
Aisah sedang mengambil dompet yang tertinggal di kamar. Setelah semua keperluan nya di ambil, ia pun bergegas menemui Justin dan Al di mobil.
"Mami kenapa lama sekali?" terlihat wajah Al yang sedikit kesal.
"Maaf sayang, tadi dompet mami tertinggal, apa kita bisa berangkat sekarang?"
"Tentu bisa" sahut Justin, Aisah tersenyum sembari memberikan cemilan untuk anak nya.
Aisah dan Justin akan berkunjung ke tempat Nayra, semenjak Nayra pindah dua tahun yang lalu, mereka belum berkunjung kesana, dan bahkan Aisah mendapat kabar dari Justin kalau Nayra akan segera melahirkan.
"Hadiah apa yang akan kita berikan kepada mereka?" Aisah melirik ke arah Justin yang sedang fokus menyetir.
"Surat tanah bagaimana?" Justin melirik Aisah, yang sedang terkejut.
"Mas jangan bercanda" Aisah terlihat kesal,
"Kamu nanya nya sama aku, yang tahu hal begitu 'kan kamu sayang, apapun yang kamu beri untuk mereka aku setuju"
"Eeemmm, baiklah, aku akan memberikan semua pelengkapan bayi, dari box bayi dan juga mainan nya" ujar Aisah, terlihat sedang menghubungi seseorang untuk mengurus hadiah yang akan ia berikan pada Nayra.
Justin hanya tersenyum menanggapi ucapan Aisah. Bagaimana pun, mereka tidak akan kekurangan uang, jika memberikan apapun yang sedikit lebih banyak untuk Nayra dan Jos, apalagi ke dua nya tidak memiliki keluarga atau kerabat dekat lain nya, selain Keluarga Aisah.
"Sayang,kamu mengantuk enggak?"
"Iya Mami, boleh Al tidur?"
"Tidur saja sayang, nanti kalau sudah sampai, Mami bangunin"
"Eeemm" Al langsung memejamkan mata nya, butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai disana.
Saat ini mereka baru saja tiba di desa dimana Nayra dan Jos tinggal.
"Mas, aku mau beli beberapa buah untuk Nayra, boleh ?"
"Boleh sayang, kita berhenti di toko itu ya"
"Iya mas" terlihat toko buah yang cukup besar, Aisah langsung turun setelah Justin berhasil memarkirkan mobil nya di tempat parkir.
Justin menunggu Aisah di dalam mobil selama hampir sepuluh menit, dan baru lah istri nya keluar dari toko tersebut, dengan membawa keranjang buah di tangan nya.
"Aku juga membeli jeruk untuk Al, ia pasti akan suka" terlihat jeruk di keranjang yang lain, dengan ukuran yang begitu besar.
Setelah membeli buah, mereka melanjutkan perjalanan nya. Setelah melewati toko buah, mereka tiba di lorong masuk ke rumah Nayra.
Justin memutar arah mobil, baru lah ia mundur sedikit dan menepi mobil nya, agar tidak mengganggu orang lain, yang menggunakan jalan sama.
Aisah segera turun, sementara Justin menggendong Al dan membawa nya keluar dari dalam mobil.
"Apa mau di bangunin saja sayang?"
"Enggak usah sayang, kasian biar dia tidur sebentar lagi" ujar Aisah, mengusap lembut pipi Al.
"Assalamualaikum" ucap Aisah, sembari tangan bergerak untuk mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok ! Tok ! Tok !
"Wassalamualaikum " terdengar suara Nayra yang menjawab salam, lalu terlihat kenop pintu yang memutar, seseorang tengah membuka nya.
"Ah, Aisah!" saking senang nya, Nayra langsung memeluk sahabat nya itu, tanpa memikirkan diri yang tengah hamil besar.
"Nayra, cukup perut mu bisa terjepit" Aisah sedikit tersenyum, lalu mereka melepaskan pelukan .
"Tuan Justin, silahkan masuk. Apa Al tertidur?" Nayra melihat Al, dalam gendongan Justin.
"Iya benar, biar 'kan aku membaringkan nya di sofa sebentar"
"Kalau kalian mau, bisa membawa nya ke kamar tamu" tukas Nayra,
"Tidak usah Nay, disini saja" Justin membaringkan tubuh Al di atas sofa, lalu Justin tidak melihat ada nya Jos di rumah.
"Duduk lah, aku akan membuat minum untuk kalian" ujar Nayra, yang melangkah ke arah dapur,
"Biar aku bantu, kamu duduk saja di kursi, cukup beritahu aku dimana kopi atau teh" Aisah tersenyum.
"Kenapa kopi dan teh, buatkan jus untuk kamu dan Tuan Justin" saran Nayra, Aisah tersenyum.
"Jam segini mas Justin suka minum kopi hitam, biar Aku buat 'kan!"
"Baiklah" Nayra hanya tersenyum, lalu memperhatikan Aisah, yang sedang membuat minum untuk mereka dan diri nya.
"Maaf, merepotkan mu"
"Ini tidak seberapa, kamu membantu ku merawat Al selama tiga tahun lebih, dan aku hanya membantu membuat mu kopi saja, ini tidak seberapa Nay" Aisah pun selesai menyeduh kopi hitam, lalu ia memotong buah dan mencoba membuat jus untuk Nayra.
"Terimakasih banyak, Tuan Justin memberikan mas Jos, libur sampai aku lahiran, aku sangat berterima kasih, karena dengan begitu, aku tidak perlu takut tinggal sendiri, apa lagi masuk di bulan tujuh ini, aku sering kelelahan!" ungkap Nayra, yang sedang mengusap perut besar nya.
"Jangan bergadang, tidur lah tepat waktu, makan makanan yang sehat, banyak minum jus, agar sedikit membantu menyehatkan tubuh mu" Aisah meletakan segelas jus di depan Nayra.
Sementara itu, Justin melihat Jos di taman belakang rumah, dan menghampiri nya.
"Banyak buah nya?" tanya Justin yang sudah tiba di sana, Jos belum menyadari kehadiran Justin.
"Tuan!" Jos sedikit terkejut, karena Justin datang tidak mengabari dia.
"Sudah, kamu lanjut saja, aku hanya bosan duduk di dalam rumah"
"Tuan mau? meskipun bukan import, tapi ini cukup manis"
Justin melihat buah mangga yang sudah begitu matang, tentu saja ia mau, selama ini Aisah begitu suka mangga.
"Berikan aku dua lima kilo, aku akan membayar mu" tukas Justin, Jos tertawa.
"Mangga ini milik mu, bukan kah, rumah dan seisi nya masih milik mu Tuan" Jos, masih sibuk mengambil mangga dengan menggunakan tangga.
"Jangan berkata begitu, apapun yang sudah ku berikan, itu sudah menjadi milik mu"
Jos hanya tersenyum menanggapi jawaban Justin.
__ADS_1
Di dalam rumah, tepat nya di ruang tamu, terlihat Aisah dan Nayra yang sedang sibuk berbincang, dan datang lah, Jos dan Justin.
"Mas, apa itu?" Aisah melihat keranjang mangga di tangan Justin.
"Mangga, Jos memberikan nya untuk mu, aku teringat kamu sangat menyukai mangga"
"Benar, terimakasih Jos!"
"Jangan sungkan, Nyonya" Jos masih menghormati Aisah, seperti dulu dan sampai sekarang.
Justin meletakan sebagian mangga di dalam mobil, dan sebagian lagi membiarkan Jos untuk membuat manisan, dan akan mereka makan bersama di rumah Nayra.
"Aku ke toilet sebenar" Aisah segera berdiri, dan terlihat Al yang sudah bangun.
"Sayang, kamu sudah bangun?"
"Tante Nay, mana mami?"
"Mami ada di toilet, tunggu sebentar ya"
Al bangun dengan ke dua tangan masih mencoba mengucek mata, lalu Nayra memberikan satu piring mangga yang sudah di kupas untuk Al.
Justin dan Jos sedang berada di teras rumah, entah apa yang mereka bahas, mereka terlihat begitu serius.
"Akkk! Mas. Tolong ...!" teriak Aisah, dari arah kamar mandi, Nayra yang mendengar suara teriakan Aisah pun terkejut, begitu juga dengan Justin dan Jos.
Justin berlari masuk, dan tidak melihat adanya Aisah di ruang tamu.
"Mana Aisah, Nay?"
"Di toilet Tuan"
"Tante Nay, apa yang terjadi?" tanya Al yang bingung, mendengar teriakan Aisah dari arah toilet.
Jos dan Nayra, serta Al menghampiri Aisah di toilet.
"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Justin yang mencoba mrmbukan pintu toilet, tapi terkunci dari dalam.
"Sayang buka" lanjut Justin yang panik.
"Mas, aku tidak bisa membuka nya, kaki ku sakit!"
"Apa yang terjadi Tuan?" tanya Jos, yang tiba disana,
"Jos, apa kau punya kunci lain?"
"Ini tidak bisa di buka dengan kunci lain, harus di dobrak" tukas Jos,
"Apa boleh?"
"Dobrak saja, takut Nyonya kenapa-napa "
Jos dan Justin bersiap -siap untuk mendobrak nya.
__ADS_1