Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-88- Typing manja, Grey


__ADS_3

"Siall! Aku tidak bisa tidur jika tidak memeluk tubuh nya!" Gerutu kesal Grey menendang-nendang selimut.


Arazey benar-benar kekeh pada pendirian nya, padahal Grey sudah menjelaskan bahwa asisten pengganti Bram adalah seorang pria dan sebelumnya ia hanya bercanda.


Tetapi Arazey sudah terlanjur marah dan kesal, alhasil Grey tetap tidur berbeda kamar dengan mata yang tidak bisa dipejamkan.


Meraih handphone nya lalu Grey membuka aplikasi chat dan nama sang istri serta riwayat pesan nya lah yang muncul paling atas.


...'My Little Wife'...


...*Chat On*...


^^^"Honey.."^^^


^^^"Sudah tidur?"^^^


^^^"Aku tidak bisa tidur🥺"^^^


Tiga pesan itu telah tersampaikan, tetapi seperti nya Arazey sudah terlelap dengan mimpinya.


^^^"Honey buka pintu nya, please🥺"^^^


^^^"Aku ingin memeluk mu,^^^


^^^" Memeluk baby twins kita"^^^


Grey benar-benar tidak menyerah dan sepertinya pria itu berniat menganggu tidur Arazey.


Hingga akhirnya spam chat yang ia kirimkan untuk istri kecilnya telah dibaca, dan dengan cepat Grey kembali mengetikkan sesuatu dengan cepat.


^^^"Aku kedinginan honey,^^^


^^^" Sepertinya aku sakit🥺"^^^


"Typing mu sangat lebay!"


Balasan tersebut berhasil membuat mata Grey melotot sempurna, lantas dirinya langsung bangkit dari posisi nya.


^^^"Ishh honey, ayolah!!"^^^


"Nikmati hukuman mu dan jangan menganggu tidurku"


^^^"Honey"^^^


^^^"Sayang"^^^


^^^"Baby"^^^


^^^"Ishh kok malah off!!"^^^

__ADS_1


...*Chat Off*...


Itulah pesan terakhir yang Grey kirimkan, karena sepertinya Arazey mematikan handphone nya.


Pria itu merancau kesal dan melempar sembarang handphone nya.


"Durhaka banget jadi istri! Suami sendiri disuruh pisah ranjang! Nanti kalo suami nya main sama perempuan lain gimana hah!" Gerutu kesal Grey.


"Tapi untung nya aku bukan suami seperti itu, harusnya kamu merasa paling beruntung Arazey. Tapi kenapa malah mengusirku dari kamarku sendiri huh!"


Mengerutu, mengomel, dan melampiaskan kekesalan nya pada kasur yang Grey tempati, hingga akhirnya handphone berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


"Dimana handphone ku arghhh!!" Teriak kesal Grey kembalu mengobrak-abrik selimut yang sudah berantakan.


Disaat Grey sudah menemukan handphone nya, tetapi panggilan tersebut sudah berakhir. Dengan cepat pria itu membuka riwayat panggilan.


"Mama?" Gumam Grey.


.


.


.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Honey!!"


Ketukan pintu yang tadinya terdengar pelan kini berubah menjadi suara gebrakan, dimana Grey mengetik pintu kamarnya dengan tenaga.


"Hon--"


Ceklek~ Bughh!


"Awww!" Rintih sakit Grey saat mendapatkan timpukan tepat di kening nya.


"Berisik!" Geram Arazey menatap tajam Grey.


"Sakit honey.."


"Aku tidka peduli dan sana kembali ke kamar mu, lalu jangan menganggu tidurku!" Ucap Arazey penuh penekanan.


Setelah mengucapkan hal tersebut Arazey hendak kembali menutup pintu kamar nya, tetapi dengan cepat Grey menahan nya.


Alhasil pelototan tajam lah yang Grey dapatkan dari mata Arazey, seakan mata itu ingin keluar dari tempat nya.


"Tu-tunggu dulu honey, aku ada kabar penting" Cegah pelan Grey.

__ADS_1


"Apa?!" Sahut sinis Arazey. "Jika tidak penting aku akan menghabisi mu" Ancam nya mengambil sendal dan bersiap memukul Grey.


Grey menahan lengan Arazey yang memegang sendalnya, lalu memasang wajah serius. "Ini tentang Aqila" Ucapnya serius.


Mendengar nama sang adik di sebut lantas wajah Arazey yang sedari tadi terlihat marah, kini berubah khawatir.


"Ada apa dengan Qila? Dia baik-baik saja 'kan? Tidak ada hal lain yang terjadi 'kan?" Cerocos panik Arazey.


"Tenang sayang, tenang oke?"


"Cepat katakan Grey!!"


Sebelum benar-benar mengeluarkan suaranya, terlebih dahulu Grey menarik napasnya begitu panjang.


"Aqila sudah sadar-"


"Apa?! Kamu tidak bercanda 'kan?!" Pekik bahagia Arazey menggoyangkan lengan Grey.


Grey menggeleng pelan. "Tidak honey, tadi Mama menelpon" Sahutnya.


Pelukan yang terasa begitu erat langsung menghantam tubuh Grey, kini istri kecil nya yang tengah memeluk dirinya itu terlihat sangat amat bahagia dan tawa nya pun terdengar.


"Aku sangat sangat bahagia, Grey"


"Aku juga, honey ta--" Belum sempat menyelesaikan ucapan nya tiba-tiba Arazey melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Grey penuh binar.


"Ayo kita ke rumah sakit" Ajak Arazey penuh antusias.


Grey hanya terdiam menatap wajah sang istri, hingga akhirnya istri kecil nya itu menarik-narik lengan nya dan mengajak nya untuk berjalan.


"Tunggu honey"


"Tunggu apalagi? Kita harus segera ke rumah sakit dan bertemu Qila"


"Dengarkan aku" Grey menarik pelahan kedua bahu Arazey lalu mengusapnya pelan.


"Dengarkan apa lagi Grey? Aku tidak sabar ingjn berbicara dengan Qila"


"Honey" Nada tak terduga keluar dari mulut Grey, dan hal itupun berhasil membuat Arazey diam dan menatap wajah suami nya.


"Aqila memang sudah sadar, tetapi dia.." Grey diam, tidak melanjutkan perkataan nya.


"Tetapi kenapa? Ada apa Grey?"


"Qila kehilangan ingatan nya"


Deg!


...****************...

__ADS_1


__ADS_2