
Sejak pulang tadi sore,Justin tidak pernah keluar kamar,seperti anak perawan yang sedang merajuk.Bahkan Justin terlihat begitu gelisah,kadang duduk di sofa,kadang bangun berjalan ke arah jendela kamar nya.
Bahkan,sesekali Justin berdiri di balkon kamar menatap ke arah langit,mencari jawaban dari atas pernyataan Aisah tempo hari.
Malam pun telah tiba,Justin masih berdiam diri di kamar,dengan kemeja yang ia pakai tadi pagi.Nahkan,Justin belum membersihkan tubuh nya,hati nya kacau,dan pikiran nya tak tenang.
Tok...Tok...Tok...
"Tuan muda,Oma memanggil Anda,dan menyuruh Anda untuk makan!"suara Jos terdengar dari luar kamar.
"Suruh Oma makan duluan,aku akan menyusul sepuluh menit lagi!"setelah mendengar jawaban dari Justin,Jos pun berlalu dan kembali ke ruang makan.
"Bagaimana? dimana Justin?"tanya Causalia yang mendapati Jos hanya sendiri.
"Tuan muda,akan makan sepuluh menit lagi,meminta Anda untuk makan duluan!"pungkas Jos,Causalia menghela nafas nya.Dia tahu,sifat keras kepala Justin yang di turun 'kan dari sang Ibu.Sebelum keinginan nya tercapai ia tidak akan berhenti untuk mengejar nya.
"Aku akan pergi untuk melihat nya!"Causalia pun bangkit dari tempat duduk nya,dengan di bantu oleh Jos.
Tiba di depan kamar Justin,dengan suasana yang begitu hening,Jos dan Causalia saling pandang satu lain,lalu menatap pintu kamar Justin.
Ceklek !
Baru saja Causalia akan mengetuk pintu tersebut,namun Justin sudah membuka nya terlebih dulu.
"Oma?"Justin menatap Oma nya yang kini ada tepat di depan nya.
__ADS_1
"Ayo kita makan!"Causalia mengalungkan lengan Justin,membawa sang cucu menuju ruang makan,dengan di ikuti oleh Jos.
Jos menarik kursi untuk Justin,dan juga untuk Causalia.
"Oma,aku sedang tidak ingin makan!"tukas Justin,melirik wanita tua tersebut yang tak jauh dari tempat duduk nya.
"Eeemmm,memperjuangkan cinta juga butuh tenaga,kalau kamu sakit bagaimana bisa kamu mengejar cinta mu yang mungkin akan sulit untuk kamu gapai?"Causalia menaikan satu alis nya,sementara Justin memiringkan kepala serta mencerna ucapan Causalia.
"Aku tidak tahu,apa yang kurang dari dalam diri ku.Harta,tahta dan tampan,aku bahkan cukup mampan untuk di jadikan seorang suami!"ucap Justin begitu percaya diri.Jos hanya menghela nafas nya sembari melirik ke arah Causalia.
Wanita tua itu,hanya mengangguk pelan ke arah Jos,karena ia paham,jika cucu nya ini belum mengerti maksud dari kata- kata jika'mereka berdua itu beda'.
"Banyak kurang dari mu,yang mungkin kamu tidak mengerti.Jos siapkan makan malam untuk Tuan muda"
"Selesaikan makan malam mu,aku akan memperlihatkan sesuatu kepada mu,dan aku yakin kamu pasti tertarik!"
Justin segera mengangguk,karena ia tahu betul dengan perkataan Causalia,wanita tua yang selalu ada di pihak nya,tidak pernah egois terhadap keputusan sang cucu.
Beberapa menit telah berlalu,terlihat pelayan mansion yang sedang membersihkan meja makan,dan memindahkan semua menu makanan tersisa ke dapur.
"Ikut Oma ke ruangan kerja Oma!"titah Causalia yang sudah berdiri lebih dulu.Melihat Causalia sudah pergi meninggalkan meja makan,Justin pun menyusul menuju ruang kerja Causalia.
Ceklek !
Causalia membuka pintu ruangan kerja nya.Entah berapa lama,Justin tidak masuk ke dalam ruangan tersebut.Semenjak dirinya menjabat Ceo,dan menggantikan posisi wanita tua itu.
__ADS_1
"Jos,tinggalkan kami berdua!"titah Causalia,Jos pun menunduk dan mundur meninggalkan ruangan tersebut.Tentu saja,aksi Causalia membuat Justin bingung,karena selama ini Causalia tidak pernah menyimpan rahasia apapun dari Jos.
"Kamu tau,aku setuju kamu menikah dengan wanita mana pun,tidak peduli dia kaya atau miskin.Jelek atau cantik,asal kamu menyukai nya.Maka tugas ku adalah merestui kalian"ungkap Oma,berjalan ke arah lemari rak buku dan berkas penting keluarga Arlando.
Setelah mengambil satu album yang sudah usang dan warna sedikit berubah,lalu Causalia berjalan ke arah meja kerja nya.Masih ada Justin,yang berdiri tak jauh dari pintu masuk.
"Mendekat lah!"Justin pun menghampiri Causalia di meja kerja.Wanita tua itu,memakai kaca mata yang ia simpan di laci kerja,setelah itu mengambil kain kecil dan membersihkan album foto yang ia ambil di lemari tadi.
"Tidak ada yang bisa ku katakan,jika itu pilihan mu.Wanita yang kau cintai tidak harus kekuasaan apa lagi harta,dia cukup baik dan bahkan mampu membuat ku tertarik dengan nya!"ungkap Causalia lagi,sekali lagi membuat Justin melongo dan bingung.
"Liat,ini Papa mu dan ini Mama mu,Anak ku.Anak yang ku besarkan dengan ke dua tangan ku.Dia yang ku timang siang dan malam,dia yang ku rawat begitu baik.Tapi,di akhir cerita yang ia perjuangkan adalah cinta nya,orang ini yang selalu ia sanjung-sanjung!"tukas Causalia,terlihat netra nya yang menggelembung seakan air di sana akan segera tumpah dengan begitu deras.
"Oma!"Justin,mencengkram bahu Causalia,wanita tua itu mendongakkan kepala nya,lalu tersenyum,dan mengelus tangan Justin yang menyentuh bahu nya.
Ada banyak cerita di balik foto itu,namun Causalia memilih untuk menyembunyikan nya dari Justin,karena ia tidak ingin luka lama terbuka kembali.
"Justin,kamu tidak mirip dengan siapapun selain mirip dengan ibu mu,dari kamu bersikap dan berbicara dari kamu bertindak,semua nya mirip ibu mu.Wanita yang melahirkan mu,dia akan terus berjuang sampai apa yang ia ingin 'kan tercapai dan ia dapatkan!"pungkas Causalia.
"Oma,cukup.Justin tidak ingin melihat Oma bersedih,maafkan Justin yang terlalu egois,sehingga melukai hati Oma!"Justin berjongkok tepat di samping Causalia,menyentuh lutut wanita itu,dan ia menyandarkan kepala nya disana.Causalia dengan lembut mengusap kepala Justin.
"Apa yang bisa ku lakukan,tugas ku hanya ingin membuat mu bahagia.Pernah sekali menentang pernikahan ke dua orang tua mu,Aku tidak akan menentang pernikahan mu lagi!"kini Justin mendongakkan kepala nya,melihat ke arah Causalia,ada seribu pertanyaan yang terpancar di netra Justin.
Silsilah keluarga Arlando memang terkenal cukup di segani dan keluarga yang paling di hormati di Thailand.Namun,Justin tidak pernah tahu,jika pernikahan orang tua nya banyak yang tidak senang dan tidak setuju.Selain dari pihak Ayah nya juga dari pihak ibunya.Banyak yang menentang pernikahan itu.
Karena Ibu Justin asli Thailand lahir dengan agama Budha.Sedangkan,Ayah Justin terlahir dengan Agama Islam.Tetapi Justin menggunakan marga dari pihak ibu,karena semenjak bayi Justin di rawat oleh Causalia.Hanya Causalia yang mau menerima dan merawat Justin.
__ADS_1