
"Arghh!! Lepaskan aku siialan!" Teriak marah seorang pria yang saat ini tengah di tarik oleh tiga orang berbadan besar ke dalam mobil.
"Boss tolong aku arghhh!!" Teriak nya lagi meminta bantuan pada pria yang saat ini tengah menatap nya.
Tetapi yang diminta bantuan hanya diam, kali ini pria itu benar-benar tidak bisa membantu nya.
Hingga akhirnya pria yang meminta tolong itu telah berhasil di masukkan ke dalam mobil bersamaan dengan itu mobil pun langsung berjalan.
"Maaf Bram, kali ini aku benar-benar tidak bisa membantu mu" Gumam Grey menatap mobil yang sudah hilang dari pandangan nya.
Puk!
Sebuah tangan menepuk bahu Grey bersamaan dengan suara seseorang yang kini berdiri disamping nya.
"Terimakasih sudah menjaga Bram" Ucap seorang pria paruh baya dengan senyum tipis nya.
"Kemana anda akan membawanya, Mr.Adipati?"
"Tentu ketempat yang jauh dari negara ini"
Mendapat jawaban tersebut Grey hanya terdiam dan menghembuskan napasnya kasar.
Grey tidak bisa berkutik, mau bagaimana pun pria paruh baya di samping nya ini adalah orang tua Bram yang selama ini tinggal di luar negeri.
Hal ini terjadi karena kasus Bram yang membunuh puluhan keluarga dan tentunya keluarga-keluarga tersebut adalah keluarga dari anggota mafioso Squares, mafia yang menculik Aqila hingga menjadi koma selama ini.
"Saya pamit, dan maaf telah mengambil paksa asisten mu serta terimakasih telah membantu menutupi kasus Bram" Ucap Mr.Adipati menepuk-nepuk pelan bahu Grey.
Sedangkan pria itu hanya mengangguk dan tersenyum tipis, hingga akhirnya Mr.Adipati pergi meninggalkan dirinya yang tengah berdiri tepat di depan pintu masuk perusahaan nya.
"Aku bisa membantu mu menutupi kasus ini dari polisi, tapi tidak dari Ayah mu" Batin Grey masih menatap ke arah mobil itu pergi. "Dan sepertinya kau lupa, tahta tertinggi yang di miliki Ayah mu sebagai seorang intel" Sambung nya.
__ADS_1
.
.
"Kak Bram?!" Pekik tidak percaya Arazey saat mendengarkan cerita Grey.
"Iya honey"
"Lalu kemana Ayah nya membawa kak Bram? Kenapa tiba-tiba?" Tanya penasaran Arazey.
"Entahlah Mr.Adipati membawanya kemana, tetapi dia bilang Bram harus belajar untuk melanjutkan bisnis nya" Jelas bohong Grey.
Tentu saja Grey hanya bercerita tentang Bram yang dibawa paksa oleh bawahan Mr.Adipati, namun tidak dengan masalah Bram yang menjadi pembunuh berantai puluhan keluarga itu.
"Kasihan kak Bram, tapi kasihan juga Aqila. Nanti kalo Qila sadar terus nyariin kak Bram gimana?"
"Kita bisa menelpon nya, honey"
"Tidak apa, aku masih mempunyai satu asisten"
"Siapa? Pria atau wanita?!" Sahut cepat Arazey dengan nada menyelidik.
Mendengar dan melihat wajah serius Arazey sontak membuat senyum jahit dibibir Grey terbit.
"Memang nya kenapa jika asistenku seorang wanita?" Tanya Grey menaik turunkan alisnya.
"Jadi seorang wanita?!" Pekik Arazey dengan mata melotot.
Grey mengangkat bahu nya acuh dengan ekspresi menyebalkan bagi Arazey.
"Maybe" Jawab Grey bersiap kabur dari kamar.
__ADS_1
Tetapi belum sempat melangkah, tiba-tiba sebuah bantal sudah berhasil menghantam kepala Grey hingga membuat sang pemilik hampir tersungkur.
"Honey-- "
"Pecat dia! Dan biarkan aku yang menjadi asisten mu!!" Teriak marah Arazey.
"Tidak mau!" Sahut Grey dengan wajah menantang nya.
Melihat hal itu Arazey benar-benar dibuat emosi, lantas wanita itu berjalan menghampiri sang suami yang saat ini bersandar di pintu kamar dengan wajah menyebalkan nya.
"Pecat dia!" Ulang Arazey dengan nada menekan.
"Tidak"
"Grey!"
"Apa sayang"
"Pecat dia, pokoknya harus dipecat!!"
"Kalo pendek ya pendek aja honey, gak usah so-soan pengen tinggi" Ledek Grey menekan pelan bahu Arazey yang saat ini tengah berjinjit agar bisa mendekati wajah nya.
Tetapi tetap saja Arazey masih harus mendongak, dan hal itu pun berhasil membuat Grey menahan tawanya mati-matian.
"Ishh Grey!!" Erang marah Arazey memukuli perut Grey.
Grey tak bisa menahan tawa nya lagi, kini pria itu malah tertawa bukan nya meringis kesakitan. Karena pukulan Arazey hanya terasa seperti sedang di gelitiki.
"Tidur diluar!" Tegas Arazey berhasil menghentikan tawa Grey dan mata pria itu langsung melotot.
...****************...
__ADS_1