
"Karena kau pembunuhnya, Iblis!"
"King Mafia Dark Scales!" Sambung Arazey menekan marah.
Mata wanita itu memerah menahan air matanya yang siap menetes begitu saja, emosinya tak terbendung kini kuku-kuku Arazey sudah menancap di lengan Grey.
Tidak menghiraukan rasa sakit di lengannya tetapi ini Grey malah mengusap lembut pipi istri kecil di hadapannya.
Sedangkan para pelayan yang tadinya berdiri di depan pintu kamar itu kini langsung berhamburan pergi.
"Kamu bicara apa hmm?" Tanya lembut Grey dengan senyum tipisnya.
"Bajiingan! Brengsekk! Kau pria menjijikan hikss.."
"Baby kamu bicara apa? Aku tidak mengerti" Tanya Grey lagi.
Walaupun suara pria itu dengar-dengar sangat tenang tetapi tatapan matanya tidak bisa dibohongi. Dimana tatapan itu terlihat seperti menahan amarah, sedih, dan rasa hancur.
"Tidak usah berbohong lagi siialan!" Teriak Arazey.
Air mata wanita itu terus menetes begitu saja menunjukkan betapa sakit hatinya saat ini, dimana Arazey mulai membuka hati untuk Grey dan mulai jatuh cinta kepada pria itu tetapi kenyataannya pria di hadapan nya ini,
Sekaligus suami nya, adalah seorang pembunuh. Pembunuh kakak laki-lakinya dan seorang king mafia pengedar obat-obat terlarang dan senjata ilegal.
"Stop Arazey!" Sentak marah Grey.
Pikiran Grey saat ini benar-benar sangat berkecamuk, dimana istrinya berteriak di hadapannya dengan bahasa yang sangat kasar dan dari mana istrinya mengetahui hal ini?.
"Benar 'kan?" Kekehan sinis Arazey keluar begitu saja di sela air matanya yang ia hapus begitu kasar.
"Jangan berkata sembarangan Arazey!"
__ADS_1
"Berkata sembarangan? Anda pikir saya bodoh?! Anda menyembunyikan semuanya di dalam ruang rahasia itu!"
Detak jantung Grey mencelos begitu saja ketika mendengar ucapan Arazey, ternyata benar dugaan nya. Tapi dari mana istrinya bisa masuk? Pikiran Grey terus berkecamuk sampai ia tidak sadar kini istrinya sudah beranjak dari tempat tidur.
Grey kembali tersadar ketika Arazey menutup pintu kamar begitu kasar dan dengan cepat Ia berlari mengejar Arazey yang kini tengah berjalan tergesa-gesa menurun tangga.
"Kunci semua pintu keluar dan jendela!" Teriak menggema Grey.
Mendengar teriakan itu lantas para pelayan yang masih berada di dalam mansion itu lantas berlarian mengunci semua pintu dan jendela.
Tepat di anak tangga terakhir Grey barhasil menangkap tubuh istri kecilnya, lalu mengangkat tubuh Arazey bagaikan sekarung beras yang dipanggul.
"Lepaskan siialan!" Tubuh Arazey mengamuk memukul punggung Grey mencoba untuk di lepaskan.
Tetapi rasa sakit yang Arazey dapat karena Grey mencengkram begitu kuat pahanya, lalu pria itu berbalik dan kembali berjalan menuju kamar.
"Lepas bajiingan! Aku tidak sudi tinggal bersama pria seperti menjijikan sepertimu!"
"Jangan melewati batas mu, Arazey!" Tekan marah Grey.
"Lepaskan hikss.. Aku ingin pulang hikss.." Arazey mulai takut, air matanya semakin menetes deras kala melihat tatapan Grey.
"Ini rumah mu!"
"Ini bukan rumahku, ini rumah seorang pembunuh hikss.."
Emosi dan rasa sakit di hati Grey semakin mendominasi ketika mendengar ucapan Arazey, dengan cepat Grey menarik kaki Arazey dan menindih tubuh kecil itu.
Berusaha memberontak, Arazey memukuli dada Grey dan mencoba mendorongnya agar ia bisa terlepas. Namun nihil, tangan Grey malah mencekal kedua tangan nya diatas kepala dengan.
"Lepas-- Iya aku seorang pembunuh dan seorang king mafia!" Potong Grey marah berkata jujur.
__ADS_1
Arazey langsung terdiam mendengarnya. Ternyata memang benar semua data-data transaksi dan apa yang dilakukan pria itu di dalam dunia gelapnya tertulis dengan jelas di dalam sebuah buku besar yang ia baca tadi malam.
Hampir semalam Arazey berada di dalam ruangan itu, membaca satu persatu tumpukan berkas yang ada di dalamnya dan memasuki sebuah ruangan rahasia yang ternyata di berisi rencana Grey yang disusun rapih untuk membunuh kakak nya, dan juga semua rencana nya di dunia gelapnya.
"Lepaskan aku tidak ingin tinggal bersama seorang pembunuh hiks.." Tenaga Arazey mulai melemah bersamaan dengan mulutnya yang terasa tidak mampu untuk berbicara lagi
"Sampai mati pun aku tidak akan melepaskanmu!" Tekan Grey
"Jika seperti itu, biarkan aku mati agar terlepas darimu!"
"Bunuh aku, sama seperti kau membunuh kakak ku!" Sambung Arazey.
"Kamu benar-benar membangunkan iblis di dalam diri ku, Arazey."
Dalam sekali tarikan baju yang digunakan Arazey langsung sobek begitu saja, lantas Arazey kembali memberontak dengan teriakan nya.
"Brengsekk!! Lepaskan dan jauhkan tubuhmu siialan!"
"Sampai mati pun aku tidak akan melepaskanmu dan jangan berharap bisa jauh dariku!"
Sedetik kemudian Grey langsung menyerang leher Arazey dengan sesapan ganasnya. Emosi dan rasa takut kehilangan menyatu mengobrak-abrikkan perasaan Grey.
Otaknya tidak bisa berfikir jernih, hingga kini Grey pun mengikat tangan Arazey dengan dasi yang baru saja dilepas dan melucuti satu persatu pakaian yang dikenakan oleh istrinya.
Walaupun Arazey terus memberontak dan mencoba untuk kabur, tetapi Grey dengan cepat menangkapnya. Hingga kini tubuh wanita itu sudah polos bak sebotol minuman tanpa merk.
"Please jangan hikss... Jangan.." Lirih Arazey dengan tangis deras nya.
Grey tidak menghiraukan semuanya, kini hawa naffsu bercampur emosi dan takut kehilangan menyelimuti dirinya. Dengan ganas dan tidak berperasaan,dan tubuh Grey pun sudah sana polosnya, kini dengan cepat ia langsung memasukkan begitu saja miliknya yang masih setengah menegang itu.
JLEBBB!!
__ADS_1
"AARRRGGHHH!!"
...****************...