
Berada di rumah sakit,membuat Aisah merasa sedih,apalagi saat mengingat hasil pemeriksaan yang di berikan oleh dokter Delta dua hari yang lalu.
"Sayang,lihat lah siapa yang datang!"Aisah langsung menoleh ke arah pintu,ada Azmi dan juga Maryam yang datang berkunjung ke Thailand setelah mengetahui Aisah masuk rumah sakit.
Azmi langsung berjalan ke arah ranjang Aisah,dah memeluk wanita itu dengan erat.
Sebelum Azmi tiba di rumah sakit,Justin sudah menceritakan semua nya kepada Azmi,hanya saja ia meminta pria itu agar menyembunyikan kesedihan nya di depan Aisah.
Justin tidak ingin Aisah merasa gagal menjadi seorang wanita.
"Gus merindukan mu,kamu tetap sama seperti dulu,hanya saja sekarang semakin cantik karena ada pria yang begitu tulus mencintai mu"pungkas Azmi,tak sengaja air mata nya menetes,dan itu membuat Aisah terkejut.
"Gus,kenapa kamu menangis,jangan bersedih,aku tahu kalian merindukan ku,tapi jangan menangis,aku baik-baik saja Aku akan segera pulang dari sini,benarkan mas!"
"Iya sayang,benar!"
"Tidak,Gus hanya merindukan mu,Aisah sudah setahun ini kita tidak bertemu,jarang memberi kabar satu sama lain.Tapi,begitu Gus tahu kabar mu,kamu malah berada di tempat ini,Gus harap semoga Allah segera mengangkat segala penyakit yang menyerang mu,tetap semangat adik ku!"Gus kembali memeluk Aisah,wanita ini menepuk pelan pundak Azmi,meskipun Azmi sudah berusaha untuk tidak menangis di depan Aisah.Namun,air mata itu seakan sulit untuk di ajak kompromi,agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan sehingga membuat Aisah ikut sedih,Azmi pun meminta izin untuk keluar dari ruangan itu.
Azmi dan Justin keluar dari ruangan inap Aisah,kini hanya tinggal Maryam dan Aisah di dalam sana.
"Tuan Justin,saya tahu ini berat untuk anda,sebagai pria yang sukses dan memiliki segala nya,saya yakin anda berat untuk menerima kondisi Adik saya saat ini.Seandainya anda merasa dia tidak pantas lagi menjadi seorang istri,maka saya masih menganggap tinggi dirinya,dia sangat pantas menjadi seorang adik perempuan bagi saya,jika anda tidak mencintai nya lagi,pulangkan dia secara baik-baik kepada saya,jangan menyakiti fisik nya,karena perasaan nya saat ini saya yakin saat ini telah hancur mungkin tidak tersisa,sejak kecil dia pandai menyembunyikan perasaan nya dari orang lain,begitu juga saat ini dia sedang bersikap baik-baik saja di depan kita.Namun,sesungguh nya dia sedang melawan perasaan yang terus menghantam fisik nya sehingga membuat ia merasa telah gagal menjadi seorang istri"tanpa terasa air mata Azmi menetes,dan itu di ketahui oleh Justin.
Begitu besar cinta Azmi kepada Aisah,adik semata wayang nya.Mereka hidup berdua telah lama semenjak orang tua mereka telah tiada.
"Kakak ipar!"lirih Justin,melihat pria berpakaian kemeja dan celana bahan,serta sebuah peci yang menutupi rambut nya,membuat Justin memegang ke dua bahu pria itu,lalu Justin memeluk nya sebagai seorang pria yang menghargai ucapan seorang Kakak dari istri nya saat ini.
"Tenang,aku meminang nya satu tahun yang lalu untuk ku jadikan istri,dan berharap dia adalah ratu di hidup selama nya.Jika dia bisa memberi ku keturunan itu hanya lah sebuah bonus,dari atas apa yang kami syukuri dan kami usahakan selama ini!"
Mendengar ucapan Justin,membuat Azmi yakin jika Justin pria yang benar yang Aisah pilihkan selama ini,dia hanya salah pernah menganggap Justin begitu buruk,hanya karena Justin dulu nya beda keyakinan dari mereka.Namun,hari ini sikap Justin membuktikan kalau dia mampu menerima kekurangan Aisah untuk ke depan nya.
"Kita sama-sama berdoa,semoga Operasi Aisah berjalan dengan lancar!"
"Iya Kakak ipar!"
Justin dan Azmi kemudian melanjutkan perbincangan selama mereka tidak pernah bertemu selama satu tahun kebelakang.
Di dalam ruangan,ada Maryam yang sedang menemani dan berbincang dengan Aisah.
"Aisah,apa yang ingin kamu makan,Kakak akan meminta Gus untuk membelikan nya!"
"Saat ini tidak ada yang ingin aku makan kak,aku hanya ingin cepat sembuh dan kembali ke rumah,aku sudah bosan disini"pungkas Aisah,menatap jendela ruangan itu.
Sejak kemarin sampai hari ini Causalia tidak datang untuk menjenguk Aisah,karena Causalia sendiri juga kurang sehat,ia berbaring di tempat tidur,karena memikirkan kondisi Aisah yang sedang sakit,dia sendiri ikut sakit,karena banyak pikiran.
"Kamu harus bersabar,sampai waktu operasi tiba,berjuang demi suami dan keluarga mu Aisah.Ingat Allah tidak akan menguji hamba nya di luar batas kemampuan hamba,yakin lah di balik sakit yang kamu derita akan ada nikmat yang mungkin tidak kan kamu ketahui!"Maryam senantiasa memberi nasehat yang baik untuk ipar nya itu.Bagaimana pun Azmi sangat menyayangi Aisah.
"Hueek!"Aisah merasa mual,bahkan dia ingin muntah,namun tidak ada yang akan keluar perut nya terasa di aduk-aduk.
"Ini pasti masuk angin,karena membiarkan jendela terbuka sampai malam"tukas Maryam yang berjalan ke arah jendela lalu menutup nya.
"Aisah,berbaring lah.Aku akan meminta Suami mu untuk menemani mu,kami harus segera kembali ke hotel,Gus menolak untuk menginap di tempat Suami mu,kamu tahu Gus orang nya paling tidak suka merepotkan orang lain,meskipun saat ini Tuan Justin bagian dari keluarga nya!"pungkas Maryam.
"Aku mengerti,Kakak ipar terimakasih sudah datang untuk menjenguk ku!"
__ADS_1
"Sama-sama,jangan pernah berkata begitu kita adalah keluarga!"setelah memeluk Aisah sekilas,Maryam pun berpamitan kepada Aisah.
Tak lama kemudian,setelah Azmi dan Maryam pergi.Justin,kembali masuk ke dalam ruangan Aisah,dan kini duduk di samping Aisah.
"Sudah jam 21:00,kenapa belum tidur,ayo tidur besok Oma akan datang ke sini,jangan biarkan Oma melihat keadaan mu yang kurang tidur,kalau tidak Oma akan kembali sakit,Oma sangat menyayangi mu Aisah!"
"Aku tahu itu,maka dari itu aku bertahan karena kalian semua,aku masih ingin menemani hari-hari kalian,Aku masih ingin merawat Oma setiap hari mas!"
"Kamu bisa merawat Oma,tapi untuk saat ini kamu harus istirahat,biarkan tubuh mu ikut istirahat.Apapun yang akan terjadi nanti kamu tidak perlu menebak nya,biarkan itu menjadi rencana Allah,kita manusia akan menjalankan hidup sesuai skenario yang Allah berikan!"
Justin mengecup sekilas pucuk kepala Aisah,lalu ia membenarkan selimut yang akan menutupi tubuh Aisah.
"Terimakasih mas,sudah menemani ku,sampai hari ini"
"Jangan berterimakasih,sudah seharusnya aku berada disini!"Justin memegang tangan Aisah,lalu mengecup nya,menyuruh Aisah untuk segera tidur.
...***...
Pagi-pagi sekali Jos dan Causalia datang ke rumah sakit.Seharunya Causalia sudah datang sejak kemarin,namun Justin melarang nya saat mengetahui kesehatan Causalia memburuk.
Ceklek !
Tanpa mengetuk,Causalia membuka pintu ruangan Aisah dengan tergesa-gesa.
"Sayang"Causalia langsung menghampiri Aisah,yang sedang di suapi oleh Justin.
"Bagaimana kabar mu? apa semua baik-baik saja?"tanya Causalia panik,
Causalia memeluk Aisah,dan air mata nya menetes,bagaimana tidak ia telah mengetahui kondisi Aisah dari Delta semua nya.
"Oma sudah dengar kabar dari Delta,Oma harap kamu tidak menyerah untuk berjuang,ada Oma dan Justin yang selalu berada di samping mu,tetap semangat Sayang"
"Terimakasih Oma"
Causalia kembali memeluk Aisah,dan mengusap punggung Aisah,rasa nya dia tidak ingin menangis di depan Aisah,hanya saja air mata itu menetes begitu saja saat mengingat ucapan Delta yang memberitahu kesehatan Aisah.Itulah alasan kenapa Causalia sampai jatuh sakit dan di rawat di mansion.
"Tuan,Klien dari Jepang meminta anda untuk datang ke meeting hari ini,karena hari ini adalah hari di mana iya menandatangani kerjasama yang baru untuk proyek yang anda setujui satu Minggu yang lalu!"pungkas Jos,
Justin melirik ke arah Aisah,ia tidak ingin pergi meninggalkan Aisah dalam keadaan sakit.Namun,proyek itu juga penting bagi nya dan Arlando.
"Pergilah mas,aku akan disini bersama dengan Oma,ingat apa yang sudah mas perjuangkan jangan mas sia-sia 'kan!"
"Tidak apa-apa aku tinggal sayang?"
"Tentu saja tidak apa-apa,ada Oma disini yang akan menemani ku!"
"Benar Justin,aku akan menjaga istri mu sebaik yang kamu jaga,malah lebih dari itu,tak akan ku biarkan satu nyamuk pun menggigitnya!"canda Causalia,Aisah tertawa kecil,Justin sedikit tenang meninggalkan Aisah bersama dengan Causalia.
Justin mengecup kening Aisah,dan mencium punggung tangan istri nya,berpamitan dengan Causalia,baru lah dia pergi ikut Jos pergi ke kantor.
Tiba di dalam mobil,Justin melihat jam di tangan nya.
"Jos,hubungi staf butik,minta mereka kirim 'kan satu setelan baju kerja ke ruangan ku,aku akan bersiap-siap di kantor!"
__ADS_1
"Baik Tuan!"
Jos pun memanggil staf butik,seperti nya di perintahkan oleh Justin,dan panggilan itu segera terhubung.Justin sendiri telah mendengar nya,jika pesanan dia akan segera tiba kantor.
Kurang lebih dari sejam,Justin telah mempersiapkan diri untuk ikut rapat.Klien dari jepang,meminta Justin untuk hadir pada pertemuan ke dua mereka di sebuah restoran yang ada di Thailand,dan restoran itu dipilih oleh mereka.Mau enggak mau Justin harus menuruti nya,demi menghargai mereka yang sudah datang dari jauh.
'Tuan,banyak berubah,setelah menikah dengan Nyonya Muda'Jos melirik ke arah Justin,yang memasuki restoran tempat yang telah di pesan dan di janjikan oleh klien nya.
"Selamat datang Tuan"sapa pelayan,namun ekspresi nya terhadap wanita lain,yang tak pernah berubah,selain dingin ia juga terlihat begitu cuek.
Pelayan tersebut mengantar Justin menuju rumah VIP dimana Klien Justin berada.
Di rumah sakit. . .
Causalia masih setia menemani menantu nya itu,bahkan ia tidak membiarkan perawat untuk menjaga Aisah,karena ia sendiri dapat menjaga nya.
"Oma,apa yang Oma lakukan,istirahat lah.Aisah tidak apa-apa!"Aisah melarang Causalia memijit kaki nya.
"Biarkan Oma melakukan ini,dulu kamu juga sering memijit kaki Oma,saat Oma sakit bukan,biarkan Oma gantian untuk merawat mu!"
Aisah akhirnya menyerah berdebat dengan wanita tua yang keras kepala seperti Causalia.Semua perintahnya harus di dengar oleh orang lain,termasuk memaksa Aisah untuk diam dan menerima pijatan kaki yang ia berikan,dan tentu saja itu membuat Aisah sedikit rileks.
Tok ! Tok ! Tok !
"Masuk!"
Seseorang masuk ke dalam ruangan inap Aisah,membawa banyak makanan,yang di pesan oleh Causalia,sehingga membuat Aisah terkejut dan melirik wanita tua itu yang tersenyum kepada nya.
"Oma bingung,apa yang harus ku berikan pada mu,dan ini makanan sehat dan dokter Delta mengijinkan Oma untuk memberikan ini kepada mu,ayo di makan!"
Causalia sibuk membuka paperbag yang di letakkan perawat di atas nakas,Aisah masih terdiam memperhatikan wanita tua itu yang sibuk mengotak atik paperbag.
"Oma,cukup.Apa yang Oma lakukan,ayo duduk!"Aisah memegang tangan Causalia,lalu mengajak wanita itu untuk duduk bersama dengan nya.
"Kenapa Oma,membelikan banyak makanan,jika tidak di makan nanti sayang ke buang!"tukas Aisah,sembari melirik makanan yang ada di atas nakas.
"Oma sayang sama Aisah,apapun yang Oma berikan kepada Aisah adalah bentuk kasih sayang Oma kepada mu,jangan pernah menolak nya sayang"Causalia menyentuh wajah Aisah,sungguh ia sangat menyayangi istri dari cucu nya itu.
"Oma,tenang.Dengan Oma berada disini saja sudah membuktikan kalau Oma sangat menyayangi ku sebagai menantu keluarga Arlando.Dan kasih sayang Oma,sungguh besar kepada ku,dan aku tidak menyangkal nya,jadi Oma tidak perlu melakukan hal seperti ini lagi"
Aisah memegang ke dua yang Causalia,lalu meletakkan nya di wajah,membuat Causalia tersentuh,ia mengusap kepala Aisah.
"Sungguh beruntung Justin memiliki mu,sungguh mulia hati mu Aisah,maafkan keluarga kami jika banyak salah kepada mu!"
"Tidak ada yang salah, keluarga Arlando semua nya baik,Kepala maid juga baik,semua pelayan di rumah Arlando baik,mereka juga keluarga bagi Aisah!"pungkas Aisah,
Aisah dan Causalia kembali berbincang membahas jadwal operasi Aisah,yang tertinggal beberapa hari lagi.
Meskipun rasa takut kian menyerang,Aisah sebagai pasien harus menguatkan diri atas nama suami dan keluarga yang selama ini memberikan dukungan kepada nya.Aisah tidak ingin mengecewakan semua orang,dia ingin berjuang agar bisa keluar dari penyakit yang ngeri itu.
Di masa depan yang akan datang,mungkin tidak dapat hamil dan melahirkan anak untuk Justin.Namun,Aisah tidak menyerah begitu saja dia akan bertahan hidup untuk semua orang yang telah mempercayai nya,untuk semua orang yang mencintai dan memberi dukungan untuk dirinya.
Causalia kembali mendesak Aisah,untuk memakan sepotong roti yang di pesan oleh dirinya,dan Aisah pun menuruti keinginan Causalia,sehingga membuat Causalia ikut senang saat melihat Aisah makan roti yang ia belikan tadi,Aisah kembali mengukir 'kan senyuman nya kepada Causalia,wanita tua ini lega melihat semangat dalam diri Aisah yang begitu besar.
__ADS_1