
"Barang yang anda salurkan memang tidak pernah mengecewakan Mr.Vans" seru Grey menepuk bahu pria dihadapan nya.
"Bagi kami kualitas paling utama, apalagi untuk anda, Mr.Grey"
Mendengar hal itu Grey pun mengangguk dan tersenyum tipis, lalu tangan nya meraih dua gelas wine yang ada dihadapan nya.
Memberikan salah satu nya pada Mr.Vans setelah diterima lalu Grey mengangkat gelas yang ia pegang. Suara dentingan dua gelas yang beradu menandakan kedua nya baru saja melakukan cheers.
"Untuk kerja sama" ucap kedua nya di iringi tawa rendah
Setelah usai melakukan pemeriksaan barang yang sampai tepat pukul 1 malam di markas Grey bersama sang pemasok barang tersebut yang ikut datang.
Kedua nya mengobrol santai seperti saat ini, hingga akhirnya Mr.Vans mengeluarkan kata-kata yang langsung membuat rahang Grey mengeras.
"Beberapa malam lalu, Mr.Jerry datang ke gudang saya untuk meminta kerja sama"
"Kerja sama?" ulang geram Grey dan langsung mendapat anggukan dari Mr.Vans.
"Kerja sama penyaluran barang atau??"
"Benar, Mr.Jerry meminta untuk penyaluran bahan mentah dan ia ingin merakitnya sendiri" jelas Mr.Vans.
Tidak heran Mr.Vans berbicara seperti ini pada Grey, pasalnya hubungan kedua nya sudah terjalin lama. Baik Grey ataupun Mr.Vans sudah saling mempercayai bahkan masalah Jerry yang terus mencari ulah dengan Grey pun telah diketahui Mr.Vans.
"Lalu bagaimana? Apa anda menyetujui nya?" tanya Grey dengan tatapan serius.
"Saya hanya menjawab jujur karena stok barang kami habis, dan saya juga bilang akan menghubungi nya jika sudah ada"
"Apalagi yang kau rencanakan kali ini, Jer!" gumam Grey penuh kegeraman.
"Maaf Mr., sebenarnya saya ingin menolak nya, tetapi--" belum sempat Mr.Vans melanjutkan ucapan nya, dengan cepat Grey memotong nya.
"Tidak masalah Mr.Vans, seharusnya saya berterimakasih pada Anda"
"Saya akan terus berikan informasi terkait Mr.Jerry" tegas Mr.Vans tanpa ragu.
__ADS_1
"Apa tidak masalah? Bukankah itu seharusnya menjadi informasi rahasia Anda?"
Mendengar pertanyaan Grey yang terkesan baru saja mengenal nya, lantas Mr.Vans pun terkekeh dan menepuk-nepuk bahu pria yang lebih muda 15 tahun dari nya itu.
"Kita berteman 'bukan?"
Grey mengangguk. "Tentu" sahutnya
..
...
....
"Barang yang baru masuk tadi, langsung diolah oleh para pekerja boss" lapor Bram pada pria dihadapan nya.
"Terus awasi jangan sampai ada yang salah"
"Siap!"
"Curut?" ulang Bram bingung
"Jerry" jawab dingin Grey dengan raut serius nya
"Ada masalah boss?" tanya Bram bingung saat melihat raut wajah Grey
"Dia sedang memesan bahan mentah untuk dirakit sendiri, dan pasti curut itu ingin bermain lagi denganku"
"Astaga dia sangat gigih" ucap Bram tidak percaya
"Sudahlah, urus semua nya. Aku akan pulang,"
"Sepertinya kau tidak bisa terpisah lama-lama dengan Arazey ya? ayolah sesekali kita minum lagi" ajak Bram menggoda
"Tidak, terimakasih" sahut dingin Grey yang langsung berlalu meninggalkan Bram
__ADS_1
...--...
...πππππ...
...---...
"Bang.."
"Bang... Bang Ansel.."
Gumaman serak dan begitu pelan tersebut, langsung menyadarkan Grey yang baru saja memejamkan matanya.
"Bang Ansel hikss.. Jangan tinggalin Ara hikss.."
Arazey, wanita itu seperti nya tengah bermimpi sesuatu yang hingga dirinya mengigau dalam tidurnya, bahkan air mata nya ikut mengalir disela-sela kelopak matanya.
"Honey, hey bangun.." panggil lembut Grey mengusap-usap pipi istri kecil nya
"Bang hikss.. Ara mau ikut Bang Ansel hikss.."
"Bangun hey, jangan buat aku panik honey". Wajah Grey mulai terlihat panik kala melihat gerakan gelisah dari tubuh Arazey
Tangan Grey pun mulai menepuk-nepuk pelan pipi wanita itu agar terbangun, tetapi nihil. Tangisnya malah semakin menjadi hingga akhirnya Grey mengangkat tubuh itu dan memangku nya
"Baby.. Sweety.. Bangun hey.. " bisik Grey disamping telinga Arazey.
Grey terus memanggil Arazey dengan bisikan panik nya, karena Arazey tidak kunjung bangun. Hingga beberapa saat kemudian tubuh wanita itu tersentak bersamaan dengan teriakan nya.
"Bang Ansel!!"
"Honey, hey ada apa?!" panik Grey menyeka keringat istri nya
Mata berkaca-kaca Arazey pun langsung tertuju pada Grey, menatap pria itu dengan tatapan kosong nya.
"Ho-- Aku mau lihat hasil penyelidikan kasus Bang Ansel," potong cepat Arazey saat Grey hendak berbicara
__ADS_1
...****************...