
Didalam ruangan CEO yang tak lain adalah ruangan milik Grey, kini seorang gadis dewasa tengah mengomeli atau lebih tepatnya tengah menasehati gadis kecil yang sedang berdiri dihadapan nya
"Qila masih kecil gak baik bersikap seperti itu sama om Bram, apalagi ucapan Qila tadi sangat tidak wajar" tutur Arazey menatap serius Aqila yang tengah menunduk
"Tapi Qila suka sama om tampan" cicit pelan Aqila
Mendengar Aqila yang sedari tadi terus mengatakan hal itu sebagai jawaban berhasil membuat Arazey menghembuskan nafasnya begitu kasar. Hingga beberapa saat kemudian ia menarik tubuh sang adik lalu memangku nya
"Tatap kak Ara" titah Arazey yang langsung dituruti oleh gadis kecil itu
"Umur Qila baru sebelas tahun 'kan?". Aqila pun mengangguk membenarkan ucapan Arazey
"Qila tau berapa umur om Bram?". Kali ini gadis kecil itu menggeleng dengan bibir mengerucutnya
"Om Bram seumuran dengan bang Ansel," sontak Aqila pun langsung menghitung dengan jari-jari tangan nya hingga akhirnya gadis kecil itu mengeluarkan suaranya
"Gapapa, yang penting Qila suka sama om tampan" jawab ceria Aqila dengan mata berbinar
Arazey hanya terdiam setelah mendengar jawaban sang adik yang tidak pantang menyerah, seakan dirinya sudah mengerti apa itu 'Cinta'
.
.
Sedangkan disisi lain atau lebih tepatnya diatas rooftop gedung perusahaan itu. Kini terlihat seorang pria yang tengah menunduk dan seorang pria yang tengah menatap tajam kearah nya
"Maaf boss, saya hanya ingin menyenangkan hati nona kecil" tutur Bram merasa bersalah
"Sudahlah! Anggap saja dia adik mu dan jangan menyukai nya karena dia benar-benar masih kecil" tegas Grey mengingat kan
Lantas Bram pun mengangguk antusias. "Siap boss, pegang saja ucapan saya"
"Memegang ucapan seorang pria sama saja memegang angin ditengah badai" sahut sinis Grey
"Berarti anda pun sama?" sahut spontan Bram
Tatapan Grey yang tadi nya sudah terlihat santai kini kembali menajam nan begitu menusuk. "Kecuali aku" tegas Grey dengan nada menekan
Seketika Bram yang tersadar langsung mencoba mengalihkan pembicaraan. "Oh iya bagaimana dengan tadi boss? Apa telah selesai?"
__ADS_1
"Ck! Tua bangka rakus itu yang membocorkan nya" sentak marah Grey, sedangkan Bram yang mengerti ucapan boss nya kembali mengulang nama yang benar
"Mr.Burno?"
Grey pun mengangguk singkat membenarkan ucapan Bram. "Persiapkan berkas pemecatan nya, lalu kumpulkan seluruh karyawan di aula kantor" titah tegas Grey
"Baik boss"
.
.
.
"Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba kita dikumpulkan disini?" tanya penasaran setiap karyawan dan staf yang telah duduk di aula perusahaan milik Grey
Para pemegang saham pun tak tertinggal, bahkan mereka duduk di kursi paling depan menunggu Grey datang, hingga akhirnya seseorang yang ditunggu kini telah memasuki aula bersamaan dengan sang asisten
Setelah penyambutan dari para karyawan, Grey mengangkat tangan nya mengkode agar semuanya kembali duduk dan tenang
"Langsung saja, mungkin kalian bertanya-tanya kenapa kalian semua saya kumpulkan disini 'bukan?" ucap Grey tanpa pembukaan lagi
Wajah datar dan suara bariton serta tatapan tajam nya begitu mendominasi aula perusahaan itu, bahkan hawa sekitar rasanya begitu menyesakkan karena tatapan itu. Terlebih lagi salah satu dari banyaknya orang di hadapan Grey tengah berkeringat dingin saat menyadari tatapan itu tertuju padanya
Sedetik kemudian proyektor diatas sana mulai menyala bersamaan dengan lampu aula itu yang mati dan hanya satu lampu yang terfokus pada Grey
"Mungkin kalian semua sudah tau tentang pernikahan saya dan istri saya, tetapi bukan kah saya menyuruh agar kalian bungkam? Karena pernikahan ini saya adakan secara privat."
Mendengar penuturan itu, sontak suara para penghuni aula mulai keluar, dan bertanya-tanya apa maksud Grey. Hingga akhirnya sebuah video ditayangkan didepan sana
Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat rekaman cctv di aula pernikahan Grey, dimana rekaman itu menyangkan seorang pria yang sedang diam-diam mereka pengucapan janji suci itu
"Tidak! Itu editan, itu bukan saya!" sentak Mr.Burno begitu lantang nya saat melihat wajahnya ditampilkan begitu besar
Mata para karyawan dan pemegang saham lainnya langsung menatap tidak percaya kearah Mr.Burno. Terlihat dengan jelas keringat yang membasahi kening pria tersebut serta tubuhnya yang sedikit gemetar
Mendengar elakan itu Grey langsung tertawa dengan nada yang begitu menyeramkan, sampai saat suara bariton nya langsung menyeruak diruangan itu
"Mulai hari ini, Mr.Burno Arkesta bukan lagi bagian dari perusahaan ini dan bukan lagi pemegang perusahaan ini!" tegas Grey bersamaan dengan Bram yang menyerahkan dokumen pemecatan dan pengembalian saham dihadapan Mr.Burno
__ADS_1
"Tidak! Saya tidak terima!" teriak Mr.Burno lantang, lantas dirinya pun langsung berlari kearah Grey
"Anda tidak bisa seenaknya seperti ini!, Orang yang berada didalam video itu bukan saya!" ucap marah Mr.Burno yang dengan beraninya menarik kerah kemeja Grey
Tetapi pria yang lebih tinggi dari Mr.Burno itu malah terkekeh dengan tatapan tajamnya. "Mau kita urus dipengadilan, Mr.Burno yang terhormat?"
"Anda sudah melanggar privasi dan melanggar janji saat memasuki perusahaan ini, minimal anda akan dipenjara semalam sepuluh tahun saja" ucap santai Grey dengan nada dingin nya
Seketika tubuh Mr.Burno melemas, dan di saat itu juga Grey langsung melayangkan pukulan nya hingga tubuh pria rakus itu langsung terlempar kelantai, dan hal itupun berhasil membuat para karyawan memekik kaget
"Peringatan untuk siapapun! Jika berani berkhianat dan melanggar janji saat memasuki perusahaan ini, saya tidak akan segan-segan" lantang tegas Grey dan langsung meninggalkan aula tersebut
.
.
"Bagaimana sisanya boss?" tanya Bram seraya mengikuti langkah besar Grey
"Buat dia hancur sehancur-hancurnya" jawab dingin Grey
Langkah kedua nya pun terhenti tepat didepan pintu yang bertuliskan 'CEO's Room. Menarik nafasnya begitu darah mencoba menenangkan dirinya, hingga beberapa saat kemudian Grey membuka pintu itu
"By--" panggil Grey terhenti kala melihat sang istri dan adik iparnya sedang tertidur begitu pulas disofa ruangan itu
Begitu pun dengan Bram, matanya langsung teralihkan ada sosok gadis kecil yang rambutnya tergerai acak-acakan menutupi wajahnya
Sontak Bram pun terkekeh dan langsung mendapat tatapan tajam dari Grey. "Ada yang lucu?" tanya menekan dingin Grey
Bram pun langsung terdiam dengan kepala yang menggeleng. "Tidak boss, saya hanya mengingat ekspresi Mr.Burno saat ketakutan tadi" elak Bram
Setelah mendengar hal itu Grey tidak menjawabnya lagi melainkan ia langsung mendekati sang istri dan adik iparnya. Mata Grey pun beralih mengkode Bram agar mendekat
"Kenapa boss?" tanya pelan Bram
"Kembalikan Aqila pada keluarganya jangan kau bawa pulang, setelah itu urus manusia rakus itu!" titah Grey yang langsung mendapat anggukan dari Bram
Dengan gerakan perlahan Bram pun mengangkat tubuh Aqila kedalam gendongan nya, begitu pun dengan Grey yang langsung mengangkat tubuh sang istri. Dan bersyukurlah kedua tertidur begitu lelap hingga tidak terbangun saat merasakan pergerakan itu
"Kali ini jangan ganggu aku lagi, apapun alasan nya!" tegas Grey menatap tajam Bram
__ADS_1
...----------------...
Seeyoy next bab sayangg😍 jangan lupa dukungan nya ya agar author Semangat up nya🤗