
Dugh!
Aisah menabrak seseorang,sehingga membuat tubuh nya kehilangan ke seimbangan.
"Hati-hagi Nyonya!"seru seseorang memegang ke dua bahu orang yang di tabrak oleh Aisah.Sedangkan,Nayra membantu Aisah yang terjatuh.
"Kamu tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa.Bagaimana dengan wanita itu?"tanya Aisah,ia melihat beberapa orang berdiri di samping wanita yang di tabrak oleh Aisah.
"Permisi,Nyonya Anda tidak apa-apa ?"tanya Aisah dengan sopan,meskipun pengawal mencoba menghalangi Aisah untuk mendekat.
"Biarkan dia lewat!"titah wanita itu,Aisah pun mendekat,dan melihat wanita tua yang sebelum nya ia bantu di swalayan di dekat kontrakan mereka.
"Nenek?"ucap Aisah yang terkejut.Wanita itu juga ikut terkejut,bersama dengan Jos.Sebelumnya wanita ini menyamar untuk mendekati Aisah,tapi malah bertemu di tempat seperti ini,dengan penampilan yang berbeda.
"Permisi!"Aisah langsung menarik Nayra untuk pergi dari tempat itu.
"Jos,kejar wanita itu,jangan biarkan dia pergi begitu saja,dalam keadaan salah paham!"tegas Oma Justin.
Tiba di depan pintu kaca masuk ke dalam mall yang sudah terbuka begitu saja,begitu mereka tiba.Namun,kembali tertutup saat beberapa pengawal berdiri di depan Aisah dan Nayra.
"Minggir!"cetus Nayra,yang melihat tiga orang berbadan besar,sedang berdiri tepat di depan mereka.
"Kita cari pintu lain!"bisik Aisah,hanya ada pintu darurat berada di lantai dasar.Begitu Aisah berbalik,Jos dan Oma sudah berada di belakang mereka.
Anong Causalia,berjalan mendekat ke arah Aisah,dua wanita ini menatap wanita tua yang di depan nya dengan penuh keheranan.
"Nona Aisah,Nyonya ingin berbicara dengan Anda,mohon untuk tidak pergi dulu!"Jos mendekati Aisah,Nayra mengangguk mengiyakan permintaan Jos.
__ADS_1
"Baiklah!"jawab Aisah kemudian,Anong langsung menjelaskan maksud dan tujuan nya melakukan itu,ia tidak bermaksud untuk membohongi Aisah atau mempermainkan kebaikan Aisah.
"Begitu lah Aisah,memang tidak sulit bagi kami untuk mendapatkan calon menantu untuk keluarga Arlando.Namun,tidak ada yang seperti mu.Kamu telah membuat cucu satu-satu nya saya mau menikah dan bahkan punya keinginan untuk menikah setelah melihat mu,sebelumnya ia selalu menolak untuk menikah dengan alasan tidak tertarik kepada wanita mana pun.Bahkan,saya pernah berpikir jika Justin itu menyimpang.Itu yang saya takutkan,tapi setelah dia bertemu dengan mu,bahkan dia terang-terangan membicarakan soal pernikahan dengan saya!"pungkas Anong,terlihat Aisah hanya mendengar dengan begitu sabar.Dia tidak berkomentar mengenai hal yang sudah di jelaskan Anong.
"Aisah,saya pribadi sangat berterimakasih kepada mu yang telah membuat Justin berubah begitu banyak.Terimalalah lamaran ini,jadi lah cucu perempuan untuk keluarga Arlando,apapun yang kamu mau akan saya penuhi,asal kamu mau menerima lamaran ini"
Nayra berdiri sedikit jauh dari Anong dan Aisah.Namun,ia mengetahui apa yang telah di bicarakan Anong dan Aisah.Nayra tersenyum dan berharap Aisah mau menerima lamaran itu,kesempatan seperti itu tidak datang dua kali.
Aisah mencoba melepaskan tangan Anong,yang memegang tangan nya,membuat Anong terkejut dan membulatkan mata nya.Dari jauh Jos menatap nya dengan deg-degan,apalagi saat ini Justin sedang berada di Jepang.Jos tidak membiarkan Justin mengetahui akan hal tersebut.
"Mohon maaf Nenek.Saya tidak bisa,dalam hal ini ada beberapa aspek yang harus saya pertimbangkan.Ini bukan soal mahar,atau soal cinta,bukan juga soal saya mau atau tidak.Tapi,saya dan Tuan Justin,tidak dapat bersatu,ada begitu besar jurang yang tidak mampu saya lewati ataupun Tuan Justin.Ini bukan hanya hubungan dua orang saja,tapi ada dua keluarga yang akan menyatu,harus banyak mempertimbangkan nya.Nenek pasti mengerti maksud saya!"Aisah berbicara begitu lembut kepada Anong,membuat wanita tua ini semakin tidak ingin melepaskan Aisah lagi.
"Saya permisi dulu.Ayok Nay!"Aisah kembali menarik tangan Nayra,tiga pengawal itu langsung pergi di depan pintu mall saat Nayra dan Aisah hendak keluar.
"Jos,wanita seperti ini jarang kita temui,dia tidak gila harta,tahta atau pun kemewahan yang lain nya.Bahkan, ia tidak tergiur sedikit pun dengan uang.Saya takut alasan nya menolak Justin hanya karena..."Anong melirik Jos,Pria itu hanya mangut - mangut saja.
"Apa perlu memberitahukan Tuan Justin,soal ini?"tanya Jos,
* * *
Di ruang tamu,Aisah terus memikirkan ucapan Anong.Bahkan ia tidak menyangka keluarga itu bisa langsung melamar nya,tanpa mengetahui latar belakang nya.
"Nay,apa mungkin seseorang melamar kita tanpa mengetahui latar belakang kita?"tanya Aisah,Nayra yang sedang menonton televisi pun melirik ke arah Aisah,yang duduk di sofa lain.
"Yang kamu maksud keluarga Tuan Justin?"
Aisah mengangguk,mengiyakan pertanyaan Nayra.
"Benar,waktu di mall Nenek itu melamar Aku,tentu saja itu hal mustahil bagi kita yang muslim!"tukas Aisah,
__ADS_1
"Aisah,boleh aku bertanya?"
"Mau nanya apa?"
"Hampir sebulan kita berada di sini,dan hampir tiap hari Tuan Justin datang untuk melihat kita,bagaimana perasaan mu terhadap pria itu?"Nayra berjalan ke arah Aisah,dan kini duduk tepat di samping nya.
"Perasaan? perasaan apa yang kamu maksud?"bukan nya menjawab,Aisah malah berbalik bertanya.
"Lupakan saja,aku yakin kamu tidak akan menjawab nya!"Nayra bangkit dari tempat duduk nya lalu berjalan ke arah kulkas yang terletak di dekat pintu dapur.
Ting..Tong..
"Nay,siapa yang datang malam-malam begini?"
"Entah,coba Aku periksa!"Nayra yang sedang makan pun berdiri.
"Biar aku saja,kamu makan saja dulu!"Aisah langsung berjalan ke arah pintu utama.
Ceklek !
Seseorang yang berdiri di depan pintu tentu saja membuat Aisah terkejut.Pria yang telah berbicara dengan nya tadi pagi,bahkan berpamitan untuk bertugas,tapi malam ini malah berdiri tepat di depan nya.
"Kenapa kamu menolak lamaran ku? apa yang kurang dari ku? berapa mahar yang kamu ingin 'kan?"Justin mencengkram pergelangan tangan Aisah dengan kuat membuat Aisah meringis kesakitan.
"Tuan,anda menyakiti saya,tolong lepaskan tangan saya!"titah Aisah,Justin tidak menggubris nya.
"Tu-Tuan Justin,tolong lepaskan tangan nona ini,anda sudah menyakiti nya!"Jos berusaha untuk membujuk Justin.Jos tahu,tidak mudah membujuk Justin,apalagi dengan keadaan yang tengah di landa emosi.
Kriing...Kriing...
__ADS_1
Ponsel Jos berdering,seseorang menghubungi nya,tentu saja itu dari kolega bisnis yang ada di Jepang.