Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-67- Mengalah


__ADS_3

"Hari ini bukan hari libur 'kan? Tumben sekali kalian ke sini" Ucap wanita paruh baya yang saat ini lengan nya tengah digelayuti oleh anak perempuan nya.


"Aku mengambil jatah cuti ku, Ma." Sahut wanita itu, yang tak lain adalah Arazey.


"Arazey ingin menginap disini selama dua hari, boleh Ma?" Tambah Grey.


"Tentu boleh, Mama sangat senang jika kalian menginap disini atau bahkan tinggal disini."


"Hanya aku yang menginap, Ma." Ucap malas Arazey.


"Lho bagaimana dengan Grey?" Rachel menatap bingung kedua nya.


Memang semenjak kedua nya datang, Rachel merasa ada yang aneh dengan sikap Arazey. Ditambah Grey hanya tersenyum saat beberapa kali Rachel memergoki penolakan dari Arazey saat Grey hendak memegang tangan nya.


"Mama tau 'kan perusahaan aku akan bekerja sama dengan pebisnis dari jepang?"


Rachel mengangguk, karena ia sempat mendengar hal ini dari suami nya dan juga berita di media yang sedang hangat menjadi perbincangan.


"Mungkin beberapa hari ini aku akan sering lembur untuk mengerjakan beberapa dokumen, jadi aku tidak bisa menginap disini" Jelas bohong Grey.


Pada akhirnya pria itu mengalah dan tidak ikut menginap di rumah mertua nya. Yang terpenting sekarang sebisa mungkin Grey harus bisa menuruti keinginan istri nya yang sedang hamil.


"Hmm.. Lagipula jarak rumah ini ke perusahaan kamu sangat jauh" Sahut Rachel yang langsung mendapatkan anggukan dari Grey.

__ADS_1


Arazey sempat menatap tidak percaya Grey karena berbicara seperti itu, sampai akhirnya tatapan itu kembali berubah menjadi tatapan marah saat Grey menatap dirinya.


"Tolong jaga Arazey ya, Ma." Pinta Grey


"Astaga ayolah Grey, memangnya anak nakal ini pernah cerita kalo Mama pernah jahat padanya?"


Grey menggeleng dan tersenyum tipis. "Arazey tidak pernah bercerita seperti itu, malah aku bangga pada Mama karena mendidik Arazey dengan baik dan menjaga dirinya sendiri,"


"Tapi kali ini kondisinya beda, Arazey tengah mengandung jadi-- " Belum sempat Grey melanjutkan ucapan nya tiba-tiba saja pekikan keras keluar dari mulut Rachel.


"Apa? Hamil?!!" Pekik tidak percaya Rachel.


"Mama" Tegur Arazey mengusap telinga nya.


"Kenapa kamu gak kasih tau Mama kalo kamu hamil hah?!"


"Ini 'kan sudah di kasih tau" Sahut malas Arazey.


"Dasar anak ini!!" Geram tertahan Rachel mencubit pipi Arazey.


"Aww sakit Ma.." Rengek Arazey kesakitan. "Aku juga baru mengetahuinya empat hari yang lalu, Awww" Sambung Arazey.


"Sudah Ma, kasihan Arazey" Bela Grey meringis menatap cubitan itu.

__ADS_1


Rachel melepaskan cubitan itu dan mendengus kesal. "Sudah berapa bulan?!" Tanya Rachel kesal.


"Lima minggu, Ma" Rachel langsung diam dan menatap perut sang anak.


"Kondisi janin nya cukup lemah, jadi tolong ingatkan Arazey untuk rajin meminum vitamin nya"


Mendengar ucapan itu pandangan Rachel pun kembali tertuju pada menantu nya. "Tentu Mama akan menjaga nya dan mengingatkan nya."


Arazey mendengus kesal, lantas ia beranjak dari tempatnya.


"Mau kemana?" Tanya Grey menatap Arazey yang hendak melangkah.


Tetapi wanita hamil itu tidak menanggapi nya, melainkan ia melanjutkan langkahnya menuju dapur. Melihat hal itu Grey menghela kasar dan memijit pelipisnya.


"Kalian sedang bertengkar?" Tanya Rachel yang sedari tadi menahan pertanyaan ini.


Grey mengangguk pelan, "Hanya pertengkaran kecil, Ma."


"Baiklah tidak usah dipikirkan, nanti akan Mama yang bicarakan dengan Arazey"


Grey kembali mengangguk dan menatap wanita paruh baya dihadapan nya.


"Awalnya aku ingin membunuh kalian semua, tapi Bram menahan ku dan sekarang aku malah jadi bagian dari keluarga pembunuh ini" Batin Grey.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2