Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-56- Bram (Siperjaka Karatan)


__ADS_3

Matahari mulai menyorot dari sela-sela gorden kamar yang tertutup. Kini perlahan Arazey mulai terbangun dari tidurnya karena sorot matahari itu.


Tetapi hal pertama yang Arazey rasakan adalah rasa nyeri di pyd-nya, perlahan kepala Arazey menunduk melihat kearah pyd-nya dan seketika matanya membola,


Saat melihat put*ng nya berada di dalam mulut Grey dan sesekali pria itu menyeedot nya bak anak bayi yang tengah di susui.


"Astaga.. Apa dari semalam dia belum melepaskan nya?" Gumam tak percaya Arazey.


Tangan Arazey pun mencoba mendorong kepala Grey dan melepaskan put*ng nya dari mulut pria dewasa itu. Tetapi bukan nya terlepas Grey malah menyedoot begitu kuat.


"Aaww!!" Pekik kesakitan Arazey menepuk lengan Grey.


Pria yang tadi nya masih tertidur itu, kini langsung membuka matanya dan mendongak menatap wajah Arazey.


"Lepas!"


Grey menurut, kini ia melepaskan put*ng sang istri yang sejak tadi malam berada di mulut nya lalu menatap ujung memerah itu sebelum Arazey menutup nya dengan tangan.


"Sakit tau!" Kesal Arazey seraya bangun dari posisi nya.


"Sini aku obati"


"Gak perlu, sana mandi aku akan siapkan pakaian nya!" Sahut ketus Arazey.


Baru saja Arazey ingin beranjak turun dari kasur tetapi tiba-tiba Grey memeluk erat pinggang nya. "Nanti malam nen*n lagi ya?" Ucap Grey sedikit merengek.


Mendengar hal itu Arazey semakin bertambah kesal. "Memangnya bisa kalo aku nolak?" Tanya balik Arazey yang langsung mendapat gelengan.


"Itukan janji awal kamu yang memberikan aku satu permintaan, masa ditolak"


"Dasar pak tua otak licik!" Geram Arazey dan melepaskan paksa tangan Grey.


"Honey.."

__ADS_1


"Mandi!"


"Mandiin" Ujar Grey masih dengan nada merengek nya


"Astaga ingat umur om!"


........


.........


..........


"Kenapa diam? Aku sedang bertanya Bram!"


Suara bariton yang begitu menusuk dan tatapan mengintimidasi milik Grey berhasil membuat Bram terdiam menundukkan kepalanya.


Pasalnya baru saja Bram memasuki ruangan Boss-nya ini tetapi langsung di layangkan tatapan tidak bersahabat dari Grey.


"Maaf boss, tapi saya benar-benar tidak melakukan apapun," Sahut pelan Bram.


"Kau memberi Aqila makanan sembarangan hah?!"


"Tidak tidak!" Ucap cepat Bram menyangkal perkataan Grey.


"Saya pastikan makanan yang kami coba semuanya sehat dan higenis."


"Apa kau sudah mengetes nya ke laboratorium sebelum memakan makanan itu haha?!"


Bram menggeleng dengan mulut yang menganga saat mendengar ucapan Grey yang sangat tidak masuk akal.


"Kau tau, makanan di tempat seperti itu bisa saja mengandung banyak bakteri. Apa kau tidak lihat debu-debu yang berterbangan dan menempel di makanan seperti itu hah?!" Cecar marah Grey dengan sedikit bentakan nya.


"Astaga ayolah brother, aku tau mana yang membahayakan gadis kecil ku dan mana yang tidak." Tutur Bram mulai pasrah.

__ADS_1


Anggap saja Grey adalah seorang kakak yang sangat over protektif pada adik nya, karena memang Grey sangat menyayangi gadis kecil itu semenjak kedua nya bertemu.


Sikap Aqila sangat mirip dengan Arazey, istri kecil nya dan tentu Grey akan menjaga Aqila sebagaimana keluarga Ivanka menjaga putri kecil mereka.


"Kau hebat Bram!"


Bram mengernyitkan kening nya kala mendengar penuturan Grey yang tadi sempat terdiam.


"Kau hebat bisa membuat ku tidak bisa membunuh mu!"


Bram tersenyum mendengar ucapan kesal Grey, dan kini pria itu langsung duduk di samping Grey.


"Aku calon adik ipar istri mu lho, boss. Dan berarti kau calon kakak ipar ku juga"


"Ck! Tingkat keyakinan mu sangat besar ya?"


"Tentu, karena jika Aqila sudah dewasa nanti akan langsung aku nikahi" Ujar bangga Bram dengan senyum nya.


"Lalu bagaimana jika Aqila sudah besar nanti, dan dia menyukai pria lain?"


Seketika senyum Bram luntur terganti dengan tatapan tidak terima nya. "Aqila hanya suka padaku!" Tegas Bram menolak ucapan Grey.


Sedangkan Grey kini malah terkekeh dan menatap remeh Bram. "Saat Aqila sudah dewasa pasti wajahmu sudah muncul kerutan tanda penuaan itu."


"Boss!!"


"Dan pastinya banyak pria seumuran dengan nya yang sangat tampan dan juga--"


"Lihat saja kedepan nya!" Kesal Bram kemudian langsung beranjak meninggalkan ruangan Grey.


"Dasar Bram si perjaka karatan hahahaha" Pekik Grey cukup keras dengan tawa menggelegar nya


...****************...

__ADS_1


Gak ada niat buat kasih vote untuk karya author nih?🤭


__ADS_2