Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-79- Menghilang


__ADS_3

"Dari mana saja kau, hah!" Bentak marah Grey begitu melihat Bram baru memasuki markas nya.


"Aqila.. Aqila hilang boss"


"Siall! Bagaimana bisa?!" Pekik kaget Grey.


"Maaf boss, kami kecolongan" Ucap bersamaan kedua bodyguard yang kini tengah bersimpuh di hadapan Grey.


"Bodoh!" Maki Grey dengan emosi yang semakib memuncak


Lantas tendangan cukup kuat langsung mendapat ditubuh kedua bodyguard itu, hingga tubuh kedua nya terpental cukup jauh.


"Cukup brother!" Tegas Bram menahan pergerakan Grey yang hendak menghampiri para bodyguard.


"Yang sekarang harus kita pikirkan adalah Arazey dan Aqila!" Sambungnya dengan wajah khawatir.


"Bagaimana bisa mereka kecolongan hah?!"


"Mereka menjaga dimana sampai-sampai harus kecolongan!"


Grey benar-benar murka, napas nya semakin memburu saat mengetahui adik kecil yang sangat ia sayangi ikut menghilang bersamaan dengan istri kecil nya.


"Maaf boss, tetapi tiba-tiba saja alarm kebakaran sekolah berbunyi hingga para murid berlarian dan saya tidak sempat melihat nona kecil.." Jelas salah satu bodyguard.


"Arrrghh siiall!"


"Boss" Panggil seorang mafioso yang baru saja memasuki ruang utama markas itu.


"Bagaimana?!"


"Cctv halaman depan rumah sakit semuanya telah dihapus, kami tidak menemukan salinan nya atau riwayat lain nya" Jelas mafioso tersebut.


Mendengar hal itu, entah kata apa yang cocok untuk kemarahan Grey yang sudah melebihi batas ini.


Kaki nya sontak langsung menendangi sofa yang ada dihadapan nya dan sesekali menghancurkan pajangan yang ada diruangan itu.


Hingga membuat para penghuni ruang utama markas tersebut menunduk takut, tetapi lain hal nya dengan Bram. Walaupun Bram sama emosi nya tetapi pria itu berusaha berfikir tenang.


"Cukup brother!" Sentak tegas Bram menahan pergerakan Grey.


"Cepat cari markas Squares serta temukan istri dan adik ku!" Teriak marah Grey.


Para mafioso dan bodyguard yang hendak beranjak dari posisi nya langsung ditahan oleh ucapan Bram. "Tunggu!"

__ADS_1


"Apalagi Bram?! Kau ingin mengulur waktu hah!"


Bram menggeleng. "Apa kau sudah melacak dari handphone dan perhiasan yang dipakai Arazey?" Tanya Bram


"Sudah! Bahkan mereka sudah menemukan nya!"


Bram menghembuskan napas nya lega, bersama dengan senyum nya yang hendak terbit, tetapi semua nya tertahan kala Grey kembali melanjutkan ucapan nya.


"Tetapi mereka membuang semua di tong sampah rumah sakit!" Sambung Grey menahan emosi.


Sesaat mata Bram sempat melotot kaget sesaat sampai akhirnya tatapan nya kembali serius.


"Aku memasangkan gelang di kaki Aqila dan gelang kaki itu ada pelacak nya! Kemungkinan mereka tidak mengetahui nya karena Aqila memakai kaos kaki cukup panjang!" Tutur Bram.


"Kalo gitu cepat periksa ID nya!" Sahut semangat Grey merasa mendapat kesempatan.


Mafia Squares terkenal akan kelicikan dan selalu menghalalkan segala cara dalam berbisnis di dunia gelap, belum lagi ketua Squares yang selama ini bersembunyi-


Dan hanya menyisakan rumor tentang kelicikan nya ternyata adalah Dokter Hans, pria yang dengan terang-terangan melawan Grey dan berkedok sebagai rekan Arazey di rumah sakit.


.


"Lokasi di temukan boss!" Ucap salah satu hacker yang berhasil menemukan ID gelang kaki yang dipakai oleh Aqila.


Lantas Grey dan Bram terfokus pada titik tersebut, dimana titik itu berada di ’ST. Paul's Chapel, Manhattan’dimana tempat itu adalah gereja tertua di kota manhattan.


Memang benar, selain terkenal akan kelicikan dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan nya. Mafia Squares juga terkenal sebagai ’Mafia pemuja setann atau patung dewa yang mereka ciptakan sendiri ’.


Tanpa berlama-lama kini Grey serta Bram sudah berdiri tepat dihadapan ratusan atau mungkin ribuan mafioso yang berjejer rapih di halaman markas yang sangat luas itu.


"Tiger!" Teriak tegas Grey.


"Tiger is here, boss!" Sahut tegas sekelompok mafioso dihadapan Grey


"Ikuti saya!"


"Siap Boss!" Sahut dengan nada tegasnya.


"Lion and Snake!" Teriak Grey lagi.


"Lion is here, boss!,"


"Snake is here, boss!" Sahut dua kelompok berbeda nama itu.

__ADS_1


"Kalian ikuti Bram dari pintu belakang gereja itu!"


"Siap Boss!"


"Mouse jaga markas dan sisanya ikut ke lokasi!" Titah Grey dengan aura mendominasi nya.


"Siap Boss!" Jawab serempak mereka bersamaan dengan hentakan kaki dan gerakan senjata yang dipegang oleh masing-masing orang.


Walaupun semua mafioso dan bodyguard Dark Scales berada dibawah naungan Grey, tetapi pria itu mengelompokkan beberapa mafioso dan bodyguard nya.


Tentu sesuai keahlian dan kecekatan masing-masing, dan tugas mereka pun berbeda-beda, seperti saat ini.


.


.


Kini para buah Grey telah mengelilingi gereja tua yang sudah tidak terpakai sejak tahun 1776 akibat kebakaran besar, tetapi bangunan itu masih berdiri kokoh dan ternyata menjadi markas Mafia Squares.


Dengan Earpiece yang sudah terpasang di telinga masing-masing, kini mereka hanya menunggu aba-aba dari boss nya, sampai akhirnya suara Grey terdengar dari earpiece itu.


"Semua siap?!" Tanya Grey memastikan.


"Siap!" Sahut serempak mereka.


"Saya akan masuk terlebih dahulu, kalian bersiap dan dekati sasaran!"


"Tidak bisa bos!" Kali ini terdengar suara Bram yang tidak setuju akan ucapan Grey.


"Kami akan bersama anda!" Lanjut Bram.


"Jangan melawan! Cukup bidik target dan musnahkan terlebih dahulu lawan yang berjaga!" Tegas Grey tidak ingin dibantah.


Pada akhirnya semua menurut, dan kini para mafioso penembak runduk telah bersiap membidik mafioso Squares yang berjaga disekitaran gedung tua itu.


"Tembak!"


Mendengar satu kata yang keluar dari mulut Grey melalui earpiece itu, lantas secara bersamaan tembakan tak bersuara pun terjadi hingga menumbangkan semua penjaga di gedung tersebut.


"Good!" Puji Grey menyeringai.


"Tetap waspada! Saya akan masuk terlebih dahulu!" Sambung nya mulai melangkah.


Sedangkan dari sisi lain, Bram tengah menatap pergerakan Grey dengan raut khawatirnya. Dan tanpa menghubungkan earpiece yang ada ditelinga Grey, lantas Bram mengeluarkan perintah nya.

__ADS_1


"Tiger ikuti boss dari jarak lima meter dan tetap waspada di sini pasti banyak jebakan! Sisanya masuk lewat jendela dan atap!"


...****************...


__ADS_2