
Tak terasa tiga bulan sudah telah berlalu, hidup bersama dengan Grey, pria dengan tatapan mengintimidasi serta sikapnya yang berubah-ubah, membuat Arazey terbiasa akan hal itu.
Dan saat ini Arazey tengah asik menyirami bunga di taman belakang kediaman nya setelah Grey berangkat ke perusahaan nya. Karena saat ini wanita itu tidak memiliki jadwal di rumah sakit tempat nya bekerja.
"Aku tidak menyangka bahwa pria sepertinya memiliki tanaman bunga seindah ini" Gumam Arazey
Satu bulan yang lalu Arazey baru mengetahui bahwa Grey memiliki tanaman bunga seperti ini. Pasalnya semenjak memasuki rumah ini Arazey tidak sempat berkeliling karena sibuk mengurus Grey yang sangat manja padanya
"Tuan baru saja membuat tanaman ini sekitar 1 bulan yang lalu Nyonya" Ucap tiba-tiba pelayan yang tadi sempat mendengar gumaman Arazey.
Wanita itu pun tersentak kaget saat mendengar ucapan tiba-tiba pelayan tersebut hingga akhirnya kepalanya tertoleh dan menatap tidak percaya pelayan itu.
"Benarkah?" Tanya Arazey tidak percaya.
"Ah maaf Nyonya saya mengagetkan anda" Ucap tidak enak pelayan tersebut.
Arazey tersenyum lalu menganggukkan kepalanya sebagai tanda tidak apa-apa, hingga akhirnya ia kembali menatap pelayan itu penuh tanda tanya.
"Benar Nyonya karena saya dengar sebulan yang lalu Tuan Grey memerintahkan pengurus lahan ini untuk menanam bunga agar Nyonya tidak merasa bosan saat berada di rumah" Jelas pelayan itu.
Sontak mendengar penjelasan tersebut sudut bibir Arazey pun tertarik membentuk sebuah senyuman manis sampai akhirnya wanita itu mengeluarkan suaranya.
"Emm.. Bisa bibi mengantar saya berkeliling rumah ini? Saat ini saya benar-benar merasa bosan"
"Tentu bisa Nyonya, mau sekarang?". Arazey mengangguk.
"Ayo Nyonya silakan jalan lebih dulu" Ucap pelayan tersebut seraya memundurkan langkahnya agar Arazey berjalan di depannya.
Dengan senang hati Arazey berjalan lebih dulu diiringi dengan pelayan di belakangnya karena baru kali ini ia sempat berkeliling kediaman yang selama ini ya tempati.
Arazey POV..
Aku berjalan dengan langkah santai mengelilingi setiap sudut rumah besar ini, bersama dengan wanita paruh baya di sampingku yang tak lain adalah pelayan yang sudah lebih dari 10 tahun bekerja di rumah besar ini.
__ADS_1
Saat aku penasaran tanpa ragu aku bertanya kepada bibi di sampingku yang selalu memanggilku dengan embel-embel 'Nonya' Padahal aku selalu menyuruhnya untuk menyebut namaku saja.
Hingga akhirnya mataku tertuju pada satu pintu berwarna hitam dan pintu tersebut sangat berbeda dari pintu-pintu yang ada di dalam rumah ini.
dengan cepat aku bertanya pada bibi di sampingku. "Ruangan apa itu bi?" Tanyaku penasaran karena sejak awal aku penasaran dengan pintu itu namun tidak sempat bertanya pada Grey suamiku.
"Ah itu hanya ruangan biasanya, Nyonya" Sahut bibi di sampingku.
"Kenapa warna pintunya berbeda dengan pintu-pintu yang ada di rumah ini?" Tanyaku lagi karena tidak puas dengan jawaban bibi di sampingku.
Mataku pun kini beralih menatap bibi di sampingku yang kini terdiam, tidak langsung menyahuti ucapanku dan terlihat dengan jelas wajahnya yang seperti orang sedang kebingungan.
"Apa ini ruangan rahasia?" Duga ku asal menebak.
tetapi siapa sangka tiba-tiba bibi di sampingku langsung menggelengkan cepat kepalanya sambil berucap. "Bukan Nyonya" sentak nya cukup keras.
Aku yang kaget pun hanya terdiam sampai akhirnya bibi di sampingku tersadar akan ucapannya tadi yang sedikit membentak ku.
"maaf maaf Nyonya saya tidak sengaja, maaf " Ucapnya penuh penyesalan.
Tidak ingin memperpanjang, akhirnya aku mengajak bibi untuk melanjutkan berkeliling rumah ini tetapi mataku sempat melirik ruangan tersebut. "Ada yang disembunyikan diruangan itu" Batin ku.
Arazey POV End..
.
.
.
"Grey.."
"Kenapa baby? Mau makan sesuatu?"
__ADS_1
"Kita baru saja selesai makan lho"
"Lalu mau apa hmm?" Mata Grey yang tadinya sempat terfokus pada handphone, kini langsung tertuju pada Arazey yang berada di dalam dekapan nya
Sehabis makan malam kedua nya memilih untuk bersantai di ruang tengah menonton televisi yang sedang menayangkan beberapa berita terkini.
"Maaf tadi aku tidak sengaja membaca pesan dari asisten mu"
"Kamu sudah mengetahuinya?" Sahut cepat Grey
Arazey mengangguk membenarkan ucapan Grey. "Maaf" cicit tidak enak Arazey
"Astaga tidak apa-apa baby kamu berhak mengetahui apapun isi handphoneku, tapi.." Grey menghentikan ucapannya menatap wajah istri kecilnya yang kini tengah menatap dirinya dengan mata berkaca-kaca.
"Ikut aku aja ya?" Ajak Grey yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Arazey.
"Berapa hari kamu di sana?"
"Seminggu"
"Lama juga ya" Gumam Arazey yang dapat didengar oleh Grey.
"Maka dari itu, kamu ikut aku ya? Niatnya aku mau langsung bawa kamu aja, eh kamu udah baca pesan nya" Jujur Grey
Memang benar awalnya Grey ingin langsung membawa Arazey tanpa memberitahu nya.
Karena Grey akan melakukan perjalanan bisnis selama seminggu diluar kota, dan untuk masalah izin kerja Arazey, itu hal yang mudah bagi Grey karena direktur Shin adalah rekan nya.
"Itu namanya penculikan" Gemas Arazey mencubit dada bidang suaminya.
"Culik istri sendiri tidak masalah 'bukan?" Ucap Grey dengan tatapan menggoda nya.
Sedetik kemudian Grey langsung menghujami wajah Arazey dengan kecupan nya.
__ADS_1
...****************...