Tasbih Cinta Aisah

Tasbih Cinta Aisah
Apa yang terjadi ?


__ADS_3

Setelah semalaman berjaga untuk menunggu Aisah siuman,akhirnya lagi ini Justin melihat Aisah yang membuka mata,sehingga membuat ia sangat bahagia.


"Sayang,kamu sudah siuman?"Justin langsung menggenggam tangan Aisah.Jujur saja,sejak semalam Justin tidak tidur,hanya untuk menunggu Aisah bangun.


"Mas,kenapa aku disini? dan apa yang terjadi?"tanya Aisah,yang masih bingung,mendapati diri nya berbaring di atas ranjang,tangan di pasang infus.


"kemarin kamu mengeluh sakit dan pingsan,kamu sudah tidur selama kurang lebih dari dua puluh empat jam.Bayangkan betapa khawatir dan takut nya aku,aku mengira tidak dapat lagi melihat mu hari ini"


"Mas kamu pasti lelah dan tidak beristirahat dengan cukup"Aisah,menyentuh pipi Justin yang begitu kusut,dan terlihat mata panda yang mengakibatkan ia kurang tidur,bahkan tidak tidur sama sekali.


"Tidak peduli selelah apapun aku,selama kamu sehat dan baik-baik saja itu sudah cukup!"ujar Justin,yang mengecup berkali-kali punggung tangan Aisah,begitu juga dengan Aisah yang mengusap lembut rambut Justin.


"Maafkan aku yang sudah membuat kamu khawatir!"


Ceklek !


Pintu ruangan Aisah terbuka,mereka berdua langsung menoleh.Melihat Delta yang masuk ke dalam ruangan itu.


"Nyonya sudah siuman,ijin 'kan saya memeriksa Anda lagi!"


"Baik dok!"


Justin membiarkan Delta untuk memeriksa Aisah kembali,setelah sang istri siuman,Justin menunggu dengan cemas di samping ranjang Aisah.


"Aku tidak apa-apa mas!"ucap Aisah dengan menggerakkan bibir nya,namun tetap saja membuat Justin tidak tenang,pasal nya Delta masih menyuruh Justin untuk memeriksa kesehatan Aisah lebih lanjut.


Justin melipatkan ke dua tangan nya di dada,pandangan nya tidak teralih dari Delta yang sedang memeriksa Aisah.


"Apa akhir - akhir ini sering merasa lelah?"


"Tidak juga dok,hanya saja kadang merasa sangat lemah,dan ingin segera berbaring!"jawab Aisah,


"Sering merasa nyeri bagian pinggul?"


"Sebelum menikah pernah sesekali merasakan itu,dan setelah menikah rasa sakit pinggul sering terjadi,apalagi setelah berhubungan badan!"ungkap Aisah,


"Baiklah"Delta menyimpan semua alat medis.


"Heeeemm,kita perlu melakukan tes USG,dan juga tes darah dan biopsi untuk membuktikan jika kecurigaan saya salah!"tukas Delta,


"Apa yang anda curiga,katakan pada saya jika ada yang salah dengan istri saya dok!"


"Saya belum bisa mengatakan itu,karena saya belum memeriksa nya,saya hanya bisa menebak tapi belum yakin sepenuh nya,tunggu saya akan meminta beberapa perawat untuk membawa Nyonya Aisah ke ruangan pemeriksaan intensif"


Setelah mengatakan itu,Delta pun pergi meninggalkan ruangan Aisah.


"Sayang,kenapa kamu tidak menceritakan pada ku,kalau selama ini kamu sakit?"


"Mas,aku baik-baik saja,aku mungkin hanya lelah saja seperti yang dokter katakan,tidak perlu merasa bersalah!"


Justin merebahkan kepala nya di dada Aisah,memeluk sang istri dengan sangat erat.Berharap nanti setelah melakukan pemeriksaan yang di saran 'kan Delta,Justin berhasil hasil nya baik,dan semua berjalan dengan lancar.


Dua orang perawat masuk ke dalam ruangan inap Aisah,dan meminta Justin untuk membantu memindahkan tubuh Aisah ke atas hospital bed yang lain.


"Hati-hati,jangan sampai istri saya lecet!"tegas Justin,saat mereka mulai mendorong hospital bed tersebut.


Aisah pun di pindahkan ke ruangan pemeriksaan yang ada di dekat ruangan Delta,dokter Delta meminta Justin untuk menunggu di luar.


"Dok,biarkan saya masuk!"


"Lebih baik Tuan,menunggu di luar saja agar pekerjaan kami berjalan dengan lancar!"


Tanpa pilihan lain,Justin pun menunggu di luar ruangan sembari berdoa,dan mengharapkan yang terbaik untuk sang istri.


Delta tersenyum kepada Aisah,yang saat ini sudah berada di dalam ruangan pemeriksaan.Delta hanya memberikan Aisah dengan perasaan yang tenang,bagaimana pun ini adalah ruangan keramat.


Masuk dalam keadaan tersenyum,bisa saja keluar dalam keadaan menangis tanpa henti.


"Rileks ya,semua nya kan baik-baik saja!"Delta menyentuh punggung Aisah,yang membuat Aisah mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Setelah semua nya siap dan alat medis telah terpasang,Delta meminta perawat untuk mengambil sampel darah milik Aisah,setelah selesai,mereka akan membawa nya ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Selanjut nya, Delta langsung melalukan pemeriksaan USG terhadap Aisah.Awal nya raut wajah Delta masih memperlihatkan kalau semua nya baik-baik saja.Namun,di tengah-tengah pemeriksaan itu,membuat dokter Delta terlihat mengerutkan dahi,tentu saja Aisah cukup penasaran akan reaksi yang di berikan Delta.


"Ada apa dok?apa yang terjadi?"


"Tidak ada apa -apa semua nya baik-baik saja!"setelah selesai memeriksa Aisah,dokter Delta keluar dari ruangan itu.


Blam!


"Bagaimana dok?"


"Kita akan bertemu nanti sore,setelah hasil dari lab keluar dan akan saya sama 'kan dengan hasil USG.Apapun hasil nya nanti anda harus sabar!"


Setelah mengatakan itu,Delta kembali ke ruangan nya.Justin segera masuk ke dalam ruangan dimana Aisah berada.


Justin masuk ke dalam ruangan tersebut,Aisah tersenyum melihat Justin yang datang menemui nya.


"Sayang"


"Mas,ada apa ? kenapa kamu terlihat begitu sedih,aku baik-baik saja oke,jangan takut!"


Justin menggenggam kuat tangan Aisah,lalu mengecup nya berulang kali,Justin tahu untuk menguatkan diri atas hasil nya nanti pasti berat rasa nya,karena selama ini dia tidak pernah melihat Aisah sakit atau pun mengeluh apapun Aisah jalani dengan ikhlas,sehingga membuat Justin sangat mencintai wanita yang berbaring di ranjang rumah sakit ini.


Sore pun tiba. . .


Seperti kata dokter Delta,mereka akan bertemu dengan dokter itu lagi.Melihat kondisi Aisah yang sudah membaik,Justin meminta delta untuk membantu Aisah turun dari ranjang,kata nya ia bosan harus berbaring di tempat itu terus.


"Pelan-pelan Tuan,Nyonya Aisah masih sakit dan terlihat begitu lemah!"ujar Delta yang sedikit panik,karena ia baru saja mengetahui hasil pemeriksaan milik Aisah.


"Dok,aku baik-baik saja,anda tidak perlu khawatir,ada Mas Justin yang akan menjaga ku!"


"Anda bisa percayakan pasien kepada saya.Saya akan merawat nya lebih baik dari anda!"


Delta hanya menghela berat nafas nya,saat melihat pasangan romantis ini,seakan-akan ia tidak ingin memberitahu hasil pemeriksaan itu kepada mereka berdua.Delta merasa sangat bersalah saat ini,jika menutupi apa yang ia tahu,maka ia akan bersalah nanti nya.Namun,jika dia memberitahu nya kepada mereka berdua, Delta kasian kepada Aisah yang mungkin tidak bisa menerima akan hal itu.


Sebelum pergi ke ruangan dokter Delta,Justin membawa Aisah jalan-jalan di halaman rumah sakit,atas permintaan Aisah.


Tok ! Tok ! Tok !


"Masuk!"


"Ceklek !"


"Tuan Justin,silahkan masuk!"


Aisah hanya tersenyum,lalu Justin mendorong kursi roda milik Aisah ke dalam ruangan dokter Delta,ke duanya terlihat tegang dan cemas,Delta mengetahui itu.


"Apa anda berdua sudah siap?"


"Kami berdua sudah siap dok!"Justin memegang tangan Aisah,dan meletakkan nya di paha.


Dokter Delta mengeluarkan hasil pemeriksaan USG dan dua hasil lain nya yang telah mereka lakukan tadi pagi.


Delta mengeluarkan semua hasil pemeriksaan itu,dan mulai menjelaskan nya kepada Justin dan Aisah.Sebagai orang yang di bicarakan tentu saja,seluruh tubuh ikut tegang mendengar penjelasan dokter Delta.Terlebih lagi,kaki dan tangan ikut dingin,Justin melirik ke arah Aisah.


"Tidak apa-apa,ada aku disini,kita akan berjuang bersama!"tukas Justin menguatkan Aisah,sang istri hanya mengangguk sembari tersenyum tipis kepada Justin.


"Jadi dok,apa yang membuat istri saya mengeluh sakit di bagian perut bawah?"


"Maaf sekali Tuan,meskipun berat saya harus mengatakan ini,kalau Nyonya Aisah,mengidap penyakit kanker rahim!"


"Kanker rahim?"ulang Aisah,Delta hanya mengangguk,membenarkan pertanyaan itu,Justin langsung melirik ke arah Aisah yang wajah nya sudah di basahi air mata.


"Tidak apa-apa,tenang sayang,aku ada disini untuk mu!"Justin memeluk dan menguatkan Aisah,ia mengelus punggung Aisah dengan lembut.Aisah terdiam dalam pelukan Justin,namu air mata dan bibir tidak dapat berbohong,terdengar suara isak tangis nya yang begitu pilu.


"Dari hasil yang kami lakukan semua nya mengarahkan pada itu,awal nya aku ragu untuk mempercayai hasil ini,namun ini pemeriksaan tiga cara dan lengkap semua.Anda ingat,dulu saya pernah menyarankan Nyonya untuk di periksa ke rumah sakit,karena saya curiga dengan gejala yang di derita oleh nya.Tapi,justru resep yang saya berikan mampu membuat rasa nyeri itu berkurang,sehingga kita berpikir kalau itu baik-baik saja dan ternyata,kanker itu semakin lama semakin berkembang,dan semakin membuat kita lemah!"


"Dok,apa ada cara untuk sembuh?"

__ADS_1


"Setelah melakukan pemeriksaan awal,tentu saya kami akan melakukan pemeriksaan MRI, CT scan, rontgen dada, serta tes darah lanjutan. Jika sudah diketahui stadium pada kanker, kemudian dokter akan melakukan pengangkatan jaringan kanker atau histerektomi.Tapi,dari hasil USG,ini menunjukkan kanker rahim ini sudah lama terjadi,hanya saja Nyonya Aisah mungkin sering mengabaikan rasa nyeri yang berlebihan saat menstruasi,sehingga dia lambat mengetahui nya!"


"Dok,lakukan yang terbaik,untuk biaya nya akan saya sanggup 'kan asal istri saya baik-baik saja!"ujar Justin,


"Saya tahu,saya hanya dokter apapun yang saya lakukan sudah saya usahakan semaksimal mungkin.Namun,apapun hasil nya itu di luar dari perkiraan saya!"


"Ada cara lain dok?"


"Ada, pengangkatan rahim,dan itu bisa membantu Nyonya untuk bertahan sekitar beberapa tahun ke depan,sebelum kanker itu menyebar!"


"Mas,kalau pengangkatan rahim,aku akan gagal menjadi seorang istri,apa guna nya Aku menjadi seorang istri tapi tidak bisa menjadi seorang ibu!"Hiks Hiks,air mata tidak dapat terbendung lagi,bahkan kini sudah membasahi wajah dan juga hijab yang di kenakan nya.Justin,berulang kali menyeka air mata itu,dia tidak ingin melihat Aisah menangis begitu tersedu-sedu sehingga membuat diri nya merasa ikut sakit.


"Ini demi kebaikan anda,tidak semua orang dapat bertahan dengan kondisi begini.Namun,jika anda punya keinginan untuk bertahan,apapun kondisi nya,anda bisa melewati itu atas dasar keyakinan anda sendiri.Kami hanya dokter,melakukan tugas kami sebaik mungkin,untuk sisa nya ada pada diri anda sendiri!"dokter Delta mengerti perasaan Aisah,sebagai sesama perempuan ia juga tidak ingin hal itu terjadi kepada Aisah.


"Dok,aku akan membawa istri saya kembali ke kamar nya!"Karena tidak ingin membuat Aisah semakin bersedih,Justin berencana membawa nya kembali ke kamar.


"Kembali lah kesini lagi,saya akan menulis resep untuk istri anda!"


"Baik dok!"


Justin membawa Aisah ke ruangan inap nya,"Sayang,kamu jangan terlalu memikirkan hal itu oke,aku akan mencarikan dokter yang paling hebat untuk mu,aku akan selalu ada sisi mu,aku mencintai mu,bagaimana pun dirimu,aku tidak peduli penyakit apa yang sedang menyerang mu.Namun,aku akan selalu berada disisi mu,untuk mencintai mu!"pungkas Justin,lalu mengecup sekilas kening Aisah.


Aisah,tersenyum menanggapi ucapan Justin,untuk menguatkan diri sendiri perlu di lakukan oleh Aisah sendiri,dia harus kuat,ada banyak orang yang mencintai nya,dan menginginkan kebahagian untuk nya.


Justin,kembali ke ruangan dokter Delta.


"Silahkan duduk!"


Justin segera duduk,dokter Delta tidak menulis resep obat.Namun,ia menunjukan hasil USG,kepada Justin.


"Apa ini dok?"


"Ini adalah janin milik Anda,istri anda saat ini sedang hamil,hanya saja aku tidak memberitahukan nya tadi,aku takut semakin membuat ia tidak bisa menerima nya"


Justin mengambil gambar itu,lalu menyentuh nya,netra nya berkaca-kaca,saat ini hati Justin benar-benar hancur di buat oleh keadaan yang begitu pahit.


"Kehamilan nya baru berusia tiga Minggu,dan masih kecil,jika kita melakukan pengangkatan rahim,mungkin ini tidak masalah.Namun,jika istri Anda mengetahui akan hal ini semakin membuat dia hancur,setelah kehilangan rahim,dia akan kehilangan satu nyawa lain"


"Apa tidak bisa di pertahankan, sampai tujuh bulan pun tidak masalah dok,kita bisa melakukan operasi nanti nya!"harapan Justin untuk Janin yang di kandung Aisah.


"Tidak bisa Tuan,jika kita mempertahankan ini selama tujuh bulan,resiko nya nyawa ibu dalam bahaya!"pungkas dokter Delta.


'Ya Allah!'setetes air mata Justin jatuh,membasahi gambar janin yang belum terlihat jelas bentuk nya.


Lalu secepat nya ia menyeka air mata nya,dan kembali berpikir jernih,Justin mengharapkan ke dua nya selamat.Namun,keadaan memaksa salah satu nya.


"Jika Tuan sudah siap,silahkan tanda tangan disini!"


Delta memberikan selembar kertas kepada Justin,dengan ragu Justin bertanda tangan di atas kertas itu.


"Kita dapat melakukan operasi dalam dua Minggu lagi,untuk sementara biarkan Nyonya Aisah,di rawat disini dulu demi kesehatan nya!"


"Untuk kehamilan nya,tolong rahasiakan ini dari nya.Aku tidak ingin dia semakin terluka,a


aku tidak ingin dia menyalakan diri nya sendiri!"


"Saya mengerti Tuan!"


Justin bangkit dari tempat duduk nya,jalan nya lesu,ia belum pernah menghadapi masalah seberat ini sebelumya.


Untuk saat ini,Justin sadar uang tidak selama nya dapat berguna.Sebanyak apapun uang yang dia miliki pada akhirnya dia tidak dapat membeli kesehatan sang istri,dan mengembalikan semua nya menjadi seperti dulu.


Justin dan Aisah memilki keinginan yang cukup besar di malam pesta satu tahun pernikahan mereka.Keinginan ingin segera di beri kepercayaan oleh Allah.Allah sudah menjawab doa mereka,hanya saja Allah belum memberi kesempatan kepada mereka untuk merawat janin yang saat ini di kandung oleh Aisah.


Ceklek !


Pintu ruangan terbuka,dari jauh Justin melihat Aisah yang tertidur,karena lama menunggu Justin,dan bisa jadi efek obat yang di berikan dalam cairan infus tadi sebelum Justin tinggalkan,agar pasien dapat beristirahat dengan baik.


Justin mengusap lembut kepala Aisah,ia dapat melihat raut wajah yang tenang itu,dan mata Aisah terlihat bengkak dari luar akibat menangis.

__ADS_1


"Sayang,aku mencintai mu apa ada nya,aku janji akan selalu berada disisi mu,jangan pernah berpikir jika kamu tidak sempurna,kamu tetap wanita yang sempurna disisi ku,aku mencintai mu sangat dalam!"


Justin mengecup pelan dahi Aisah,lalu mencium punggung tangan Aisah,sampai ia ikut tertidur di kursi dekat ranjang Aisah.


__ADS_2