Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-33-


__ADS_3

"Aku bisa jelasin, Baby" potong cepat Grey dengan keringat yang mulai keluar di kening nya


Tatapan Arazey kali ini benar-benar beda dari biasanya. Sangat sulit diartikan hingga membuat Grey panik saat mengingat dengan jelas nama Arazey yang terpampang dilayar handphone Antonio malam itu


Melihat kegugupan dan kepanikan diwajah Grey berhasil membuat Arazey mengernyit bingung. "Om kenapa?"


Bukan nya menjawab, Grey malah bangun dan menarik tubuh Arazey agar duduk berhadapan dengan nya. Menggenggam erat tangan sang istri seraya memberikan usapan lembutnya


"Maaf,, aku hanya menjawab asal malam itu" tutur lemah Grey


"Menjawab asal bagaimana? Bukan kah aku belum bertanya?" bingung Arazey


Sejenak Grey terdiam mencerna serta memperhatikan wajah kebingungan Arazey. Hingga akhirnya Grey kembali mengeluarkan suaranya


"Memangnya kamu mau bertanya apa?"


"Aku hanya ingin bertanya, kemana om malam itu?"


"A--aku,,". Benar-benar bingung dengan kondisi saat ini berhasil membuat Grey terdiam tidak tahu ingin menjawab apa


Pikiran nya berkecamuk terus mencoba mencerna semuanya hingga gadis didepan nya kembali memanggilnya


"Om?"


"Emm,, malam itu aku berniat untuk membeli minuman untuk menyegarkan tubuhku," jawab ragu Grey yang langsung mendapat pelototan dari istri kecilnya


"Ternyata om tidak menyerah ya? Padahal lagi sakit tapi masih saja ingin meminum alkohol itu!" ucap sinis Arazey dengan nada sedikit marah


Grey pun kembali terdiam dengan senyum di bibirnya


"Ternyata badebah itu hanya mempermainkan ku! S*al nya kenapa aku harus percaya dan kenapa aku harus membunuhnya secepat itu?" batin Grey yang merasakan senang sekaligus menyesal


Arazey masih menatap bingung bin aneh pria didepan nya ini, yang saat ini malah tersenyum tidak jelas


Hingga akhirnya Arazey memutuskan untuk bangun dan berniat pergi ke kamar mandi. Tetapi Grey yang sudah tersadar pun dengan cepat menarik lengan Arazey


Hingga kini tubuh kecil sang istri telah berada diatas pangkuan nya


"Om!" pekik geram Arazey


"Sudah aku bilang ganti nama panggilan nya, baby" serak Grey yang mulai menggesekkan hidung mancungnya di tengkuk Arazey

__ADS_1


Rasa gugup seketika kembali menghampiri Arazey. Dan kini tangan nya berusaha menahan pergerakan tangan Grey yang mulai berkeliaran


"A-aku ingin ke kamar mandi dulu"


"Mau apa hmm? Kabur?"


"Aku kebelet" jawab cepat Arazey


Dengan gerakan cepat bibir Grey yang sedari tadi sudah menempel diceruk leher Arazey, kini telah beralih meny*sap nya dan sesekali mengigit nya


Hal itu pun berhasil membuat tubuh Arazey menggeliat tidak karuan merasakan geli, mengigit bibirnya sendiri seraya terus mencoba melepaskan diri


"Ho-honey aku benar-benar tidak tahan stt.." ringis kecil Arazey saat tangan Grey hendak naik menuju harta karun nya


Menghembuskan nafas beratnya lalu Grey melepaskan pelukan nya pada perut Arazey. Dengan gerakan secepat kilat, kini Arazey langsung berlari kearah kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi itu dengan sedikit kuat


"Dasar istri nakal!" gemas Grey menatap pintu kamar mandi itu


Disaat tengah asik menatap pintu kamar mandi dengan tatapan sulit diartikan serta senyum menyeramkan nya, tiba-tiba saja handphone nya berdering dan membuyarkan perhatian pria tersebut


"Ck! Menganggu saja!" Decak kesal Grey, lantas meraih handphone nya yang berada dinakas samping nya


"Ada apa? Kau sangat menganggu kesenangan ku, Bram!" oceh Grey setelah menggeser tombol hijau yang ada dilayar handphone nya


"Maaf menganggu boss, tetapi saat ini perusahaan sangat membutuhkan anda" sahut cepat Bram disebrang sana


"Apa gaji yang aku berikan masih kurang? Sampai-sampai kau tidak mau menghandle nya?" sahut dingin Grey


"Bukan seperti itu boss, hanya saja saat ini saya sedang menemani nona kecil"


"Nona kecil? Maksud mu?" tanya bingung Grey


"Aqila, adik ipar anda boss". Grey terdiam sesaat setelah mendengar jawaban sang asisten, hingga akhirnya Bram kembali mengeluarkan suaranya


"Nona kecil tidak mau diajak pulang, lalu saya harus bagaimana?" bingung Bram disebrang sana


Baru saja Grey ingin menjawab tetapi terdengar suara memekik adik ipar nya itu


"Sudah Qila bilang jangan panggil Qila nona kecil! Qila sudah besar!" marah Aqila disebrang sana


"Astaga iya-iya, maafkan aku"

__ADS_1


"Bagaimana kalian bisa dekat?" tanya Grey saat mendengar pemintaan maaf Bram pada adik iparnya itu


"Semalam saat di pesta adik ipar anda terus membuntuti saya, dan tadi pagi tuan Alex menelpon saya karena permintaan adik ipar anda, boss" jelas Bram


"Lalu bagaimana, apakah anda bisa boss? Perusahaan benar-benar membutuhkan respon saat ini" tanya frustasi Bram disebrang sana


Terdengar samar-samar suara Aqila yang meminta Bram untuk menggendong nya, tetapi pria itu mencoba menahan nya karena sedang menunggu jawaban dari Boss nya ini


Mendengus kesal lalu akhirnya Grey menjawab. "Baiklah aku akan mengurusnya, dan jaga adik ipar-ku jangan sampai dia menangis!" putus Grey


"Dan jangan sampai kau menyukai nya, dia masih kecil!" peringat sinis Grey lantas mematikan sambungan telepon itu


.


.


.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Baby, apakah masih lama?" seru Grey yang kini berdiri didepan pintu kamar mandi dan terus mengetuknya


Pasalnya sudah hampir setengah jam Arazey belum juga keluar. Hingga kini terdengar sahutan dari dalam sana


"Sebentar lagi, aku sedang mandi"


"Astaga tadi bilangnya kebelet, kok jadi mandi!" gerutu kesal Grey


"Aku gerah"


"Cepat selesaikan, jangan lama-lama didalam kamar mandi. Aku akan pergi ke perusahaan dulu"


"Baiklah" jawab singkat Arazey yang terdengar begitu bahagia


Grey pun hanya menggelengkan kepalanya atas tingkah sang istri yang ia yakini saat ini Arazey mencoba mengulur waktu agar terbebas dari kewajiban nya


"Mandi yang bersih, setelah itu istirahat dan bersiaplah saat aku pulang nanti" ucap Grey yang tak lagi mendengar sahutan dari dalam sana


...----------------...


Seeyou Next Part ReadersšŸ˜—

__ADS_1


Jangan lupa dukungan sepertli Like, Komen, Gift, Atau Voteny HihišŸ¤­ā¤


__ADS_2