Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-77- Menjenguk Little Angle


__ADS_3

Dengan gerakan yang tidak beraturan Grey terus memompa di bawah sana tanpa jeda setelah hampir setengah jam berlalu.


"Shiit!! Kamu membuat ku gilaa, honey.." Rancau Grey


Kepala Grey mendongak menikmati setiap gerakan yang ia buat sendiri, tangan nya pun tak tinggal diam.


Dimana satu tangan nya ia gunakan untuk bergerilya menyusuri lekuk tubuh Arazey, dan satu tangan nya lagi Grey gunakan untuk mengusap perut sang istri.


"Ahhk.. Grey emhh.." Leng*h tertahan Arazey dengan tangan yang menggenggam erat kedua sisi bantal.


"Kenapa semakin sempit erghh.."


"Pelan Grey.." Ucap tertahan Arazey


Tangan wanita yang tengah digag*hi itu saat ini telah berpindah mencakar lengan Grey yang terus bergerak cepat namun tidak beraturan dan terkesan terburu-buru.


"Ah.. Aku sangat merindukan jepitan ini, honey.."


Telinga Arazey dibuat semakin memanas kala terus mendengar perkataan tidak di filter yang keluar dari mulut Grey.


Mengusap-usap perut Arazey yang mengeras lalu Grey berucap. "Ini Daddy, sayang.. Eugh.." Desis Grey bersamaan dengan hentakkan nya yang begitu dalam.


"Ah Grey!!" Pekik keras Arazey menekan kuku-kuku nya dilengan Grey.


"Kamu ingin membunuhku?!" Sambung menekan marah Arazey saat Grey menghentikan gerakan nya.


Sempat terdiam kaget saat mendengar pekikan Arazey, tetapi Grey malah terkekeh kala mendengar lagi ucapan istrinya yang sangat mengelitik telinga nya.


Mata Grey teralihkan pada lengan nya yang kini terasa sedikit perih, pasalnya kuku Arazey berhasil menembus kulit nya walau hanya sedikit.


"Kamu begitu ganas, honey. Dan aku kan membunuh mu dengan kenikmatann ini" Lirih berat Grey.


"Jangan gila Grey! Ingat di dalam perut aku ada anak kamu yang sedang tumbuh!" Kesal Arazey hendak mendorong tubuh Grey.

__ADS_1


Tetapi pria itu malah menurunkan tubuhnya hingga kini tidak ada jarak lagi diantara tubuh pollos kedua nya.


"Tentu aku ingat, dan aku ingin dia mengenal aku honey"


"Tidak seperti in-- Akhhh!.." Ucap tertahan Arazey dengan leng*han nya sendiri kala Grey kembali menghentakkan miliknya di dalam sana.


"Little angel anak kita, bukan hanya anak aku" Celetuk Grey tanpa rasa bersalah.


"Ergh!! Aku benar-benar ingin-- " Belum sempat Arazey melanjutkan ucapan kekesalan nya tetapi tiba-tiba saja Grey memotong ucapan nya.


"Ingin menghabisi mu.. "


Grey kembali menghujami Arazey dengan gerakan nya. Tetapi kali ini gerakan Grey lebih pelan namun begitu menusuk.


"Kamu benar-benar.. Tidak tertolong.. Greyhh.." Ucap terengah-engah Arazey.


.


.


.


Penampilan Arazey benar-benar sangat kacau dari belakang sana, namun hal itu membuat mata Grey berbinar segar dan penampakan seperti inilah yang selalu Grey inginkan saat membuka matanya


Mengingat panas dan begitu nikmat nya kegiatan semalam membuat milik nya kembali terbangun, tetapi Grey menepis semuanya dan malah menduselkan wajah nya di leher Arazey.


"Honey.."


"Ayo bangun, ada jadwal di rumah sakit 'kan?"


Suara berat yang keluar tepat disamping telinga Arazey berhasil membangunkan sang pemilik.


"Jam berapa?" Tanya Arazey dengan suara seraknya.

__ADS_1


"Setengah enam"


"Setengah jam lagi, aku masih lelah" Putus Arazey tanpa membuka matanya sedar tadi.


"Izin saja"


Mendengar dua kata yang keluar dari mulut Grey berhasil membuat mata Arazey terbuka begitu lebar. "Gak mau!" Sentak cepat Arazey.


"Katanya kamu lelah, jadi izin saja dari pada kamu dan anak kita kelelahan"


"Pokoknya gak mau! Dan ini semua ulah kamu!" Tegas Arazey menarik selimut menutupi kepalanya.


"Baiklah-baiklah, silahkan tidur lagi nanti aku bangunkan" Pasrah Grey menyingkap selimut tersebut lalu mengecup hangat kening Arazey.


.


.


.


"Ingat ucapan aku?" Tanya Grey menatap pergerakan Arazey yang bersiap untuk turun dari mobilnya.


Arazey mengangguk lalu berkata. "Tidak boleh kelelahan, harus banyak minum air putih dan juga makan makanan yang sehat ketika istirahat"


Senyum tipis pun terbit di bibir Grey bersamaan dengan usapan lembut dari tangan nya pada surai Arazey.


"Istri pintar"


Mendengar pujian tersebut Arazey hanya menatap jengah Grey. "Aku bahkan sudah hafal nada bicara itu" Ketus Arazey.


Memang benar, Grey selalu mengucapkan hal tersebut selama mereka berada di perjalanan menuju rumah sakit.


"Baiklah, hati-hati dan jangan dekat dengan pria manapun!" Tegas Grey melayangkan kecupan sekilas nya di pipi dan bibir sang istri.

__ADS_1


"Terserah apa kata mu saja, Mr.Possesive"


...****************...


__ADS_2