Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-84- Aqila Koma


__ADS_3

Brakk!!


Grey dan Arazey tentu kaget, lantas menoleh ke arah pintu.


"Bram!" Geram Grey mengusap-usap punggung Arazey.


"Ma-maaf boss, t-tapi ada hal yang sangat penting" Ucap terbata-bata Bram dengan mata yang bersiap meneteskan air matanya.


"Ada apa kak Bram?" Tanya penasaran Arazey.


Bram terdiam menatap Arazey lalu kembali terfokus pada Grey, menunggu ucapan pria itu.


Menghembuskan napasnya yang terdengar begitu berat lalu Gre mengangguk.


"A-aqila koma.."


Prangg!!


Piring makanan yang Arazey pegang jatuh begitu saja ke lantai bersamaan dengan tubuhnya yang membeku.


"M-maksud kak Bram apa?.." Tanya Arazey dengan suara bergetar nya.


"Sayang tenang lah.."


"Jawab kak! Maksud kak Bram apa hah!!" Ulang Arazey menaikan nada bicara nya.


Bram tidak mengeluarkan suaranya, melainkan pria itu menunduk dan tanpa sepengetahuan Grey dan Arazey, pria itu meneteskan air matanya.


"Aku benar-benar akan menghabisi seluruh keturunan kalian, brngsek!" Batin Bram dengan tangan terkepal.


.


.


.


"Qila hikss.. Maafkan kakak hikss.."


Tangis Arazey pecah dihadapan tubuh adik kecilnya yang terbaring lemah dengan beberapa alat medis di tubuh nya


Hati Arazey yang baru saja sembuh dari rasa sakit akibat melihat kondisi Grey sebelum nya, kini kembali melebur saat melihat kondisi adik nya.

__ADS_1


Bekas membiru dipergelangan tangan Aqila benar-benar menyakiti hati Arazey, begitu pun Grey dan Bram yang sedari awal mencoba menahan semua nya.


"Kak Ara gak becus jadi kakak kamu hikss.. Karena kakak kamu harus seperti ini hikss.." Sendu Arazey terus menyalahkan dirinya.


"Ini bukan salah kamu, ini salah aku. Harus nya dari awal aku tidak usah menyelidiki siapa badeebah siialan itu" Sela Grey memeluk tubuh Arazey.


Tetapi wanita itu menggeleng, setelah mendengar penjelasan Grey disini tetap lah Arazey yang merasa bersalah karena Hans menyukai nya.


Jika saja pria itu tidak jatuh cinta pada nya, mungkin kehidupan nya tidak akan sekacau ini dan dirinya serta Aqila akan tenang tanpa diculik.


"Tidak seharusnya kamu mengalami hal seperti ini hikss.. Maafin kak Ara hikss.."


"Honey.. Jangan seperti ini, please" Sendu Grey.


"Ingat anak kita, aku gak mau kamu ataupun dia kenapa-napa. Akan aku carikan dokter terbaik untuk mengobati Aqila agar cepat sadar" Sambung Grey mencoba menenangkan.


Sekilas tatapan Arazey tertuju pada wajah Grey hingga akhirnya tatapan itu kembali ia arahkan pada adik kecil nya.


"Kamu harus mencarikan dokter terbaik untuk Qila hikss.."


"Iya aku janji, tapi kamu harus tenang apalagi dihadapan papa dan mama nanti"


"Aku baru memberitahu nya tadi, bukan bermaksud untuk menyembunyikan nya tapi aku kira Aqila hanya pingsan biasa ternyata.." Ucap Grey tidak melanjutkan perkataan nya.


.


.


"Bagaimana ini bisa terjadi!" Hardik Alex yang begitu marah pada Grey.


"Maafkan saya, Pa. Tapi ini semua diluar kendali saya dan--"


Plakk!


Satu tamparan berhasil Alex hadiahkan pada pipi Grey yang sebelumnya sempat tergores belati.


"Ini salah aku pa, bukan salah Grey" Sela Arazey menarik Grey kebelakang tubuhnya.


"Honey, tidak apa ini salah aku. Aku tidak becus menjaga kalian dan karena aku juga kamu dan Aqila menjadi seperti ini"


Kepala Arazey menggeleng kuat menolak ucapan Grey. "Ini salah aku. Jika dia tidak menyukai ku, mungkin aku dan Qila akan baik-baik saja"

__ADS_1


"Cukup!" Sentak Rachel yang sedari tadi menangis setelag melihat keadaan putri-putri nya.


Semua nya pun terdiam termasuk Alex yang kini mengalihkan pandangan nya.


"Ini semua diluar kemauan kita, yang harus nya disalahkan pria itu, bukan Grey ataupun Arazey!"


"Tapi karena Grey tidak becus menjaga istri nya, Arazey jadi seperti ini dan Aqila pun menjadi korban nya, Ma!"


"Grey-- " Ucapan Rachel terhenti kala tiba-tiba Grey berlutut dihadapan nya dan suami nya-- Alex.


"Maafkan kelalaian ku kali ini, aku berjanji ini yang pertama dan terakhir kali nya. Aku.. Aku benar-benar menyesal" Lirih Grey dengan kepala menunduk.


"Astaga Grey bangun" Ujar Arazey seraya menarik lengan Grey agar bangun


Tetapi pria itu malah menggeleng dan mengusap pelan punggung tangan Arazey. "Maafkan aku juga karena lalai menjaga mu dan Aqila"


"Tidak Grey, jangan menyalahkan dirimu"


"Bangun lah nak, jangan seperti ini" Lembut Rachel mengusap bahu Grey.


"Mama percaya padamu, lagipula semua ini sudah terjadi kita tidak bisa apa-apa selain menyembuhkan Aqila dan mama sangat bersyukur kamu, Arazey dan calon anak kalian baik-baik saja" Sambung Rachel.


Mendengar ucapan Rachel seketika hati Grey kembali menghangat. "Ternyata seperti rasanya" Batin Grey dengan mata berkaca-kaca menatap Rachel.


"Berhenti menatap istriku!" Sentak Alex merengkuh posesif pinggang Rachel.


"Astaga Pa!"


"Bangun lah, jangan seperti gembel. Ingat kamu pria berwibawa!" Tegas Alex mencoba melupakan kemarahan nya.


Grey mengangguk dengan senyuman nya lalu berdiri seperti semula.


"Aku berjanji akan--"


"Jangan mengobral janji, lebih baik lakukan dan buktikan pada diri sendiri!" Potong Alex lantas menarik pelan Rachel untuk masuk kembali ke ruang rawat Aqila.


"Gapapa, mungkin Papa hanya takut kehilangan lagi" Suara lembut itu berhasil menanangkan perasaan Grey yang terasa gundah.


Lantas pria itu memeluk erat tubuh sang istri. "Terimakasih istriku"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2