
"Lepas om, aku mau masak" rengek kesal Arazey pada Grey yang terus memeluk tubuhnya
Padahal diluar sana matahari sudah mulai terbenam tetapi sedari bangun tidur tadi, Arazey tidak bisa melepaskan diri dari pelukan erat suaminya
"Ada para maid yang sedang memasak dibawah, honey"
"Tetap saja aku ingin membantu mereka" kekeh Arazey mencoba bernegosiasi
"Tidak perlu, tugas kamu hanya bersantai dan melayani keperluan ku"
Mendengar hal itu, Arazey lagi-lagi hanya mendengus kesal dan tidak ingin melanjutkan percakapan ini. Tubuh Arazey terasa sangat pegal karena terus berbaring, belum lagi kaki besar dan tangan kekar milik Grey terus melilit tubuhnya
Sesaat kamar itu kembali sepi, hingga akhirnya Arazey kembali bersuara saat mengingat sesuatu. "Om?" panggil Arazey yang langsung mendapat deheman dari Grey
"Aku mau tanya"
"Bicaralah"
"Tentang penyelidikan kasus kecelakaan bang Ansel, apa sudah berjalan?"
Mendengar pertanyaan itu, Grey hanya terdiam dengan mata terpejam nya. Arazey yang merasa kesal karena belum juga mendapat jawaban, lantas ia membalik tubuhnya secara paksa dan kini kedua nya saling berhadapan
Membuka sedikit matanya lalu Grey hendak kembali memejamkan nya, tetapi dengan cepat Arazey menahan nya dengan sebuah ucapan
"Apa om berbohong dan hanya membual akan membantuku?". Sontak Grey pun melotot dengan kepala yang menggeleng cepat
"Aku benar-benar menyelidiki nya, honey. Dan saat ini anak buah ku masih menyelidiki nya" ucap cepat Grey saat melihat ekspresi Arazey
"Benarkah?" sahut Arazey dengan nada tidak percaya nya
"Benar honey, tapi belum ada hasil yang aku terima. Mungkin karena kasus itu sudah terjadi bertahun-tahun silam,"
Arazey pun terdiam kala mendengar hal itu, memang benar kecelakaan itu sudah berlalu dan mungkin sudah tertumpuk oleh kasus lain yang terjadi selama ini
Terlihat dengan jelas raut sedih dan kecewa Arazey dimata Grey, dan kini gadis itu menghembuskan nafas beratnya lalu tersenyum tipis
"Terimakasih, setidaknya om benar-benar membantuku". Grey mengangguk sebagai jawaban, lalu ia mengecup kening sang istri
"Maafkan aku" batin Grey dengan bibir yang masih menempel di kening sang istri
Merasa Grey mengecup keningnya sudah terlalu lama, lantas Arazey pun mendorong sedikit dada sang suami. "Sudah om, aku mau mandi"
"Mandi bersama, honey?" tawar Grey dengan senyum menyebalkan nya
"Tidak mau, enak saja!"
"Aku suami kamu lho," ucap Grey dengan nada beratnya. "Aku juga belum mendapatkan hak aku sebagai suami" sambungnya
"Tolong pengertian nya om, aku belum siap"
__ADS_1
"Sampai kapan? Dan kapan kamu siap?". Terlihat dengan jelas raut kecewa Grey. begitu pun tangan dan kaki nya yang pada awalnya melilit tubuh sang istri, kini sudah ia lepaskan
"Maaf,, tapi om tau 'kan aku belum--"
"Ya aku tau, maka cobalah mencintaiku" potong dingin Grey seraya bangun
Jujur saja Grey sangat kecewa pada Arazey, setidak nya jangan membahas masalah hati saat Arazey belum bisa memberikan nafkah batin untuk nya. Walaupun Grey sadar memang pernikahan ini atas paksaan nya
Kini tanpa berkata-kata lagi Grey langsung berjalan memasuki kamar mandi didalam kamar itu dan menyisakan Arazey dengan perasaan bersalahnya
.
.
.
"Om mau makan apa? Biar aku ambilkan?" tanya Arazey yang sudah bersiap menyendok kan beberapa lauk di piring Grey
"Apa saja" jawab singkat Grey yang sibuk dengan handphone nya
Sebuah senyum kecut terbit dibibir Arazey melihat sikap Grey. Pasalnya sedari keluar dari kamar mandi tadi, Grey terus mendiami nya atau lebih tepatnya bersikap dingin pada nya
"Fokuslah pada makanan, jangan bermain handphone". Perkataan itu berhasil membuat Grey menatap Arazey, lalu sedetik kemudian ia langsung mengalihkan tatapan nya dan menaruh handphone nya
Hanya terdengar suara dentingan sendok yang beradu dengan piring diruang makan itu, hingga akhirnya saat melihat Grey telah selesai dengan makanan nya. Lantas Arazey pun menghentikan makanan nya dan menatap suami nya itu
"Apa besok aku sudah boleh kembali bekerja, om?"
"Kenapa? Aku sudah cuti selama dua hari ini, dan aku juga baru memulai karir ku sebagai dokter"
"Apa kata orang jika baru dua hari setelah menikah kamu sudah mulai bekerja hah?!"
"Memangnya orang-orang tau tentang pernikahan kita? Tidak 'bukan?-
Lagipula dirumah sakit yang mengetahui aku sudah menikah hanya senior Hans tidak--" belum sempat menyelesaikan semua perkataan nya tiba-tiba Grey menggebrak meja makan itu. Hingga beberapa maid yang berada disamping pasutri itu langsung pergi
"Jangan menyebut namanya, aku tidak suka! Dan juga aku tidak mengizinkan mu untuk bekerja!" tegas Grey
Mendengar ucapan itu, lantas Arazey langsung berdiri dan terkekeh sinis. "Apa ini? Om bilang aku masih bisa bekerja dan menjadi dokter walaupun kita sudah menikah!"
"Aku merubah keputusan ku! Aku benci melihat interaksi kamu dan dokter sialan itu!". Tangan Grey terkepal begitu erat bersamaan dengan rahang nya yang mengeras saat melihat tatapan istri kecilnya
Sedangkan Arazey? Melihat tatapan dingin Grey, ingin rasanya ia menjambak rambut Grey atau mungkin memukuli nya. Arazey benar-benar kesal pada pria dihadapan nya ini
"Semua pria sama saja! Tidak bisa dipegang ucapan nya!" geram sinis Arazey lalu pergi
Grey hanya menatap datar langkah kaki Arazey yang terlihat sangat kesal bercampur marah tetapi selang beberapa detik kemudian Grey pun menyusul Arazey yang berjalan kearah kamar mereka
.
__ADS_1
.
Ceklek~
Pintu kamar terbuka menampilkan sosok Grey yang kini terdiam di pintu kamar itu. Menyaksikan tingkah istri kecilnya yang tengah menyusun bantal ditengah-tengah kasur mereka
"Tidurnya jangan dekat-dekat aku!" ketus Arazey seraya berbaring membelakangi posisi Grey
Grey pun lantas masuk dan mengunci pintu kamar itu dan berjalan mendekati kasur seraya berkata. "Jangan ikut-ikutan marah, yang seharusnya marah itu aku"
"Aku tidak marah, aku hanya kesal dan kecewa!" jawab ketus Arazey
Tanpa di duga Gray menaiki kasur itu lantas ia melemparkan bantal pembatas yanh Arazey buang kesembarang arah
"Om!" pekik kesal Arazey seraya hendak bangun
Tetapi lagi-lagi dengan gerakan cepat nya, Grey sudah berada diatas tubuh Arazey bahkan tubuh kedua nya sangan menempel tidak ada jarak sedikit pun
"Om--hmppp" pekik tertahan Arazey kala bibirnya tertahan oleh bibir Grey
"Emmm!!" ronta Arazey mencoba berteriak dan mencoba mendorong tubuh Grey, tetapi yang ia dapatkan malah lumataan ganas sang suami hingga membuat bibirnya terasa berdenyut nyeri
Suara decapan bibir Grey yang mencoba memancing istrinya terdengar begitu nyaring didalam kamar itu, tetapi Arazey tidak terpancing begitu saja. Melainkan dirinya terus meronta-ronta dan mencoba memalingkan wajahnya agar ciiuman itu terlepas
Hingga akhirnya ciiuman itu terlepas kala Grey merasakan nafas istrinha tercekat. Bersamaan dengan itu pula Arazey langsung mengambil nafas begitu rakus dengan mulut terbuka dan bibir bawah yang membengkak
Mengusap pelan bibir bengkak itu, lalu Grey mengecupnya sekilas. Cup!~
"Om-- Bibirmu benar-benar canduu ku, honey" ucap Grey mendahului
Terlihat wajah memerah Arazey yang menahan kesal dan hal itu pun berhasil membuat Grey gemas sendiri. "Baiklah-baiklah aku mengalah" pasrah Grey kala melihat tatapan tajam sang istri tetapi terlihat begitu menggemaskan
"Besok kamu boleh bekerja, asalkan ingat pesan ku". Sontak mata Arazey yang tadinya terlihat penuh kekesalan langsung berbinar senang kala mendengar ucapan Grey
"Beneran? Gak bohong?" tanya antusias Arazey melupakan semua kekesalan nya
"Benar sayang, tapi ingat pesan ku!". Arazey pun mengangguk cepat sebagai jawaban
"Apa pesanku?"
"Jauhi senior Hans dan jangan terlalu akrab dengan pria manapun dirumah sakit" ucap Arazey yang mengingat dengan jelas
"Ada yang tertinggal, honey" lembut Grey mengusap bibir istrinya
"Apa?" tanya bingung Arazey
"Jangan memeriksa pasien laki-laki". Mata Arazey pun langsung membola sempurna bersamaan dengan mulutnya yang bersiap mengoceh tetapi tiba-tiba Grey kembali menyeesap rakus bibirnya
...----------------...
__ADS_1
Seeyou next bab kakak-kakakš Jangan lupa dukungannya, siapa tau ada yang mau ngasih vote hihihiš¤