Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-90- Istri nakal!


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, tak terasa saat ini perut Arazey semakin membesar mengingat usia kandungan nya yang sudah memasuki bulan ke sembilan.


Mungkin beberapa hari lagi ia akan segera melahirkan buah hatinya, dan tentu hal itu lah yang di tunggu-tunggu oleh Grey dan juga keluarga nya.


.


"Daddy berangkat dulu ya sayang, jangan nakal di dalam sana intinya kalian harus jaga Mommy" Pamit Grey dihadapan perut besar Arazey.


"Iya Daddy, hati-hati dan cari uang yang banyak" Jawab Arazey menirukan suara anak kecil.


Grey terkekeh pelan. "Tanpa dicari, uang akan menghampiri Daddy, sayang" Sahut Grey dengan nada sombong nya.


Mendengar hal tersebut lantas cubitan gemas pun Arazey layangkan pada lengan suami nya.


"Sudah ah, sana pergi"


"Kok ngusir?"


"Bukan ngusir, tapi udah siang lho"


"Baiklah Nyonya Ricardo" Cibir Grey menegakkan tubuhnya. "Kamu mau di kamar atau ke bawah?" Tanya nya.


"Emm.. Nanti aja aku ke bawah sendiri"


"Gak boleh, enak saja mau turun sendiri!"


"Nanti aku minta bantuan Mama, Grey"


"Sayang, please jangan membuat aku tidak tenang" Lirih Grey memasang wajah khawatir.

__ADS_1


"Kalo kamu mau tidur lagi, ayo di kamar bawah jangan disini" Sambung Grey.


"Aku tidak bisa melawan mu, Mr." Celetuk kesal Arazey seraya mengambil handphone nya.


Mendengar hal tersebut Grey bersiap mengomeli wanita yang tengah hamil tua itu, tetapi seketika bibirnya tertahan oleh bibir wanita itu.


Cup!


"Sudah jangan mengomel, ayo kita turun" Ucap Arazey setelah melepaskan kecupan nya pada bibir Grey.


"Dasar istri nakal!" Desis pelan Grey merengkuh pinggang Arazey.


.


"Aduh Ra, lebih baik kamu pindah di kamar bawah aja deh. Mama takut liat kamu turun tangga seperti ini" Oceh Rachel saat melihat anak dan menantu nya di anak tangga itu.


Semenjak usia kandungan Arazey memasuki bulan ke Delapan, Grey memutuskan untuk tinggal di rumah utama milik mertua nya.


Dan tentu itu juga karena perinta Rachel serta Alex. Karena tidak ingin sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi, maka dari itu Grey mengajak Arazey untuk pindah sementara.


Tetapi wanita hamil itu memaksa ingin tidur dikamar yang berada dilantai dua, dan tentunya setiap hari harus naik turun tangga.


"Tidak apa, Ma. Asalkan jangan izin kan dia naik ke atas selama aku bekerja"


"Tetap saja mama khawatir, apa kamu lupa seaktif apa istri kamu dengan perut besar nya" Celoteh Rachel dengan nada kesal.


"Memang nakal!" Celetuk Grey mengacak-acak rambut Arazey.


"Ishh kalian tuh hobi nya mengomeli ku terus!"

__ADS_1


"Bukan mengomel, tapi kami khawatir dengan keadaan mu, sayang" Sahut Alex yang baru saja datang dari arah dapur.


"Tuh kan papa juga sama!"


"Kak Ara seperti anak kecil, susah di nasehati nya" Ledek Aqila yang berdiri disamping Alex dengan seragam sekolah nya.


"Diam kau bocil!" Geram Arazey dengan nada menekan.


"Bocil-bocil gini kalo di nasehati sama Papa dan Mama, aku nurut lho tidak seperti kak Ara" Ledek Aqila semakin menjadi.


"Kau-- " Gerakan dan ucapan Arazey tertahan kala Grey mengusap-usap perut nya dan berkata..


"Bentar lagi kamu jadi Mommy, kalo dinasehati jangan melawan sayang.." Ucap lembut Grey.


Arazey mendengus pelan lalu mengangguk. "Baiklah aku akan diam saja dan tidak bergerak sedikit pun!" Putus Arazey.


Grey dan yang lain nya terkekeh mendengar keputusan wanita hamil itu. Pasalnya mungkin beberapa saat lagi Arazey akan kembali aktif berjalan kesana dan kesini lalu sesekali melakukan pekerjaan rumah yang cukup berat.


"Ma?" Panggil Grey mengalihkan fokus Rachel dan yang lain nya.


"Ada apa Grey?"


"Boleh aku merepotkan Mama lagi untuk menjaga istri nakal ku?"


Rachel tersenyum dan hampir mengeluarkan tawanya, hingga akhirnya mengangguk. "Tentu Mama bisa, dan tidak akan keberatan walau istri mu nakal"


Hal seperti ini sudah sering kali Rachel dengar sebelum Grey berangkat kerja. Sedangkan Arazey yang mendengar nya hanya mendengus kesal.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2