Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-95- 4 tahun kemudian


__ADS_3

4 Tahun Kemudian..


.


.


Hari ini tepat hari dimana Aqila akan melanjutkan pendidikan nya di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, namun dalam arti lain.


Beberapa jam ke depan Aqila akan pergi merantau ke negara orang seperti keinginan sendiri dan meninggalkan negaranya beserta keluarga nya.


.


Ruang tengah kediaman Ivanka.


Kini di dalam ruangan itu terjadi sedikit perdebatan lagi akibat keinginan Aqila. Gadis itu baru saja menginjak usia Lima belas tahun.


Tetapi Aqila memaksa untuk melanjutkan pendidikan nya di negara Finlandia. salah satu negara yang masuk dalam jajaran pendidikan terbaik di dunia.


"Ayolah, putriku. Ini AS, kita tinggal di negara yang menduduki peringkat paling pertama dalam dunia pendidikan. Banyak orang yang ingin ke sini untuk melanjutkan pendidikan nya, kenapa kamu malah memilih negara lain?" Celoteh Alex yang tidak rela melepaskan Aqila.


"Aku ingin mengenal luas dunia ini, Pa. Aku juga dengar semua pelajar tidak pernah merasa bosan untuk bersekolah karena sistem mengajarnya yang baik" Sahut gadis kecil yang kini sudah tumbuh menjadi remaja itu.


"Apa kurangnya negara kita?"


Aqila menggeleng mendengar pertanyaan Alex hingga pria paruh baya itu kembali bersuara.


"Ke kota mana pun akan Papa turuti, tapi tidak dengan pindah negara"


"Gak mau Pa, aku mau melanjutkan sekolah di finlandia, dan lagipula aku sudah mendaftar di sana" Sahut Aqila seraya menyodorkan selembar kertas.


Dengan cepat Alex mengambil alih kertas tersebut, dan terpampang dengan jelas nama Aqila yang telah di terima di sekolah tersebut.


"Aqila.." Geram Alex memijat pangkal hidung nya.


"Lagian Papa protesnya terlambat, Qila sudah daftar Papa baru melarang"


"Memangnya larangan Papa berarti untukmu, gadis nakal?!"


Aqila menggelengkan kepalanya seraya tersenyum hingga menunjukkan gigi rapih nya.

__ADS_1


"Ck, dasar keras kepala!"


Tidak tau lagi Alex ingin berkata seperti apa. Aqila tumbuh menjadi gadis yang ceria dan juga keras kepala.


"Ma.. Mama kasih izin 'kan?" Tanya Aqila menatap Rachel dengan wajah memelas.


"Apapun yang terbaik untuk kamu, Mama pasti izinkan. Asalkan setiap hari kamu harus hubungi Mama!"


"Siap komandan!" Sahut cepat Aqila memeluk lengan Rachel.


Memang Rachel adalah Mama idaman setiap anak, walaupun sebenarnya wanita itu sangat berat hati, tetapi ia tidak ingin membuat anak nya merasa terkekang.


"Kak Grey, kak Ara? Bagaimana?" Aqila menaik turunkan alis nya menunggu jawaban dari sepasang suami istri yang duduk berhadapan dengan nya.


"Kak Ara mengizinkan nya"


"Honey!!" Pekik tertahan Grey.


"Sudahlah, biarkan Qila mengenal dunia luar. Lagipula kamu pasti akan mengirim puluhan bodyguard untuk menjaga nya 'kan?"


Aqila melotot mendengar ucapan Arazey, lalu mana gadis itu beralih menatap kakak ipar nya.


"Astaga kak Grey! Aku bukan anak kecil!" Protes Aqila dengan mata melotot.


"Hmm.. Papa setuju dengan mu, Grey" Timpal Alex dengan senyum tipis nya.


"Ishh ayolah, jangan-- " Belum sempat Aqila melanjutkan ucapan nya, tiba-tiba Grey kembali bersuara.


"Melanjutkan sekolah di sini hanya dengan di jaga oleh dua bodyguard, atau tetap ingin di finlandia tetapi dijaga ratusan bodyguard?"


Aqila melipat kedua tangan nya didepan dada, ia benar-benar merasa kesal pada dua pria posesif dihadapan nya.


"Pokoknya aku tetap akan bersekolah di finlandia!" Tegas Aqila mengabaikan tawaran Grey.


"Baiklah, kakak akan mengatur semua nya di sana" Putus Grey.


Aqila hanya mendengus kesal dan hendak meminum jus miliknya. Tetapi pekikan dua orang berbeda jenis berhasil menghentikan kegiatan nya.


"Lio pulang, Lia pulang!!" Begitulah pekikan dua anak kecil yang baru saja memasuki ruang tengah.

__ADS_1


Grey merubah raut serius nya menjadi senyum mengembang kala melihat kedua anak nya yang kini berlari menghampiri nya.


Hap!


Tubuh kedua anak kembar yang di ketahui bernama Adelio Ivan Ricardo, dan Adelia Ivan Ricardo, itu langsung ditangkap oleh kedua tangan kekar Grey.


Cup.. Cup..


Kedua kecupan di pipi Grey secara bersamaan dilanyangkan oleh Duo A, dan tentunya itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang Grey.


"Nakal! Sudah Dad bilang jangan berlari!" Gemas Grey mengecup bergantian pipi Duo A.


"Hihihi maaf, Dad" Sahut kedua nya dengan tawa kecilnya.


"Lio, Lia. Kalian gak ada yang mau peluk Aunty? Sebentar lagi Aunty pergi lho." Ucap tiba-tiba Aqila menatap kedua anak kecil digendongan Grey.


Dengan cepat Grey menurunkan kedua anak nya, lalu Duo A itu langsung berlari memeluk Aqila.


"Nty jadi pergi?" Tanya sedih Adelia menatap wajah Aqila.


"Nty mau tinggalin Lio dan Lia?" Tambah Adelio dengan mata berkaca-kaca nya.


"Astaga, kalian tidak boleh cengeng, Aunty hanya pergi sebentar"


"Ndak boleh, Nty harus di sini sama kami. Kita main bareng sama bobo bareng" Sahut si kecil Adelia.


"Hmm.. Betul, nanti kalo Lio gak bisa tidur siapa yang ajak Lio main game--" Tangan Aqila dengan cepat menutup mulut si kecil Adelio.


"Oh.. Jadi Lio sering ngantuk setiap les karena kamu hmm?" Ucap Arazey dengan nada mengerikan.


"Jadi kamu biang kerok nya?!" Lanjut Grey bersedikap dada.


"Emm.. Itu.. Lio salah bicara, bukan begitu Lio?" Ucap gugup Aqila yang langsung mendapat gelengan dari Adelio.


"Nty lupa? 'Kan Nty sering ajak Lio--"


"Lio, Lia. Ayo kita main di taman sebentar" Potong Aqila cepat tanpa melihat tatapan garang dari kedua orang tua Twins A itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2