
Aisah duduk di depan meja belajar nya.Tepat nya di depan jendela kamar.sayup-sayup terdengar suara burung yang sedang berkicau di luar kamar.Pohon besar dengan daun yang di terpa angin sedikit membuat suasana pagi begitu sejuk.
Kicauan burung di pagi hari terus bernyanyi tak henti-hentinya, kadang terdengar berirama rancak, disaat lain berirama slow.Bahkan ada yang berhenti,sekedar beristirahat di atas ranting pohong yang sedang bergoyang karena di terpa angin.
Tok ! Tok !Tok !
Ketukan suara pintu mengagetkan Aisah yang tengah melamun.Lalu,ia berjalan ke arah pintu kamar.
Tok...Tok...Tok...
Mendengar tidak ada jawaban,pintu kamar itu kembali terdengar ketukan nya dari luar.Aisah mempercepat langkah nya.
Ceklek !
"Kak ipar"sapa Aisah dengan ramah,Maryam tersenyum.
"Sudah siap?"tanya Maryam,
"InsyaAllah sudah Kak,Aku sudah siap lahir dan batin "Aisah tersenyum.Betapa cantik dan anggun nya Aisah saat keluar dari kamar nya menuju aula tempat di mana acara lamaran plus pernikahan di adakan.
Gaun putih bersih dengan sedikit brokat yang melekat di kain tersebut semakin membuat Aisah terlihat begitu anggun.
"Assalamualaikum dik"
Aisah menoleh saat seseorang memberi salam kepada nya.Itu mengingatkan dia kepada cerita saat pertama kali Aisah lahir.Di saat Abah dan Ummi membawa Aisah pulang dari rumah sakit.Ustaz Azmi menunggu nya dengan tidak sabar.Begitu Orang tua nya tiba,Aisah dalam gendongan Abah,Azmi segera mendekat dan memberi salam kepada Adik perempuan nya itu.
"Dulu Gus menyambut mu saat pertama kali datang ke rumah ini,menyabut dengan salam pertama Gus,tapi hari ini Gus memberi salam ke dua saat Gus akan mengantarkan mu menuju Altar pernikahan"ungkap Gus,tak terasa air mata menetes di wajah pria itu.
Aisah dengan sigap menyeka air mata itu."Gus tidak boleh menangis bukan? kalau Gus menangis Aisah juga akan menangis,dan sehingga riasan Aisah akan rusak"tukas Aisah menggoda Azmi,pria itu malah tersenyum.
"Tugas Gus sudah selesai sampai di sini,tapi untuk kebahagian mu,Gus belum bisa menjaminkan itu,namun Gus yakin pilihan Gus kali ini sudah benar.Gus sangat yakin,orang yang Gus pilih kali ini orang yang tepat untuk membahagiakan mu"
"Aisah percaya pada Gus"Aisah memeluk Azmi,menahan tangis nya,ia tidak ingin membuat sang kakak merasa bersalah telah menjodohkan nya lagi.
"Aisah,pernikahan ini di gelar oleh ustaz Zakaria,sesuai peraturan ustaz,pengantin pria dan Wanita duduk dengan Altar yang terpisah,sebelum sah menjadi suami istri"ungkap Azmi,
Deg!
__ADS_1
Pernyataan Azmi membuat Aisah terkejut.Bagaimana tidak pasalnya dia belum mengenal calon suami nya,dan belum melihat bagaimana wajah sang calon suami.
"Aisah,apa kamu keberatan?"tanya Azmi,
"Tidak Gus,Aisah tidak keberatan,semua ini sudah Aisah ikhlaskan lahir batin"jawab Aisah dengan mantap,Azmi hanya mengangguk mengerti,lalu menyuruh Maryam untuk membawa Aisah ke ruangan di mana letak altar pernikahan Aisah.
Begitu langkah kaki Aisah masuk ke dalam aula,semua murid santriwan dan santriwati yang ada di dalam aula melihat kagum atas kecantikan Aisah di hari pernikahan nya.
Maryam menuntun Aisah menuju altar pengantin wanita.Maryam merasakan dingin nya tangan Aisah,namun ia berusaha membuat Aisah agar sedikit lebih tenang,sebelum tirai altar di tutup kembali.
Setelah tirai altar di tutup kembali,Maryam pun pergi meninggalkan Aisah di dalam tirai tersebut.
"Bagaimana ?"tanya Azmi,saat melihat Maryam yang keluar dari aula.
"Seperti nya dia gugup,tapi tenang saja Aa,Maryam yakin pernikahan nya akan berjalan dengan lancar"
Di tengah perbincangan mereka,seorang santri mengabari Azmi,jika pengantin pria telah tiba.Azmi segera keluar dan menyambut tamu.
* * *
Terlihat ustaz Zakaria meminta pengantin pria untuk segera datang menuju meja akad,agar pernikahan itu segera di langsungkan.
Tak menunggu berapa lama,pernikahan pun berjalan dengan begitu lancar.Azmi yang sejak tadi memandang pengantin pria,tak terasa air mata nya kembali terjatuh,bagaimana tidak ini adalah takdir Allah yang membawa kembali pria yang pernah di tolak oleh Azmi sebelum nya.
Justin adalah jodoh yang di pilihkan oleh Azmi melalui bimbingan ustaz Zakaria.
"Sah"
"Sah"
"Alhamdulillah"
Terdengar suara seruan dari semua orang yang ada di dalam aula khusus tamu pria.Azmi segera menyeka air mata nya,lalu berjalan ke arah Justin yang masih duduk di depan ustaz Zakaria.
Di aula lain,yang berseberangan dengan Aisah,Maryam datang menghampiri sang adik ipar.
"Aisah"lirih Maryam duduk di samping Aisah,jantung Aisah berdegup begitu kencang,saat mendengar panggilan dari bibir Maryam.
__ADS_1
"Alhamdulillah sah"
"Alhamdulillah"sahut Aisah,dengan ke dua tangan nya memegang dada,mencoba mengatur nafas yang sejak tadi sudah mulai sesak.
"Selamat Aisah,kini kamu menjadi seorang istri"bisik Maryam,
"Terimakasih kak"
Maryam pun mengajak Aisah untuk kembali ke kamar pengantin,karena sesuai dengan peraturan ustaz Zakaria,dia meminta pengantin wanita untuk menunggu pengantin pria di dalam kamar pengantin.
Tidak ada bantahan atau pun kata-kata penolakan yang keluar dari mulut Aisah,wanita itu menurut saja apa yang di katakan sang kakak ipar.
Di dalam aula pria,Justin dan yang lain sedang mengobrol membicarakan tentang rencana nya ke depan dengan Azmi.
"Jadi,Gus saya berencana untuk membawakan Aisah kembali ke Thailand,karena masih ada urusan saya yang belum selesai di sana"
"Bawa lah istri mu kemana kamu pergi,saya tidak punya hak untuk melarang nya.Namun,saya akan merestui setiap langkah kaki Anda dan adik saya,semoga Allah selalu melimpahkan kebahagian untuk kalian berdua"
"Amiin"
Justin memeluk Azmi,dan dia sangat berterimakasih kepada Azmi yang telah memberi nya kesempatan ke dua.
Pada malam hari,terlihat santriwan dan santriwati yang sedang membantu membereskan prasmanan dan juga barang yang lain.
"Justin,ini kamar Aisah,dan saat ini kamar ini juga akan menjadi kamar mu"ujar Azmi,
"Terimakasih kak"
"Pergilah temui dia,sebentar lagi sudah waktu nya sholat magrib"
"Iya kak,sekali lagi terimakasih untuk hari ini"
"Eeemmm"Azmi mengangguk,lalu pergi meninggalkan Justin di depan kamar Aisah.
Tok...Tok...Tok...
Justin tetap mengetuk pintu kamar Aisah,untuk memberitahu pemilik kamar kalau diri nya sudah datang.Namun,tidak ada tanggapan dari dalam kamar,Justin pun mencoba membuka pintu kamar itu,dan benar saja pintu tersebut tidak di kunci.
__ADS_1