Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-81-Tergila-gila


__ADS_3

Sedangkan di lain tempat, kini terlihat sosok wanita yang masih memejamkan matanya di atas kasur dengan seorang pria yang duduk ditepi kasur dan menggenggam tangan wanita itu.


"Baru kali ini aku merasa segila ini karena seorang perempuan yang sudah bersuami seperti mu, Arazey" Gumam pria tersebut.


Arazey? Ya wanita yang masih memejamkan matanya itu adalah Arazey. Istri kecil Grey yang diculik dan dibawa kesebuah tempat, berbeda dengan Aqila yang di sekap di sebuah gereja tua.


"Tapi sebelum dia, aku yang terlebih dahulu bertemu dengan mu dan menyukai mu" Sambung nya mengecup punggung tangan Arazey.


Selang beberapa detik kemudian, kelopak mata Arazey mulai bergerak-gerak dan perlahan terbuka.


"Stthh.." Ringis Arazey memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Sudah sadar? Ayo minum dulu"


Mendengar suara yang terasa tidak asing baginya, lantas Arazey mencoba menyesuaikan pengelihatan nya.


"Ayo" Ajak pria itu seraya membantu Arazey untuk bangun.


Arazey dibuat terkejut kala melihat sosok pria yang duduk dihadapan nya seraya menyodorkan segelas air.


"Se-senior Hans?!"


"Iya Arazey, ayo minum dulu" Sahut pria itu membenarkan.


Masih dengan keterkejutan dan mata yang menelisik ruangan yang di tempati, lantas perlahan Arazey meminum air tersebut.


"Pintar!" Seru Hans merapihkan rambut Arazey seraya mengambil alih gelas tersebut.


"Dimana ini? Kenapa-- "


"Ini rumah aku dan kamu berada di dalam kamar aku, Arazey" Ucap Hans memotong pertanyaan Arazey.


Seketika Arazey terdiam menatap aneh pria dihadapan nya, otak nya terus berputar mencoba mengingat kejadian sebelum nya. Hingga akhirnya Arazey mengingat sesuatu.


"Senior menculik ku?"


"Kamu lupa hmm? Jangan panggil aku dengan iming-iming senior jika sedang di luar rumah sakit"


"Kamu menculik ku?!" Ulang Arazey dengan nada menekan nya.


"Emm.. Anggap saja seperti itu" Jawab Hans dengan senyuman nya.


Jika biasanya senyuman itu akan memikat para wanita yang berada di dekat nya, tetapi berbeda dengan Arazey yang malah ketakutan dan bergeming ditempat.

__ADS_1


"Kenapa? Apa aku ada salah?"


Hans menatap serius Arazey dan meraih kedua tangan Arazey dan digenggam begitu erat. "Benar, kamu mempunyai salah pada ku"


"Salah apa? Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa kamu menculik ku dan.." Arazey menggantung perkataan nya saat mengingat Grey.


Melihat Arazey yang terdiam, Hans malah terkekeh karena pria itu yakin jika saat ini Arazey tengah memikirkan suami nya.


"Kamu salah karena telah membuat ku jatuh cinta padamu"


Mendengar hal tersebut berhasil membuat mata Arazey melotot menatap pria dihadapan nya. Lantas Arazey menarik paksa tangan nya dan memundurkan posisinya hingga mentok di kepala kasur yang ia duduki.


"Kamu gila?!" Sentak marah Arazey.


"Iya aku tergila-gila padamu" Sahut Hans dengan tatapan santai nya.


"What the--!!"


"Maka dari itu aku menculik mu, karena suami mu sudah mengetahui identitas ku" Sambung Hans beranjak dari posisi nya.


Pria yang memiliki tinggi sama seperti Grey dan berkulit putih serta hidung yang mancung, kini berdiri di dekat jendela menatap kearah Arazey yang juga menatap dirinya.


"Maksud kamu apa? Grey memang sudah tau kamu seorang dokter senior di rumah sakit itu!"


"Hans!" Sentak marah Arazey


"Ceraikan Grey dan menikah dengan ku, akan aku pastikan kamu hidup bahagia dengan ku"


"Tidak akan pernah! Kau gila sialan!"


"Yakin? Bagaimana jika calon anak kalian emm..." Hans menggantung perkataan nya menatap Arazey penuh arti.


Arazey terdiam hingga beberapa saat perutnya terasa begitu sakit, seperti ada ribuan jarum yang menusuk dan melilit perut nya.


"Arghh!! Apa yang kau lakukan sialann!!" Rintih kesakitan Arazey


"Hahaha ternyata cepat bekerja ya?"


Arazey menekan pelan perutnya mencoba mengalihkan rasa sakitnya, keringat mulai bercucuran di kening dan seluruh tubuhnya karena rasa sakit itu.


Melihat hal itu Hans mendekat dan menyeka keringat Arazey


"Aku akan menyelamatkan anak mu, dan mengganggap nya sebagai anak ku jika kamu mau bercerai dan menikah dengan ku"

__ADS_1


Arazey menepis tangan Hans yang mengusap-usap kepalanya lalu menatap gelas yang berisi air tersebut. "Siall! Obat apa yang kau masuk kan kedalam air itu!"


"Sesuatu yang bisa membunuh bayi mu, dan.."


.


.


.


"Dimana istriku, Brngsek!"


Seketika ruangan itu dipenuhi tawa menggema dari pria itu. Melihat hal itu Grey semakin geram dan emosi.


"Istri mu 'ya?" Tanya nya dengan nada meledek


"Emm.. Sepertinya dia sedang bertemu dengan kedua mertua nya di atas sana hahahaha"


Dor!


Dor!


Dua tembakan berhasil dilayangkan pada tubuh pria bertopeng itu oleh mafioso Dark Scales yang berhasil menyelinap di saat boss nya tengah berbicara dengan pria bertopeng itu.


"Aaaaaaa!!" Teriak ketakutan Aqila bersamaan dengan darah pria itu yang mengenai tubuh nya.


Dengan cepat Grey dan Bram berlari menghampiri Aqila, tetapi Aqila langsung tidak sadarkan diri detik itu juga.


"Boss, dia bukan Hans Velandrik!" Lapor mafioso yang menembak itu setelah membuka topeng pria tersebut.


"Brngsek!! Lacak dimana kediaman pria bajiingan itu dan temukan istriku sekarang juga!!" Teriak murka Grey.


"Shiit!! Aqila.. Sayang.. Bangun.." Desis khawatir Bram setelah membuka ikatan Aqila.


"Cepat bawa ke rumah sakit! Aku akan mencari Arazey!" Titah Grey.


Bram mengangguk dan mengangkat tubuh mungil itu kedalam gendongan nya, lalu dengan langkah cepat ia langsung keluar dari ruangan itu.


"Aku berjanji akan menghabisi keturunan kalian jika gadisku mengalami trauma!" Batin Bram dengan tatapan tajam nya.


...****************...


Banyakin likenya biar author Semangat up🤫

__ADS_1


__ADS_2