Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Restaurant


__ADS_3

Disaat Justin melihat meja paling pojok.Pria ini tersenyum,netra nya terus saja menatap wanita berpakaian gamis bercorak bunga itu,dengan hijab merah muda.Semakin membuat aura kecantikan Aisah terpancar membuat Justin tidak berkedip walaupun hanya sesaat.


"Tuan.Ruang VIP ada di sebelah sana!"


"Saya akan duduk di meja itu,tolong hidangkan beberapa makan istimewa di Restaurant ini!"


"Baik Tuan!"Justin,segera berjalan ke arah meja Aisah.Wanita ini belum menyadari kehadiran Justin.Padahal,pengunjung lain,sejak tadi sudah begitu heboh dengan kedatangan Justin.


"Sudah lama?"seru Justin,yang membuat Aisah terkejut.Lalu mendongak 'kan kepala nya menatap Justin yang berdiri di depan nya.


"Eeem,baru sepuluh menit"sahut Aisah.Justin, segera duduk di kursi yang ada di depan Aisah.


"Aku belum memesan makanan,kalau anda ingin makan sesuatu boleh memesan nya sekarang !"


"Aku sudah memberitahu pelayan,dan sebentar lagi pesanan kita akan sampai!"


"Bukan kita,hanya Anda.Saya tidak memesan apapun!"ujar Aisah dengan cuek,membuat Justin,semakin ingin mengetahui lebih dalam tentang Aisah.


"Terimakasih sudah memenuhi undangan saya"


"Apapun untuk Chai dan Akara.Asal itu tidak menyimpang, aku akan melakukan nya,dan dengan senang hati membantu mereka untuk sembuh !"


"Saya salut dengan kamu.Padahal,kamu orang luar,tapi begitu peduli dengan anak-anak panti seperti Chai dan Akara!"


"Percuma tinggal di negara ini,bahkan banyak orang yang menutup mata mereka.Tidak mau melihat bagaimana kehidupan anak-anak panti itu hidup,dimana letak hati seorang pengusaha,yang bergelimang harta tapi membiarkan banyak anak-anak panti berjuang sendiri demi kesembuhan mereka"


"Tidak semua orang bisa berpikir seperti kamu.Tapi,tidak semua orang sama seperti yang kamu pikirkan.Mungkin banyak pengusaha luar yang menyumbang kepada mereka tanpa harus mempublikasi 'kan nya.Bukan kah bersedekah itu bisa di lakukan secara tertutup?"


Aisah terdiam mendengar pernyataan Justin,yang memiliki wawasan begitu luas.Justin adalah salah satu nya orang penyumbang paling besar di setiap panti asuhan atau pun untuk anak-anak terlantar.Namun,tidak pernah ada perubahan setiap panti yang di sumbang oleh Justin,salah satu nya adalah panti asuhan Chai dan Akara.

__ADS_1


"Tuan,silahkan !"dua orang pelayan meletakkan berbagai macam hidangan istimewa di atas meja Aisah dan Justin.


Ke dua nya pun mulai mencicipi hidangan itu,tidak ada satu kata pun keluar dari mulut ke dua nya saat sedang menyantap hidangan enak itu.


Satu jam berlalu. . .


"Tuan,terimakasih atas jamuan dan juga restoran yang Anda pilih.Terimakasih sudah menghargai saya sebagai orang muslim.Saya sangat berterimakasih untuk Anda.Mulai saat ini kita bukan lah lagi orang yang memiliki hubungan dalam bisnis.Semua urusan kita telah terselesaikan terlebih lagi,saya sudah memenuhi undangan Anda.Dan anda sudah memenuhi janji anda,terimakasih banyak!"ucap Aisah,seraya berdiri dengan tangan menangkup di dada.


Mendengar ucapan Aisah,Justin langsung bangkit dari duduk nya,lalu berdiri tepat di depan Aisah.


"Tujuan aku mengajak kamu bertemu bukan sekedar transaksi bisnis.Tapi,tentang bagaimana ke depan nya agar kita bisa bertemu lagi.Bisa kah kamu memberikan saya nomer ponsel mu?"Justin mengulurkan ponsel nya ke arah Aisah,wanita ini mengerutkan dahi nya.



Aisah


"Tapi.Kenapa? bukan kah,kita sebagai manusia berhak memilih dengan siapa kita berteman dan bertemu.Saya sudah banyak bertemu dengan orang tapi hanya tertarik dengan Anda!"pungkas Justin,yang tidak mau mundur walaupun hanya selangkah.


"Tuan,cukup.Saya mohon anda berhenti untuk mengusik saya.Saya permisi!"Aisah mengeluarkan uang lima baht dan meletakkan nya di atas meja restoran,membuat Justin tercengang.


Setelah kepergian Aisah,Justin melihat ke arah wanita itu tanpa berkedip,lalu menoleh ke arah uang yang di sematkan oleh Aisah,di dekat piring.


"Heeh,unik!"Justin memasukan uang itu ke dalam saku nya,lalu ia segera keluar dari restoran tersebut.Namun,tidak mendapati adanya Aisah di luar restoran.


Rung Union Car. . .


Di lobi,sudah ada Jos, yang menunggu ke datangan Justin.Sejak dari tadi,Jos cemas menunggu bos nya itu.Bagaimana tidak,Justin belum pernah berpergian tanpa membawa bodyguard bersama nya.


"Jos,kebetulan kamu disini.Tapi,tunggu bagaimana kamu tau aku akan kemari?"

__ADS_1


"Aku memeriksa jadwal Tuan pagi ini.Ada pemeriksaan di showroom mobil,jadi aku memilih untuk menunggu Tuan disini!"ungkap Jos,Justin mengeluarkan beberapa lembar uang yang ia ambil di meja restoran tadi dan memberikan nya kepada Jos.


"Aku ingin kau membuat uang ini menjadi sebuah hiasan,terserah mau kamu apain,tapi jangan sampai merusak nya!"


"Baik Tuan!"Jos langsung mengambil uang itu,dan Justin berlalu menuju ruangan Ceo.


Tiba di luar tempat itu,Anong menelpon Jos,untuk mengetahui bagaimana keadaan Justin.


"Iya Oma,Tuan Justin sudah tiba di Rung Union Car.Dia baik-baik saja,raut wajah nya juga terlihat lebih ceria!"


[Cari tahu wanita yang di dekati oleh Justin,aku ingin bertemu dengan wanita itu]


"Baik Oma!"


Panggilan terputus,Jos menyimpan kembali ponsel ke dalam saku nya.Lalu ia berjalan masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir sejak dua jam yang lalu.


Di rumah sakit,Aisah datang dengan langkah terburu-buru,karena ingin melihat Chai dan Akara.Karena Nayra,memberitahu Aisah jika mereka telah siuman.


Nayra baru saja keluar dari ruangan Chai dan Akara.Melihat Aisah, berjalan ke arah nya.


"Nay,bagaimana keadaan mereka?"


Nayra tersenyum mendengar pertanyaan itu."Alhamdulillah,mereka sudah siuman,dan operasi nya berjalan begitu lancar.Tuan Justin,juga meminta sang dokter untuk menjaga dan merawat Chai dan Akara,jadi kita tidak perlu repot-repot harus menjaga mereka disini!"pungkas Nayra.


"Kenapa harus Tuan Justin?Nay,kamu tahu,Aku tidak mau terlibat dengan orang itu lagi.Cukup sekali,karena kita tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan terhadap kita!"


"Tenang lah Aisah, satu minggu lagi kita akan kembali ke Indonesia,ini hanya sementara.Tiba kita disana,bahkan nama Tuan Justin pun kita tidak akan mendengar nya lagi,apalagi melihat wajah orang "


"Aku akan melihat mereka"Aisah segera masuk untuk melihat keadaan Chai dan Akara.

__ADS_1


__ADS_2