
Setelah melakukan kewajiban nya, Aisah dan Justin serta pendamping mereka ada Jos yang ikut serta melakukan umroh bersama.
Kini Aisah dan Justin, ada di Masjid Nabawi. Masjid Nabawi merupakan masjid terbesar di Madinah. Dulunya, Masjid Nabawi ini merupakan tempat tinggal Rasulullah Saw. selama di Madinah. Dalam proses pembangunannya, Rasulullah Saw. Yang meletakkan batu pertama. Sementara, batu kedua, ketiga, keempat, dan kelima dilakukan oleh sahabat Nabi yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Bukan hanya berkunjung, tiba Aisah di masjid Nabawi sudah waktu nya sholat ashar, mereka bertiga pun melakukan sholat ashar, sebelum kembali ke hotel.
Begitu sujud terakhir, dan mengucapkan salam, Aisah juga berdoa memohon ampun kepada Allah, atas segala kesalahan di masa lalu yang pernah dia lakukan.
'Ya Allah, aku dan suami sebelum nya adalah orang yang berbeda, jika ini cara Engkau menguji kami, maka hamba ikhlas menjalani nya, berikan kesempatan kepada hamba untuk memiliki seorang bayi, hamba tidak meminta lebih, hanya seorang bayi untuk menemani hidup kami yang sangat kesepian ini' tak terasa air mata Aisah menetes. Aisah sangat berharap jika dirinya di berikan kesempatan itu oleh Allah.
Tak lupa pula, Aisah membaca doa yang ia amal 'kan beberapa hari yang lalu.
"Rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn. Dan artinya, Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Amiin" (QS. Al Anbiya : 89)
Setelah selesai sholat, Aisah pun segera keluar untuk menemui sang suami yang sedang menunggu nya di depan masjid.
Memang Aisah belum habis berkeliling tempat itu, kali ini waktu nya terbatas, mereka hanya bisa tinggal dua hari di Arab Saudi, karena mereka harus singgah di Indonesia sebelum kembali ke Thailand.
"Sudah selesai sayang?" Justin mengusap lembut kepala Aisah,
"Sudah mas" Aisah mencium punggung tangan Justin, pria ini juga mengecup kening sang istri dengan lembut.
Jos senantiasa menunggu mereka di tempat parkir. Setelah melihat Aisah, dah Justin menuju mobil, Jos segera menghidupkan mesin mobil, agar bisa seger pergi menuju bandar udara.
Meskipun hanya perjalanan singkat, dan waktu yang cukup terbatas. Namun, mampu mengembalikan keharmonisan pasangan ini, Mereka belajar banyak setelah datang ke tempat ini.
...***...
Baru saja tiba di Indonesia, Azmi sudah menunggu mereka di mobil, karena tahu Jos ikut, maka Maryam tidak ikut menjemput Aisah, melainkan menunggu nya di rumah saja.
"Assalamualaikum Gus" ucap Aisah, mengulurkan tangan nya untuk mencium tangan Azmi,
"Waalaikumsalam"
Justin dan Jos ikut bersalaman dengan Azmi, setelah meletakkan semua barang bawaan nya di mobil, mereka pun segera masuk ke dalam mobil, agar bisa segera pulang ke rumah.
Justin terlihat tidak melepaskan tangan Aisah, walaupun hanya satu detik, dari arah spion Azmi melihat kemesraan adik dan Adik ipar nya itu, tentu saja membuat Azmi sangat bahagia, apalagi setelah apa yang di lewati Aisah membuat Azmi sangat takut. Azmi, takut kalau Justin akan meninggalkan Aisah yang tidak bisa hamil.
__ADS_1
Mobil HRV hitam memasuki halaman pesantren, di teras rumah, sudah ada Maryam yang menunggu Azmi dan keluarga adik ipar nya yang di jemput oleh Azmi.
"Assalamualaikum, Kak" ucap Aisah, lalu memeluk wanita bercadar yang tersenyum ke arah Aisah sembari merentangkan tangan nya.
"Waalaikumsalam, dik!" Maryam membalas pelukan hangat itu, terlihat ke dua nya sangat rindu hampir beberapa bulan setelah operasi Aisah mereka tidak bertemu, dan baru bertemu sekarang.
Azmi dan Maryam mempersilahkan Aisah dan Justin serta Jos untuk melangkah masuk ke dalam rumah, agar mereka bisa istirahat di dalam kamar, sembari menunggu waktu sholat Zuhur.
"Tuan Jos, kamar anda ada di sana, mari saya antar" tukas Azmi, membawa Jos ke kamar belakang, bersebelahan dengan kamar nya.
Sementara, Aisah dan Justin segera masuk ke dalam kamar Aisah.
"Setelah malam pengantin, kita baru datang lagi hari ini kesini" ucap Justin, duduk di tepi ranjang.
"Benar" Aisah ikut duduk di sebelah Justin.
Brak!
"Arghhh " teriak Aisah, dengan keras yang terkejut, ternyata lama tidak di tempati ranjang yang terbuat dari kayu itu ternyata lepas pengait nya, sehingga Justin dan Aisah terjatuh bersama.
"Sayang" lirih Justin, yang melihat ke arah Aisah, begitu juga dengan Aisah, ke dua nya lalu tertawa bersama.
"Untung saja bukan malam pengantin, bisa gagal kalau tempat tidur begini" ledek Justin yang berusaha bangkit.
"Eheeem..!" Azmi berdehem di luar kamar, Azmi malah salah paham dengan suara ranjang yang jatuh, apalagi mendengar suara tawa Aisah dan Justin yang begitu keras.
Di dalam kamar, Aisah yang mendengar suara Azmi malah tersipu malu, dan menyuruh Justin untuk diam, jangan sampai membuat keributan dari dalam kamar.
"Aww, pinggang ku mas" Aisah, memegang pinggang nya yang sakit,
"Pelan-pelan coba berdiri" Justin membantu Aisah untuk berdiri.
Setelah membantu Aisah untuk duduk di kursi, lalu Justin melihat ranjang yang barusan jatuh.
"Patah sayang, harus beli yang baru"
"Lah, belum juga tidur sudah patah" gumam Aisah,
__ADS_1
"Jadi, tidur dimana nanti malam?"
"Di lantai " pasrah Aisah, sembari menaikan ke dua bahu nya.
"Heeemmm" Justin menghela nafas nya, lalu mengangkat kasur tebal itu dan meletakkan di lantai.
Tok ! Tok ! Tok !
"Iya" sahut Aisah, yang berjalan ke arah pintu,
Ceklek !
"Kak ipar?" seru Aisah, setelah pintu kamar di buka,
"Loh, kenapa patah?" tanya Maryam saat melihat ranjang Aisah yang patah, namun dari netra Maryam terpancar sebuah senyuman yang mencurigakan.
"Ini tidak seperti yang kakak bayangan" Aisah, langsung mengangkat ke dua tangan nya ke atas takut Maryam salah paham.
"Eehem. Kakak ngerti kok!" Maryam masih berusaha menahan senyum nya.
"Gus, ngajak sholat berjamaah di mesjid, mau ikut ?"
"Boleh, tunggu kami selesai mandi, kami segera nyusul "
"Baik lah" Maryam pun berlalu dari hadapan kamar Aisah, dan Aisah kembali menutup pintu kamar nya.
"Apa yang di katakan istri Gus Azmi sayang?" tanya Justin yang langsung penasaran sama obrolan Aisah dan Maryam.
"Tidak, mereka mengajak kita untuk sholat berjamaah, ayo mas mandi dulu, lalu kita nyusul mereka"
"Ayo mandi sama"
"Enggak, nanti malah lama" Aisah langsung menolak yang sudah paham dengan kelakuan suaminya.
"Ayo lah sayang"
Justin pun segera mengendong Aisah, sehingga membuat Aisah tidak bisa menolak lagi.
__ADS_1
Blam !
Pintu kamar mandi tertutup Aisah dan Justin segera melalukan ritual mandi bersama, masih ada kesempatan saling menggoda di dalam kamar mandi, padahal yang lain sudah menunggu mereka di depan teras untuk sholat berjamaah di masjid.