Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-52- Tutup Mulut


__ADS_3

Di dalam kediaman milik Grey atau lebih tepatnya di ruang tengah tersebut, saat ini terlihat ketegangan dari wajah Arazey yang tengah menyimak dengan serius penjelasan seorang pria dihadapan nya.


"Ini merupakan kasus kelam yang sudah di tutup oleh pihak kepolisian, saya beserta tim sedang berusaha menggali kembali kasus ini" jelas pria itu yang tak lain adalah detektif handal milik Grey.


"Jadi benar, bang Ansel kecelakaan karena sabotase seseorang? Dan itu semua sudah di rencanakan?" tanya Arazey dengan wajah serius nya.


"Untuk masalah rencana saya masih belum yakin karena penyelidikan masih terus berlangsung dan--"


"Bisa tatap aku jika sedang bicara, Tuan?" potong cepat Arazey.


Pasalnya sedari awal detektif tersebut menjelaskan tentang perkembangan penyelidikan kasusnya tidak menatap wajah Arazey sedikit pun.


Awalnya Arazey pikir mata detektif tersebut juling, karena detektif tersebut terus menatap samping nya dan terkadang menatap Grey.


Hingga akhirnya Arazey tersadar, itu bukanlah juling melainkan detektif tersebut menghindari kontak mata dengan nya.


"Maaf Nona, tetapi Mr.Grey melarang saya untuk menatap wajah Anda"


Mendengar ucapan sang detektif sontak mata Arazey langsung menatap Grey yang berada disamping nya dengan mata melotot.


"Kenapa?" tanya Grey tidak santai.


"Kamu-- Aku tidak suka melihat pria lain menatap mu lebih dari lima detik!" potong cepat Grey merengkuh semakin erat pinggang Arazey.


"Tapi sangat tidak nyaman berbicara seperti ini, Grey"


"Mau lanjut bahas penyelidikan nya atau aku suruh pulang detektif nya?" tawar Grey dengan nada dingin.


Sungguh Grey sangat tidak ada orang lain yang mendengar bantahan istri nakal nya yang selalu membuat dia takut.. Takut kehilangan.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, ayo lanjut Tuan detektif" pasrah Arazey kembali menyimak dengan serius.


"Terkait sabotase, kemungkinan besar memang benar. Tetapi supir mobil truk yang menabrak mobil Tuan Anselio terbukti baru saja meminum obat terlarang-


Jadi kasus kecelakaan ini menang cukup rumit untuk di pecahkan" jelas panjang sang detektif masih dengan tatapaj mata nya yang berkeliaran.


"Apakah Tuan bisa memecahkan nya untuk saya?" pinta lirih Arazey yang langsung mendapat deheman keras dari Grey.


"Tentu nona, saya dan tim akan memecahkan masalah ini lalu menemukan akar permasalahan nya-


Dan jika memang benar kecelakaan Tuan Anselio adalah rencana seseorang" sahut cepat detektif itu dengan mata yang melirik Grey.


Terlihat tatapan Grey yang begitu dingin menatap detektif tersebut, hingga akhirnya Arazey menatap pria disamping nya itu.


"Kamu gak mau ngomong sesuatu gitu?." tanya Arazey karena sedari tadi Grey hanya terdiam.


"Yang istri saya katakan tadi sudah mewakilkan ucapan saya, jadi laksanakan ucapan istriku!" sahut Grey menatap detektif didepan nya.


Detektif tersebut lantas bangun bersamaan dengan Grey dan Arazey yang ikut bangun dari posisi nya.


"Biar saya antar ke depan." Detektif tersebut mengangguk mengiyakan ucapan Grey


Hingga kini kedua nya berjalan kearah pintu utama dan hanya menyisakan Arazey di ruang tengah itu.


...---...


...πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘...


...--...

__ADS_1


"Jangan bilang dengan papa dan mama kalo aku minta kamu untuk menyelidiki kembali kasus bang Ansel." Pinta Arazey pada Grey yang baru saja mematikan mesin mobil nya


Saat ini kedua nya masih berada didalam mobil, dimana mobil itu terhenti tepat dihalaman rumah keluarga Ivanka.


"Kamu menyuruh aku untuk tutup mulut hmm?." Arazey mengangguk membenarkan pertanyaan Grey.


"Apa bayaran agar aku bisa menutup rapat mulut ku?"


"Apaan sih, perhitungan banget cuma tinggal diam aja" gerutu kesal Arazey.


"Aku gak bisa diam gimana dong? Nanti kalo aku keceplosan bagaimana?-


Apalagi nanti kalo di depan aku ada Aqila bagaimana?." celoteh Grey dengan pertanyaan yang membuat Arazey geram.


"Yaudah iya, nanti aku traktir es krim supaya kamu tutup mulut, oke?!"


"Gak mau, aku gak suka manis kecuali bibir kamu."


"Ishh dasar om tua, cabull banget!." kesal Arazey hendak membuka pintu mobil, tetapi gerakan nya kembali terhenfi kala Grey kembali mengeluarkan suaranya.


"Aduh nanti kalo keceplosan gimana ya? Apa papa mertua sama mama mertua akan shock?." panik Grey dengan mata yang melirik Arazey.


"Apalagi nanti di dalam ada adik ipar manisku, bagaimana jika dia mendengar? Pasti dia akan kembali sedih" sambungnya


"Haishh baiklah satu permintaan bebas untuk mu, sebagai bayaran untuk menutup rapat mulut mu," kesal Arazey.


Dengan cepat wanita itu langsung keluar dari mobil dan menyisakan Grey dengan senyum penuh kemenangan nya.


"Satu permintaan yang berlaku seumur hidup akan segera terlaksanakan, baby" pekik bahagia Grey.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2