
Masih diposisi yang sama, dimana Grey sempat terdiam setelah istri kecilnya melepaskan pelukan hangat itu, hingga akhirnya Arazey kembali mengeluarkan suaranya
"Ayo aku mau lihat rekaman nya juga" ajak antusias Arazey yang sudah menarik kursi dan langsung duduk disamping kursi kebesaran milik suami nya
Sempat tercengang tetapi tidak lama kemudian Grey malah terkekeh dan menghampiri sang istri yang sudah antusias itu. "Semangat banget sih" gemas Grey seraya mengacak-acak rambut Arazey
"Sudah om, ayo cepat!"
"Bentar, aku mau minum kopi buatan istri-ku ini"
Blushh~ seketika wajah Arazey langsung memerah saat mendengar penuturan Grey dengan nada menggoda nya. Ditambah tatapan itu,, tatapan yang membuat kaum hawa terpikat olehnya
Slurpp~ Glekk~ Suara sesapan dan tegukan terdengar begitu jelas ditelinga Arazey yang membuat pipi nya memanas, belum lagi desaah akhir Grey setelah meneguk kopi tersebut.
"Ah~ Sangat pas dan nikmat!"
"Om!!" kesal Arazey saat tangan pria itu malah mengusap-usap pipi nya
"Kenapa baby?"
"Ayo cepat putar rekaman nya!" seru kesal Arazey
Bukan nya memutar rekaman yang sempat di pause itu, Grey malah tertawa dan sedetik kemudian bibir hangat miliknya langsung mengecup basah pipi Arazey
Sedangkan sang pemilik pipi hanya terdiam membeku dengan mata melotot, berbeda dengan sang pelaku yang kini dengan santainya mulai mengutak-atik layar ipad dihadapan nya
"Masih mau liat rekaman nya atau mau melamun saja?"
Mendengar penuturan itu lantas Arazey pun tersadar dan beralih menatap Grey dengan mata melotot nya
"Kenapa?" tanya Grey dengan santai nya
"Gak sopan banget main cium-cium aja!" seru marah Arazey
"Aku suami mu, jadi aku berhak dan itu kecupan bukan ciiuman"
"Sama saja" kesal Arazey
"Baiklah-baiklah," pasrah Grey
Pada akhirnya kini Grey mulai memutar rekaman cctv itu dan tentunya kekesalan Arazey terhadap Grey langsung sirna begitu matanya terfokus pada layar ipad itu
Detik demi detik, menit demi menit telah berlalu semuanya terlihat normal bahkan gadis yang tadinya terlihat antusias kini mulai merasa bosan
"Tidak ada yang merekam selain wartawan" gumam Arazey
__ADS_1
Sempat melirik sekilas istrinya, lalu Grey kembali menatap rekaman cctv yang terus berputar. Hingga dimenit berikutnya terlihat seorang pria yang terus memperhatikan sekitar dengan gerakan mencurigakan
"Lihatlah". Mendengar perkataan itu, lantas Arazey yang tadi sempat mengalihkan pandangan nya kini kembali terfokus pada layar ipad itu
Didalam rekaman itu, terlihat seorang pria yang berdiri dipojok gedung itu, dan mengeluarkan handphone nya. Terekam dengan jelas pria tersebut membuka kamera lalu merekam saat pengucapan janji suci Grey dan Arazey
"Mr.Burno, anda sudah bosan hidup rupanya!" gumam geram Grey saat memperjelas wajah pria itu
Arazey pun lantas menatap Grey penuh tanda tanya saat mendengar geraman sang suami. "Om kenal?"
"Dia memiliki lima persen saham di perusahaan ini" jawab Grey seraya menyandarkan punggung nya. Terlihat wajah memerah Grey yang tengah menahan emosi, belum lagi tangan pria itu terus memijat pelipisnya
"Pantas saja saat meeting tadi dia bersikeras untuk membiarkan berita ini beredar demi kenaikkan saham!"
"Memangnya berpengaruh?" tanya Arazey bingung, jujur saja walaupun Arazey anak dari pengusaha terbesar tapi ia tidak mengerti seperti apa dunia bisnis, karena memang ia yang sengaja menjauhi dunia bisnis
"Tentu berpengaruh, jika saham perusahaan naik. Pastinya setiap pemegang saham akan mendapat tambahan kuasa mereka di perusahaan"
Arazey pun mengangguk-angguk seperti orang mengerti, padahal kenyataan nya gadis itu tidak mengerti
"Kepala om pusing? Mau aku pijat?" tawar Arazey kala melihat tangan Grey yang masih memijat pelipisnya
Mendengar penuturan itu lantas Grey langsung mengangguk dengan senyum tipis nya. Dengan cepat Arazey bangun dan berdiri tepat dibelakang Grey, sedetik kemudian tangan mungil itu mulai menggantikan tangan Grey dan memijat lembut kepala sang suami
"Hmm,, enak nya punya istri," gumam Grey dengan mata terpejam. Arazey hanya tersenyum kala mendengar gumaman itu
.
.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
"Sudah cukup," lembut Grey seraya menggenggam tangan Arazey lalu menariknya pelan agar duduk dikursi semula
"Masih pusing?"
"Gapapa, Terimakasih istri-ku". Kedua nya saling bertatapan dengan arti yang berbeda-beda hingga akhirnya suara ketukan pintu kembali terdengar
Tokk.. Tokk.. Tokkk..
"Masuk!" tegas Grey seraya membenarkan posisi duduknya
Pintu ruangan pun terbuka bersamaan dengan suara pekikan seorang anak kecil yang kini langsung berlari memasuki ruangan itu. "Kak Grey!"
"Qila?!" sentak kaget Arazey lantas bangun dari posisi nya
__ADS_1
"Pantas saja lama" gumam Bram kesal saat melihat Arazey
"Kak Ara kok ada disini?" Tanya Aqila bingung
"Harusnya kakak yang tanya, kok kamu bisa kesini dan,," ucap Arazey menggantung seraya menatap Bram
"Siang boss, nyonya boss" sapa Bram dengan senyum nya
"Siang kak, oh iya bagaimana kakak bisa bersama Qila?"
"Tadi Qila habis jalan-jalan sama om tampan," jawab Aqila cepat
Arazey pun menatap kedua nya bingung, pasalnya baik Bram ataupun Aqila sebelumnya belum pernah ketemu dan Aqila adalah tipe anak yang tidak mau dekat dengan orang yang tidak ia kenal
"Tadi pagi tuan Alex meminta saya datang ke rumah anda, lalu ketika saya sampai disana malah diserahkan anak kecil menggemaskan ini" jelas Bram tanpa memperdulikan tatapan Grey
"Qila yang minta papa untuk menelpon om tampan, soalnya Qila ingin bermain bersama om tampan" timpal Aqila seraya menarik-narik tangan Bram
"Ada apa?" tanya Bram dengan tatapan yang tertuju pada Aqila
"Gendong"
"Aqila!" tegur Arazey tidak enak. Lantas tanpa berkata lagi Bram pun langsung mengangkat tubuh Aqila kedalam gendongan nya
"Kak-- Tidak apa, saya tidak keberatan" potong cepat Bram
Grey yang sedari tadi hanya memperhatikan kini mengeluarkan deheman nya dan berhasil mengalihkan tatapan ketiga nya
"Sudah puas bermain nya?" tanya Grey menatap Aqila. Gadis kecil yang berada didalam gendongan Bram pun lantas mengangguk
"Sudah kak, tapi nanti Qila mau main lagi sama om tampan". Mendengar itu Grey pun tersenyum, tetapi tatapan tajamnya tertuju pada Bram
"Qila bisa bermain bersama kak Ara dulu? Kak Grey harus mengajak O.M T.A.M.P.A.N untuk bekerja" tekan Grey dengan tatapan tajamnya kearah Bram
"Hmm,, sini Qila main sama kakak dulu. Biarkan mereka bekerja" sahut Arazey
Wajah gadis kecil itu terlihat murung saat mendengar penuturan kedua nya, tetapi dengan cepat Bram mengeluarkan suaranya
"Jangan sedih, nanti kita bermain lagi. Saat ini om benar-benar harus bekerja" ujar lembut Bram meminta pengertian. Akhirnya Aqila pun mengangguk dan--
Cup! satu kecupan mendarat dipipi Bram yang berhasil membuat ketiga orang dewasa itu melotot tidak percaya
"Semangat kerjanya om tampan, nanti kalo Qila sudah besar kita menikah ya?"
...----------------...
__ADS_1
Seeyou next bab babyyy😙 jangan lupa dukungan nya seperti like, komen, gift atau votenya hihihi🤗