Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-73- Menggemaskan!


__ADS_3

"Sakit honey.."


"Lepas aja ya?.."


"Lama banget dari tadi gak habis-habis.."


Begitulah rengekan berulang-ulang Grey sejak satu jam lalu. Dimana punggung tangan bagian samping pria itu sudah terpasang rapih jarum yang mengalirkan cairan dari botol infus yang tergantung sejak satu jam lalu.


"Astaga diam lah Grey, aku benar-benar pusing mendengar rengekan mu!'


"Sakit honey.." Lirih Grey tidak berani menggerakkan tangan kiri nya.


"Jangan dirasakan, biasa saja nanti juga tidak akan terasa sakit"


"Gak bisa, ini sakit.. Kalo tangan nya gerak, jarum nya nusuk"


Entah sudah ke berapa kalinya Arazey menghela nafasnya kasar karena rengekan suami nya. Hingga kini akhirnya Arazey bangun dari posisi duduknya.


Dan tentu saja langsung mendapat genggaman erat dari tangan sebelah kanan Grey pada baju yang ia kenakan. "Mau kemana?" Tanya Grey menatap sayu wajah Arazey.


Tidak langsung menjawab ucapan Grey, tetapi kini Arazey malah duduk ditepi ranjang rawat itu. Sedangkan Grey, refleks pria itu menggeser posisinya memberi ruang untuk Arazey duduk lebih leluasa.


Melihat hal itu Arazey terkekeh pelan lalu menepuk-nepuk paha nya sendiri yang berhasil membuat alis Grey bertaut bingung.


"Kenapa? Paha kamu sakit?" Tanya Grey bingung


Arazey menggeleng lalu berkata. "Sini kepalanya" Pinta Arazey masih menepuk pelan paha nya.


Otak Grey langsung merespon dengan cepat perkataan sang istri, kini dengan bibir tersenyum Grey langsung mengangkat kepala dan Arazey pun sedikit memundurkan posisinya.


Dirasa sudah pas, Grey langsung menjatuhkan kepalanya dipangkuan Arazey dan disambut dengan usapan lembut dari tangan istri kecilnya pada kepalanya.


"Jangan ngeluh terus, malu sama umur" Tutur lembur Arazey menatap Grey yang tengah menatap dirinya.

__ADS_1


"Aku gak ngeluh, tapi-- "


"Aku jadi ragu kalo sebenarnya kamu bukan king mafia" Potong Arazey.


Mata Grey sontak melotot tidak terima, bisa-bisa nya ada yang meremehkan posisinya hanya karena jarum tipis ini?!


"Mana ada seorang mafia takut sama jarum setipis ini, bahkan seorang mafia sudah sering berhadapan dengan benda tajam seperti apapun" Cecar Arazey mulai meledek.


"Honey.. Ishh aku gak takut!" Elak kesal Grey.


"Yakin gak takut?"


Grey mengangguk yakin sebagai jawaban. Hingga tiba-tiba tangan Arazey terangkat dan bergerak menuju tangan kirinya.


"Gak takut 'kan?" Ulang Arazey dengan wajah menantang nya.


"Ten-tentu!" Tegas Grey mulai waspada.


Sedikit seringai muncul di bibir wanita yang tengah memangku kepalanya, hingga tiba-tiba..


"AARRGGHHH!!" Erang kesakitan Grey saat Arazey menepuk lengan nya.


Tawa Arazey pecah, padahal tepukan tadi sangat jauh pada letak jarum yang tengah mengalirkan cairan di dalam botol yang menggantung itu. Tetapi Grey berteriak kesakitan seakan tangan nya di hantam batu besar.


"Astaga ayolah Grey hahaha" Ledek tidak kuat Arazey karena tawanya semakin menjadi-jadi.


"Honey.. Kamu jahat sekali.." Lirih bergetar Grey, matanya mengeluarkan cairan bening yang kini mengalir tanpa diminta.


"Utututu.. Big baby nangis hmm? Hahaha" Ledek Arazey menyeka air mata Grey.


Tetapi tangan nya langsung ditepis begitu saja oleh Grey, dan pria itu kembali mengangkat kepalanya lalu berbaring membelakangi Arazey.


"Eh eh eh.. Big baby ngambek nih?" Ucap Arazey masih dengan nada meledek nya.

__ADS_1


"Honey jahat hikss.. Tangan aku sakit hikss.."


Tanpa Arazey duga kini punggung Grey bergetar bersamaan dengan isak tangis nya, hal ini pun berhasil menghentikan tawa Arazey.


Lantas wanita itu langsung menyentuh bahu bergetar Grey. Arazey benar-benar lupa bahwa saat ini Grey tengah mengalami kehamilan simpatik, dimana mood pria itu juga bisa seperti seorang wanita hamil.


"Grey.. Maaf aku cuma bercanda, aku cuma pukul lengan kamu dan itu juga pelan" Cicit pelan Arazey merasa bersalah.


"Aku gak suka.. Kamu jahat hikss.."


"Jangan nangis dong, nanti mual lagi."


Arazey mulai panik, pasalnya Grey baru saja selesai makan dan tentu karena paksaan Arazey. Dan jika pria itu terus menangis kemungkinan rasa mual akan kembali menyerang nya.


"Kamu bercanda nya kelewatan hikss.. Jarum nya nusuk tulang aku hikss.."


"Iya-iya maafin aku ya? Janji deh gak aku ulangi lagi" Bujuk lembut Arazey mulai menarik pelan tubuh Grey agar tidak membelakangi nya.


Begitu tubuh Grey berbalik, mata Arazey langsung disuguhkan oleh hidung memerah Grey dan mata pria itu terus meneteskan cairan bening nya.


"Sangat menggemaskan!" Batin Arazey menahan senyum nya.


Melihat senyum tertahan Arazey membuat Grey berburuk sangka, kini pria itu kembali mengeluarkan suaranya.


"Tuh kan pasti kamu mau meledek aku lagi hikss.."


"Astaga, tidak Grey tidak" Sahut cepat Arazey.


"Terus kenapa kamu senyum-senyum gitu hikss.." Tanya Grey masih dengan isak tangisnya.


"Kamu sangat menggemaskan jika sedang menangis seperti ini. Wajah galak kamu hilang dan ekspresi sedih ini sangat jelek" Celetuk Arazey.


"Sayangggg ihh jahatt" Rengek kesal Grey menenggelamkan wajahnya di pinggang Arazey.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2