
Justin dan Jos sedang berada di teras rumah, entah apa yang mereka bahas, mereka terlihat begitu serius.
"Akkk! Mas. Tolong ...!" teriak Aisah, dari arah kamar mandi, Nayra yang mendengar suara teriakan Aisah pun terkejut, begitu juga dengan Justin dan Jos.
Justin berlari masuk, dan tidak melihat adanya Aisah di ruang tamu.
"Mana Aisah, Nay?"
"Di toilet Tuan"
"Tante Nay, apa yang terjadi?" tanya Al yang bingung, mendengar teriakan Aisah dari arah toilet.
Jos dan Nayra, serta Al menghampiri Aisah di toilet.
"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Justin yang mencoba mrmbukan pintu toilet, tapi terkunci dari dalam.
"Sayang buka" lanjut Justin yang panik.
"Mas, aku tidak bisa membuka nya, kaki ku sakit!"
"Apa yang terjadi Tuan?" tanya Jos, yang tiba disana,
"Jos, apa kau punya kunci lain?"
"Ini tidak bisa di buka dengan kunci lain, harus di dobrak" tukas Jos,
"Apa boleh?"
"Dobrak saja, takut Nyonya kenapa-napa "
Jos dan Justin bersiap -siap untuk mendobrak nya.
Braaak!
Sekali dobrak yang di bantu oleh Jos, pintu kamar mandi langsung terbuka, terlihat Aisah yang terduduk di lantai kamar mandi.
"Sayang, kamu enggak apa-apa?" Justin memegang bahu Aisah, membantu sang istri untuk berdiri.
"Aku enggak apa-apa, namun perut ku sakit" Aisah memegang perut.
"Mami kenapa ?" tanya Al, Aisah tersenyum ke arah anak nya.
"Mami enggak apa-apa sayang, mas bantu aku berdiri"
"Iya pelan-pelan"
Setelah Aisah berdiri dengan di bantu oleh Justin, itu membuat Nayra terkejut.
"Aisah, darah!" seru Nayra yang melihat ke arah kaki Aisah.
"Mas!"
"Sayang"
__ADS_1
"Nay, apa kamu sedang hamil?"
"Hamil?" Aisah, malah mengulangi ucapan Nayra dan terlihat terkejut mendengar nya.
"Ti-tidak, aku tidak hamil, namun aku teringat aku juga belum haid, namun aku masuk KB Nay, tidak mungkin hamil, lagian dokter melarang ku untuk hamil anak ke dua" ujar Aisah, masih dalam gendongan Justin, yang mencoba membawa Aisah, keluar dari kamar mandi.
"Kami akan ke rumah sakit" ujar Justin membawa Aisah, keluar dari kamar mandi.
"Kami ikut" sahut Nayra,
"Jangan Nay, usia kandungan kamu sudah besar, kamu di rumah saja, aku enggak apa-apa, enggak usah panik, oke!" Aisah, menyimpulkan senyuman manis kepada sahabat nya itu.
"Benar kata Aisah, kalian di rumah saja"
"Baiklah, ada apa - apa segera kabarin aku ya"
"Iya"
"Ayo Al, kita pulang" ajak Justin.
Mereka bertiga segera pergi dari rumah Nayra, menuju rumah sakit. Justin melajukan mobil nya ke arah rumah sakit purna, teringat Metti bekerja di sana.
Tiba di rumah sakit, Justin langsung membawa Aisah masuk, dan Al mengejar nya dari belakang.
"Dok, tolong istri saya, tadi jatuh di kamar mandi, dan katanya perut nya sakit"
Dokter itu mengerutkan dahi nya saat melihat darah di kaki Aisah.
"Baik dok" tidak memerlukan perawat lagi, Justin sendiri yang mengendong Aisah ke ruangan tersebut.
"Tuan, tunggu di luar bisa saya periksa istri anda lebih dulu"
"Baik dok"
Justin bersama dengan Al, menunggu Aisah yang sedang di periksa di luar ruangan, terlihat raut wajah Justin yang begitu panik"
"Papi, Mami kenapa? apa Mami sakit Pi?" tanya Al, sembari menarik jas yang di kenakan Justin.
"Sayang, Mami enggak apa-apa ya, Mami cuma jatuh saja" Justin berusaha menenangkan Anak nya agar Al tidak ikutan panik seperti dirinya.
Setengah jam berlalu, Justin menunggu nya di depan ruangan tersebut, cukup lama, bahkan Justin tidak dapat bersabar lagi.
Ceklek !
"Dok, bagaimana ?" tanya Justin, begitu dokter Metti keluar, dan di ikuti Aisah dari belakang.
"Tuan, istri anda tidak apa-apa, ini hanya hari datang nya menstruasi saja, dan karena sudah dua bulan tidak haid, akhirnya terjadi lah sedikit banjir. Saya sudah memberikan obat pereda nyeri, agar sakit perut nya bisa berkurang" pungkas Metti, Aisah tersenyum malu, apalagi saat ini Justin yang sudah panik duluan.
"Terimakasih dok, kami permisi dulu"
Metti tersenyum, Justin dan Aisah pun berpamitan untuk pulang, Justin mengendong Al dan membawa nya menuju mobil.
Sepanjang jalan, Aisah dan Justin hanya tersenyum mengingat kejadian itu.
__ADS_1
"Kok bisa sayang, kenapa kamu enggak teringat hari ini hari haid?" tanya Justin.
"Aku pikir karena suntik tiga bulan aku enggak akan haid, kalau hamil bisa saja, karena banyak orang yang gagal dalam KB sayang" ujar Aisah, yang saat ini melihat obat yang di berikan Metti.
Mereka pun kembali ke rumah, Aisah juga memberi tahu Nayra mengenai kejadian itu, membuat Nayra tersenyum saat menerima pesan wa milik Aisah.
...****...
Ke esokan nya. . .
Justin dan Al sudah siap untuk berangkat, Justin akan mengantar Al ke sekolah, sementara Aisah, memilih pergi untuk berbelanja dengan Raya, karena stok makanan mereka sudah habis.
"Kami berangkat dulu, assalamualaikum" ucap Justin.
"Waalaikumslam" jawab Aisah, sembari mencium punggung tangan Justin, dan itu juga di lakukan oleh Al kepada Aisah .
"Hati-hati mas"
"Iya sayang" Justin mencium kening Aisah, setelah itu, segera membawa Al masuk ke dalam mobil.
Setelah mereka pergi, Aisah dan Raya segera pergi ke super market terdekat, tidak jauh dari tempat itu.
"Nyonya mau aku bantu pilihkan?" tawar Raya, begitu mereka tiba, dan sedang memilih sayur.
"Raya, tolong kamu belikan beberapa makan ringan untuk Al, dan susu yang biasa Al minum, serta carikan biskuit kesukaan Al"
"Baik.."
Raya segera pergi mencari makanan yang di perintahkan Aisah, sementara Aisah, sibuk memilih sayur dan buah, serta beras dan minyak goreng, semua keperluan dapur, Aisah memiliki bahan yang segar-segar.
"Aah!" pekik seseorang, troli milik Aisah, tanpa sengaja menabrak orang.
"Ma-Maaf, saya tidak sengaja!" begitu wanita itu berbalik, tentu saja Aisah terkejut, melihat seorang wanita yang cukup ia kenal.
"Sayang kamu su..." seorang laki-laki yang bertanya kepada wanita nya, tiba-tiba ucapan nya terhenti saat melihat Aisah yang berdiri di depan mereka.
Kisah kelam beberapa tahun lalu, saat Aisah baru lulus dari sekolah menengah Atas, dia dan kekasih nya berencana untuk menikah, namun niat baik mereka tidak di restui oleh keluarga membelai pria, sehingga Aisah di jodohkan dengan Pak menteri waktu itu.
"Aisah" gumam pria itu yang melihat Aisah, wanita ini hanya tersenyum kecut.
"Mas, kamu kenal?"
"Ini Aisah, yang pernah aku ceritakan kepada mu" tukas Pria itu.
"Maaf, dan permisi" ucap Aisah, lalu berbalik dan ingin pergi, pria itu menahan troli Aisah.
"Bisa kah, kita berbicara sebentar, seperti nya ada masalah yang dulu belum kelar" ujar pria itu, sejak dari dulu dia sangat mencintai Aisah, tidak heran setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya bertemu di tempat ini.
"Masalah kita sudah selesai"
"Bicara lah, aku tidak apa-apa, aku akan menunggu di mobil" tukas Wanita sexy, yang tadi di tabrak oleh Aisah, pria itu terkejut mendengar pernyataan istri nya. Namun, Aisah biasa saja. Wanita itu sudah pergi meninggalkan Aisah, dan Suaminya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan, silahkan katakan" mereka berdua seumuran, sekolah di tempat yang sama, bahkan sempat masuk di kampus yang sama, namun pria itu terpaksa pindah ke luar negeri atas permintaan keluarga nya, supaya jauh dari Aisah.
__ADS_1