
Dua bulan telah berlalu..
Lenox Hill Hospital (Ruang USG)
Saat ini di ruangan itu terdengar pekikan haru seorang pria yang terus menciumi perut besar milik istri nya dan terus mengutarakan kebahagiaan nya.
"Pantas saja perut kamu lebih besar dari wanita hamil pada umumnya, ternyata disini ada baby twins"
Mata Grey berkaca-kaca menunjukkan betapa ia ingin menangis setelah mengetahui dirinya akan segera menjadi Daddy dari dua anak kembar.
Memang selama ini setiap pemeriksaan Grey maupun Arazey hanya ingin tau keadaan sang bayi, tidak untuk jumlah dan lain nya.
Di usia kandungan ke lima bulan ini, kedua nya memutuskan untuk memeriksa secara menyeluruh, ditambah perut Arazey benar-benar berbeda dari ibu hamil lain nya.
"Selamat Mr., Mrs. Kalian akan segera menjadi orang tua dari kembar putra dan putri" Ucap sang dokter ikut bahagia.
"Terimakasih dok" Sahut Arazey dengan senyuman nya.
"Sayang-nya Daddy, kalian harus baik-baik aja di dalam sana oke!" Perintah Tegas Grey menatap dan mengusap perut Arazey.
"Daddy sangat menunggu kalian di dunia ini" Sambung nya meneteskan air mata.
Pada akhirnya air mata kebahagiaan yang sedari tadi Grey tahan, kini menetes mengenai perut sang istri dengan baju yang masih tersingkap.
"Grey.."
"Aku benar-benar bahagia, sangat bahagia honey hikss.."
"Aku pun bahagia, ternyata aku mengandung dua anak kuat berbeda kelamin" Timpal Arazey mengusap kepala Grey.
"Thank you hikss.."
Kepala Grey terangkat lalu mengecupi seluruh wajah istri kecil nya yang masih berbaring di ranjang pemeriksaan itu.
.
.
.
"Hai Qila, kak Ara mau kasih kabar bahagia lho"
"Sesuai keinginan Qila, anak kak Ara ada dua lho. Mereka berdua perempuan dan laki-laki sesuai dengan keinginan Qila" Ucap bahagia Arazey menggenggam tangan sang adik.
__ADS_1
"Ayo dong bangun, nanti Qila harus mencium pipi keponakan Qila ketika mereka lahir" Seru kesal Arazey menatap wajah Aqila.
"Honey.." Panggil lembut Grey mengusap-usap punggung Arazey.
"Suruh Qila bangun dong, masa sudah dua bulan dia tidur terus" Gerutu kesal Arazey.
"Iya honey, sebenar lagi Qila pasti bangun"
Arazey mendengus ketika mendengar jawaban yang sudah ia dengar berulang-ulang kali.
"Kakak kangen banget bercanda sama Qila.."
Suara Arazey yang sebelumnya terdengar kesal kini berubah menjadi suara sendu dan menyakitkan.
Tangan wanita itu pun memeluk tubuh kecil sang adik dan menyandarkan kepalanya di lengan kecil itu.
"Nanti kalo Qila bangun, kak Ara beliin lolipop yang banyak tanpa sepengetahuan papa dan mama oke?!"
Tidak ada sahutan seperti biasanya dari bibir mungil yang tertutup oxygen mask itu.
Selama dua bulan ini Arazey terus mengajak Aqila berbicara, tetapi sayang mungkin Aqila hanya bisa mendengar bukan menjawab atau pun merespon.
"Aaaa Qila bikin kak Ara sedih tau gak!" Rengek Arazey mencoba menahan air matanya.
.
"Waktu kunjungan telah habis, honey. Ayo kita pulang biarkan Aqila beristirahat" Ajak lembut Grey memegang kedua bahu Arazey.
"Mau disini"
"Gak boleh, kamu lagi hamil. Aroma obat-obatan seperti ini tidak baik untuk baby nya"
"Besok kesini lagi ya?" Pinta Arazey dengan wajah memelas.
"Iya, besok kita kesini lagi"
Arazey mendengus pelan lalu bangkit dari posisi nya. "Kak Ara sama kak Grey pulang dulu ya, besok kita kesini lagi" Pamit Arazey seraya mengecup kening Aqila.
"Kak Grey pulang dulu, bidadari kecil kakak" Pamit Grey mengecup pipi Aqila.
Seusai berpamitan dan dengan tidak rela akhirnya kedua nya keluar dari ruangan itu, dan tentunya disambut pelukan hangat sang Mama.
"Ma.." Isak pelan Arazey di dalam pelukan Rachel.
__ADS_1
"Gapapa, Aqila pasti sebentar lagi pasti akan sadar"
"Aku disini aja ya temani mama?"
"Gak boleh sayang, nanti kamu bisa kelelahan. Lalu bagaimana dengan baby twins nya nanti?"
"Mereka anak yang kuat, pasti--"
"Menurut lah demi kebaikan kalian, disini ada bibi yang temani mama dan sebentar lagi papa akan kesini setelah selesai meeting" Ucap Rachel memotong perkataan Arazey.
Bibir Arazey langsung merengut menahan rasa kesal nya kerena selama ini ia selalu tidak mendapatkan izin untuk menginap di rumah sakit.
"Mama sudah makan?" Tanya Grey mengalihkan perhatian Rachel.
"Sudah" Jawab Rachel dengan senyuman nya,
"Belum tuan muda, Nyonya belum makan dari pagi" Sahut cepat seorang asisten rumah tangga yang di sebut 'Bi Ru'
Bi Ru adalah asisten kepercayaan keluarga Ivanka dan sudah mengabdi di kediaman itu sejak pertama kali Alex dan Rachel merekrut ART.
"Tuhkan mama bohong!" Ujar kesal Arazey menatap galak sang mama.
"Bibi ishh, udah saya bilang jangan beritahu siapa-siapa" Celetuk kesal Rachel.
"Maaf Nyonya, tapi nanti anda bisa sakit"
"Sudahlah, saya marah dengan Bi Ru dan tidak mau bercerita lagi dengan bibi!" Ancam kesal Rachel.
Melihat hal itu Grey malah terkekeh, pasalnya mama mertuanya ini terkadang telihat sangat tegas, galak, dan emosian. Tetapi terkadang terlihat seperti seorang remaja yang baru mengalami masa puber.
"Mama mau makan apa? Nanti aku belikan" Tanya Grey.
"Mama gak laper, Grey. Nanti kalo laper mama makan kok"
"Mama harus makan, nanti ibu hamil disamping aku terus mikirin mama" Ujar Grey melirik Arazey yang masih menatap galak mama nya.
"Astaga ibu hamil ini sangat galak" Ledek Rachel mencubit pipi Arazey.
"Mama mau makan atau aku makan?!" Tanya galak Arazey.
"Baiklah-baiklah, mama akan makan. Jangan memasang wajah seperti ini kamu sangat jelek"
"Biarin huh!" Celetuk Arazey mengalihkan pandangan nya.
__ADS_1
...****************...