Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-50- Berulah


__ADS_3

"Aku mau lihat hasil penyelidikan kasus bang Ansel sekarang" ucap Arazey yang masih terisak akibat mimpi sebelum nya


Grey sempat terdiam beberapa saat, hingga akhirnya ia mengeluarkan suaranya. "Kamu mimpi apa? Kenapa sampai seperti ini?"


"Aku cuma mimpi bang Ansel, dan sekarang aku mau lihat sudah sejauh mana penyelidikan itu"


"Besok pagi saja ya? Kamu harus istirahat sayang" tutur lembut Grey dengan tangan mengusap-usap pipi Arazey.


Tetapi wanita itu malah menggeleng. "Gak mau. Pokok nya aku mau lihat sekarang juga" sahut Arazey masih dengan pendirian nya.


"Dengarkan aku," ucap serius Grey menghentikan segala gerakan tangan nya dan di balas tatapan serius dari wanita dipangkuan nya.


"Saat ini kamu benar-benar butuh istirahat, aku gak mau lihat kamu sakit"


"Aku baik-baik saja om, rasa lelah ku sudah hilang dan--" belum sempat melanjutkan ucapan nya,


Tiba-tiba saja Grey mengangkat tubuh Arazey, lalu membaringkan nya kembali dikasur dan tubuh pria itu mengungkung tubuh Arazey.


"Om!" pekik tertahan Arazey


"Karena kamu sudah baik-baik saja berarti aku bisa meminta jatahku lagi"


"Jangan mengalihkan pembicaraan deh"


"Siapa yang mengalihkan pembicaraan? Justru aku ingin memberikan hasilnya setelah aku mendapat jatah ku" sahut santai Grey

__ADS_1


Tangan pria itu mulai bergerak, mengusap perlahan dagu istri kecilnya lalu turun ke leher dan terus seperti itu hingga semakin turun.


Saat tangan itu hendak menyentuh dua gunung kembar milik Arazey dengan cepat sang pemilik menahan tangan suami nya dan menatap nya dengan mata melotot.


"Aku gak mau!"


"Yakin gak mau? Berarti kamu gak bisa lihat hasil penyelidikan nya dong" ucap Grey dengan nada memelas diakhir kalimat


"Om jangan cabull ya!"


"Siapa yang cabull? Kamu istri aku lho, masa aku gak boleh ngapa-ngapain sama istri sendiri"


Arazey terdiam tidak merespon apapun lagi selain tangan nya yang terus menahan pergerakan tangan Grey. Jujur saja sebenarnya Arazey sangat kesal pada pria diatas nya ini.


Tetapi di sisi lain ia benar-benar ingin melihat sudah sejauh mana hasil penyelidikan kasus kelam sang kakak laki-laki nya yang meninggal secara tragis.


Pasalnya saat ini wajah Grey tepat berada bawah telinga Arazey atau lebih tepatnya wajah pria itu berada diceruk leher Arazey.


Dimana hidung mancung milik Grey sudah menyentuh kulit lehernya, dan nafas itu menerpa membuat Arazey merinding.


"Ishh om! Jangan gini!" desis kesal Arazey mencoba menjauhkan kepala Grey.


Tetapi bukan nya menjauh kepala itu semakin menekan hingga kini bibir panas Grey sudah menempel di kulit leher Arazey.


"Nolak keinginan suami dosa lho, honey" ucap Grey dengan suara yang mulai memberat

__ADS_1


Tangan yang tadinya Grey pakai untuk menahan tubuh nya kini telah berpindah hingga tubuh kedua nya benar-benar menempel tidak ada jarak sedikit pun


"Bukan nya nolak tapi aku gak mau, itu sakit" bela Arazey


"Gak mau artinya menolak secara kasar" sahut Grey menatap dalam netra coklat Arazey.


"Jahat banget jadi istri" sambung Grey dengan wajah yang berubah masam.


Grey pun bangun dan menuruni kasur, melihat hal itu Arazey menghembuskan nafasnya lega karena Arazey pikir Grey tidak akan memaksanya lagi.


Tetapi beberapa saat kemudian mata nya kembali dibuat melotot dengan tubuh yang terasa membeku.


"Kamu nolak, aku paksa. Babyhh~" serak Grey dengan suara beratnya yang sudah bertellanjang dada.


Sedetik kemudian Grey kembali menerjang tubuh Arazey yang masih berbaring itu dan menyerang begitu bruntal leher jenjang sang istri dengan kecupan, hiisapan dan sesapan nya


"Aahk~" lenguhh Arazey secara tidak sadar. Dengan cepat sebelah tangan nya menutup mulut nya, lalu sebelahnya ia gunakan untuk mendorong kepala Grey


Namun seperti biasa, tenaga pria itu jauh lebih besar dari Arazey, bahkan kini kedua tangan wanita itu sudah dicekal oleh satu tangan Grey keatas kepala nya


"Om-- emhhh.." lirih Arazey mencoba menguatkan iman nya


"Mendesaahlah, honey"


...****************...

__ADS_1


Seeyou next bab


Jangan lupa dukungan nya🤗


__ADS_2