Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-39-


__ADS_3

"Nanti pulang jam 6 sore 'kan?" tanya Grey yang baru saja memberhentikan mobilnya di depan rumah sakit dimana Arazey bekerja


"Iya om," sahut Arazey seraya melepaskan seatbelt. Mata Grey pun terus menatap pergerakan istri kecil nya yang bersiap untuk turun dari mobil


"Nanti aku jemput"


"Gak usah, nanti aku bisa pulang sendiri"


"Gak bisa gitu dong," kesal Grey kala mendengar penolakan Arazey. Lantas gadis itu langsung menatap suami nya yang kini tengah menatap dirinya


"Jarak dari kantor om ke sini tuh jauh banget dan harus putar arah lebih baik om langsung pulang"


Memang benar, jarak dari gedung perusahaan milik Grey ke rumah sakit tempat Arazey bekerja ini sangat jauh dan juga berlawanan arah. Pagi tadi kedua nya sempat beradu mulut akibat hal ini


Karena Arazey tidak ingin merepotkan Grey, jadi ia meminta untuk berangkat sendiri, tetapi Grey. Pria itu melarang nya dan memaksa untuk mengantarnya hingga berakhirlah seperti keinginan Grey


"Aku tidak peduli seberapa jauh pun, yang penting aku bisa bertemu istri ku lebih awal"


Mengalihkan tatapan nya malas, lalu Arazey mengalah. "Baiklah terserah om saja!"


Setelah mengucapkan hal itu selang beberapa detik kemudian Arazey hendak membuka pintu mobil, tetapi Grey menahan pergerakan nya dengan sebuah ucapan. "Hanya itu?"


Arazey mendelik menatap bingung Grey, hingga dirinya tersadar. "Ahiya terimakasih sudah mengantarku"


"Ck! Aku bukan driver yang membutuhkan ucapan terimakasih seperti itu!" decak kesal Grey


"Lalu?" tanya bingung Arazey. Lantas Grey pun menarik tengkuk sang istri dan dengan gerakan cepat juga, Arazey menahan dada bidang suaminya yang ia pikir hendak melakukan hal tidak senonoh


"Om apaan sih?! Ini di tempat umum lho!" pekik tertahan Arazey


"Kita berada didalam mobil, honey. Jadi tidak akan ada yang melihat"


"Sama saja, bagaimana jika ada yang mengintip dari kaca mobil heuh?". Mendengar ucapan itu sontak alis Grey terangkat sebelah bersamaan dengan senyum mes*m nya


"Lalu kamu mau melakukan nya ditempat tertutup seperti kamar, atau jika ingin lebih dekat ada hotel didepan sana. Bagaimana?" tawar Grey yang langsung mendapat pukulan kesal dari istrinya


"Dasar mes*m!" geram tertahan Arazey


Tiba-tiba saja tawa pelan Grey terdengar ditelinga Arazey yang membuat gadis yang tadinya mengalihkan pandangan nya kini kembali menatap wajah pria didepan nya. Sempat terpaku beberapa saat hingga akhirnya sebuah kecupan hangat dapat ia rasakan dikening nya


Cup!

__ADS_1


Sejenak setelah melepaskan kecupan nya, Grey merapihkan rambut sang istri lalu menatap intens wajah nya


"Besok-besok jangan make up, aku gak suka lihat nya"


"Hah?" beo bingung Arazey


"Jangan make up, honey. Kamu terlalu cantik dan aku tidak suka pasti diluar sana banyak yang menyukai mu" papar Grey dengan nada sedikit kesal


Memang saat di kamar tadi Grey sangat kesal melihat istrinya memoles wajah nya dengan make up, walaupun hanya polesan tipis tapi tetap saja istri kecil nya ini terlihat sangat cantik


"Ayolah om jangan berlebihan, aku hanya memakai sedikit make up agar tidak terlihat seperti orang sakit"


Baru saja Grey ingin mengeluarkan suaranya, tetapi dengan cepat Arazey kembali bersuara. "Tidak perlu menjawab karena itu bukan pertanyaan, dan aku harus segera masuk sebentar lagi shif akan berganti"


"Baiklah, jangan genit dan jauhi para pria!" tegas Grey pada Arazey yang sudah membuka pintu mobil dan bersiap turun


Acungan ibu jari Arazey tunjukkan pada Grey setelah ia keluar dari mobil itu dan sedetik kemudian Arazey kembali menutup pintu mobil


Sedangkan Grey? Pria itu kini malah terkekeh gemas melihat tingkah sang istri, tetapi selang beberapa detik tatapan gemas itu berubah menjadi tajam saat melihat kearah istrinya


"Baj*ngan sialan! Masih belum menyerah rupanya?!" geram Grey saat melihat dokter Hans berlari menghampiri Arazey dan menyamakan langkah nya dengan langkah Arazey


Arazey pun langsung menoleh menatap kearah mobil Grey dan langsung menjauhkan jarak nya dengan dokter Hans


"Ada kemajuan," gumam pelan Grey saat melihat hal itu. Dan tentu saja itu merupakan kebahagiaan tersendiri untuk seorang Grey Maxime


"Tunggu hari kehancuran mu, dokter sialan!"


"Bagaimana dengan manusia rakus itu, Bram?" tanya Grey yang kini tengah memeriksa beberapa berkas yang harus ia tanda tangani


"Mr.Burno sudah sepenuhnya bangkrut dalam hitungan jam setelah pemecatan dari perusahaan ini, Mr." jelas Bram


Sebuah seringai kecil terbit dibibir Grey. "Bagus"


"Dan ada hal yang lebih mengejutkan lagi"


Tatapan Grey pun seketika langsung terfokus pada Bram. "Apa?"


"Kemarin beberapa rentenir datang ke sini dan menagih hutang-hutang nya, Mr."


"Apa hubungan nya? Kenapa menagih kesini?" tanya Grey yang mulai geram

__ADS_1


"Selama ini Mr.Burno meminjam uang rentenir untuk berjudi online, dan mengatasnamakan saham yang ia punya di perusahaan ini untuk membayarnya" papar Bram begitu detail


Sebuah gebrakan meja langsung terdengar setelah Bram selesai berbicara, terlihat dengan jelas raut tidak bersahabat Grey. "Brengs*k!"


"Tapi tenang saja Mr., para rentenir itu langsung pergi saat saya menunjukkan surat pemecatan dan pengembalian saham Mr.Burno


Dan istri beserta anak nya, meninggalkan dia keluar negeri dengan membawa sisa uang yang ada di rekening Mr.Burno" ucap Bram begitu antusias


Lantas tawa menyeramkan milik Grey langsung menggema diruangan itu. "Manusia rakus memang pantas mendapatkan nya!"


Jam telah menunjukkan tepat pukul 6 sore, dan didalam ruangan salah satu dokter dirumah sakit Lenox Hill Hospital, terdapat seorang pria yang tengah mengetuk-ngetuk bosan meja dihadapan nya


Pasalnya pria ini telah menghuni ruangan kosong dimana pemiliknya sedang bertugas sejak pukul 4 sore tadi, dan sampai sekarang pria itu belum juga melihat sosok pemilik ruangan yang ia tempati sekarang


"Haishh sudah lewat lima belas menit, kemana dia?!" gerutu kesal pria itu, yang tak lain adalah Grey


Semua posisi telah Grey coba didalam ruangan itu demi menunggu sang istri, tetapi hingga saat ini tidak ada tanda-tanda kedatangan Arazey


Beberapa menit telah berlalu, Grey semakin kesal di buatnya karena ini sudah lewat dari jam kerja Arazey. Sampai akhirnya Grey beranjak bangun dan memutuskan untuk mengecek satu persatu ruangan yang ada dirumah sakit ini


Tetapi saat tangan nya hendak meraih knop pintu, tiba-tiba dari luar sana ada yang membukanya dan dengan gerakan cepat Grey mundur dan menatap seseorang dibalik pintu sana


"Honey!" pekik bahagia Grey saat melihat istrinya lah yang membuka pintu itu. Sontak Arazey kaget pun langsung menutup pintu dengan cukup kuat


"Astaga om! Bikin kaget aja!" kesal Arazey


Tidak menanggapi ucapan Arazey, tetapi Grey malah langsung memeluk tubuh kecil istrinya


"Lama banget, kemana dulu sih?" gumam Grey sedikit kesal dengan pelukan eratnya


"Aku baru selesai melakukan operasi mendadak, om


Bukan kah aku hanya terlambat dua puluh menit saja? Kenapa lama?" jelas Arazey bersamaan dengan pertanyaan nya


"Kamu tau gak? Aku nunggu kamu dari jam 4 sore lho"


"Apa?!" sentak kaget Arazey. Padahal jelas-jelas pria dihadapan nya yang tengah memeluk dirinya ini, mengetahui kapan jam kerjanya habis


"Niatnya mau ketemu kamu lebih awal, eh tau nya malah nunggu selama ini untuk bertemu istri sendiri". Mendengar hal itu lantas Arazey pun tertawa, pasalnya saat ini pria yang terkenal akan kekejaman dan ketegasan nya tengah berbicara setengah merengek padanya


"Lagian suruh siapa kesini jam segitu hahaha" ledek Arazey

__ADS_1


"Ishh ngeselin!". Setelah mengucapkan hal itu, Grey pun langsung mengigit gemas leher istri kecilnya


__ADS_2