
Aksi yang di lakukan oleh Justin,tentu saja membuat seluruh pilot,serta pramugari dan kru lain nya yang bekerja disana tercengang.
Apa lagi ia berdiri tepat di depan wajah pesawat yang akan segera take off.Bahkan,banyak penumpang lain selain Aisah dan Nayra ikut melihat aksi itu.
Entah mic dari mana di dapatkan oleh Justin,pria itu sudah mampu membuat seluruh isi tempat itu gaduh dan ricuh.
"Aisah,jangan pergi!"teriak Justin melalui mic,tentu saja itu membuat Aisah terkejut.
"Nay,siapa itu?"tanya Aisah.
"Siapa lagi kalau bukan Tuan muda,hanya dia yang selama ini mengejar mu"timpal Nayra dengan senyuman.
"Aisah,menikah lah dengan ku,mari menuju halal bersama !"lanjut Justin lagi.
"Nay,apa yang mau pria itu mau dari ku sebenarnya,kenapa dia bisa senekat ini?"bisik Aisah lagi,
"Tentu dia ingin menjadi suami mu,apalagi yang ia mau dari Wanita?"sahut Nayra dengan enteng.
Seorang pramugari datang kepada Aisah.
"Maaf nona Aisah,bisa kah anda menyelesaikan urusan Anda lebih dulu.Kami takut itu dapat menganggu penumpang lain,kita akan segera take off!"ujar Pramugari itu dengan sopan,ia begitu fasih dalam berbahasa Inggris.
"Eeemmm..."Aisah melirik ke arah Nayra,mencari jawaban.
"Pergi lah!"Nayra pun berpendapat seperti Pramugari itu,dia juga ingin Aisah menyelesaikan urusan nya di Thailand.
Tanpa punya pilihan lain,Aisah pun turun kembali dengan di bantu oleh kru dan semua penumpang melihat ke arah mereka.Layaknya seperti menonton drama di serial televisi pemeran utama pria yang sedang memperjuangkan cinta nya.
__ADS_1
"Aisah,Will you marry me?"ucap Justin,begitu Aisah tiba di depan nya.Aisah tidak langsung menjawab,ia terdiam,dan memperhatikan pria yang sedang berada tepat di depan nya saat ini.
"Eeemm,Tuan muda,dengan berat hati saya harus mengatakan ini,saya menolak!"Aisah,sengaja menekan kata-kata nya yang terakhir untuk menyadarkan Justin.
"Saya menolak.Berhenti untuk melakukan hal-hal bodoh seperti ini,selain membuat malu,Anda telah membuat seluruh penumpang terganggu.Please,dewasa lah ini bukan cerita novel,ini adalah kehidupan nyata!"
"Kenapa? kenapa kau menolak ku,bukan kah,sudah ku katakan aku ingin menuju halal bersama mu.Tentu saja aku paham akan hal itu.Iya benar,aku akan mengikuti mu,dan mengikuti agama mu,asal engkau mau menerima ku sebagai pendamping mu yang sah!"tegas Justin,sekali lagi membuat Aisah menggelengkan kepala nya.
"Apa yang membuat Anda tertarik kepada saya? sehingga Anda bisa dengan santai nya berkata begitu? apa yang membuat anda rela meninggalkan dunia anda demi bersama dengan saya?"Justin terdiam,ia tidak langsung menjawab.
"Saya rasa urusan kita telah selesai,aku akan kembali ke negara asal ku,begitu pesawat itu terbang,maka harapan dan perasaan itu juga akan ikut terbang!"tukas Aisah.Lalu ingin berbalik meninggalkan Justin.
Disaat wanita itu berbalik,Justin dapat melihat netra Aisah yang berkaca-kaca,jika di teruskan maka hujan pun akan turun pikir nya lagi.
"Aisah!"panggilan itu,kembali menghentikan langkah kaki Aisah.
"Berhenti disana!"tegas Aisah berbalik,menatap netra Justin,yang semakin berjalan mendekat ke arah nya.
"Jangan tinggalkan Tuhan mu karena aku,jika tidak bisa,maka tinggalkan aku,karena yang ada untuk mu adalah Tuhan mu bukan aku.Jika suatu saat kita bertemu kembali,maka berpura-pura tidak kenal lah,karena aku tidak ingin mengulang kembali hari ini di masa depan!"setelah mengatakan itu,Aisah berbalik,dan pergi meninggalkan Justin yang sedang tercengang menatap kepergian Aisah menuju tangga pesawat.
Pesawat sudah lepas landas.Namun,Justin masih menatap arah langit yang penuh warna,pandangan kosong,air mata nya mengalir membasahi pipi nya.
Tap...Tap...
Jos baru saja tiba,dan sedikit berlari.
"Tuan "panggil Jos yang sedikit,ngos-ngosan karena berlari begitu jauh untuk melihat Justin.
__ADS_1
"Jos,cinta ku telah pergi!"lirih Justin,Jos melongo,netra nya seakan keluar dari tempat itu.Jos tidak pernah menyangka,jika Tuan yang ia kenal begitu tegas dan keras,mampu menangis hanya karena soal cinta.Jos tau saat ini Justin pasti sedang tidak baik-baik saja.
"Tuan,mari pulang!"Jos memegang ke dua bahu Justin,mengajak pria dewasa itu untuk pulang.Hati nya terasa begitu teriris-iris,Justin tidak menyangka jika wanita pertama yang mengetuk pintu hati nya,wanita itu pula yang menoreh luka kepada nya.
Di dalam pesawat,Nayra mencoba menenangkan Aisah.
"Tidak apa-apa,semua akan baik-baik saja.Semua akan berlalu begitu saja setelah kita berada di Indonesia!"ungkap Nayra,yang menepuk pelan punggung Aisah,dan menenangkan sahabatnya itu.
"Nay,apa aku termasuk orang yang munafik?"tanya Aisah.
"Tidak Ais,kau adalah wanita yang di pilih oleh nya.Tapi,jika kau juga wanita yang di pilih oleh Tuhan nya,maka ini adalah takdir Ais!"Aisah mencerna ucapan Nayra,perkataan sahabatnya itu ada benarnya.
"Nay,aku tidak berharap kami dapat bersatu,sementara jurang pemisah sangat dalam di tengah-tengah kami.Lautan yang tak mampu kami seberangi dan jika kami memaksa nya maka kita berdua akan tenggelam bersama!"pungkas Aisah,yang kini membenarkan posisi duduk nya.
Nayra hanya terdiam mendengar pernyataan Aisah.Jujur Nayra dapat melihat netra dan sedikit mengerti perasaan Aisah.Wanita ini sebenarnya sedikit menyimpan rasa untuk Justin,hanya saja ia tidak bisa memaksa kehendak nya,apalagi ke dua nya berbeda.
Aisah hanya duduk diam,hati nya tidak tenang,meskipun hampir tiba di negara nya.Perasaan nya masih tertinggal di negara Thailand.
Tiba di bandar udara internasional soekarno-hatta.Aisah dan Nayra menarik koper milik mereka menuju depan bandara.Mereka berdua tahu,Keluarga Aisah pasti akan menjemput mereka,karena Aisah telah mengabari mereka waktu mereka naik pesawat.
Guz Azmi,serta istri nya Maryam telah menunggu mereka tiba.Aisah segera menghampiri keluarga nya.
Aisah memeluk Maryam sang kakak ipar untuk melepaskan rindu mereka berdua,begitu juga dengan Gus Azmi.
Setelah ke dua nya berbincang sedikit dengan keluarga Aisah.Nayra dan Aisah pun di ajak Azmi menuju tempat parkiran mobil.
Aisah telah berpesan kepada Nayra agar tidak memberitahu Azmi tentang Justin.Karena,Aisah tidak ingin sang Kakak kecewa kepada nya.
__ADS_1