
Satu bulan telah berlalu,Ketty sangat menikmati peran nya sebagai ibu hamil.Dengan begitu ia bisa melimpahkan semua tanggung jawab nya kepada Aisah,sebagai menantu pertama keluarga Arlando yang belum hamil.
Hari ini Ketty sedang duduk di sofa,menaikan kaki nya ke atas meja kecil yang ada di depan nya,dengan sangat tidak sopan.
"Ketty,turun 'kan kaki mu!"titah Causalia yang baru saja keluar kamar,
"Oma,aku pegal.Kaki ku sakit,aku hanya beristirahat sebentar,bagaimana kalau menyuruh Aisah untuk memijit nya!"saran Ketty,Causalia menaikan alis nya mendengar ucapan Ketty.
"Kalau kamu pegal dan minta di pijit,kamu bisa memanggil tukang pijit kemari,dan biaya nya bisa aku tanggung!"pungkas Causalia.
"Oma terlalu pilih kasih,bagaimana pun aku ini Wanita hamil,dan butuh hal-hal yang membuat tubuh ku rileks,kalau begitu Oma,ijin 'kan aku untuk pergi ke spa,aku ingin menenangkan diriku!"
Karena tidak ingin berdebat dengan wanita itu,Causalia pun membiarkan nya pergi.
"Pergi lah!"Causalia memberikan black card untuk Ketty,bagaimana pun ada calon cucu nya yang saat ini sedang Ketty kandung.
Setelah kepergian Ketty,Causalia mencari Aisah di dalam kamar nya.
Tiba di lantai atas,Causalia tidak mendapati ada nya Aisah disana,lalu ia berniat untuk mengetuk kamar Aisah lebih dulu.
Tok ! Tok ! Tok !
"Oma!"panggil Aisah,Causalia menoleh dan melihat Aisah ada di belakang nya.
"Aku tadi di balkon.Ada apa Oma mencari ku? apa ada yang ingin ku bantu Oma?"tanya Aisah dengan sopan.
"Ayo kita pergi berbelanja,sudah lama Oma tidak pergi shopping"tukas Wanita tua itu,menyentuh raut wajah Aisah,yang sedang tersenyum.
"Tunggu sebentar,Aisah akan mengambil dompet!"
"Tidak perlu,hari ini Oma yang belanjakan untuk kamu semua!"Causalia tersenyum smirk ke arah Aisah,yang ingin masuk ke dalam kamar nya.
"Aisah tidak ingin beli apapun,tapi Aisah bisa temani Oma kemana pun"
"Kamu memang Menantu yang pengertian!"ujar Causalia,ke dua nya menuruni anak tangga hingga lantai dasar.
Tiba di Mall. . .
Di sebuah mall besar,yang ada di Thailand.Aisah bersama dengan Causalia,dan temani oleh dua orang pengawal,sedang berbelanja keperluan Causalia.
Disaat sedang sibuk berbelanja,Causalia melihat Ketty bersama dengan seorang Pria,ke dua nya terlihat begitu akrab,dan berjalan bergandeng tangan melewati toko yang di singgah oleh Aisah.
"Aisah,bagaimana dengan yang ini?"tanya Causalia,namun Aisah tidak mendengar karena pandangan nya sibuk melihat ke arah Ketty yang berlalu ke arah lift.
"Aisah?"Causalia menepuk pelan bahu Aisah mengejutkan wanita itu.
"Iya Oma!"
"Ada apa? kamu terlihat melamun?"Causalia melihat ke arah toko baju baby,sehingga membuat Causalia salah sangka terhadap Aisah.Causalia mengira jika Aisah sedih karena belum juga hamil setelah beberapa bulan menikah dengan Justin.
"Ayo Oma pilih 'kan baju untuk mu,tadi Oma melihat baju di toko sebelah cantik-cantik,dan cocok untuk kamu yang muslim!"tukas Causalia,menarik tangan Aisah,ke arah toko sebelah.
Aisah pun hanya bisa menuruti keinginan Causalia tanpa membantah.
"Selamat datang Nyonya,ada yang bisa kami bantu!"pelayan toko tersebut sudah mengenali Causalia sebagai pelanggan VIP di di toko mereka.
"Bawakan beberapa pakaian yang cocok untuk menantu saya,cari 'kan yan bermerk,saya ingin yang kualitas bagus bila perlu yang limited edition!"pungkas Causalia dengan gaya nya,membuat pelayan itu tersenyum ramah karena memang sudah mengenali Causalia dan keluarga Arlando.
"Kebetulan anda datang hari ini Nyonya.Kami baru saja tiba barang baru dan kualitas nya nomer satu!"
"Perlihatkan semua nya pada menantu saya!"
"Baik Nyonya.Mari ikut saya"
"Oma,tidak usah,baju Aisah masih baju di rumah,tidak perlu beli yang baru,sayang uang nya!"
"Tidak boleh membantah,ini hadiah dari Oma!"
Akhir nya Aisah mengalah dan menuruti keinginan Causalia.Setelah Aisah pergi,Causalia mengubungi Justin,dan memberitahu jika mereka sedang berada di butik Arlando yang tidak di ketahui oleh Aisah.
[Oma,ambil apapun yang di inginkan istri ku,aku menginginkan dia cantik setiap saat!]
"Tentu,Oma akan mengosongkan butik mu ini"canda Oma,Justin hanya tersenyum.
[Lakukan apapun yang membuat wanita bahagia,kami para lelaki hanya bisa bekerja untuk menghasilkan uang!]
"Itu sudah derita mu Justin!"ledek Oma,setelah itu baru memutuskan panggilan nya dengan Justin.
Tak lama kemudian,Aisah pun kembali lagi.
__ADS_1
"Bagaimana ? mana barang yang kamu suka?"tanya Causalia,
"Tidak ada yang membuat ku tertarik Oma!"bohong Aisah,wanita ini berpikir dua kali saat melihat harga di label baju.
"Pelayan,bungkus semua barang yang di coba oleh menantu saya tadi,dan kirimkan semua nya ke mansion Arlando!"
"Baik Nyonya!"
"Ayo kita ke tempat lain!"Causalia langsung menarik tangan Aisah untuk pergi.
Sudah jam 17:20,Causalia dan juga Aisah baru saja tiba di mansion,disana sudah ada Kepala maid yang menunggu mereka.
Causalia membawa Aisah ke salon kecantikan dan juga pergi jalan-jalan,hari ini Causalia sangat memanjakan menantu nya itu.
"Nyonya besar,Nyonya muda sedang di tunggu oleh Tuan Justin di kamar!"
"Baru juga pergi sebentar,dia sudah sibuk mencari kamu!"cibir Causalia,dengan senyuman yang tak pernah hilang di raut wajah nya itu.
"Oma,aku sudah pergi seharian dari rumah,dan aku lupa ngabarin Mas Justin!"pungkas Aisah,yang merasa bersalah.
"Kamu tidak perlu takut,aku sudah meminta ijin kepada nya sebelum kita pergi!"
"Kalau begitu,Oma aku pergi menemui Mas Justin dulu"
"Pergilah sayang!"
Aisah pun bergegas pergi menemui Justin yang ada di dalam kamar nya.Bahkan,ia menaiki tangga dengan terburu-buru takut membuat Justin menunggu begitu lama.
Ceklek !
"Assalamualaikum.Mas!"ucap Aisah,saat ia membuka pintu kamar,
"Waalaikumsalam!"jawab Justin,yang langsung menghampiri Aisah di depan pintu.Justin segera memeluk Aisah,dan menutup pintu kamar mereka.
"Mas,ada apa?"tanya Aisah,yang bingung Justin tiba-tiba memeluk dirinya.
"Aku kangen,Aku ingin memeluk mu!"bisik Justin,yang belum ingin melepaskan tangan nya di pinggang Aisah.
"Mas,biarkan Aku mandi sebentar,badan ku sangat lengket!"
"Ayo mandi sama!"
Blam!
Pintu kamar mandi tertutup,dan ke dua nya pun melakukan ritual mandi bersama.Bukan Justin nama nya,jika tidak mengambil kesempatan saat di dalam kamar mandi.
...***...
Malam pun tiba. . .
Semua orang telah berkumpul di meja makan,terlihat semua orang yang ada di meja sedang menikmati makan malam mereka.
"Eheem"Justin berdehem,saat meletakkan garpu dan sendok,makanan di atas piring telah habis,sama seperti yang lain.
"Jadi Cakra,kapan kita semua bisa membawa istri mu pergi untuk periksa kondisi janin,kita semua wajib tahu kondisi pewaris keluarga Arlando!"ujar Justin yang kini menatap Cakra.
Cakra terkejut,ia tidak menyangka kalau Justin akan bertanya mengenai hal itu.
'Bagaimana ini?'Cakra melirik Ketty.
"Kami akan pergi besok,ke rumah sakit langganan keluarga saya!"sahut Ketty beralasan,
"Bagaimana kalau kita semua ikut pergi,bagaimana pun Oma juga ingin melihat nya"timpal Causalia.
Langsung membuat Ketty gelagapan mencari alasan.
"Tapi Oma,kita akan berangkat malam ke Chiang Mai,kesehatan Oma sedang tidak baik-baik saja,apa tidak seharusnya Oma menunggu di rumah saja,kami bisa membawa pulang hasil USG nya nanti!"saran Ketty,
"Tidak masalah,Aisah dan Justin akan ikut,malah bisa membuat kita semua bisa jalan-jalan,kapan lagi punya waktu senggang untuk pergi bersama!"
"Benar,aku bisa membawa istri ku ikut Konsul dengan dokter keluarga mu,mana tahu rejeki kami disana!"
Ketty tidak ada pilihan lain,selain mengiyakan semua saran orang yang ada di meja makan,Aisah tidak ikut nimbrung,karena tidak ingin terlibat dalam masalah keluarga mereka.
"Baik lah,kita akan berangkat besok!"
Mendengar jawaban Ketty,Cakra menatap Ketty dengan netra yang tak percaya,sehingga membuat Justin sedikit curiga dengan pandangan itu.
"Sayang,aku akan pergi ke ruang kerja ku,masih ada berkas yang harus ku periksa!"
__ADS_1
"Iya mas!"
Setelah mengecup pucuk kepala Aisah,Justin pun berlalu dari meja makan,begitu juga dengan Ketty dan Cakra.
"Mari Oma,Aisah antar ke kamar!"
"Terimakasih sayang,padahal Oma bisa minta tolong sama Mila,jadi Oma tidak perlu merepotkan kamu selalu!"
"Tidak apa-apa,malah Aisah senang!"
Aisah segera mengantar Causalia ke kamar nya,yang ada di lantai dasar tepat nya di sebelah ruang keluarga.
Setelah memberi obat Causalia,Aisah pun meninggalkan wanita tua itu di kamar,dan ia juga kembali ke kamar nya.
Di dalam kamar,Ketty dan Cakra sedang berdebat soal mengecek kehamilan Ketty.
"Apa kau gila,bagaimana bisa kamu mengiyakan itu!"teriak Cakra,
"Kalau pun aku menolak nya,mereka akan curiga kalau kita hanya pura-pura hamil saja.Aku melakukan ini semua untuk membantu kamu dan keluarga mu yang tidak berguna itu!"
"Pelan 'kan suara mu,apa kamu mau mereka mendengar mu!"Cakra mencengkram kuat lengan Ketty.
"Lepas,kau menyakiti ku,ini sakit Cakra!"teriak Ketty,
"Pokoknya kamu harus memikirkan cara,bagaimana cara nya agar mereka percaya akan kehamilan palsu mu ini!"
"Ini semua gara-gara ide sialan mu!"
Ceklek !
Mendengar suara pintu yang terbuka,Ketty dan Cakra terkejut,mereka segera menoleh ke arah pintu.
"Aisah!"gumam mereka bersama,Aisah melangkah masuk ke dalam kamar itu,di mana Cakra dan Ketty sedang berdebat tentang pemeriksaan kehamilan palsu Ketty.
Ketty dan Cakra terlihat gugup saat Aisah menghampiri mereka.
"Ais..."
Plak!
Satu tamparan melayang di pipi Ketty,dan itu membuat Cakra terkejut,bahkan Ketty belum sempat menyelesaikan ucapan nya tangan Aisah sudah mendarat di pipi nya.
"Kau berani..."
"Kenapa aku tidak berani? "Aisah langsung menyela ucapan Ketty,membuat wanita itu terdiam,
"Kalian berdua membohongi kami semua,aku tidak marah kau membohongi ku,tapi aku marah kau membohongi Oma.Kalian tahu,bagaimana senang nya Oma tahu kamu hamil,tapi kalian malah menipu nya,kalau sampai Oma tahu kamu hamil palsu aku tidak bisa bayangkan kesehatan Oma akan bagaimana !"
"Siapa bilang aku hamil palsu,Aku hamil benaran!"tegas Ketty,yang masih ingin melanjutkan kebohongan yang mereka mulai,Cakra menarik lengan Ketty untuk berhenti berbohong,karena Cakra takut Justin akan tahu kebenaran nya.
"Kamu yakin?"Aisah menatap nya penuh kecurigaan.
"Kenapa aku enggak yakin,aku dan suami ku sehat,rahim ku juga bagus,tidak seperti kamu,sudah lama menikah tapi belum bisa punya anak,jangan hanya karena iri kamu ingin memfitnah kami"
"Kita lihat saja besok,jika kehamilan mu palsu kamu dan suami mu tidak boleh lagi tinggal disini,tapi jika kamu benar-benar hamil,maka aku sendiri yang akan membantu kamu untuk menjaga anak mu ini!"tegas Aisah,lalu berbalik dan pergi meninggalkan kamar Ketty dan Cakra.
Cakra langsung terduduk di atas ranjang,mendengar ancaman Aisah barusan.
"Bagaimana ini,seandainya kau barusan mau jujur mungkin Aisah akan memaafkan kita,dan masalah tidak akan serumit ini!"
"Ini semua juga ide gila mu,kenapa kamu yang takut,serahkan saja semua nya pada ku,aku akan mengatur nya!"
Ketty pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Aisah yang baru saja keluar dari kamar Ketty,berulang kali mengusap dada nya,karena ia tahu semua masalah mereka,tapi ia bingung untuk menceritakan semua nya pada Justin.Karena Aisah,tidak mau orang mengira kalau Aisah iri dengan kehamilan Ketty.
"Sayang,kenapa kamu disini?"tanya Justin,yang melihat Aisah di depan kamar Ketty dan Cakra.
"Enggak aku mau ke kamar tapi kelewatan"bohong Aisah,yang kini berbalik ke kamar nya,dengan di ikuti oleh Justin.
Tiba di dalam kamar,Justin melepaskan baju nya,dan ingin membersihkan diri.
"Sayang kita tidak bisa ikut ke Chiang Mai ka..."
"Kenapa tidak bisa? bukan kah,Oma sudah katakan kita semua akan pergi kesana?"Aisah langsung menyela ucapan Justin,membuat Justin terkejut,dan menoleh ke arah Aisah yang berdiri di dekat meja rias.
"Sayang ada apa dengan mu? apa kamu sangat ingin pergi ke Chiang Mai? kalau kamu mau kita bisa bulan madu kesana Minggu depan.Tapi,Minggu ini aku sibuk dan besok banyak Meeting di kantor.Soal pemeriksaan Ketty,Aku sudah menghubungi dokter delta, dan membuat jadwal dengan nya.Jadi,kita juga bisa ikut pemeriksa kehamilan Ketty namun pemeriksaan itu di lakukan disini,tidak di Chiang Mai!"pungkas Justin,langsung raut wajah Aisah berubah.
"Oh begitu,baik lah kalau begitu!"Aisah langsung duduk di tepi ranjang.Sementara Justin masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
'Ada 70% kesempatan untuk membongkar kebohongan mereka,kalau yang memeriksa mereka adalah dokter delta!'Aisah tersenyum lega,akhir nya malam ini ia dapat tertidur dengan nyenyak.