sore!"


"Baik Oma,aku sudah mengerti,aku pergi dulu!"


Justin membawa dokumen bersama dengan nya,dan menutup rapat pintu kamar Causalia.

__ADS_1


Ke esokan pagi nya. . .


Seperti biasa Justin pergi ke kantor,dan meninggalkan Aisah bersama dengan Causalia,ada beberapa pelayan yang akan membantu merawat Aisah.Meskipun ia terlihat sudah sehat,namun Causalia atau pun Justin,tidak membiarkan Aisah melakukan apapun sendiri.


"Saya bisa sendiri Phi"Aisah melarang Mila untuk membantu nya berdiri.


"Apa ada yang ingin Nyonya makan,saya akan meminta pelayan untuk menyiapkan nya?"tanya Kepala maid.


"Tidak ada,saya akan kembali ke kamar,untuk istirahat!"


"Perlu saya antar Nyonya?"


"Tidak usah Phi,aku menitip Oma,kalau ada apa-apa kabari aku di kamar.Oma,Aisah tinggal dulu ya,sekalian mau minum obat!"


"Iya Sayang,hati-hati naik tangga nya"


"Iya Oma"


Siapa yang sangka,kalau semua orang mengira Aisah telah melupakan kesedihan nya.Ternyata Aisah,selalu berdiam diri di kamar,jarang mengobrol dengan Causalia,bahkan tidak pernah terlihat menunjukkan keceriaan nya setelah ia kembali dari rumah sakit.


Justin melarang Aisah untuk membuka sosmed nya,ia takut komentar seseorang bisa saja menyerang mental Aisah.Karena,ada ribuan orang yang akan menggunakan sosial media untuk mengobrol satu sama lain,begitu juga dengan banyak orang yang mengunggah berbagai macam foto di sosmed untuk di abadikan.


Tanpa sengaja,Aisah melihat postingan salah satu teman semasa sekolah nya dulu.Mereka telah menikah dan memamerkan foto anak yang cukup lucu.Ada banyak komentar yang memberikan selamat,ada juga yang minat di doakan agar segera di beri kepercayaan.


Aisah,hanya bisa tersenyum.Apa yang harus ia komentar selain memberi selamat juga untuk teman nya itu.


"Selamat,baby nya cantik,dan pintar!"


[Terimakasih.Aku mengetahui kamu telah menikah satu tahun yang lalu.Pasti sekarang anak mu sudah seusia anak ku ini ya,aku juga menikah baru satu tahun]


"He He He,Alhamdulillah Allah masih memberikan kami kebebasan,belum mengijinkan kami untuk mempunyai anak segera,doakan saja!"


[Jangan menunggu lama.Sesungguh nya seroang suami sangat menginginkan anak dari kita perempuan.Jangan sampai Suami kita memiliki anak dari wanita lain!]


Meskipun kesan nya bercanda,namun itu sangat menggores hati Aisah yang terdalam.Dia hanya mempu menyentuh dada nya,lalu ia menyimpan ponsel milik nya tanpa membalas lagi komentar itu.


Aisah menepis perasaan itu dari dalam hati nya,selama Justin mencintai nya begitu banyak,ia tidak akan masalah dengan apa yang saat ini terjadi kepada dirinya.


Jam di dinding menunjukkan pukul 21:00.Biasa nya Justin akan pulang telat di jam 19:00,dan sering juga pulang sore hari.Namun,hari ini ia sangat terlambat dan baru tiba di jam 21:00 malam.


Aisah belum tidur menunggu Justin pulang dari kantor,ia masih gelisah melihat ke arah pintu kamar.


Banyak pria di luaran sana yang bisa menerima istri nya apa ada nya.Tapi,tidak sedikit suami yang bersikap baik-baik saja di depan istri hanya untuk menutupi kesedihan nya saja.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,Aisah langsung menoleh ke arah pintu.


"Belum tidur?"tanya Justin,saat melihat Aisah yang masih duduk di atas ranjang.Aisah menahan diri untuk tidak bertanya alasan yang membuat Justin terlambat.


"Aku menunggu mas,apa mas sudah makan?"


"Sudah,aku sudah makan di luar saat selesai meeting.Hari ini terlambat pulang karena klien dari Jepang baru saja datang untuk bertemu!"


Aisah tersenyum.Itulah yang Aisah sangat sukai dari Justin,tanpa bertanya Justin akan menjelaskan kepada Aisah,kenapa ia bisa pulang terlambat.


"Apa kamu lelah?"tanya Justin,mengusap kepala Aisah yang duduk di atas ranjang.


"Aku tidak melakukan apapun,jadi kenapa aku harus lelah?


"Kamu pasti lelah menunggu ku seharian bukan? sini kaki nya biar 'kan aku memijit nya!"Justin menyimak selimut yang menutupi kaki Aisah,lalu ia ingin menyentuh kaki istri nya.


"Mas!"Aisah melarang Justin untuk menyentuh kaki nya.


"Sini!"Aisah menyuruh Justin untuk duduk di dekat nya,lalu membelakangi Aisah.


"Mas,yang lelah seharian bekerja,biarkan aku memijit mu mas!"Aisah menyentuh ke dua bahu Justin,dan jari jemari nya mulai menekan lembut di bagian bahu Justin.


"Cukup sayang,Aku tidak lelah,aku akan pergi mandi dulu!"

__ADS_1


Setelah mengecup lembut kening Aisah,Justin berlalu ke kamar mandi.Aisah menatap punggung Justin yang berlalu ke kamar mandi.


'Ya Allah,pinta Ku saat ini,berikan lah rumah tangga kami selalu dalam samawa!'


Aisah turun dari ranjang untuk menyiapkan baju tidur Justin,dan juga menggantikan aroma terapi di dalam kamar sebelum mereka tidur.


...***...


Satu Minggu kemudian. . .


Meskipun Justin menerima keadaan Aisah saat ini.Justru Aisah sendiri tidak bisa menerima nya.Aisah sering mengurung diri di kamar,bahkan ia enggan untuk berbicara dengan banyak orang setelah kembali dari rumah sakit,kini hidup Aisah,lebih banyak diam ke timbang kehidupan sebelum nya yang ia jalani penuh warna.


"Dimana Aisah?"tanya Causalia yang sedang mempersiapkan acara arisan keluarga Arlando.


"Nyonya muda ada di kamar,apa perlu saya panggilkan?"


"Tidak usah,biarkan Aisah, istirahat.Kamu tolong urus semua ini,mereka akan segera datang!"


"Baik Nyonya besar"


Causalia melenggang pergi meninggalkan ruangan keluarga Arlando yang cukup luas.Namun,ruangan itu di penuhi banyak hidangan dan cemilan enak yang di siapkan oleh Kepala maid dan para pelayan setia nya.


Tiba di waktu yang di tunggu-tunggu.Mereka semua telah datang.Tamu yang datang ke mansion Arlando semua nya adalah kalangan sosialita.Banyak sekali istri-istri dari pejabat Thailand yang turut hadir,bahkan ada beberapa dari mereka istri dari Kolega Justin.


Setelah penyambutan ramah yang dilakukan Causalia,kini masuk lah para acara makan-makan.Namun,banyak mata yang melirik sana sini untuk mencari sosok Aisah.Menantu keluarga Arlando,yang mereka ketahui berasal dari indonesia.


"Causalia dimana menantu mu?"wanita ini teman semasa sekolah Causalia dulu,ia sudah sangat akrab dan cukup dekat dengan Causalia,sama-sama berasal dari keluarga bangsawan.


"Menantu saya ada di kamar,dia malu untuk bertemu dengan kalian semua"Jawab Causalia tersenyum ke arah mereka semua.


"Kami kesini datang untuk melihat menantu kesayangan mu itu,dan kami ingin melihat nya dari dekat,ayo lah Causalia,panggil dia ke sini!"tukas mereka yang sedikit memaksa Causalia.


"Tidak usah ya,lain kali saja,saya takut menganggu waktu istirahat nya"


"Kamu adalah Nyonya besar,kenapa kamu harus segan kepada menantu mu!"ketus Linda,yang keinginan nya tidak di turuti Causalia.Linda adalah salah satu istri dari Kolega Justin,yang terkenal dengan mulut pedes nya itu.


"Oma"panggil Aisah,semua orang menoleh melihat ke arah Aisah,dan tidak sedikit orang yang kagum akan kecantikan menantu keluarga Arlando yang berasal dari Indonesia. "Oma,belum minum obat,Aisah sudah membawa nya ke sini"lanjut Aisah,yang menghampiri Causalia di sofa.


Aisah memberi salam hormat kepada semua tamu Causalia,mereka menyambut Aisah dengan ramah.


"Punya menantu cantik begini jangan di simpan di kamar saja dong Causalia,ajak dia bergabung dengan kita-kita!"tukas salah seorang wanita yang memakai baju bercorak bunga,terlihat perhiasan set yang ia pakai menghiasi kecantikan nya itu.Hanya Aisah,wanita yang berpenampilan biasa-biasa saja,dia tidak suka memakai perhiasan apalagi baju yang terlihat mewah.Karena Aisah,suka berpenampilan sederhana.


Causalia dan Aisah,hanya menanggapi ucapan mereka dengan senyuman saja.


Aisah memberikan obat untuk Causalia,dan Causalia segera meminum nya tanpa menolak.


"Oma,Aisah pamit ke kamar dulu"Aisah hendak bangkit dari tempat duduk nya.


"Iya sayang"Causalia membiarkan Aisah pergi dari pada gabung dengan teman-teman nya yang kebanyakan mulut mereka tidak bisa di jaga.


"Eh tunggu!"Linda menghentikan langkah kaki Aisah.Aisah langsung berhenti dan menoleh,dengan senyuman yang masih terukir indah di bibir nya.


"Pernikahan kamu dan Tuan muda terhitung satu tahun sudah,apakah sudah ada tanda - tanda Keluarga Arlando akan memiliki pewaris yang baru?"tanya Linda,sembari bercanda dengan Aisah.


Jujur saja,hal yang paling tidak bisa di ajak bercanda adalah soal anak,ini terlalu sensitif di kalangan wanita,apalagi wanita seperti Aisah yang tidak bisa memiliki anak selama nya.


"Tentu,Phi anda akan segera menerima kabar baik dari kami!"jawab Aisah dengan ramah,lalu ia berbalik dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Apa yang kau tanyakan itu Linda,kenapa kau suka sekali mencampuri urusan rumah tangga orang lain.Aku saja tidak keberatan jika menantu ku belum bisa memberi pewaris kepada kami,karena kami semua tidak gila harta.Kalau seandainya tanpa pewaris pun kami masih bisa hidup,dan harta kami akan menjadi hak anak - anak panti asuhan,yang tidak memiliki keluarga"pungkas Causalia dengan tegas,dari luar ruangan Aisah,masih bisa mendengar ucapan Causalia dengan begitu jelas.


"Aku hanya bercanda,apa salah nya sih menanyakan hal itu.Pertanyaan aku wajar-wajar saja,tidak akan membuat ia tersinggung dengan hal itu,jangan terlalu kau pikirkan Causalia!"ujar Linda dengan santai,tidak sedikit pun merasa bersalah.


"Lain kali,kau lihat dulu,siapa yang ingin kau ajak bicara,jika itu menantu ku,lebih baik kau simpan pertanyaan mu untuk orang lain.Kau punya anak perempuan,dan anak mu sampai saat ini belum hamil juga,apa kau tidak takut,dia tidak akan bisa memiliki anak selama nya?"


Perkataan Causalia membuat Linda terdiam,serta tamu yang lain ikut tercengang.Pasal nya Linda baru saja memamerkan kehamilan anak nya,padahal itu hanya lah omongan Linda saja,ia hanya berbohong kepada teman sosialita nya.


Causalia tahu,jika anak perempuan Linda,menolak untuk hamil di awal pernikahan,karena anak nya seorang model,dan sampai saat ini belum bisa hamil juga,padahal pernikahan nya sudah memasuki tahun ke tiga.


Banyak yang mulai meredakan perdebatan antara mereka berdua,karena mereka tidak ingin arisan kali ini kacau hanya karena mulut Linda yang tidak bisa di jaga,semua tamu menghormati Causalia,tidak ada yang berani menyinggung Causalia,karena ia adalah pemimpin Arisan,dan pemilik perusahaan Arlando terbesar di Thailand.

__ADS_1


__ADS_2