Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-82- Terbunuh


__ADS_3

"Tanda tangani itu!"


Arazey hanya diam ketika mendengar perintah yang sedari tadi terus di ucapkan, dengan tatapan benci nya pada pria dihadapan nya.


"Arazey!"


"Tidak akan!" Bentak marah Arazey.


Mendapat bentakan dari Arazey berhasil membangkitkan sisi lain dari diri Hans. Dimana saat ini dengan gerakan cepat nya Hans mendorong tubuh Arazey ke kasur dan menindih nya.


Tangan kekar itu milik Hans mencekik cukup kuat leher Arazey, tetapi tatapan pria itu terlihat begitu lembut seperti biasanya.


"Jangan melanggar perjanjian kita, sayang.." Lembut Hans semakin menekan tangan nya.


"Periksa kondisi anak ku terlebih dahulu! Baru aku akan menandatangani nya!" Desis Arazey susah payah saat merasakan napas nya tercekat.


Melihat wajah Arazey mulai memerah seketika Hans langsung menarik tangan nya dan beralih menyentuh kedua pipi Arazey.


"Maafkan aku.." Lirih Hans merasa bersalah.


Tetapi dengan cepat Arazey menepis tangan Hans dan mendorong tubuh pria itu. "Kau gila!" Teriaknya tepat di depan wajah Hans.


"Kau hanya terobsesi dengan ku, Hans!" Sambung Arazey seraya menjauh.


"Aku mencintai mu, Arazey. Bukan terobsesi" Lirih Hans sendu.


"Kau tau aku sudah punya suami dan sedang mengandung, harusnya kau sadar!"


"Sudah aku bilang, aku akan menerima anak itu sebagai anak ku jika kita menikah"


Hans bangkit dari posisi nya dan bergerak mendekati Arazey yang terus berjalan mundur.


"Sampai kapan pun anak ini tetap anak Grey dan hanya dia yang boleh menjadi ayah nya!" Tegas Arazey penuh penekanan.


Mendengar hal itu langkah Hans terhenti dan kepalanya pun menunduk.


"Aku yang lebih dulu mengenal mu, dan aku yang lebih dulu mencintai mu, Arazey" Sendu Hans mengangkat pandangan nya ke arah Arazey.


Arazey terdiam mendengar ucapan Hans yang terdengar begitu tulus dan menyakitkan.


Hingga akhirnya pria itu melangkah mendekati Arazey lalu memegang kedua bahu Arazey.


"Aku lebih mencintai mu dari pada dia, aku lebih menyayangi mu, dan aku--" Ucapan Hans terpotong kala pintu kamar nya diketuk begitu cepat


Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Mr.Hans, Gawat ada-- "


Belum sempat seseorang di depan sana melanjutkan ucapan nya tiba-tiba terdengar suara tembakan yang begitu nyaring bersamaan dengan pintu kamar Hans yang di dobrak.


Mata Arazey langsung melotot begitu melihat pria yang baru saja mendobrak pintu tersebut, tetapi dengan begitu kasar Hans menarik tubuh nya dan melilitkan lengan kekarnya di leher Arazey

__ADS_1


"Brngsek! Lepaskan istriku!!" Teriak marah pria yang baru saja mendobrak pintu kamar Hans yang tentunya dia adalah..


"Grey.." Panggil lirih Arazey dengan mata berkaca-kaca.


Sangat mengiris hati saat melihat kondisi tubuh Grey saat ini, dimana wajah pria itu terdapat goresan dari benda tajam dan lengan nya yang masih mengeluarkan darah di ikat oleh potongan baju nya.


Tentu nya darah sudah memenuhi pakaian yang Grey pakai dan darah dari luka-luka ditubuh pria itu pun terlihat sudah mengering.


"Lepaskan Brngsek!" Teriak murka Grey hendak mendekat.


Tetapi langkah nya terhenti kala mendengar rintihan Arazey karena Hans menekan lengan nya hingga membuat napas Arazey tercekat.


"Woah sangat hebat, Mr.Grey" Puji Hans dengan kekehan nya mengejak nya.


"Lepaskan tangan mu dari tubuh istriku!" Ucap menekan Grey menodongkan pistol nya.


Tidak mau kalah, lantas Hans pun mengeluarkan pistolnya yang sedari tadi berada di saku jas nya.


"Dari pada melepaskan nya lebih baik aku membunuh nya" Ujar Hans dengan seringai licik nya seraya menodongkan pistolnya di pelipis Arazey


"Hans.." Suara bergetar Arazey berhasil mengalihkan tatapan Hans.


"Kenapa sayang?"


"Shiit!!" Geram Grey mendengar ucapan Hans.


"Ja-jangan.." Pinta Arazey dengan tatapan memohon nya.


"Baiklah aku tidak akan membunuh mu, tetapi kamu harus menceraikan nya dan menikah dengan ku"


Teriakan murka itu mengundang fokus kedua nya, bahkan Grey menarik pelatuk nya hingga peluru itu bersarang tepat di tembok samping tubuh Hans.


"Wow.." Decak kagum Hans menatap tembok disebelah nya.


"Grey jangan hikss.." Air mata Arazey menetes begitu saja dengan tubuhnya yang terasa sangat lemas.


"Aku harus membunuhnya!"


"Bunuh saja, tetapi aku akan mengajak istri dan calon anak mu untuk menemani aku di surga" Tantang Hans dengan senyuman licik nya.


Wajah Grey memerah menahan emosi dan amarah nya, pistol yang tadi ia todongkan kearah Hans kini langsung Grey jatuhkan begitu saja ke lantai.


"Lepaskan istriku" Ulang Grey kesekian kali nya.


Brughh!


"Grey!!" Teriak kaget Arazey saat tiba-tiba seorang pria menendang tubuh Grey dari belakang hingga tubuh tegas itu tersungkur.


"Stthh.." Ringis pelan Grey memegang dada nya.


"Hahaha lihat lah, suami mu begitu lemah. Mana king mafia yang terkenal itu? Apa selemah ini? Hahahaa" Ledek Hans dengan tawa kemenangan nya.

__ADS_1


"Lepaskan hikss.. Aku harus menolong Grey hikss.." Arazey memberontak mencoba melepaskan dekapan Hans pada tubuh nya.


"Kamu ingin menolong nya hmm?"


"Lepaskan hikss.. Jangan!!" Arazey kembali dibuat kaget saat pria yang tadi menendang Grey kini menodongkan pistolnya tepat di kepala Grey.


"Jangan hikss.. Aku mohon hikss.."


"Kamu bisa menolong nya, asalkan kalian harus bercerai dan kamu menikah dengan ku"


"Biarkan aku mati, tapi jangan pernah menikah dengan manusia licik sepertinya.." Ucap Grey terbatuk-batuk saat punggung nya di injak begitu kuat.


Arazey menggeleng dengan air mata yang terus berjatuhan, hatinya terasa pedih melihat tubuh suaminya.


"Baiklah jika begitu, bunuh dia!" Tegas Hans menatap pria tang menodongkan pistolnya di kepala Grey.


"Jangan!!" Pekik Arazey menghentikan gerakan jari pria tersebut yang hendak menarik pelatuk.


"Aku akan menceraikan nya dan menikah dengan mu hikss.. Jangan bunuh Grey hikss.."


Senyum licik Hans terbit begitu lebar kala mendengar ucapan Arazey, ditambah melihat ekspresi terkejut Grey.


"Apa yang kamu katakan honey.."


"Maafkan aku hikss.. Aku harus menyelamatkan mu hikss.."


Grey menggeleng-geleng tidak setuju, mata pria itu berair menahan sakit. Bukan sakit ditubuh tapi dihati nya.


"Biarkan aku mati"


"Tidak Grey tidak hikss.."


"Sutt.. Drama nya kita tunda dulu ya? Lebih baik tanda tangani surat ini" Sela Hans yang sudah memegang kertas yang berisi gugatan cerai dari Arazey dan tanda tangan untuk pernikahan mereka.


"Lepaskan tangan mu, aku akan menandatangani nya hikss.."


"Jangan honey, jangan.." Lirih Grey dengan air mata mulai menetes.


Dengan senyum kemenangan nya lantas Hans melepaskan lilitan tangan nya pada tubuh Arazey lalu beralih merengkuh pinggang wanita itu.


"Mari tanda tangani ini, istriku.." Lembut Hans menyodorkan pulpen pada Arazey.


"Honey hikss.. Jangan!!"


Arazey tidak menghiraukan ucapan Grey, dan malah menandatangani dua surat itu.


"Wanita pintar" Puji Hans senang.


"Lepaskan Grey" Pinta Arazey dengan tubuh bergetar.


"Baiklah sesuai perintah wanita kesayangan ku, BUNUH DIA!"

__ADS_1


Dor!


...****************...


__ADS_2