Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Tiga bulan kemudian


__ADS_3

Tiga bulan bukan lah waktu yang cepat,sudah tiga bulan Aisah dirumah,dan memilih untuk menyendiri di kamar nya.Semenjak ia kembali dari Thailand,Aisah tidak pernah membantu Gus Azmi untuk mengajari anak-anak mengaji.Dia lebih memilih untuk menyendiri di kamar.


Tok..Tok..Tok..


Suara ketukan itu tentu saja membuat Aisah terkejut,yang tengah melamun di depan jendela kamar dan duduk di meja belajar nya.


Tok..Tok..Tok..


"Siapa?"


"Ini Kakak,Aisah!"itu suara Maryam yang terdengar dari balik pintu kamar Aisah.Wanita ini selalu menghormati sang kak ipar,tanpa menunggu lama,ia pun berdiri dan pergi untuk membuka pintu kamar,agar Maryam tidak menunggu terlalu lama.


Ceklek !


Setelah pintu terbuka,Aisah melhat Maryam, yang tersenyum kepada dia di balik cadar.


"Kak,apa yang membawa kakak kemari?"tanya Aisah,begitu pintu terbuka,


"Boleh kah aku masuk?"Aisah hanya mengangguk pelan,lalu berbalik masuk kembali ke dalam kamar.


Maryam duduk di tepi ranjang,dengan Aisah yang duduk di kursi meja belajar nya,Aisah melihat ke arah Kakak ipar nya itu.Meskipun,Maryam tidak mengutarakan isi hati nya,Aisah bisa menebak apa tujuan Maryam datang ke kamar nya.


"Ada apa kak? kenapa Kakak ragu-ragu? kita adalah keluarga,dan aku adalah Adik mu!"tukas Aisah,yang tersenyum.Maryam getir saat mendengar ucapan Aisah,dia tidak ingin ikut campur.Namun,Maryam juga tidak tahan melihat sang Adik ipar yang terus-terusan merasa tertekan saat berada di rumah itu.


"Aisah,bagaimana perasaan mu saat sudah kembali ke sini,dan mendapat kabar bahwa calon suami mu akan melamar mu,apakah dia pilihan hati mu selain pilihan kita semua?"pertanyaan itu berhasil lolos dari bibir Maryam,Aisah tersenyum kecut menanggapi pertanyaan sang Kakak ipar.

__ADS_1


"Apa aku boleh tidak menjawabnya kak?"


"Kalau kamu tidak menjawab,bagaimana aku bisa tahu,jika kamu ikhlas lahir dan batin mu dik?"


Aisah masih tersenyum,menatap perempuan bercadar yang duduk di tepi ranjang nya.Wanita yang sudah merawat dia sejak lama,menjadi Keluarga untuk nya dan teman curhat bagi dia.


"Apa penting nya jawaban aku kak!"Aisah tersenyum,namun netra nya berkaca-kaca.Maryam dapat melihat itu,saat Aisah menunduk.


"jawaban ku tidak penting,yang terpenting pesantren ini aman dan selalu tetap aktif sampai kapan pun,ini adalah pesan Abah dan Ummi.Aisah sebagai Anak hanya bisa mengikhlaskan nya dan menerima semua wasiat para orang tua"Hiks..Hiks,akhir nya akhir mata itu telah meniti membasahi wajah Aisah.


Maryam berjalan menghampiri Aisah,dan memeluk wanita itu dengan erat.Aisah mendekap pinggang Maryam,ia tahu saat ini diri nya butuh bahu dan butuh sandaran dan tempat curhat.


"Selama Aisah tumbuh besar,pernah kah,Aisah mengagumi seseorang walaupun hanya dalam mimpi? pernah kah,Aisah bermimpi suatu saat akan menikah dengan pangeran berkuda putih,seperti dalam mimpi mu?"meskipun pertanyaan Maryam terdengar seperti bercanda,Aisah tahu maksud dari pertanyaan Maryam.


Aisah pun menceritakan sosok pria berkuda putih kepada Maryam.Dari awal mereka bertemu hingga mereka berpisah,Aisah menceritakan semua nya.Tidak ada satupun yang Aisah lewatkan.


Maryam tersentak,dia terkejut dengan cerita sang adik ipar.Ternyata ada pria tulus lain yang ingin menikahi adik ipar nya itu.Namun, keputusan Gus Azmi sudah final,apa lagi itu wasiat dari orang tua nya.


"Apa yang membuat mu begitu yakin menolak nya,agama nya atau cinta nya?"Aisah terkejut,lalu menatap Maryam yang kembali duduk di tepi ranjang.Saat ini Aisah berdiri di depan cermin,lalu berbalik menatap taman yang ada di samping kamar nya.


"Agama nya!"ucap Aisah dengan tegas,


"Kalau kamu menolak agama nya,berarti kamu tidak menolak disaat dia mengajak halal bersama mu? berarti kamu yakin jika ke hadiran nya adalah takdir?"


"Kak,bagaimana bisa itu di sebut takdir?sedangkan Allah sudah menulis masa depan ku di telapak tangan ini,dan takdir aku ada di wasiat Ummi dan Abah!"pungkas Aisah,yang kini berbalik menatap Maryam lagi.

__ADS_1


"Jika kamu mencintai seseorang,tapi kamu tahu bahwa mustahil untuk kalian bersama,maka percaya lah.Jenis cinta ini lah yang dalam dan tulus,sebesar apapun usaha mu untuk menolak nya,jika kamu di takdir 'kan untuk bersama dengan dia,maka kamu pun tidak bisa menolak nya jika Allah sudah berkehendak!"setelah mengatakan itu,Maryam menghampiri Aisah lagi.


"Kun fayakun Aisah!"lirih Maryam.


"Kakak tau,jika dia kembali pada ku,bukan kah lautan yang harus ia seberangi terlalu besar?selain agama dia juga harus meninggalkan keluarga nya,ini bukan tentang aku dan dia,tapi tentang dua keluarga.Bagaimana dengan Kak Azmi? bagaimana keluarga dia akan menerima nya?"bibir Aisah bergetar,Maryam dapat merasakan ketakutan yang ada dalam diri Aisah,selain hidup nya.Aisah masih memikirkan orang lain juga.


"Siapapun yang mencintai mu,dia akan menemukan jalan untuk sampai padamu.Tidak peduli seberapa sempit perjalanan itu.Dia akan berusaha nya,dan menyeberangi nya hingga sampai kepada mu.Karena,tujuan dia adalah kamu!"tukas Maryam,membelai wajah lembut sang Adik ipar.


Suara azan ashar berkumandang,mengejutkan ke dua wanita itu.


"Sudah Ashar,Kakak pergi untuk sholat dulu!"ujar Maryam.


"Iya kak,aku pun begitu.Kak,jangan beritahu Kaka Azmi!"ucap Aisah kemudian,Maryam mengangguk sembari tersenyum.


Ceklek!


Maryam membuka pintu,ia merasa seseorang baru saja pergi dari depan pintu kamar Aisah.


"Eeemm,mungkin hanya perasaan ku saja!"gumam Maryam,yang kembali berlalu dari pintu kamar Aisah,setelah menutup nya.


Aisah kembali,menatap layar ponsel nya,ada pesan lama yang masih tersimpan di ponsel Aisah.Semenjak ia menggantikan nomer ponsel nya dengan nomer ponsel Indonesia,Justin tidak pernah menghubungi nya lagi.


"Semoga Tuhan,mengirimkan jodoh terbaik untuk mu,meskipun kita tidak pernah bersama,aku yakin,kebahagiaan kita ada pada orang lain,meskipun aku bukan jodoh mu.Namun,aku selalu berdoa,semoga Tuhan mempertemukan diri mu dengan orang yang seiman dan seagama dengan mu!"gumam Aisah,menatap layar ponsel yang penuh dengan pesan gombal milik Justin.


Setelah menyimpan kembali Ponsel itu di laci,Aisah segera bangkit dari tempat duduk nya.Berniat akan mandi,agar bisa segera menunaikan kewajiban nya.

__ADS_1


__ADS_2