Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-89- Lupa ingatan.


__ADS_3

"Hai cantik.." Sapa Arazey pada Aqila yang masih terbaring di ranjang rawat itu.


Jika biasanya Arazey tidak mendapat sahutan dari gadis kecil itu karena belum sadar, tetapi kali ini walaupun sudah sadar Arazey tetap tidak mendapat sahutan.


"Qila" Panggil Rachel, membuat pandangan gadis kecil itu tertuju pada wanita paruh baya disamping nya.


"Itu kak Arazey, kakak kamu. Dan disebelah nya kak Grey, suami nya kak Arazey" Jelas Rachel mengusap-usap kepala Aqila.


Lantas fokus gadis kecil itu kembali tertuju pada wajah Arazey dan Grey secara bergantian.


Tidak berkata apapun, Aqila hanya diam menatap dua orang yang baru aja datang itu, hingga akhirnya mata Aqila tertuju pada perut besar Arazey.


Sang pemilik perut yang mengikuti arah pandangan adiknya pun langsung tersenyum antusias.


"Qila mau pegang perut kak Ara?" Tawar Arazey.


Sejenak Aqila terdiam hingga akhirnya bibirnya yang sedari tadi mengatup kini terbuka.


"Bo-boleh?"


Arazey mengangguk cepat dengan senyum lebar nya. "Tentu boleh!" Sahut nya cepat.


Perlahan tangan Aqila terangkat dan Arazey pun mendekati posisi nya, dan akhirnya tangan kecil itu telah menempel diperut besar Arazey.


"Ada dedek bayi nya?"


"Ada sayang, ada dua juga lho"


"Woah benarkah?!"


Seketika wajah Aqila yang tadinya terlihat takut kini berbinar bahagia dengan tangan yang mengusap dan menekan-nekan pelan perut sang kakak.


"Qila akan segera punya satu teman bermain perempuan, dan satu nya laki-laki"


Mata Aqila semakin berbinar setelah mendengar hal tersebut, lantas gadis kecil itu melepaskan oxygen mask nya.


"Aqila!" Sentak mereka bersamaan.

__ADS_1


Alhasil gadis kecil itu kembali terdiam membeku, dan sepertinya sangat ketakutan.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya lembut Grey.


Aqila terdiam, tidak menjawab dan hanya menatap wajah mereka secara bergantian.


"Jangan takut sayang, kami hanya kaget saat melihat kamu melepas oxygen mask ini" Jelas lembut Grey.


"Kamu mau apa? Minum?" Tanya Grey masih dengan nada lembutnya.


"A-aku ingin me-mencium perut kakak hamil" Cicit pelan Aqila ketakutan.


Arazey tersenyum sendu kala mendengar Aqila tidak menyebut namanya, gadis kecil kesayangan keluarga mereka menag benar-benar kehilangan ingatan nya.


"Qila mau cium perut kak Ara?" Tanya Arazey menyeka air matanya.


Aqila mengangguk. "Boleh?" Tanya nya ragu.


"Tentu boleh sayang"


*


*


*


"Hahaha sudah cukup kak Ara hahaha" Tawa geli Aqila.


Arazey menghentikan gerakan nya kala mendengar ucapan Aqila. "Kamu panggil kakak, kak Ara?" Tanya tidak menyangka Arazey.


Aqila mengangguk cepat, "Gapapa 'kan aku panggil kak Ara?"


"Tentu tidak apa-apa dan kak Ara sangat bahagia sayang" Seru bahagia Arazey.


Mendengar ucapan Arazey yang terdengar lebay, Aqila langsung terkekeh dan menatap wanita hamil itu.


"Kenapa? Ada yang lucu dengan wajah kakak?"

__ADS_1


"Tidak ada"


"Lalu kenapa kamu masih tertawa?"


Aqila langsung diam dan memasang ekspresi sedih nya. "Jadi aku tidak boleh tertawa?"


"Astaga bukan seperti itu sayang" Panik Arazey memeluk tubuh Aqila.


"Hihihi kak Ara lucu, aku suka punya kakak seperti kak Ara" Cekikan Aqila di dalam pelukan Arazey.


"Dari dulu kakak memang sangat lucu, sayang nya kamu lupa" Celetuk Arazey membuat Aqila terdiam sesaat.


"Maaf.."


"Eh?" Arazey langsung melepaskan pelukan nya dan memegang kedua pipi chubby sang adik.


"Jangan memasang wajah seperti ini, kak Ara gak suka!"


Aqila mengangguk pelan dan memeluk tubuh Arazey lalu mengusap perut besar sang kakak.


"Umur aku berapa tahun kak?"


"Sebelas tahun sayang"


"Aku masih sekolah?"


"Masih dong"


"Emm.. Selain Papa, Mama, kak Ara, dan kak Grey. Apa ada yang lain?"


"Kita punya seorang kakak laki-laki, sayang"


"Siapa? Dan dimana?"


Arazey terdiam sesaat membuat Aqila mendongakkan kepalanya menatap wajah Arazey.


"Cerita kan semua nya pada ku, kak" Pinta Aqila.

__ADS_1


Arazey mengangguk pelan dan mulai menjelaskan semuanya.


...****************...


__ADS_2