Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Makan malam


__ADS_3

Sudah dua puluh menit berada di meja makan,tak satu pun yang berbicara,memang seperti itu lah adab saat makan.


Azmi melirik ke arah Aisah yang sedang menyimpan sendok dan garpu nya di piring makan.Lalu ia melirik sang istri.Maryam menggelengkan kepala nya agar jangan menganggu Aisah.


Namun,Azmi tidak tahan jika tidak bertanya langsung kepada Adik perempuan nya itu.


"Eeehem"Azmi berdehem,Aisah melirik,begitu juga dengan Maryam yang menatap sang suami.


"Aisah,besok Keluarga pak menteri akan datang ke tempat kita,bagaimana tanggapan mu?"


Aisah menatap Maryam,wanita itu mengangguk nya.


"Bagaimana dengan Kakak? apa tanggapan kakak? yang muda akan bertanya kepada yang lebih tua dulu!"Aisah tersenyum,menyembunyikan hati nya yang getir,oleh pertanyaan Azmi.


"Kakak sudah siap lahir batin menerima lamaran itu,insyaAllah.Kakak udah siap untuk menyambung hubungan kekeluargaan dengan mereka!"lungkas Azmi.


"Kalau itu jawaban Kakak,maka jawaban ku juga tidak berbeda dari pendapat kakak.Aisah,akan membereskan meja makan!"Aisah,segera bangkit dan membawa piring kotor ke dapur.


"Aa,apa yang Aa tanyakan,bukan kah,Maryam sudah katakan,Aa tidak boleh menanyakan itu kepada Aisah!"


"Maryam ingat lah,menyembunyikan sesuatu itu tidak baik,apalagi membenarkan hal yang haram!"tukas Azmi,lalu ikut berdiri dan pergi meninggalkan meja makan.


Maryam terdiam,ia masih berpikir apa yang di maksudkan oleh suami nya itu.Sungguh Maryam sendiri tidak dapat menebak dengan apa yang telah di ketahui oleh Azmi.


* * *


Ke esokan paginya. . .


Maryam melihat sang suami yang berpakaian rapi dan terlihat begitu tampan.Maryam menghampiri Azmi yang tengah berkaca.


"Apa ada yang ingin kamu katakan?"pertanyaan Azmi,mengagetkan Maryam,karena yang mengetahui kebenaran tentang Aisah hanya Maryam seorang.


"Aa jam berapa calon suami Aisah akan tiba?"


"Sekitar dua jam lagi mereka akan tiba,prasmanan juga sudah siap,coba kamu lihat Aisah ke kamar apa dia sudah siap!"


"Baik Aa!"Maryam berbalik.Namun,Azmi kembali memanggil nya.


"Tunggu Maryam!"Maryam menoleh,melihat ke arah sang suami yang kini menatap nya dengan lekat.Tentu saja,pandangan itu membuat jantung Maryam berdegup kencang,pasalnya ia belum pernah menyembunyikan apapun terhadap suami nya itu.


Azmi menghampiri Maryam.

__ADS_1


"Maryam,kita telah berjanji,diantara kita berdua tidak akan ada rahasia apapun,tapi aku merasa,jika Maryam menyembunyikan sesuatu dari Aa!"


Maryam terkejut,ia tahu dia tidak akan bisa menyembunyikan itu dari Azmi.


"Maafkan Maryam,Aa!"Maryam memegang tangan suami nya.


"Ceritakan pada ku!"titah Azmi,dengan berat hati,Maryam menceritakan semua nya kepada Azmi.Perubahan raut wajah Azmi membuat Maryam sedikit takut,pasal nya Azmi tidak akan pernah senang jika Aisah berhubungan dengan orang lain,apalagi dengan orang yang beda keyakinan seperti Justin.


"Maryam pergi lah ke kamar Aisah,dan minta lah dia untuk segera bersiap-siap!"


"Baik Aa!"Maryam pun pergi meninggalkan kamar nya.Di luar kamar,Maryam terlihat gelisah.


Dugh!


"Aww"pekik seseorang yang di tabrak oleh Maryam.


"Maaf-maaf,Aku tak sengaja!"ucap Maryam.


"Kak Maryam!"ternyata yang di tabrak oleh Maryam adalah Nayra teman Aisah.


"Kebetulan sekali kamu datang,tolong panggilkan Aisah ya Nay,katakan pada Aisah,Gus menyuruh nya untuk segera keluar dari kamar!"


Maryam pun pergi meninggalkan Nayra,begitu juga dengan Nayra yang segera pergi menuju kamar Aisah.


Tok..Tok..Tok..


"Siapa?"terdengar suara Aisah dari dalam kamar,


"Ini aku Nayra!"


"Masuk!"


Ceklek !


Aisah tidak mengunci pintu,Nayra segera masuk dan menghampiri Aisah,di jendela kamar nya.


"Ada apa ini? kamu terlihat gelisah?"tanya Aisah,


"Mereka akan segera tiba.Pada akhirnya aku tidak bisa lari lagi dari kenyataan ini!"ujar Aisah dengan raut wajah yang pasrah.


"Eeemmm,Gus menyuruh kamu untuk segera keluar!"

__ADS_1


"Aku mengerti!"Aisah menyimpan ponsel ke dalam laci nya,lalu ia mengambil tasbih di lemari dan membawa nya bersama.


"Tunggu!"Nayra memegang lengan Aisah.Wanita ini seketika berhenti dan menoleh.


"Kenapa?"


"Ini ?"Nayra,melihat tasbih yang ada di tangan Aisah,memang Aisah suka membawa tasbih kemana ia pergi,hanya saja kali ini tasbih nya berbeda.


"Ini aku membeli nya di Thailand!"pungkas Aisah.


"Membeli atau di beri?"tanya Nayra,dengan senyuman menggoda di wajah nya.


"Di jual,lalu aku membeli!"Aisah langsung pergi meninggalkan Nayra di dalam kamar nya.


Di luar pondok,terlihat anak-anak santri yang ikut membuat acara itu berjalan dengan lancar.Ada Maryam yang sedang memeriksa prasmanan para tamu,ia ingin memeriksa kembali agar tidak ada yang kurang.


Sebuah mobil mewah masuk dalam halaman pesantren.Maryam tersenyum,ia mengira jika keluarga calon suami Aisah sudah tiba.Namun,kenyataan nya,saat seorang pria turun dan membukakan pintu oleh sopir nya,membuat Maryam terkesiap,pasal nya ia belum pernah melihat orang seformal itu datang ke pesantren nya.


Justin menyuruh Jos,untuk tetap menunggu di mobil,karena ia akan bertemu sendiri keluarga Aisah.


"Permisi maaf,ada yang bisa saya bantu!"ucap Maryam,dengan menangkup 'kan ke dua tangan nya di dada.Justin,tidak langsung merespon dia malah bingung dengan apa yang di maksud oleh Maryam.


Akhirnya Justin memilih untuk menggunakan bahasa asing seperti bahasa Inggris.Namum,malah Maryam yang tidak terlalu mengerti akan bahasa itu.


"Apa benar ini kediaman Aisah?"tanya Justin,


"Aisah?"ulang Maryam,Justin mengangguk.


"Tu-tuan Justin,sedang apa Anda disini?"seru seseorang,Maryam segera menoleh,ternyata Nayra,Maryam menyadari jika pria yang di depan nya adalah pria yang di ceritakan oleh Aisah adik ipar nya.


"Nay,tolong kamu urus ini,aku akan pergi mencari Aa Azmi!"


"Iya kak!"Maryam pun pergi,ia tahu,saat ini hanya suami nya yang bisa mengatasi masalah itu.


"Nay,dimana Aisah?"masih menggunakan bahasa asing berbicara dengan Nayra.


"Ada di dalam,masuk lah,aku akan memanggil nya!"ujar Nayra,Justin pun nurut dan mengikuti Nayra dari belakang.


Nayra menyuruh Justin untuk duduk di depan prasmanan.Tentu saja ke hadiran Justin di pesantren itu,membuat semua santri disana menatap heran karena mereka belum pernah melihat seseorang yang datang bertamu.


Nayra mempercepat langkah kaki nya menuju tempat dimana Aisah berada.Nayra terkejut saat melihat Maryam dan Gus Azmi yang berjalan ke arah nya.Maryam langsung memberi kode kepada Nayra agar tidak terlihat oleh mereka.Karena,Maryam tidak ingin membuat suami nya memarahi sang Adik ipar.

__ADS_1


__ADS_2