
Raya segera pergi mencari makanan yang di perintahkan Aisah, sementara Aisah, sibuk memilih sayur dan buah, serta beras dan minyak goreng, semua keperluan dapur, Aisah memiliki bahan yang segar-segar.
"Aah!" pekik seseorang, troli milik Aisah, tanpa sengaja menabrak orang.
"Ma-Maaf, saya tidak sengaja!" begitu wanita itu berbalik, tentu saja Aisah terkejut, melihat seorang wanita yang cukup ia kenal.
"Sayang kamu su..." seorang laki-laki yang bertanya kepada wanita nya, tiba-tiba ucapan nya terhenti saat melihat Aisah yang berdiri di depan mereka.
Kisah kelam beberapa tahun lalu, saat Aisah baru lulus dari sekolah menengah Atas, dia dan kekasih nya berencana untuk menikah, namun niat baik mereka tidak di restui oleh keluarga membelai pria, sehingga Aisah di jodohkan dengan Pak menteri waktu itu.
"Aisah" gumam pria itu yang melihat Aisah, wanita ini hanya tersenyum kecut.
"Mas, kamu kenal?"
"Ini Aisah, yang pernah aku ceritakan kepada mu" tukas Pria itu.
"Maaf, dan permisi" ucap Aisah, lalu berbalik dan ingin pergi, pria itu menahan troli Aisah.
"Bisa kah, kita berbicara sebentar, seperti nya ada masalah yang dulu belum kelar" ujar pria itu, sejak dari dulu dia sangat mencintai Aisah, tidak heran setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya bertemu di tempat ini.
"Masalah kita sudah selesai"
"Bicara lah, aku tidak apa-apa, aku akan menunggu di mobil" tukas Wanita sexy, yang tadi di tabrak oleh Aisah, pria itu terkejut mendengar pernyataan istri nya. Namun, Aisah biasa saja. Wanita itu sudah pergi meninggalkan Aisah, dan Suaminya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan, silahkan katakan" mereka berdua seumuran, sekolah di tempat yang sama, bahkan sempat masuk di kampus yang sama, namun pria itu terpaksa pindah ke luar negeri atas permintaan keluarga nya, supaya jauh dari Aisah.
"Aisah, aku minta maaf, jika keluarga ku dulu pernah menyusahkan keluarga kamu, aku tahu tanah pesantren di jual dengan harga tinggi itu perbuatan keluarga ku, aku minta maaf sama kamu" ucap pria itu, yang ingin menyentuh tangan Aisah, namun Aisah segera menarik tangan nya yang semula memegang troli.
"Yudha, antara kita berdua sudah selesai, aku harap kamu tidak menganggu ku lagi, aku tidak apa-apa, dan sekarang hidup ku jauh lebih baik, lebih baik kamu kembali ke mobil, saat ini istri mu sedang menunggu mu" Aisah, ingin pergi, namun Yudha kembali menghalangi nya.
"Aku dan Karina menikah atas perjodohan, aku tidak mencintai nya Aisah, kamu tahu itu, kita berdua telah merencanakan pernikahan sejak lama, akun ingin kita kembali pada masa itu" terlihat Yudha yang terus menerus memohon kepada Aisah.
"Aku tidak mau dengar tentang pernikahan mu, karena aku tidak ingin tahu, kamu dan aku sama-sama sudah menikah. Jadi, masa lalu hanya masa lalu berhenti menganggu ku!" tegas Aisah.
"Nyonya, sudah selesai ayo kita pergi" ajak Raya, Aisah terkejut langsung menoleh.
"Ayo Bi" Aisah memutar troli nya.
__ADS_1
"Aisah, tunggu. Aku ingin kita kembali pada masa itu, tidak masalah aku menikah dengan Karina, tapi aku bisa membahagiakan mu"
Plak !
Satu tamparan melayang di pipi Yudha, ucapan yang di ucapkan Yudha berhasil membuat Aisah marah dan emosi. Semua orang menatap mereka, dan bahkan tidak sedikit orang yang mencibir mereka, saat melihat kejadian itu.
Raya meletakan semua belanjaan di kasir, Aisah masih menatap nyalang ke arah Yudha.
"Jaga ucapan kamu, saya sudah punya suami, dan saya tidak menginginkan pria seperti mu menikah dengan ku" ucap Aisah dengan lantang, " aku bersyukur dulu tidak menjadi istri mu, kalau tidak aku tidak bisa bayang Jiak tiap hari melihat mu terus menerus menggoda setiap wanita yang kau liat" lanjut Aisah, lalu melihat kasir yang sudah selesai, ia pun mengeluarkan uang kertas beberapa lembar untuk membayar belanjaan.
"Permisi" ketus Aisah, mendorong troli sampai ke depan supermarket. Dari dalam mobil, Karina melihat Aisah yang keluar, namun ia tidak melihat adanya Yudha disana.
"Nyonya, anda tidak apa-apa?"
"Saya tidak apa-apa Bi, ayo kita pulang" Aisah memilih untuk menyetir sendiri, semenjak Justin mengizinkan Aisah untuk belajar menyetir.
Mobil Aisah sudah pergi meninggal tempat parkir, dan baru lah Yudha keluar dari tempat itu.
"Mas, kamu enggak apa-apa?" tanya Karina yang melihat wajah Yudha memerah.
"Aku tidak apa-apa, kita pulang" jawab Yudha cuek, membuat Karina kesal, tapi masih bisa menyembunyikan nya di depan Yudha. Lalu mobil Yudha pun berlalu dari tempat tersebut.
Justin memperhatikan Aisah yang sedang menahan rasa sakit, Justin tahu, saat ini Aisah masih masa haid nya.
"Sayang, kamu sudah minum obat?"
"Aku lupa mas" jawab Aisah, sudah seperti biasa, Aisah tetap tersenyum kepada Justin, setiap kali ia berbicara sama suami nya itu.
"Selesai makan, jangan lupa minum obat, jangan di tahan sakit nya, tapi di obati" ujar Justin, yang berdiri dari tempat duduk nya.
"Sayang kamu ikut Mami ya, Papi mau mengerjakan pekerjaan Papi yang tertinggal tadi belum selesai"
"Siap Papi" sahut Al yang senang.
Begitu selesai makan, Aisah segera membawa Al ke kamar, Aisah membantu sang anak untuk mengerjakan tugas sekolah.
Perasaan gelisah dan rasa cemas masih menghantui Aisah terlebih lagi, saat ini Aisah belum menceritakan tentang Yudha kepada Justin, karena Justin pria pencemburu, Aisah memilih untuk tidak menceritakan nya kepada Justin.
__ADS_1
Sekitar tiga puluh menit berlalu, Al sudah tertidur, Aisah langsung membenarkan tidur sang anak, agar ia tidur dengan nyaman.
Setelah memastikan Al sudah terlelap, Aisah meninggalkan nya di kamar, lalu pergi ke kamar sendiri.
Tiba Aisah di kamar suara pesan masuk mengejutkan Aisah.
[Aku yakin, Kamu masih ingat aku, maka nya nomer kamu, masih nomer yang dulu]
Setelah membaca pesan itu, Aisah langsung bisa menebak pria yang nekat siapa lagi kalau bukan Yudha, pria yang ia temui tadi pagi.
Aisah, buru-buru memblokir nomer itu, dan menyimpan ponsel milik nya di laci nakas.
Ceklek !
Suara pintu terbuka mengejutkan Aisah, sehingga membuat Justin terkejut.
"Ada apa sayang? kamu sudah minum obat?" Justin melangkah masuk ke dalam kamar.
"Lupa mas" Aisah, kembali tersenyum, lalu menghampiri Justin.
"Mau sholat?"
"Iya, ayo sholat bersama" ajak Justin, di balas anggukan oleh Aisah. Mereka berdua pun siap-siap untuk sholat insya.
...****...
Setelah selesai sarapan, Aisah mengantar Justin dan Al ke teras yang sudah siap dan rapi. Ke dua nya terlihat begitu bersemangat.
"Hati-hati mas"
"Iya sayang" Justin mencium kening Aisah, begitu juga Aisah mencium punggung tangan Justin, hal itu juga di lakukan Al kepada Aisah.
Setelah mereka pergi, Aisah kembali masuk ke dalam rumah, dan mendapati Bi Raya yang sedang memasak di dapur untuk siang nanti.
"Bi sedang apa?"
"Masak nasi kuning Nyonya, kata nya tadi Nyonya mau antar makan siang Tuan" ujar Bi Raya.
__ADS_1
Lanjut besok ya, maaf lagi kurang sehat, di tunggu dukungan nya 🙏