
"Baby.." Panggil semangat Grey yang baru saja keluar dari mobilnya.
Sedangkan sang pemilik nama panggilan yang tadinya hendak menyirami tanaman seketika langsung berbalik kembali memasuki rumah orang tua nya.
"Baby tunggu!!" Pekik Grey cukup keras seraya berlari mengejar Arazey.
Dengan gerakan cepatnya, kini Grey telah berhasil menyusul langkah Arazey dan berjalan bersampingan dengan wanita hamil itu seraya menggenggam tangan nya.
"Lep-- Kok tangan nya dingin" Potong cepat Grey menghentikan langkahnya.
Arazey yang tangannya digenggam pun otomatis ikut berhenti tetapi wanita itu tidak berani menatap wajah pria di hadapannya.
"Tadi habis cuci tangan" Ucap Arazey langsung melepaskan paksa tangan nya.
"Kamu baik-baik aja 'kan, baby?"
Arazey mengangguk dan hendak kembali melangkah, tetapi gerakan tak terduga berhasil membuat langkah nya terhenti.
"I really miss you, baby.." Lirih Grey memeluk erat tubuh Arazey.
Arazey hanya terdiam saat kepala pria yang lebih tinggi darinya sudah berada di perpotongan lehernya. Mata Arazey terpejam menikmati wangi khas tubuh Grey, karena jujur ia sangat merindukan nya.
"Jangan membenciku.. Aku mohon, aku tidak tahu harus melakukan apa tanpa mu"
Mendengar penuturan sendu dari mulut Grey berhasil membuat tangan Arazey terangkat yang kini memegang punggung Grey.
"Aku membencimu karena kamu berbohong padaku, dan aku juga kecewa padamu karena ternyata kamu yang membunuh bang Ansel,"
"Baby-- "
"Tapi semuanya sudah terjadi. Andai saja dari awal kita tidak pernah mengenal satu sama lain aku semua tidak akan serumit ini"
__ADS_1
Mendengar ucapan panjang sang istri yang bergetar seperti menahan tangis, Grey hendak melepaskan pelukannya tetapi sepasang tangan Arazey menahan punggungnya dan memeluknya begitu erat.
"Biarkan seperti ini dulu aku sangat merindukanmu.."
Grey mengganggu dan kembali memeluk tubuh Arazey begitu erat tak kalah eratnya dari pelukan wanita itu. hingga beberapa saat kemudian Arazey langsung melepaskan pelukan kedua nya.
"By-- Masuklah dulu, mama sudah menyiapkan makanan." Potong Arazey saat Grey hendak berbicara.
"Baiklah, kita masuk bersama." Grey merangkul posesif pinggang Arazey lalu menariknya pelan hingga tubuh kedua nya menempel.
"Grey-- "
"Biarkan seperti ini, mama mengetahui kita sedang bertengkar"
Arazey hanya mendengus pelan dan membiarkan tubuhnya pada posisi yang Grey inginkan. Mendengar dengusan pelan sang istri membuat senyum Grey mengembang.
Kini dengan langkah perlahan Grey mulai melangkah memasuki rumah besar itu dan diikuti oleh Arazey di sampingnya.
.
.
"Kak Grey!!" Panggil heboh Aqila yang langsung berlari mendekati Grey.
Dengan sigap tangan Grey yang tadinya merangkul pinggang Arazey kini beralih menangkap tubuh Aqila dan menggendong nya.
"Aqila.." Peringat gemas Grey menarik hidung mancung milik adik iparnya.
"Hihihi maaf, Qila sangat merindukan kak Grey" Sahut cengengesan Aqila.
"Hmm kakak juga sangat merindukan Qila." Lantas Aqila memeluk leher Grey dengan senyum bahagia nya.
__ADS_1
Lain hal nya dengan Arazey yang kini berdecak kesal dan menghentakkan kakinya seraya berjalan ke arah meja makan, mengundang tatapan aneh dari Grey dan Rachel yang melihatnya.
"Cemburu, Ra?" Goda Rachel melihat bibir manyung sang anak yang kini tengah menguyah kasar pisang di mulutnya.
"Gak!" Ketus Arazey.
"Oh rupanya kamu cemburu" Sahut Rachel mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Aku bilang nggak ya nggak, Ma!"
Mendengar rengekan kesal istri kecilnya, berhasil membuat Grey terkekeh gemas, lantas pria itu mengusap-usap pelan ke surai Aqila.
"Qila, kakak bisa minta tolong"
Aqila menegakkan kepalanya dan menatap wajah Grey. "Minta tolong apa kak?"
"Tolong panggil om Bram, suruh dia masuk"
Mata Aqila langsung berbinar bahagia kala mendengar nama Bram. "Om tampan ada disini?" Tanya bahagia Aqila.
"Iya, dia ada di mobil bisa-- " Belum sempat melanjutkan perkataannya, tiba-tiba saja Aqila menggerakkan tubuhnya meminta untuk diturunkan.
"Qila akan memanggilnya!!" Ujar semangat Aqila dengan tubuh yang terus bergerak meminta diturunkan.
Alhasil Grey menurunkan nya, daripada tubuh mungil sang adik ipar terjatuh. Dan tanpa menunggu Grey yang bersiap mengomeli nya, Aqila langsung berlari.
"Aqila jangan lari!" Teriak menggema Grey dan Rachel.
"Aqila terussss" Kesal Arazey memukul-mukul meja makan dengan sendok ditangan nya.
...****************...
__ADS_1